cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Al-Ashlah
Published by STAI Ma'arif Jambi
ISSN : 2581107X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Al-Ashlah adalah Jurnal dengan Kajian Islamic Studies mencakup keilmuan ke-Islaman secara umum yaitu pendidikan agama Islam, hukum keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syaraih, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Ilmu Al Qur'an Tafsir dan Bimbingan Konseling Islam berdasarkan hasil kajian penelitian atau tulisan ilmiah berdasarkan studi kepustakaan. Jurnal Al-Ashlah diterbitkan oleh STAI Ma'arif Jambi dengan dasar menyampaikan prinsip-prinsip Ahlisunnah Waljama'ah.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2017)" : 11 Documents clear
Transforming Leadership : Penerapannya dalam Kepemimpinan Kepala Madrasah Sumarto, DR. Sumarto
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transforming Leadership merupakan gaya kepemimpinan yang mentransformasikan kepemimpinannnya kepada pengikutnya dalam hal ini kepala madrasah mampu mentransformasikan segala bentuk ide dan gagasannya kepada para anggotanya yaitu seluruh warga madrasah dengan mengutamakan pemberian kesempatan dan atau mendorong semua unsur yang ada di madrasah untuk bekerja atas dasar sistem nilai yang luhur, sehingga semua unsur yang ada di madrasah (guru, siswa, staf pengajar dan staf lainnya, orang tua siswa, masyarakat dan sebagainya) bersedia, tanpa paksaan, berpartisipasi secara optimal dalam rangka mencapai tujuan madrasah.Ada ciri-ciri dominan seorang yang berhasil menerapkan gaya kepemimpinan transformasional. Ciri-ciri dimaksud sebagai berikut: Pada setiap proses transformasional, keberhasilan seorang pimpinan sebagian akan tergantung kepada sikap, nilai, dan keterampilannya. Pemimpin transformasional yang efektif mempunyai atribut-atribut sebagai berikut: mereka melihat diri mereka sendiri sebagai agen perubahan, mereka adalah pengambil resiko yang berhati-hati, mereka yakin pada orang-orang dan sangat peka terhadap kebutuhan-kebutuhan mereka, mereka mampu mengartikulasikan sejumlah nilai inti yang membimbing perilaku mereka, mereka fleksibel dan terbuka terhadap pelajaran dan pengalaman, mereka mempunyai keterampilan kognitif, mereka memiliki keyakinan pada pemikiran yang berdisiplin dan kebutuhan akan analisis masalah yang hati-hati dan mereka adalah orang-orang yang mempunyai visi yang mempercayai instuisi mereka.Kata Kunci: Transforming Leadership dan Kepala Madrasah
STRATEGI PENGEMBANGAN SDM BERBASIS KARAKTER (Studi SMA Negeri 2 Plus Panyabungan Kab. Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara) Kasman, Kasman
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter di sekolah direncanakan, dilaksanakan dan diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan. Dengan membuat silabus yang memuat nilai nilai dasar pendidikan karakter yang terintegrasikan ke dalam setiap mata pelajaran, maka setiap guru mempunyai beban dan bertanggung jawab dalam pendidikan karakter terhadap perkembangan siswa. Oleh sebab itu, pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi, dan pengamalan nyata dalam kehidupan siswa sehari-hari.SMA Negeri 2 Plus Panyabungan adalah salah satu sekolah yang unggul dan pavorit di kabupaten Mandailing natal, ini terlihat dari out put lulusan dapat besaing masuk perguruan tinggi negeri yang tersebar di sumatera dan pulau jawa. Dengan demikian disaat penerimaan siswa baru diawal tahun pembelajaran siswa-siswa alumni SMP, MTs, negeri dan swasta yang ada di kabupaten mandailing Natal berlomba untuk ikut mendaftarkan diri, namun dengan seleksi tes masuk yang ketat dan mengutamakan kualitas, maka setiap angkatannya hanya menampung 60 siswa baru, dengan ketentuan 20 orang siswa reguler yang dibiayai pemerintah daerah dan 40 orang siswa yang sifatnya mandiri. Siswa-siswi yang tertampung di SMA Negeri 2 Plus Panyabungan diwajibkan untuk masuk asrama selam menyelesaikan studinya, inilah slah satu keunggulan SMA Negeri plus Panyabungan. Dengan sistem asrama tersebut siswa-siswi dapat dibina dan ditanamkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, sosial dan dapat menempa sumber daya manusia yang berkarakter. Kata Kunci: Strategi, SDM dan Karakter
Manajemen Efektif Pondok Pesantren Suprihatin, Suprihatin
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suprihatin: Manajemen Efektif Pondok Pesantren. Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang asli Indonesia, yang pada saat ini merupakan warisan kekayaan bangsa Indonesia yang terus berkembang. Kunci kesuksesan sebuah lembaga pendidikan terletak pada bagaimana manajemennya.Manajemen pendidikan merupakan sebuah proses pelaksanaan untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan.Manajemen adalah sebagai proses merencana mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien.Penyelenggaraan manajemen pendidikan pesantren memiliki nilai sama pentingnya dengan upaya menjaga estafet kepemimpinan. Untuk itu, kyai harus menguasai ilmu keislaman, mengetahui tugas-tugas manajerial, sekaligus ilmu keduniaan yang menjadi tuntutan perkembangan zaman.Intisari manajemen ada pada kepemimpinan dan intisari kepemimpinan ada pada keputusan. Kyai sebagai manajer puncak bertugas menentukan sasaran dan kebijakan, memberikan bimbingan dan pengarahan, serta menentukan setandar kinerja. Ustad senior sebagai manajer madya mengemban tugas: menginterpretasikan dan menjelaskan kebijakan manajer puncak, berpartisipasi dalam membuat keputusan yang operasioanal, dan melatih manajer tingkat bawah. adapun ustad junior sebagai manajer tingkat bawah memiliki tugas merencanakan sehari-hari, membagi tugas pada para anggota, melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatan bawahannya, mengatur material, peralatan, dan perlengkapan, serta memelihara disiplin.Kata Kunci: Manajemen Efektif, Pondok Pesantren
PEMBERDAYAAN SENTRA BAHAN ALAM UNTUK MENGEMBANGKAN KECERDASAN NATURALIS ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM TERPADU NURUL ILMI KOTA JAMBI Hafizotun, Latansa
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted in Kindergarten Integrated Islam Nurul Ilmi Jambi aimed to describe about the empowerment center for natural materials, see the achievements of the development of naturalist intelligence implementation and evaluation of children and learning centers of natural materials.This study used a qualitative descriptive approach by taking the kindergarten setting Kindergarten Integrated Islam Terpadu Nurul Ilmi Jambi. Research subjects include all characteristics associated with natural ingredients as you approach the center of learning in early childhood. Subjects of this study consists of the principal, one teacher Sentra Nature Materials 1 teacher assistant in the class of natural materials and childrens centers B4 class centers of natural materials is composed of 20 children. And samples taken 3 children. Technique in this research is purposive sampling technique, the technique of sampling data sources with particular consideration. Data collected by observation, interview and documentation. Analysis of the data is done by summarizing the data, melilih basic things and focus on the important things and will be studied then make conclusions so easily understood.The results showed that 1) the planning empowerment centers of natural materials in Kindergarten Integrated Islam Nurul Ilmi Jambi to develop naturalist intelligence has not been prepared teacher does not describe specifically the type of intelligence plural which will be developed, should the learning objectives in the lesson plan has clearly stated wit plural which will distimulan so that teachers focus more on preparing for and conducting research pembalajaran 2) evaluation of the teachers have a goal to be able to see the results obtained by the childs development during the study. No form of special assessments to learning 3) empowerment center for natural materials to develop naturalist intelligence early childhood has not run optimally, because the learning activity center for natural ingredients is always carried out in the classroom, lack of means of educational games, teachers understanding of the learning center for natural materials still minimal 4) equipment in the center of the natural ingredients in Kindergarten Integrated Islam Nurul Ilmi Jambi still very minimal, so very influential on early childhood intelligence. Results of this study recommend to all providers of early childhood education centers in order to implement the empowerment of natural materials to develop naturalist intelligence children this age in order to develop optimally. Keyword: Kindergarten, Sentra Natural Materials and naturalist intelligence
TINGKAT KELAYAKAN TES UAS BAHASA ARAB PADA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN DI UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI TAHUN AJARAN 2016-2017 Wahyudi, Wahyudi
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English :After conducting learning and teaching process, a lecturer is demanded to know the extent of the instructional objectives has been reached or to know students’ ability in mastering submitted object. One of the tools which is used to get information about instructional objectives reaching and students’ ability in mastering subject is test. To get accurate information above, a test must have criteria of good test, they are valid, reliable and also it has acceptable difficulty and discriminating power.Analysis item test of final test school of Arabic language subject of the student at FITK UIN STS Jambi is a research to the test of summative learning result that is made by the team of question arranging. This researcher is done to describe about: 1) Kind of test in last examination at first semester, 2) Quality of the test that is seen discriminating view, 3) The causes of the teacher not to do this analysis this test.This research is used descriptive method that use qualitative approach with the quantitative and qualitative data. The population of this research is all of students Arabic Language at the first semester that follow the examination in academic year 2016-2017 in FITK UIN STS Jambi spcially in Arabic Language subject, and the sample was taken in this research is students follow the examination at first semester for Arabic language subjet in Arabic Language Department with Purposive Sampling.Technique of data collecting is technique of documentation, interview and questioner. To analyze datum,the researcher uses percentage formula for validity,Cronbach Alpha for reliability,difficulty formula and discriminating formula.The data are collected using two instruments :(1) direct observation on test items sheet and its answer key sheet of final test of Arabic and,(2) through the result of the answer sheet of students taken as samples.The results of this research are : (1) the test forms are achievement test (instructional objective’s point of view), teacher-made test (the writer’s point of view), summative test (on timing of test), written test (execution’s point of view),and subjective test (the way of giving score’s point of view.(2) The qualities of Arabic language subject of the student At FITK UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi are : (a) Validity of the test is good because it fulfills of the contents validity (b) Reliability test is higher at 0, 74,(c). Dificulty level test is very easy at 11,11%%. (d). Descrimination test is not good at 22,22%.(3)Causes of the teacher did not do the analysis test are:(a) There is lack of understanding of the analysis problem, (b) They have no experiment in doing the analysis test, (c) Less understand the ins and outs revalues,(d) Less understand problems analyze and,(e) There is teacher that has not gotten an exercise or seminar in the evaluation and analysis field. Indonesia :Penelitian ini mengunakan metode deskriptif dengan data kuantitatif dan data kualitatif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Tadris pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang mengikuti tes ujian akhir semester tahun ajaran 2016-2017 khususnya mata pelajaran bahasa arab. Maka sample yang diambil dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti ujian akhir semester pada mata kuliah bahasa arab pada jurusan Tadris (Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika Dan Pendidikan Bahasa Inggris), dengan menggunakan teknik (Purposive Sampling).Teknik pengumpulan datanya adalah teknik dokumentasi, wawancara atau interview dan angket. Adapun rumusan yang digunakan untuk analisis data adalah rumus presentase untuk validitas isi, rumus Cronbach Alfha untuk reliabilitas, rumus tingkat kesulitan dan rumus daya pembeda. Data yang dikumpulkan ada dua cara yaitu observasi langsung terhadap lembar soal dan kunci jawaban tes ujian akhir tahun ajaran 2016-2017 mata pelajaran bahasa arab serta melalui hasil lembar jawaban terhadap beberapa mahasiswa yang menjadi sample dalam penelitian.Hasil penelitian ini adalah (1) jenis-jenis tes ini adalah tes hasil belajar/ achievement test dari segi tujuan pengajaran, tes buatan guru/ teacher-made test dari segi cara penyusunan, tes sumatif/ summative test dari segi waktu penyelenggaran, tes tertulis dari segi cara mengerjakannya dan tes subyektif dari segi menilai jawaban, (2) Kualitas tes Ujian Akhir Semester mata pelajaran bahasa Arab tahun ajaran 2016/2017: (a) Validitas tes baik, karena telah memenuhi validitas isi, (b) Reliabilitas tes tinggi yakni sebesar 0,74, (c) Tingkat kesulitan tes mudah sekali maka tes soal tersebut dikategorikan tidak baik yakni sebesar 45 butir soal atau 11,11%.(d) Tingkat daya pembeda tes kurang baik maka butir soal tes tersebut dikategorikan tidak baik yakni sebesar 45 butir soal atau 22,22%.(3) Sebab-sebab dosen atau team pembuat soal tidak melakukan analisis tes adalah sebagai berikut: (a) Sebagian besar dosen bahasa Arab pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tidak berasal dari Sarjana Pendidikan Bahasa Arab atau tidak lenier dengan sarjana S-1 dengan S-2, (b) Tidak mempunyai pengalaman melakukan analisis tes, (c) Tidak adanya saran atau perintah dari atasan yang memotivasi dosen atau team pembuat soal melakukan analisis tes, (d) Kurang mengerti tentang permasalahan analisis, dan (e) Adanya pengajar/pendidik yang belum mendapatkan pelatihan atau seminar di bidang evaluasi dan analisis.
Menusantarakan Al-Quran: Mengembalikan Kegemilangan Budaya Kerukunan Antar Umat Beragama Lufaefi, Lufaefi
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English :Diversity is a fact that is often denied by some who do not want to be responsible, so often assume others who disagree and not the same as himself as the culprit of mistakes, and he is the most correct among others. They forget the history of the plurality of the country. This has actually hurt the already grounded culture in the archipelago that this nation was born into a culture of diversity. Unfortunately, the person who is reluctant to take responsibility often makes the verses of the Quran justify his behavior. Consequently, the Quran is often politicized for the benefit of the individual, or even his group by putting aside the cultural heritage mentioned above. Yet the essence of holy revelation (al-Quran) always tells us to uphold the truth in diversity culture. The culture of multiculturalism is indeed embodied and legalized in the Quran. This is in accordance with the mission of the Koran itself as a revelation that saalih likulli time wa al-meal that has long confirmed the legality of difference and diversity.Keywords: Diversity, Culture, Plurality. Indonesia:Keberagaman merupakan fakta yang sering dinafikan oleh sebagian orang yang tidak mau bertanggung jawab, sehingga sering kali menganggap orang lain yang tidak sepaham dan tidak sama dengan dirinya sebagai biang kesalahan, dan dirinyalah yang paling benar diantara yang lain. Mereka melupakan sejarah kemajemukan negeri ini. Hal ini sejatinya telah mencederai budaya yang sudah membumi di nusantara bahwa bangsa ini terlahir atas budaya keberagaman. Sayangnya, orang yang enggan untuk bertanggung jawab tersebut sering menjadikan ayat Al-Quran sebagai justifikasi kelakuannya itu. Akibatnya al-Quran sering dipolitisasi demi kepentingan pribadi, atau bahkan kelompoknya dengan mengesampingkan warisan budaya tersebut di atas. Padahal hakikatnya wahyu suci (al-Quran) selalu menyuruh kita untuk menegakkan kebenaran dalam budaya keberagaman. Budaya multikulturalisme sungguh termaktub dan dilegalkan di dalam al-Quran. Hal ini sesuai dengan misi al-Quran itu sendiri sebagai wahyu yang saalih likulli zaman wa al-makan yang telah sejak lama mengkonfirmasi akan legalitas perbedaan dan keberagaman.Kata Kunci: Keberagaman, Budaya, Pluralitas.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBANTUAN MULTIMEDIA KOMPUTER Prihartini, Yogia
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English : This research and development result in a learning model that could be used to improve oral communication that was divided into five different learning phase, which is, orientation phase, ordering command phase, role exchange phase, structured practice phase, and guided practice phase. It could also improve one’s understanding of Arabic grammar/qawaid (nahwuwasharfi) which consist of elements in Arabic language that consist of Letters (harf), Words (kalimatu), Sentences (jumlatu), sibhuljumlah and articles (uslub) and fit into Arabic grammar.The result of this study implies that development result study model emphasize in college students’ activities in their learning process. The learning process done by the lecturers using Arabic language as the language of instruction started by the pronunciation of the vocabularies and it’s demonstration without translating it into Bahasa Indonesia. After they were capable of demonstrating the acquired vocabularies, college students trained in reproducing the language orally using question and answer activities, whether structurally, or guided.The study results showed that the quality of this multimedia teaching of Arabic language fall into the ‘fine’ category, acquiring average score of 43.92 and ideal percentage of 87.85%. Based on the test results, it can be concluded that the developed Arabic language multimedia learning is fit to be used as a source of learning by college students and accompanying media for lecturers in teaching process.Keywords: Development, arabic language learning model,computer multimedia Indonesia:Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi lisan yang terdiri atas lima fase pembelajaran, yaitu, fase orientasi, fase pemberian perintah, fase bertukar peran, fase latihan terstruktur (structured practice), dan fase latihan terbimbing (guided practice).serta dapat meningkatkan pemahaman terhadap tatabahasa arab/ qawaid(nahwu wa sharfi ) yang terdiri dari unsur-unsur bahasa Arab yang terdiri dari Huruf (harf), Kata (kalimatu), kalimat (jumlatu), sibhul jumlah dan wacana (uslub) serta sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab.Hasil penelitian ini memberikan implikasi antara lain model pembelajaran hasil pengembangan menekankan aktivitas mahasiswa dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan dosen dengan menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar ini dimulai dengan menyebutkan kosa kata dan mendemonstrasikannya tanpa menerjemahkan kedalam bahasa Indonesia dan meminta mahasiswa mendemostrasikannya. Setelah mampu mendemostrasikan kosa kata yang dipelajari, mahasiswa berlatih memproduksi bahasa lisan melalui kegiatan tanya jawab baik secara terstruktur maupun secara terbimbing.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pengembangan multimedia pembelajaran bahasa Arab ini dalam kategori sangat baik dengan memperoleh skor rata-rata 43,92 dengan presentase keidealan sebesar 87,85%. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran bahasa Arab yang dikembangkan layak untuk dipergunakan sebagai salah satu sumber belajar mahasiswa dan sebagai media pendamping bagi pengajar dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: Pengembangan, Model Pembelajaran Bahasa Arab, Multimedia Komputer
PERILAKU KEAGAMAAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER REMAJA DI KELURAHAN KENALI ASAM ATAS KECAMATAN KOTA BARU JAMBI Maharani, Ria
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is located in Kenali Asam Atas, which is motivated by religious behavior problems Parents in Developing Character of Adolescent in Kenali Asam Atas, which is not optimal. This study answer the question why religious behavior of Parents in Developing Character of Adolescent in Kenali Asam Atas is not optimal?These results indicate that the behavior of Religion Parents in Developing Character of Adolescent in Kenali Asam Atas is not optimal because the religious behavior of parents in Kenali Asam Atas in this regard can not say better, because the parents them selves had not been able to give example to their adolescent a good behavior. The teenage characters in the Kenali Asam Atas Jambi tend toward negative due to weak communication and attention that given to neighborhood Association and also parents and the community in developing the adolescent characters toward the better, as well as the lack of attention of parents to religious behavior which is owned by their adolescent. Religious behavior Parents in improving adolescent characters in the Kenali Asam Atas Jambi exemplifies this by way of a good religious behavior in adolescent, parents also always advised adolescent to never leave prayer five times, some parents also put their children to institute Islamic religious education as MTS or MA, and parents also send adolescent to participate in religious activities in mosques or in their environment Recognize in Kenali Asam Atas. Keywords: Religious Behavior, Parents, Adolescent Character
PENGEMBANGAN KECERDASAN NATURALISTIK ANAK MELALUI PEMBELAJARAN SENTRA BAHAN ALAM DI TAMAN KANAK-KANAK (TK) AL-MUTHMA’INNAH JAMBI Marwah, Siti
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sentra merupakan model pembelajaran yang berfokus pada anak. Pembelajarannya berpusat di sentra main dan saat anak dalam lingkaran. Sentra main adalah zona atau area main anak yang dilengkapi dengan seperangkat alat main, berfungsi sebagai pijakan lingkungan yang diperlukan untuk mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis permainan, yakni main sensorimotor (fungsional), main peran dan main pembangunan. Sedangkan saat lingkaran adalah saat pendidik duduk bersama anak dengan posisi melingkar untuk memberikan pijakan kepada anak yang dilakukan sebelum dan sesudah main.Sentra bahan alam memiliki tujuan untuk memberikan pengalaman pada anak untuk bereksplorasi dengan berbagai materi. Di sentra ini, anak bermain sambil belajar untuk dapat menunjukkan kemampuan, mengenali, membandingkan, menghubungkan dan membedakan. Dengan bereksplorasi dan bereksperimen anak akan memiliki ide dan kepekaan terhadap pengetahuan dan alam sekitar sehingga tumbuh motivasi dan kepercayaan diri dalam belajar. Mengajar Anak Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Lingkungan Alam. Perlu kita ketahui bahwa pembelajaran berbasis alam dapat memanfaatkan media dan sumber belajar secara bervariasi serta mendukung kegiatan pembelajaran yang optimal dan kondusif. Pembelajaran sentra main peran lebih menekankan pada stimulasi kecerdasan naturalistik.Kecerdasan naturalistik perlu diajarkan dan ditanamkan sejak dini agar terbentuk karakter anak yang natural dan cinta alam. Karakter Anak bersifat abstrak. Karakter merupakan ciri pribadi yang melekat pada diri setiap manusia. Jika pada diri anak karakter positif sudah terbentuk sejak kecil, nantinya akan terbentuk pribadi yang berkompeten. Dari model pembelajaran stimulasi kecerdasan naturalis (cerdas alam) inilah kerakter anak akan terbentuk.Kata Kunci: Kecerdasan Naturalistik dan Pembelajaran Sentra Bahan Alam.
Perwalian dalam Nikah Menurut Pandangan Hukum Islam Hasibuan, Abber
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wali nikah dalam perkawinan menurut pandangan Hukum Islam merupakan rukun yang harus dipenuhi bagi calon mempelai wanita yang berhak dan bertindak untuk menikahkannya, dan yang bertindak dalam perwalian nikah menurut Hukum Islam yang termasuk dalam KHI Pasal 20 ialah seorang laki-laki yang memenuhi syarat hukum islam yakni muslim adil dan baliqh, karena perkawinan menurut hukum islam adalah pernikahan yang pakai akad yang sangat kuat atau mitsadonghali zhan untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah, perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum islam dengan rangkaian ijab yang diucapkan oleh wali dan qabul diucapkan mempelai laki-laki, perkawinan tanpa perwalian adalah fasid atau tidak sah menurut pandangan hukum islam. Kata Kunci : Perwalian, Nikah dan Hukum Islam

Page 1 of 2 | Total Record : 11