cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2012)" : 10 Documents clear
HYDROTHERMAL PROCESS FOR CELLULOSIC WASTE DEGRADATION INTO VALUABLE CHEMICALS R. Sarwono
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 14, No 2 (2012)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.908 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v14i2.348

Abstract

Pada tulisan ini dibahas tentang sifat-sifat air pada kondisi sub dan super kritik dalam kemampuannyauntuk menguraikan biomasa selulosa. Air dalam kondisi super kritik mempunyai sifat oksidator yang kuat, yangmampu menguraikan biomasa selulosa menjadi molekul yang lebih kecil seperti dalam bentuk gas CO2 , H2 danair.  Air pada kondisi sub kritik mempunyai sifat oksidator yang lebih rendah yang mampu menguraikanbiomasa selulosa menjadi molekul yang agak besar seperti glukosa, asam-asam organik dan biofuel.  Penguraianbiomasa selulosa dengan proses hydrothermal biasanya menghasilkan gas, cairan dan padatan tar.  Denganmengubah-ubah kondisi operasi (temperatur dan tekanan), jenis katalis, dan waktu reaksi, dan juga komposisidari biomasa  selulosa  maka  produk  yang akan dihasilkan bisa diperkirakan. Hydrothermal upgrading danliquefaction  menggunakan  media  air  pada  kondisi  subkritik  untuk  menguraikan  biomasa  selulosa  menjadiproduk bentuk cair yang bisa dipakai sebagai bahan bakar.Kata kunci: selulosa, hydrothermal, kondisi operasi, gas, bahan bakar
PENENTUAN KADMIUM DALAM PRODUK PERIKANAN DENGAN GRAPHITE FURNACE ATOMIC ABSORPTION SPECTROMETRY Willy Cahya Nugraha; Christine Elishian; Rosi Ketrin
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 14, No 2 (2012)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.631 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v14i2.337

Abstract

Penentuan kadmium dalam produk perikanan telah dilakukan menggunakan Graphite Furnace AtomicAbsorption Spectrometry (GF-AAS) dengan magnesium nitrat sebagai matrix modifier, platform atomizationtype A dengan sensitifitas yang tinggi untuk pengukuran kadmium, dan koreksi latar belakang Zeeman. Metodeanalisis  telah  divalidasi  berdasarkan  parameter-parameter  kimia  analitik.  Sebanyak  0,5  g  sampel  produkperikanan didestruksi menggunakan microwave digestion systems dengan menambahkan 5 mL asam nitrat pekatdan 2 mL hidrogen peroksida 30%, kemudian larutan hasil destruksi diencerkan hingga 25 g. Dari larutan inidibuat sederet larutan untuk pengukuran secara adisi standar, dan diukur dengan GF-AAS. Akurasi metodedilakukan dengan menganalisis bahan acuan bersertifikat  DORM 3 Fish Protein Certified Reference Materialfor Trace Metals dari National Research Council Canada dengan nilai recovery sebesar 99,9 ± 0,8%. Dari hasilpenelitian ini diperoleh kadar kadmium dan ketidakpastiannya sebesar 0,273 ± 0,025 mg kg-1berdasarkan beratkering.Kata kunci: GF-AAS, Microwave digestion systems, kadmium, validasi metoda
Lembar Abstrak . editor
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 14, No 2 (2012)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.419 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v14i2.345

Abstract

ESTIMASI KETIDAKPASTIAN PADA PENGUJIAN KADMIUM DALAM PRODUK PERIKANAN MENGGUNAKAN GRAPHITE FURNACE ATOMIC ABSORPTION SPECTROMETRY Christine Elishian; Willy Cahya Nugraha; Yohanes Susanto Ridwan
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 14, No 2 (2012)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.543 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v14i2.330

Abstract

Sumber – sumber ketidakpastian dan penyumbang ketidakpastian terbesar pada pengujian kadarkadmium dalam produk perikanan telah berhasil diidentifikasi melalui estimasi ketidakpastian denganpendekatan “bottom up” menggunakan diagram cause-effect. Sumber - sumber ketidakpastian yang ikutberkontribusi pada pengujian kadmium, yaitu massa sampel, massa larutan, standar larutan induk dan kalibrasi,faktor pengenceran, kadar air, konsentrasi kadmium dalam larutan yang diukur dengan GFAAS, recovery, dan presisi metode. Komponen yang paling mempengaruhi nilai ketidakpastian ini yaitu konsentrasi kadmium dalamlarutan hasil destruksi yang diukur dengan GFAAS yaitu sebesar 0,0452 mg/kg. Konsentrasi logam kadmiumdan ketidakpastiannya dalam produk perikanan yang dilaporkan yaitu 0,273 ± 0,025 mg/kg pada tingkatkepercayaan 95% dan faktor cakupan 2.Kata kunci : Ketidakpastian, Kadmium, Produk Perikanan, GFAAS, Validasi Metode
PEMANFAATAN SISTEM MICROBIAL FUEL CELL DALAM MENGHASILKAN LISTRIK PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI PANGAN Herlian E. Putra; Dani Permana; Agusta S. Putra; Djaenudin Djaenudin; Hari R. Haryadi
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 14, No 2 (2012)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.503 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v14i2.341

Abstract

Microbial Fuel Cell (MFC) dapat langsung menghasilkan listrik dari oksidasi bahan organik yangterkandung dalam suatu larutan. Dibutuhkan suatu optimalisasi sistem MFC yang mencakup beberapa faktoruntuk meningkatkan hasil listrik seperti jenis media penukar kation, elektroda, luas permukaan elektroda, dandurasi reaksi. Penelitian dilakukan untuk melihat kinerja sistem MFC pada pengolahan air limbah industripangan, dalam  hal ini tahu  dan cucian beras (catering),  dengan  menggunakan tembaga sebagai elektroda, membran Poli Eter Eter Keton Tersulfonasi (SPEEK) sebagai media penukar kation, dan menggunakan mediasubstrat limbah. MFC diamati selama 80 jam. Pengukuran tegangan yang dihasilkan dilakukan setiap 4 jam.Tegangan maksimum yang dihasilkan pada media limbah tahu mencapai 80 mV (pada jam ke-28). Selama 52jam berikutnya, tegangan sedikit menurun. Sedangkan pada air limbah cucian beras, tegangan maksimum terjadipada jam ke-60 yaitu 234 mV. Selama proses 80 jam, melalui sistem MFC pada media limbah tahu, CODmampu turun 49,33% dari 6750 mg/L menjadi 3420 mg/L. Sedangkan pada limbah cucian beras, COD turundari 18840 mg/L menjadi 10560 mg/L atau sebesar 43,95 % selama 80 jam.Kata Kunci: Microbial Fuel Cell, listrik, limbah pangan.
SUSUNAN PENGELOLA JKTI editor .
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 14, No 2 (2012)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.083 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v14i2.346

Abstract

FERMENTABILITAS EKSTRAK CINCAU HIJAU (Premna oblongifolia Merr) OLEH TIGA JENIS BAKTERI ASAM LAKTAT Fibra Nurainy; Samsu Udayana; Muhamad Kurniadi
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 14, No 2 (2012)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.739 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v14i2.340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak cincau yang tepat dan jenis bakteri asam laktat yangdapat tumbuh pada ekstrak cincau tersebut sehingga diperoleh minuman sinbiotik ekstrak cincau dengan karakteristik terbaik. Penelitian dilakukan terhadap 9 perlakuan yang berbeda dimana perlakuan disusun secara faktorial (3 x 3) dalam rancanganacak kelompok lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan.  Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak cincau hijau yang terdiri daritiga taraf, yaitu 0%, 0.5%, dan 1%. Faktor kedua adalah jenis bakteri asam laktat, yaitu Lactobacilus casei, Lactobacillusacidophilus dan Lactobacillus plantarum. Data dianalisis sidik ragam untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antarperlakuan dan dianalisis lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata  5%. Hasil penelitian menunjukkanminuman sinbiotik ekstrak cincau terbaik adalah minuman yang difermentasi oleh Lactobacillus casei pada konsentrasiekstrak cincau 0,5% yang menghasilkan nilai log total BAL sebesar 9,07 atau setara 2,3 x 109koloni/ml, nilai total asamsebesar 0,96% dan nilai pH sebesar 3,58. Namun demikian pada semua konsentrasi ekstrak cincau yang ditambahkan dandifermentasi oleh Lactobacillus casei, Lactobacillus acidophillus maupun Lactobacillus plantarum tidak menunjukkanadanya aktivitas antibakteri terhadap Bacillus cereus dan Eschericia coli yang diuji dengan metode difusi agar.Kata Kunci: Ekstrak cincau, bakteri asam laktat, minuman sinbiotik
PENENTUAN KONSENTRASI OKSIDA-OKSIDA NITROGEN (NOX) DENGAN METODA PHENOL DISULFONIC ACID MENGGUNAKAN CONTOH UJI BUATAN DAN STANDAR GAS NOx Ardeniswan Ardeniswan
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 14, No 2 (2012)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.866 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v14i2.342

Abstract

Pada penelitian ini digunakan dua (2) jenis contoh uji yaitu contoh uji gas NOx buatan yang ditampung dalam    kantong  plastik  berukuran 1 m3  dan  standar  gas  NOx  dalam  tangki  silinder  berkapasitas  7 m3. Pengambilan contoh uji dilakukan menggunakan botol gelas labu bundar vakum dengan kapasitas 1 liter yang berisikan larutan campuran asam sulfat encer dan hidrogen peroksida sebagai larutan penjerap. Metoda Phenoldisulfonic acid (PDS) merupakan metoda basah yang umum digunakan untuk analisis  oksida-oksida nitrogen (NOx) yaitu gasNO2 dan NO dari udara emisi sumber tidak bergerak dan merupakan metoda acuan yang telah divalidasi. Metode ini dapat menentukan konsentrasi gas NOx  dari  2,71 ppm volume (0,1 µg NO3-/mL) sampai dengan  271 ppm volume (10 µg NO3-/mL). Standar Gas atau Standard Reference Material (SRM) ataupun  bahan acuan bersertifikat atau certified reference material (CRM) sangat diperlukan oleh laboratorium analisis lingkungan  dalam  melakukan  validasi  ataupun verifikasi metoda analisis yang  akan  digunakan.  Dalam penelitian ini digunakan  Gas Standard Cylinder # ALM 64066 yang mempunyai nilai benar 43 ± 0,2 ppm volume  sebagai  bahan  acuan  untuk  verifikasi metoda  analisis  gas  NOx.  Dari  hasil  penelitiandidapatkan konsentrasi rata-rata standar gas NOx yang terukur dengan metoda Phenoldisulfonic acid adalah sebesar 41,4845 ppm volume, dengan simpangan baku sebesar (SD) 2,8121 ppm volume serta perolehan kembali (% recovery) 96,48 %, yang menunjukkan bahwa metoda ini akurat dan handal.Kata Kunci : Gas NOx, Standar gas, Metoda Analisis, validasi/verifikasi, % perolehan kembali
PENAPISAN VIRTUAL SENYAWA TURUNAN METIL SINAMAT PADA ENZIM SIKLOOKSIGENASE-2 (COX-2 Teni Ernawati
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 14, No 2 (2012)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.69 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v14i2.350

Abstract

Inflammation is the response of living tissue to vascular injury. Non-Steroid Anti-Inflammatory Drugs(NSAIDs)  could  control  pain  caused  by  inflammation.  Therapeutic  effects  of  NSAIDs  are  related  to  themechanism of the cyclooxygenase-1 (COX-1) enzyme and the cyclooxygenase-2 (COX-2) enzyme in inhibiting theproduction of prostaglandins. In this paper, we report the virtual screening of methyl cinnamate derivativecompounds against the COX-2. All methyl cinnamate derivative compounds were  molecular docking simulatedusing the Protein-Ligand ANT System (PLANTS) software with  ZINC03814717 as the reference compound. Fromthe results of virtual screening, it was obtained that  derivative compounds of methyl cinnamate were predicted asactive  COX-2  inhibitors  because  they  have  ChemPLP  score  better  than  that  of  the  reference  compoundsZINC03814717. The compound of acid 3- (4-benzoylphenyl) propionate was predicted as having the best score ofChemPLP.Keywords:  Non-Steroid Anti-Inflammatory (NSAID), virtual screening, enzyme cyclooxygenase-2 (COX-2), methyl cinnamate derivative
TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOLIK BIJI BUAH PINANG (Areca catechu L.) TERHADAP TIKUS JANTAN GALUR SPRAGUE DAWLEY Sri Handayani; Edy Meiyanto; Riris Istighfari Jenie; Ratna Asmah Susidarti
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 14, No 2 (2012)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.977 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v14i2.338

Abstract

Ekstrak etanolik biji buah pinang (Areca catechu L.) memperlihatkan aktivitas penghambatan proliferasi selkanker payudara T47D dan MCF-7. Tikus (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague Dawley usia 8 minggu dibagidalam lima kelompok, yaitu empat kelompok perlakuan dan satu kelompok kontrol pelarut CMC-Na 5%. Pemejanandosis tunggal peroral dilakukan terhadap subjek uji dengan variasi dosis ekstrak etanolik biji pinang mulai dari dosisyang paling aman hingga dosis tertinggi yang diharapkan toksik pada semua hewan uji (0,1; 0,72; 5,36 dan 10gram/kg berat badan).  Pengamatan dilakukan selama 24 jam terhadap gejala-gejala toksik, wujud dan mekanismeefek  toksik  maupun  patologi  organ  vital.  Pengamatan  mikroskopis  berupa  histopatologi  beberapa  organ  vitaldilakukan dengan pengecatan Hematoxillen&Eosin (H&E). Hasil uji menunjukan bahwa semua kelompok dosisperlakuan tidak mengalami gejala toksik, sama halnya dengan kelompok kontrol. Pemberian dosis tunggal ekstraketanolik biji pinang tidak menimbulkan kematian pada subjek uji, bahkan pada dosis tertinggi sekalipun. Oleh karenaitu  pengamatan  dilanjutkan  hingga  14  hari.  Pada  hari  ke-15  dilakukan  pembedahan  pada  semua  subjek  uji.Pengamatan  mikroskopis  menunjukkan  tidak  ada  perubahan  histopatologis  yang  berarti  pada  seluruh  kelompokperlakuan. Hasil uji ini menambah dasar keamanan penggunaan ekstrak etanolik biji pinang dalam pengembangannyasebagai agen terapi alternatif.  Kata kunci:  Ekstrak etanolik,  Areca catechu, toksisitas akut, tikus

Page 1 of 1 | Total Record : 10