cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
BUAH HATI
ISSN : 2355102X     EISSN : 25026836     DOI : -
Core Subject : Education,
Buah Hati Journal (e-ISSN 2502-6836 and p-ISSN 2355-102X) is a periodical scientific publication dedicated to lecturers, students and educational observers to disseminate relevant studies, thinks and research results in early childhood education.Any visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. Buah Hati journal is published twice a year March and September.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2022)" : 5 Documents clear
PENGARUH KEGIATAN BERCOCOK TANAM DALAM MENINGKATKAN BAHASA ANAK USIA DINI Neli Tiana; Astuti Darmiyanti; Nida’ul Munafiah
Jurnal Buah Hati Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Early Childhood Education, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v9i2.2017

Abstract

Early childhood is children aged 0-6 years, in their development and growth there are 6 aspects of development, one of which is language development. Farming is an activity that can be used to improve language development in early childhood, activities carried out outdoors using direct media that aim to give freedom to children so that they can directly experience the learning provided, so it is hoped that children can conclude their activities and can foster interest in good communication. Language is well managed by children, even without stimulation, children easily imitate and learn the language they hear, language is one of the abilities of children who are currently developing because language development is closely related to the development of children's cognition. Abstrak Anak usia dini adalah anak yang berumur 0-6 tahun,dalam perkembangan dan pertumbuhan nya terdapat 6 aspek perkembangan salah satunya perkembangan bahasa. Bercocok Tanam adalah kegiatan yang bisa digunakan untuk meningkatkan perkembangan bahasa pada anak usia dini, kegiatan yang dilakukan diluar runagan dengan menggunakan media secara langsung yang mertujuan memberikan kebebasan kepada anak agar secara langsung dapat merasakan pembelajaran yang diberkan, dengan begitu diharapkan anak dapat menyimpulkan kegiatan merekka dan dapat menumbuhkan minat komunikasi yang baik. Bahasa di tata dengan baik oleh anak bahkan tanpa rangsangan pun anak mudah meniru dan mempelajari bahasa yang mereka dengar, bahasa merupakan salah satu kemampuan anak yang sedang berkembang saat ini karna Perkembangan bahasa erat kaitannya dengan perkembangan kognisi anak.
PENERAPAN EKSPERIMEN SAINS DI RAUDHATUL ATHFAL Eviyatul Fajriyyah; Nur Fajrie
Jurnal Buah Hati Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Early Childhood Education, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v9i2.2049

Abstract

Learning science in early childhood can be done in a fun way, one of which is with science experiments. Science experiments are very important and influence the development of early childhood, especially children's ability to think critically and stimulate social-emotional development. The purpose of this research is to find out how the application of science experiments conducted at RA Tarbiyatul Athfal Kajar Dawe Kudus. A qualitative descriptive research approach is used in this study. Information collected through interviews, field observations, and documentation. Data is reduced, presented, and conclusions drawn during the data analysis process. The results of this study indicate that the application of science experiments at RA Tarbiyatul Athfal Kajar Dawe Kudus was carried out in a simple way, using materials that were easily available and even using used materials. The applied science experiment activities can stimulate aspects of social-emotional development.AbstrakPembelajaran sains pada anak usia dini dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan salah satu diantarnya yaitu dengan eksperimen sains. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan eksperimen sains yang dilakukan di RA Tarbiyatul Athfal Kajar Dawe Kudus. Pendekatan penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Informasi yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Data direduksi, disajikan, dan ditarik kesimpulan selama proses analisis data. Di RA Tarbiyatul Athfal Kajar Dawe Kudus, penerapan eksperimen sains dilakukan beberapa kali selama satu semester sesuai dengan tema. Bahan yang digunakan pada eksperimen sains juga memanfaatkan bahan bekas.
PSIKOEDUKASI BERBASIS KETAHANAN KELUARGA PADA IBU DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS PENGASUHAN PADA ANAK PRASEKOLAH ALIFAH INDALIKA MULYADI RAZAK
Jurnal Buah Hati Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Early Childhood Education, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v9i2.2067

Abstract

The concept of family resilience is a family condition that has toughness, physical material and psycho-mental-spiritual abilities to live independently, develop themselves and their families to achieve a state of harmony in improving physical and spiritual well-being. Family resilience needs to be owned by every family so that every family member can fulfill their rights and obligations, which is marked by an attitude of serving as a sign of nobility, intimacy between husband and wife towards a good quality marriage, parents who educate their children, husband and wife who lead with love. , as well as children who hold and honor their parents. Its strategic goals and the concept of family resilience are supported by data from the Central Statistics Agency which shows there are around 81,210,230 families in Indonesia based on the Inter-Census Population Survey in 2015. The purpose of this research is to provide training to mothers to improve their caring capacity in preschool children who are tested through the dimensions of the instrument parenting capacities focus on stimulation. Program effectiveness was tested through the-before-after study design experimental research method, based on the dimensions of parenting capacity consisting of: (1) children's cognitive development and potential through interaction; (2) communication, speaking and responding to children's language and questions; (3) encourage and participate in children's play; (4) promote educational opportunities; and (5) facilitating children to face life's challenges. The training strategy was developed using family resilience-based psychoeducation which was packaged through blended training for mothers for 10 days involving 50 mothers in Cimahi City, West Java. The results show that the mother's ability to raise children effectively increases after participating in a family resilience-based psychoeducation program.AbstrakKonsep ketahanan keluarga merupakan kondisi keluarga yang memiliki ketangguhan, kemampuan fisik material dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri, mengembangkan diri, dan keluarganya untuk mencapai keadaan harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin. Ketahanan keluarga perlu dimiliki oleh setiap keluarga agar setiap anggota keluarga dapat terpenuhi hak dan kewajibannya, yang ditandai dengan sikap melayani sebagai tanda kemuliaan, keakraban antara suami-istri menuju kualitas perkawinan yang baik, orangtua yang mendidik anaknya, suami-istri yang memimpin dengan penuh kasih, serta anak-anak yang menaati dan menghormati orangtuanya. Strategisnya tujuan dan konsep ketahanan keluarga didukung dengan data Badan Pusat Statistik yang menunjukkan terdapat sekitar 81.210.230 keluarga di Indonesia berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus di tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah memberikan pelatihan pada ibu meningkatkan kapasitas pengasuhannya pada anak prasekolah yang diujikan melalui instrument dimensions of parenting capacity focus pada stimulation. Efektivitas program diuji melalui metode penelitian eksperimen the-before-after study design, berdasarkan dimensi kapasitas pengasuhan yang terdiri atas : (1) child’s cognitive development and potentional through interaction; (2) communication, talking and responding to the child’s language and questions; (3) encouraging and joining the child’s play; (4) promoting educational opportunities; dan (5) facilitating child to meet challenges of life. Strategi pelatihan disusun menggunakan psikoedukasi berbasis ketahanan keluarga yang dikemas melalui blended training pada ibu selama 10 hari dengan melibatkan 50 orang ibu di Kota Cimahi, Jawa Barat. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan ibu dalam mengasuh anak efektif meningkat setelah mengikuti program psikoedukasi berbasis ketahanan keluarga.
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP PEMBENTUKAN SIKAP ANAK USIA DINI Ayi Teiri Nurtiani; Nurul Fajriah
Jurnal Buah Hati Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Early Childhood Education, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v9i2.2076

Abstract

Preferably, pedagogical competence in PAUD teachers is prioritized because the teacher's role is not only as an educator, but this competency has a very large role in the learning process because PAUD teachers must be able to plan educational program activities, carry out the process of education, care, and protection. as well as carrying out assessments based on developmental aspects according to the characteristics of early childhood and their impact on the formation of early childhood attitudes. The purpose of this study is to describe the development and application of teacher pedagogic competence and its impact on the formation of early childhood attitudes. This research method is descriptive qualitative through interviews, questionnaires and observation sheets which are then analyzed using the triangulation method. Based on the results of the data obtained, it can be concluded that the pedagogical competence of PAUD teachers in Khairani Kindergarten is very good (97%). It can be seen from the teaching given which is always innovative with actual learning developments so that it appears that PAUD teachers are open to anything new as long as it stimulates various aspects of development. optimum child. Great support was also provided by the school which facilitated this development with various infrastructure, training activities and competitions. Of course, this also has a big impact on the development of good attitudes (66.2%) displayed by early childhood during learning activities in the classroom because it creates an atmosphere and atmosphere for learning that is optimistic, positive, conducive, effective and efficient.AbstrakSeyogyanya kompetensi pedagogik pada guru PAUD merupakan hal yang diutamakan dikarenakan peran guru bukan hanya sebagai pendidik semata, bahkan kompetensi tersebut sangat memiliki peran yang besar dalam proses pembelajaran karena guru PAUD harus mampu membuat perencanaan kegiatan program pendidikan, melaksanakan proses pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan, serta melaksanakan penilaian berdasarkan aspek perkembangan sesuai dengan karakteristik anak usia dini serta dampaknya terhadap sikap anak usia dini. Berdasarkan hasil data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik guru PAUD di TK Khairani sangat bagus (97%) terlihat dari pengajaran yang diberikan selalu terperbaharui dengan perkembangan pembelajaran terbaru sehingga terlihat bahwa guru-guru PAUD terbuka dengan segala sesuatu yang baru selama menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak dengan optimal. Tentu saja, hal ini juga berdampak besar pada pengembangan sikap yang baik (66,2%) yang ditampilkan oleh anak usia dini pada saat kegiatan pembelajaran di ruang kelas karena tercipta atmosfir dan suasana pembelajaran yang optimis, positif, kondusif, efektif dan efisien berbasis pada kemampuan abad 21 yakni 4C (critical thinking, creative thininking, collaboration, and communicatioan).
ANALISIS NILAI-NILAI KARAKTER PADA ANAK USIA DINI DALAM FILM ANIMASI NUSA DAN RARA Latifah latifah; Mamluatun Ni’mah; Ivonne Hafidlatil Kiromi
Jurnal Buah Hati Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Early Childhood Education, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v9i2.2109

Abstract

Pendidikan adalah integrasi dari berbagai disiplin ilmu dalam transmisi pengetahuan dan nilai-nilai. Pendidikan Islam bagi anak-anak harus bersifat kontekstual, yaitu memberikan hiburan yang edukatif agar mereka senang dan mengambil pelajaran darinya. Film Nussa dan Rara sangat bagus dalam menjelaskan kepada anak bagaimana mengajarkan nilai karakter pada anak usia dini. Dibandingkan dengan tayangan anime lain yang masih memiliki adegan kekerasan. Selain itu, penyajian film ini mendidik dan membangkitkan minat terhadap ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk lebih mendalami dan mengkaji nilai-nilai karakter yang terlibat dalam film Nutsa dan Rara. , Apa yang ada di film "Nusa dan Lala" karya Additio Triantro? Pencarian ini merupakan pencarian kualitatif (library search). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dengan pendekatan pragmatis. Berdasarkan hasil temuan, nilai karakter dalam film Nutsa dan Rara adalah: Kebiasaan bertegur sapa dan berbalas, kebiasaan mengucapkan terima kasih, kebiasaan saling memberi nasehat dan saling mengingatkan akan kebaikan, kebiasaan bersalaman dan salam, kebiasaan berdoa, berdoa adalah kewajiban, berdoa itu lebih baik. daripada pergi tidur mengajar anak-anak. Hal ini karena nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam film Nusa dan Lara didasarkan pada kenyataan bahwa pembelajaran PAI-nya dalam kehidupan nyata, sikap dan praktik yang dilakukan oleh para tokoh, serta adegan-adegan yang diciptakan dalam film tersebut, digunakan untuk mengajar. pendidikan agama Islam. Pendidikan adalah integrasi dari berbagai disiplin ilmu dalam transmisi pengetahuan dan nilai-nilai. Pendidikan Islam bagi anak-anak harus bersifat kontekstual, yaitu memberikan hiburan yang edukatif agar mereka senang dan mengambil pelajaran darinya. Film Nussa dan Rara sangat bagus dalam menjelaskan kepada anak bagaimana mengajarkan nilai karakter pada anak usia dini. Dibandingkan dengan tayangan anime lain yang masih memiliki adegan kekerasan. Selain itu, penyajian film ini mendidik dan membangkitkan minat terhadap ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk lebih mendalami dan mengkaji nilai-nilai karakter yang terlibat dalam film Nutsa dan Rara. , Apa yang ada di film "Nusa dan Lala" karya Additio Triantro? Pencarian ini merupakan pencarian kualitatif (library search). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dengan pendekatan pragmatis. Berdasarkan hasil temuan, nilai karakter dalam film Nutsa dan Rara adalah: Kebiasaan bertegur sapa dan berbalas, kebiasaan mengucapkan terima kasih, kebiasaan saling memberi nasehat dan saling mengingatkan akan kebaikan, kebiasaan bersalaman dan salam, kebiasaan berdoa, berdoa adalah kewajiban, berdoa itu lebih baik. daripada pergi tidur mengajar anak-anak. Hal ini karena nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam film Nusa dan Lara didasarkan pada kenyataan bahwa pembelajaran PAI-nya dalam kehidupan nyata, sikap dan praktik yang dilakukan oleh para tokoh, serta adegan-adegan yang diciptakan dalam film tersebut, digunakan untuk mengajar. pendidikan agama Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 5