cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
BUAH HATI
ISSN : 2355102X     EISSN : 25026836     DOI : -
Core Subject : Education,
Buah Hati Journal (e-ISSN 2502-6836 and p-ISSN 2355-102X) is a periodical scientific publication dedicated to lecturers, students and educational observers to disseminate relevant studies, thinks and research results in early childhood education.Any visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. Buah Hati journal is published twice a year March and September.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2018)" : 6 Documents clear
PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Ayi Teiri Nurtiani; Elvinar
Jurnal Buah Hati Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.24 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v5i2.569

Abstract

Multicultural education should be given to the community in order to create harmonization of differences in culture and the establishment of tolerance for diversity, the events of the Jakarta pilkada which in the past have somewhat hurt the sense of diversity in Indonesia. It is inappropriate for political figures to criticize understanding which is not the territory of its power, so as to cause multiple interpretations of its arguments in society. The difference between the characters' culture is a problem that has surfaced so that it becomes difficult to stop public consumption from spreading to all corners of Indonesia, the issue of SARA tends to be unavoidable. For months, Jakarta's political temperature had heated up with prolonged demonstrations which had a domino effect on all parts of Indonesia which caused sentimental differences in culture to be felt. For the sake of anticipating the same event to recur and a prolonged impact, public awareness is needed in understanding multicultural education, that is society that is able to respect each other and respect cultural differences becomes a necessity that needs to be achieved, making the difference into unity values ​​in building this beloved country. Based on the existing phenomena, the research team was interested and desirous to develop a multicultural education model for PG-PAUD STKIP BBG students who are part of the Indonesian community, no longer the condition of students coming from various parts of Aceh who have cultural diversity with each other. It is expected that they will have an awareness of multicultural education so that they can apply it to themselves and teach it to their students later. Abstrak Seyogyanya pendidikan multikultural diberikan kepada masyarakat demi terciptanya harmonisasi atas perbedaan kultur dan terjalinnya toleransi keberagaman, peristiwa pilkada Jakarta yang lalu sedikit banyak telah mencederai rasa keberagaman di Indonesia. Tak sepatutnya tokoh politik mengkritisi pemahaman yang bukan wilayah kuasanya, sehingga menimbulkan multitafsir atas argumentasinya di dalam masyarakat. Perbedaan kultur tokoh tersebut menjadi permasalahan yang mengemuka sehingga menjadi konsumsi publik yang sulit terbendung hingga menjalar ke seluruh pelosok Indonesia, isu SARA cenderung tak terhindarkan. Selama berbulan-bulan, suhu politik Jakarta memanas dengan demonstrasi berkepanjangan yang menimbulkan efek domino ke semua wilayah Indonesia yang menyebabkan sentimentil perbedaan kultul terasa. Demi mengantisipasi peristiwa sama terulang dan dampak berkepanjangan, maka diperlukan kesadaran masyarakat dalam memahami pendidikan multikultural, yakni masyarakat yang mampu saling menghargai dan menghormati perbedaan kultur menjadi sebuah keniscayaan yang perlu diraih, membuat perbedaan menjadi nilai-nilai persatuan dalam membangun negeri tercinta ini. Berdasarkan fenomena yang ada, maka tim peneliti tertarik dan berkeinginan untuk mengembangkan model pendidikan multikultural untuk mahasiswa Prodi PG-PAUD STKIP BBG yang merupakan bagian dari masyarakat Indonesia, apatah lagi kondisi mahasiswa yang datang dari berbagai pelosok daerah Aceh yang memiliki keberagaman kultur satu sama lain. Diharapkan mereka memiliki kesadaran akan pendidikan multikultural sehingga mampu menerapkannya pada diri mereka sendiri dan mengajarkannya kepada anak-anak didik mereka kelak. Kata Kunci: pendidikan multicultural
MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERPERSONAL ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN DENGAN MENGGUNAKAN BONEKA JARI PADA ANAK TK B2 DI PAUD SAVE THE KIDS BANDA ACEH Lina Amelia; Ayu Marsella
Jurnal Buah Hati Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.733 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v5i2.570

Abstract

This research is entitled Improving Children's Interpersonal Ability Through Role Playing Methods Using Finger Puppets in Kindergarten B2 Children in Paud Save The Kids Banda Aceh. The purpose of this study was to find out about children's interpersonal skills through role playing methods (finger puppets), this study used a qualitative approach to the type of PTK research. The subjects of this study were 13 children. The method used in collecting data is qualitative. Data collection techniques use observation techniques. Data is analyzed using percentages. The results showed that in Cycle I, interpersonal skills at TK B2 in PAUD Save The Kids had not reached the completeness score on all the criteria aspects observed. The criteria for aspects that have not been completed are (BB) Undeveloped (21%), (MB) Start Developing (37%), (BSH) Developing As Expected (43%) and Very Good Developing (BSB) (0%). In the second cycle the interpersonal ability of children is better than in the first cycle and the indicators of success have reached the completeness value on the aspect criteria, (BB) Undeveloped (0%), (MB) Start Developing (10%), (BSH) Growing As Expected ( 77%), and (BSB) Develops Very Good (14%). This shows that the role playing method using finger puppets can improve children's interpersonal skills. Abstrak Penelitian ini berjudul Meningkatkan kemampuan Interpersonal Anak Melalui Metode Bermain Peran Dengan Menggunakan Boneka Jari Pada Pada Anak TK B2 Di Paud Save The Kids Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang kemampuan interpersonal anak melalui metode bermain peran dengan (boneka jari), penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian PTK. Subjek penelitian ini adalah 13 orang anak. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi. Data dianalisa dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan pada Siklus I kemampuan interpersonal pada TK B2 di PAUD Save The Kids belum mencapai nilai ketuntasan pada semua kriteria aspek yang diamati. Adapun kriteria aspek yang belum tuntas adalah (BB) Belum Berkembang (21%), (MB) Mulai Berkembang (37%), (BSH) Berkembang Sesuai Harapan (43%) dan (BSB) Berkembang Sangat Baik (0%). Pada siklus II kemamampuan Interpersonal anak lebih baik dari pada siklus I dan indikator keberhasilan telah mencapai nilai ketuntasan pada kriteria aspek, (BB) Belum Berkembang (0%), (MB) Mulai Berkembang (10%), (BSH) Berkembang Sesuai Harapan (77%), dan (BSB) Berkembang Sangat Baik (14%). Hal ini menunjukkan metode bermain peran dengan menggunakan boneka jari dapat meningkatkan kemampuan interpersonal anak. Kata kunci: kemampuan interpersonal, metode bermain peran, boneka jari
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MUTU LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Efrida Ita
Jurnal Buah Hati Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.83 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v5i2.571

Abstract

The quality of education is the key for all of the progress and development relating to the quality of human resources. The educational quality is still poor in Indonesia. One of the reasons is because of the centralization on the educational management. The kind of the management makingthe schools become dependent in managing the provided resources, both for the secondary level and basic level. The system of the new educational management needs to be implemented to improve the quality of the early childhood education namely through School Based Management (SBM). School based management needs to be implementedbecause the schools know more about theirneeds and their strengths, weaknesses, opportunities, and threateness. By implementing school based management can have a positive impact,viz to improve the educational quality through the school autonomy and initiative. With school based management, the liveliness in managing the schools will happen and to be expected in supporting the learning process effectively and efficiently in order to improve the educational quality. Because the better the quality of education, the better the quality of human resources produced. Abstrak Pendidikan bermutu merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan sumber daya manusia yang bermutu.Di Indonesia mutu pendidikan masih tergolong rendah.Salah satu faktor penyebab rendahnya mutu pendidikan adalah manajemen pendidikan yang tersentralisasi.Manajemen tersebut membuat sekolah-sekolah, baik di jenjang menengah maupun jenjang pendidikan dasar menjadi tidak mandiri dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.Pola manajemen pendidikan baru perlu diimplementasikan untuk meningkatkan mutu lembaga pendidikan anak usia dini yaitu melalui Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Manajemen berbasis sekolah perlu dilaksanakan karena sekolah lebih mengetahui tentang kebutuhan lembaganya dan mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi sekolahnya.Dengan penerapan manajemen berbasis sekolah dapat berdampak positif yakni meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah.Dengan manajemen berbasis sekolah, kelincahan dalam pengelolaan sekolah akan terjadi dan diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien yang nantinya dapat meningkatkan mutu pendidikan. Karena semakin baik mutu pendidikan, semakin baik pula kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan. Kata Kunci: manajemen berbasis sekolah, mutu, pendidikan anak usia dini
ANALISIS POLA ASUH ORANG TUA DI KELOMPOK A TK IKAL DOLOG BANDA ACEH Fitriah Hayati; Yanti Susanti
Jurnal Buah Hati Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.399 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v5i2.572

Abstract

Parenting is a pattern of interaction between parents and children, about how the parents attitudes or behaviour while interacting with the children, including how to apply the rules, to teach values ​​/norms, to give attention and affection as to be used as an orientation for their children. The purpose of this study was to figure out the influence of parenting on the emotional social development of children in the group A of TK Ikal Dolog Lampineung Banda Aceh. The subject in this study was 5 parents. The research method used in this study was qualitative and the data collected through interviews guide. The results showed that the parents adopted a variety of parenting (Democratic, Authoritarian, and Permissive). The results of the interview found that 3 parents adopted a democratic parenting pattern, 1 parent applied authoritarian parenting and the rest parent applied permissive parenting. The differences of these parenting bring the effects on children, especially on social emotional aspects. Democracy parenting was enabling the children to be independent, confidence and increasing the children ability in interacting with the environment. Conversely, with an authoritarian and permissive parenting, it tends to make children as passive individuals, lack of confidence, and make the children difficult in socializing with the environment. It can be concluded that parenting has a positive impact on children's emotional social development. Abstrak Pola asuh merupakan pola interaksi antara orang tua dan anak yaitu bagaimana cara sikap atau prilaku orang tua saat berinteraksi dengan anak, termasuk cara penerapan aturan mengajarkan nilai/norma, memberikan perhatian dan kasih sayang serta sikap dan perilaku baik sehingga dijadikan penutan bagi anaknya. Pola asuh akan berdampak pada perkembangan anak. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pola asuh orang tua terhadap perkembangan social emosional anak kelompok A TK Ikal Dolog Lampineung Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 orang wali/orang tua anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan instrument yang digunakan adalah wawancara. Hasil penelitian didapatkan bahwa orang tua menerapkan pola asuh yang beragam (Demokratis, Otoriter, Permisif). Hasil wawancara diperoleh bahwa 3 oarng tua menerapkan pola asuh demokratis, 1 orang tua menerapkan pola asuh otoritr dan 1 orang tua menerapkan pola asuh permisif. Perbedaan pola asuh ini memberikan dampak yang berbeda pada anak terutama pada aspek sosial emosional. Pola asuh demokrasi akan memungkin anak menjadi pribadi yang mandiri, adanya rasa percaya diri dan kemampuan membawa diri yang baik dalam lingkungannya. Sebaliknya dengan pola asuh yang otoriter akan cenderung menjadikan anak sebagai individu yang pasif, kurang percaya diri, khawatir berlebihan dan kesulitan membawa diri dalam lingkungannya. Dapat disimpulkan bahwa pola asuh memberikan dampak positif terhadap perkembangan social emosional anak. Kata Kunci: pola asuh orang tua, sosial emosional anak
PENERAPAN MEDIA FLASH CARD DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK KELOMPOK A PAUD DI KABUPATEN ACEH BESAR Salmiati; Samsuri
Jurnal Buah Hati Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.049 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v5i2.573

Abstract

Reading is important activity for children that must be stimulated from an early age. However, not all children have adequate memory and concentration skills which a result reading will be felt as a heavy burden for children. This is in line with the findings of pre-observation conducted at PAUD in Aceh Besar which had inadequate preliminary reading skills. These conditions will certainly be very troubling both for the development of children and for parents. Additionally, the current demands of entering an elementary school (SD) must have the ability to read. The existence of these standards is certainly a challenge for parents, teachers or educators in PAUD institutions. This research uses descriptive qualitative method, the activity plan will be carried out in four stages, namely (1) planning, (2) implementation (3) observation and evaluation (4) reflection The results of the study showed that flash card media can improve early reading ability in children in group A. This can be seen from the previous data that only 2 children who had preliminary reading ability increased to 8 children from a total of 10 children. Abstrak Membaca merupakan salah satu aspek perkembangan yang harus distimulasi sejak usia dini karena membaca merupakan suatu aktivitas yang penting bagi anak. Namun demikian, tidak semua anak memiliki kemampuan daya ingat dan kemampuan konsentrasi yang memadai sehingga membaca akan terasa sebagai beban yang berat bagi anak. Hal ini sesuai dengan temuan pada pra observasi di PAUD dalam kabupaten Aceh Besar yang memiliki kemampuan membaca permulaan yang belum memadai. Kondisi tersebut tentunya akan sangat meresahkan baik bagi perkembangan anak maupun bagi orang tua. Ditambah lagi dengan tuntutan sekarang dimana untuk seleksi awal masuk Sekolah Dasar (SD) sederajat harus memiliki kemampuan membaca. Adanya standar tersebut tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, guru atau pendidik di lembaga PAUD. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, rencana kegiatan akan dilakukan dalam empat tahapan yaitu (1) perencanaan dimulai dengan melakukan observasi dan studi lapangan, menyusun rencana dan tema pembelajaran, mengembangkan media sesuai tema yang dipilih, (2) pelaksanaan yaitu menerapkan media flash card dalam pembelajaran yang dilakukan dalam beberapa siklus sesuai dengan tingkat perkembangan anak (3) observasi dan evaluasi terhadap hasil yang dicapai serta kendala yang didapatkan selama kegiatan (4) refleksi hasil dan kendala yang didapatkan selama kegiatan untuk dilakukan tindakan selanjutnya guna mencapai tujuan yang ditelah direncanakan. Hasil penelitian menunjukkkan media flash card dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak kelompok A. Hal ini dapat dilihat dari data yang sebelumnya hanya 2 anak yang memiliki kemampuan membaca permulaan meningkat menjadi 8 anak dari total 10 anak. Kata Kunci: membaca permulaan, media pembelajaran, flash card
PERIODESASI DAN TIPE GAMBAR ANAK USIA DINI Rida Safuan Selian
Jurnal Buah Hati Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.791 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v5i2.574

Abstract

The basic concept of early childhood learning is that children learn through play, therefore drawing learning in early childhood basically plays while learning to draw, meaning that children learn to draw in ways that are fun, active and free. In drawing early childhood children can be divided into several periods: smudging, pre bagan period and chart period with several interesting types including organic type, lyrical type) lyrical, impressionist type and expressionism type. Drawing for children is a need to express the child's expression in seeing his world. Abstrak Konsep dasar pembelajaran gambar anak usia dini pada hakikatnya adalah anak belajar melalui bermain, oleh karena itu pembelajaran gambar pada pada anak usia dini pada dasarnya bermain sambil belajar menggambar, artinya anak belajar menggambar melalui cara-cara yang menyenangkan, aktif dan bebas. Dalam menggambar anak anak usia dini dibedakan menjadi beberapa periode yaitu periode coreng moreng, periode pra bagan dan periode bagan dengan beberapa tipe yang menarik antara lain tipe organik, tipe lyrical, liris, tipe impresionis dan tipe ekspresionisme. Menggambar bagi anak merupakan kebutuhan untuk menuangkan ekspresi anak dalam melihat dunianya. Kata Kunci: periodesasi dan tipe gambar

Page 1 of 1 | Total Record : 6