cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2016)" : 16 Documents clear
PENERAPAN MODEL QUANTUM LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUHU DAN PENGUKURAN DI KELAS VII SMP NEGERI 1 KUTA BARO Kartika Sari
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.585 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.303

Abstract

Pembelajaran quantum learning adalah suatu kegiatan pembelajaran dengan suasana yang menyenangkan karena guru mengubah segala sesuatu yang ada disekelilingnya sehingga siswa bergairah belajar. permasalahan dalam penelitian ini adalah :1.Bagaimana peningkatan hasil belajar fisika siswa pada konsep suhu dan pengukuran di Kelas VII SMP Negeri 1 kuta Baro dengan menerapkan model Quantum learning menggunakan alat peraga. 2.Bagaimana aktifitas guru dan siswa pada proses belajar mengajar dengan menerapkan model Quantum Learning menggunakan alat peraga pada materi Suhu dan Pengukuran di Kelas VII SMP Negeri 1 Kuta Baro.3.Bagaimana keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menerapkan model Quantum learning menggunakan alat peraga pada materi Suhu dan Pengukuran di Kelas VII SMP Negeri 1 Kuta Baro.4.Bagaimana respon siswa terhadap penerapan model Quantum Learning dengan menggunakan alat peraga pada materi Suhu dan Pengukuran di Kelas VII SMP Negeri 1 Kuta Baro. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kuta Baro yang berlokasi di Jalan Blang Bintang lama KM. 11,5 Kuta Baro Aceh Besar, mulai tanggal 15 September 2012 sampai dengan 29 September 2012. Untuk penelitian ini yang dijadikan subjek adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kuta Baro Tahun Ajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa 26 orang. Selanjutnya, objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar Fisika kelas VII1 pada pokok bahasan suhu dan pengukuran dengan menerapkan model Quantum Learning menggunakan alat peraga di SMP Negeri 1 Kuta Baro. Sesuai dengan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian, yaitu penelitian tindakan kelas, maka pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk setiap kali pertemuan adalah mengikuti siklus rancangan tindakan kelas, yaitu rencana, tindakan, observasi dan refleksi seperti pada siklus. Hasil tes belajar dengan menerapkan model Quantum Learning menggunakan alat peraga telah terjadi peningkatan nilai ketuntasan individual dan ketuntasan klasikal dari siklus pertama, siklus kedua dan siklus ketiga. pada siklus pertama, ketuntasan individual 88,47% dan ketuntasan klasikal 60%. Pada siklus kedua, ketuntasan individual 92,30% dan ketuntasan klasikal 80%. Pada siklus ketiga, ketuntasan individual 96,15 dan ketuntasan klasikal 90%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN SIKAP PESERTA DIDIK PADA SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA Dwi Putri Rejeki
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.266 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan sikap peserta didik pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan dengan penerapan model pembelajaran learning cycle 5E, serta memperoleh gambaran respon guru dan peserta didik terhadap penerapan model tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode pre-experimental design melalui one group pretest-posttest design yang dilaksanakan di SMAN 1 Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Sampel yang terpilih menggunakan teknik purposive sampling yaitu kelas XII IPA-3 yang dijadikan kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest untuk mengetahui peningkatan hasil belajar, lembar observasi untuk mengetahui sikap peserta didik, serta angket untuk mengetahui respon guru dan peserta didik terhadap model pembelajaran learning cycle 5E. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data N-gain berdistribusi normal. Nilai rata-rata N-gain hasil belajar peserta didik yang diperoleh sebesar 35,9% termasuk kedalam kategori sedang. Secara deskriptif sikap belajar peserta didik juga menunjukkan adanya peningkatan. Guru dan peserta didik juga memberikan tanggapan yang positif terhadap penerapan model pembelajaran learning cycle 5E, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model learning cycle 5E dapat meningkatkan hasil belajar dan sikap peserta didik.
STRATEGI PENGEMBANGAN SOFT SKILL BERSYARIAT ISLAM PADA SISWA SMK NEGERI 3 BANDA ACEH Zahraini; Musbir
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.302 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.307

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada strategi pengembangan soft skill bersyariat islam. Tujuannya adalah untuk mengetahui kemampuan guru dalam melaksanakan PBM, strategi guru dalam mengembangkan kemampuan soft skill dan hambatan-hambatan yang dihadapi guru dalam mengembangkan kemampuan soft skill bersyariat Islam pada siswa SMK Negeri 3 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Subjek penelitian Kepala Sekolah, Guru dan Siswa. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kemampuan guru dalam melaksanakan PBM untuk mengembangkan kemampuan soft skill bersyariat Islam pada siswa SMK Banda Aceh terlihat dalam menyusun RPP tiap materi disesuaikan dengan syariat Islam serta kegiatan praktikum, membimbing siswa, maupun membina antar pribadi dan mengevaluasi proses pembelajaran, 2) strategi guru dalam mengembangkan kemampuan soft skill bersyariat Islam adalah menggunakan strategi, pendekatan dan metode yang bervariasi untuk mengembangkan kemampuan soft skill bersyariat Islam, misanya strategi pemberian model atau percontohan, 3) hambatan-hambatan yang dihadapi guru dalam mengembangkan kemampuan soft skill bersyariat Islam adalah dalam pembelajaran di SMK N 3 Banda Aceh ada sebagian guru yang belum mengetahui cara penerapan soft skill bersyariat Islam dan guru kurang memahami bagaimana menyusun RPP yang bermuatan soft skill bersyariat Islam, maka diperlukan seminar, workshop dan pelatihan-pelatihan bagi guru tentang pengembangan kemampuan soft skill bersyariat Islam.
URGENSI PENGEMBANGAN DIMENSI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI PENDEKATAN SAINS, TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ERA GLOBALISASI Dyoty Auliya Vilda Ghasya
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.928 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.308

Abstract

Kajian konseptual ini bersifat studi kepustakaan. Pada artikel ini memiliki beragam konsep yang saling terkait dan dibahas untuk mendapat suatu gagasan tentang urgensi pengembangan dimensi pembelajaran ilmu pengetahuan sosial melalui pendekatan sains, teknologi dan masyarakat dalam menghadapi tantangan era globalisasi. Ilmu pengetahuan sosial secara formal didefinisikan sebagai studi terintegrasi ilmu sosial dan humaniora dalam rangka mengembangkan kompetensi warga Negara. Di dalam program sekolah, ilmu pengetahuan sosial mengkoordinasikan kajian sistematis yang menggambarkan berbagai disiplin seperti antropologi, arkeologi, ekonomi, geografi, sejarah, hukum, filasafat, ilmu politik, psikologi, agama, dan sosiologi, maupun materi yang sesuai dari humaniora, matematika, dan ilmu alam. Program pendidikan ilmu pengetahuan sosial yang komprehensif mencakup empat dimensi yaitu pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap serta tindakan. Dimensi pembelajaran ilmu pengetahuan sosial perlu dikembangkan dalam proses belajar mengajar disekolah melalui suatu pendekatan sains teknologi dan masyarakat. Pendekatan ini cocok digunakan oleh guru untuk mengembangkan pendidikan dimensi pembelajaran ilmu pengetahuan sosial kepada siswa. Pendekatan sains, teknologi dan masyarakat didasari pada paham konstruktivis berarti teradapat kaitan antara keadaan nyata di luar kelas dan manfaat konsep yang akan dikembangkan, maka siswa lebih mudah mengkonstruksi pengetahuan atau konsep.
PENGARUH CRITICAL READING MAHASISWA TERHADAP KEMAMPUAN CRITICAL WRITING: (Deskriptif Study pada Mahasaiswa Jurusan Bahasa Inggris UIN-Ar-Raniry) Rosdiana
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.933 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.310

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meninjau dan menganalisis Pengaruh Critical reading Mahasiswa terhadap kemampuan siswa dalam Critical writing. Ini adalah penelitian lapangan yang mengamati cara mengajar Critical Reading pada mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris di UIN-Ar-Raniry. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana critical reading siswa mempengaruhi prestasi critical writing mereka. Untuk mencapai tujuan tersebut, purposive sampling digunakan di mana 25 siswa kelas Akademik Reading diambil sebagai subjek penelitian ini. Selain itu, sumber utama data penelitian ini adalah tulisan siswaa. Data dianalisis dengan menggunakan deskripsi data dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada efek yang baik dalam penerapan critical reading terhadap prestasi siswa dalam critical writing. Materi yang dipilih oleh dosen mampu mendorong siswa dalam melakukan critical writing . Ini menunjukkan bahwa siswa yang kompeten untuk berlatih critical reading bahwa mereka dapat memahami teks dan merespons teks. Para siswa juga lebih aktif dalam interaksi kelas dan diskusi untuk merespon teks. Para siswa lebih sensitif dan lebih toleran dalam melihat isu-isu dan keragaman dalam menanggapi isu-isu. Mereka bersedia mendengarkan pendapat orang lain dan memikirkan kembali tentang pendapat mereka sendiri. Akhirnya, mereka mampu menyajikan alasan dalam diskusi sehingga mereka mampu membuat keputusan dan penilaian tentang masalah ini berdasarkan pertimbangan yang masuk akal. Oleh karena itu, disarankan agar program pengajaran seperti apa yang telah dilaksanakan dalam penelitian ini harus diterapkan dalam tingkat pendidikan tinggi lainnya. Pengajaran critical reading dapat diajarkan secara terpisah atau diajarkan dengan pengajaran membaca bahkan untuk pengajaran menulis. Akhirnya, kemampuan siswa dalam mengungkapkan argumen juga harus menempatkan penekanan kuat dalam pengajaran bahasa Inggris, terutama di tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
PEMBELAJARAN BERBASIS DIAGNOSTIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES, HASIL DAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Bansu I. Ansari
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.053 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.311

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan mutu proses, hasil dan manajemenpembelajaran matematika melalui diagnosis hasil belajar. Rancangan yang dipilih untuk riset ini ialahrancangan Action Research dalam kurun waktu yang cukup memadai. Subyek sampel terdiri dari 588siswa yang berasal dari wilayah penelitian Kota Bandung dan Nanggro Aceh Darussalam. Perlakuanterhadap subyek sampel berupa strategi pembelajaran remedial diberikan setelah melakukan diagnosishasil belajar. Setelah diberikan tes diagnostik kepada siswa, selanjutnya dilakukan wawancaraterfokus kepada guru dan siswa untuk mengetahui efektivitas perlakuan dan pandangan merekaterhadap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam setiap tahap iterasi, kemampuansiswa memiliki kecenderungan yang semakin meningkat namun belum optimal, karena rata-ratakemampuan mereka masih mencapai nilai cukup. Secara individual sebanyak 28,5 % siswa tuntasbelajar (x  7,5) dan 50,2 % siswa memperoleh nilai cukup (6  x<7,5). Dari hasil wawancaradiperoleh informasi, pada umumnya guru Sekolah Dasar jarang melakukan diagnosis hasil belajar danpembelajaran remedial, meskipun mengetahui bahwa siswanya belum berhasil/tuntas belajar. Namunsetelah program pengajaran tersebut diperkenalkan, para guru menyikapinya secara posisitf meskipunmasih mengeluhkan waktu yang tersedia. Efektivitas pengajaran remedial ternyata lebih meningkat,ketika guru telah mengetahui kesulitan siswanya dalam belajar.
MENUJU PERSPEKTIF BARU DALAM PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SOSIAL-BUDAYA PADA ANAK Erna Roostin
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.974 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.313

Abstract

Pendekatan sosial-budaya merupakan salah satu pengembangan dari kurikulum. Pendekatan ini dipengaruhi oleh pemikiran Piaget, Bruner dan Vygotsky. Sosio-budaya sangat terpengaruh oleh pandangan-pandangan dari Vygotsky (1978) . Seiring dengan Piaget penekanan terhadap pemahaman perkembangan ditinjau dari sisi genetik . Pendekatan lainnya mengarah pada perhatian asal muasal “Sosial”, dimana kapasitas intelektual berhubungan erat dengan aktifitas sosial , semakin tinggi intelektual seseorang maka aktivitas sosialnya juga akan semakin banyak, hal ini dikarenakan aktivitas sosial sebagai tuntutan dari intektual sesuai dengan pengamatan dan analisis Vygotsky. Kemampuan dan hubungan antar manusia selalu dikaitkan dengan penggunaan alat alat dan teknologi fisik. Akan tetapi sosial-budaya mengarahkan pemikiran kita bukan kepada fisiknya akan tetapi bagaimana cara-cara dan ketersediaan alat tersebut, dengan kata lain sosial-budaya mengambil pandangan/perspektif dari sudut pemikirannya, sedangkan realitanya diwujudkan dengan bentuk alat-alat tadi. Pendidikan diperoleh dari pemaknaan terhadap tradisi dan budaya, dan pengetahuan dapat diperoleh dari masyarakat. Bruner juga berpendapat bahwa pendidikan harus membantu siswa tumbuh besar dalam suatu budaya, membantu menemukan identitas diri dan membantu menemukan makna hidup dari budaya tersebut. Alat dan tanda serta simbol sesuatu adalah produk dari sejarah sosial-budaya yang diinterpestasikan kedalam pemikiran orang-orang/masyarakat sesuai perkembangan didalam masyarakat. Pada kenyataan terdapat begitu banyak budaya dimuka bumi ini, termasuk pola pengasuhan anak. Di Indonesia pola orang tua untuk mendidik dan mengasuh putra putrinya dikenal dengan istilah asuh, asah dan asih.
PENGGUNAAN MEDIA KARTU TEBAK KATA BERPASANGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI JENIS-JENIS PEREKONOMIAN DALAM MASYARAKAT : (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas V SDN Sindang I Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang) Ria Kurniasari
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.884 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.314

Abstract

Penelitian ini diawali dari adanya masalah dalam pembelajaran di kelas V SDN Sindang I Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang. Dalam pembelajaran tersebut, proses pembelajaran yang berlangsung bersifat konvensional dan berpusat pada guru serta aktivitas siswa yang masih kurang, sehingga berdasarkan observasi awal pada hasil belajar siswa yang tuntas belajar terhadap indikator mengidentifikasi jenis-jenis usaha perekonomian dalam masyarakat, hanya sebagian kecil yang tuntas. Dengan demikian penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pembelajaran jenis-jenis usaha perekonomian dalam masyarakat di kelas V SDN Sindang I Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang. Penggunaan media pembelajaran kartu tebak kata berpasangan dipilih peneliti untuk mengatasi masalah tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang rancangan prosedur penelitiannya mengacu pada Model Spiral Kemmis dan MC. Taggart. Teknik pengumpulan data penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes dengan menggunakan instrumen pedoman observasi, pedoman wawancara, catatan lapangan dan soal tes. Sedangkan untuk validasi data, digunakan teknik member check, triangulasi, audit trial dan expert opinion. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu berpasangan dapat meningkatkan kinerja guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa pada materi jenis-jenis perekonomian dalam masyarakat siswa kelas V SDN Sindang I Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang.
MANUSIA DALAM PANDANGAN IMAM AL-GHAZALI Hasanah
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.238 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.315

Abstract

Hakikat manusia sejak zaman Nabi Muhammad saw sampai saat ini, tetap terus menarik untuk dibahas sampai kapan. Berbagai macam pendekatan yang telah dilakukan untuk mengkaji hakikat manusia itu sendiri. Mulai dari pendektan filosofis sampai pendekatan multi disiplin-interkonektif. Akan tetapi pembahasan tentang manusia tidak pernah selesai dengan tuntas kerena terkait peran dan mamfaat manusia itu sendiri sebagai subjek dan sekaligus objek dalam kehidupan di dunia ini. Sebagai subjek, manusia selalu menjadi actor utama dalam setiap dimensi kehidupan manusia itu sendiri, dan sebagai objek manusia merupakan target dalam setiap aktivitas kehidupan yang pada akhirnya bermuaran kepada terwujudnya kebahagiaan hidup manusia itu sendiri.Salah satu dimensi kehidupan manusia adalah tentang pendidikan. Manusia merupakan pemeran utama dan menempati peranstrategis dalam proses pendidikan, baik sebagai subjek maupun objek. Oleh sebab itu, pembahasan tentang hakikat manusia dalam konteks pendidikan adalah suatu keniscayaan yang bersifat fundamental yang akan menentukan system pendidikan itu sendiri, mulai dari tujuan pendidikan, materi atau kurikuum,metode, media, evluasi pendidikan dan lainnya.
KORELASI PENGGUNANAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH TERHADAP KUALITAS SISWA DALAM BERBAHASA INGGRIS DI MTSS DARUL ULUM BANDA ACEH Ema Dauyah
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.974 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.316

Abstract

Penelitian dilakukan di MTsS Darul Ulum Kotamadya Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah secara umum untukmengetahui mengetahui sejauh mana hubungan penggunaan materi/bahan ajar dalam proses belajar mengajar disekolah bilingual terhadap penguasaan B.Inggris di sekolah bilingual,mengetahui sejauh mana hubungan cara guru mengajar disekolah bilingual terhadap penguasaan sekolah bilingual; serta untuk mengetahui korelasi perilaku siswa dan orangtua di rumah terhadap penguasaan B.Inggris di sekolah bilingual. Penelitian ini termasuk penelitian deskrptif korelasional dengan menggunakan metode survey, dengan menggunakan kuesioner dan nilai hasil rapor siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MTsS Darul Ulum Banda Aceh dengan jumlah sebanyak 118 siswadan sampel adalahsiswa kelas VIII-1 dan VIII3 yang berjumlah 62 orang. Teknik pengolahan data menggunakan rank korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sampel 62 orang diperoleh data bahwa terdapat hubungan antara penggunaan bahasa Inggris dengan kualitas bahasa Inggris siswa, hal ini menunjukkan bahwa dalam meningkatkan kualitas bahasa Inggris dapat di terapkan lebih tinggi terhadap penggunaan bahasanya. Pengguan bahan ajar atau materi yang tepat dan sesuai kebutuhan siswa sangat memegang peranan yang sangat penting sebagai alat untuk mencapaian tujuan pembelajaran. Cara mengajar guru juga sangat berpengaruh terhadap kualitas siswa dalam berbahahasa Inggris.

Page 1 of 2 | Total Record : 16