cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202 Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi)
ISSN : 25799118     EISSN : 25499750     DOI : http://dx.doi.org/10.30595/jrst
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) adalah jurnal peer reviewed dan Open-Acces. JRST merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto. JRST mengundang para peneliti, dosen, dan praktisi di seluruh dunia untuk bertukar dan memajukan keilmuan di bidang sains dan teknologi yang meliputi bidang Matematika, Kimia, Biologi, Teknologi Rekayasa dan Keteknikan, Farmasi, Geografi, Komputer dan Teknologi Informasi. Dokumen yang dikirim harus dalam format Ms. Word dan ditulis sesuai dengan panduan penulisan. JRST terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Maret dan September.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Volume 8 No. 1 Maret 2024: JRST" : 14 Documents clear
Penerapan Smart Sistem Monitoring dan Kontrol Motor 1 Phasa Menggunakan Google Assistant Ihsan, Ihsan; Lesmideyarti, Dwi
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 8 No. 1 Maret 2024: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v8i1.17314

Abstract

Motor induksi 1 phasa merupakan motor listrik arus bolak balik yang bekerja berdasarkan induksi medan magnet dari kumparan ratornya. Sistem ini berfungsi untuk memonitoring dan kontrol motor menggunankan Dimmer, Sensor suhu, RPM (Revolution per minute), dan LCD yang diletakan pada panel. Selain untuk sistem kontrol alat ini juga akan membuat sistem proteksinya agar komponen listrik dan motor tidak terjadi kerusakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan kemudahan untuk mengoperasikan suatu peralatan dan memanfaatkan suatu fitur Wifi yang terdapat di smartphone. Sehingga dapat dikendalikan dari jarak jauh. Metode pada penelitian ini menggunakan metode SDLC (System Development Life Cycle) waterfall dengan Langkah awal analisis, desain, pengembangan, pengetesan, dan perbaikan. Hasil penelitian berhasil dimana perintah yang diberikan pada Google Assistant sesuai dengan output pada Relay, karena pada perintah yang telah dibuat pada IFTTT (If This, Then That) sebelumnya telah terkoneksikan dengan feed yang ada pada Adafruit IO dan untuk jarak maksimal terbaik koneksi wifi antara 0-15 m. Jika Google Assistant tidak mengenali perintah yang dibuat dan data yang terkoneksikan dengan IFTTT maka Google Assistant akan merespon dengan output suara bahwa perintah tidak dapat diproses dan untuk hasil monitoring terhadap sensor RPM tingkat akurasinya mencapai 98,95% dan Sensor Suhu rata-rata 97,1%.
The use of Iron Sand as Filtration Media for Slaughterhouse Wastewater Treatment Hamdan, Abd Mujahid; Ikbar, Athalla Muafa; Bhernama, Bhayu Gita
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 8 No. 1 Maret 2024: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v8i1.17241

Abstract

An increase in slaughtering animals will have an impact on increasing the liquid waste produced. The resulting RPH liquid waste can damage the environment if it is not treated, so it is necessary to conduct research to reduce pollutant levels so that it is suitable for disposal into the environment. The technique used in processing RPH wastewater is iron sand filtration method. Iron sand filtration is a filtering process using renewable media, namely iron sand. Iron sand is known to contain the mineral magnetite (Fe3O4) which has the ability to absorb colloidal solids, so it has the potential to be used to remove pollutant content of RPH liquid waste. This research objective to determine the effect of variations in the thickness of the filtration media (cm) and grain size (mesh) on pollutant parameters. The thickness variations used were 20, 25, and 30 cm, with grain sizes of iron sand 40, 60 and 100 mesh. The experimental results showed that the iron sand filtration method was able to reduce Chemical Oxygen Demand (COD) and Total Suspended Solid (TSS) levels, increase the Dissolve Oxygen Meter (DO) value, and change the pH value. The highest reduction in COD was in the thickness variation of 30 cm with 100 mesh. the percentage of decrease in the value of Chemical Oxygen Demand (COD) was 95.05%, the highest decrease in Total Suspended Solid (TSS) value was in the media thickness variation of 30 cm with 100 mesh, the percentage of TSS value reduction was 97.11%, the pH value increased in the thickness variation media 30 cm with a mesh number of 100 from 5.8 to 7.4, and the value of Dissolve Oxygen Meter (DO) increased with variations in thickness of 30 cm with 100 mesh, increased from 1.2 to 15.2. Based on the parameter test results, it was concluded that iron sand filtration is effective in reducing pollutant levels below the quality standard, so that it is expected to be applied directly on a larger scale.
Eksplorasi Material Bioplastik dari Limbah Kulit Jeruk untuk Perancangan Produk Tas Belanja Naurah, Alifah; Azhar, Hanif; Pambudi, Terbit Setya; Yurohman, Yurohman; Riswoko, Asep
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 8 No. 1 Maret 2024: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v8i1.18291

Abstract

Sampah kantong plastik merupakan salah satu penyumbang limbah plastik terbanyak sehingga diperlukan adanya alternatif penggunaan material bioplastik yang mudah terurai oleh lingkungan. Kulit jeruk sebagai sisa hasil pertanian memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bahan baku material bioplastik. Material bioplastik berpotensi sebagai alternatif pengganti material yang sulit terurai oleh alam. Pada studi ini, limbah kulit jeruk yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioplastik, dirancang menjadi tas belanja dengan metode perancangan SCAMPER agar memiliki kualitas dan fungsi yang memadai. Eksplorasi material bioplastik dengan komposisi kulit jeruk, alginat, serat wol, gliserin, dan minyak kelapa masing-masing 19%, 21%, 3%, 47%, 9% dilakukan dengan metode pengeringan alami pada suhu dan kelembaban yang dikondisikan selama 3 hingga 5 hari dan setelah itu hasil material bioplastik dikarakterisasi menggunakan uji mekanik. Bahan bioplastik dari kulit jeruk memiliki ikatan fisik diantara bahan pembentuk dengan kuat tarik, daya beban, elongasi rata-rata, ketahanan robek masing-masing 1,01 N/mm2, 4,0 N, 87,7%, dan 4,1 N. Rancangan tas belanja dari lembaran kulit jeruk ini memiliki ukuran tas 25,5 x 25 cm dengan lebar tas 7,5 cm, warna oranye alami dengan nilai estetika lebih dibandingkan dengan tas belanja konvensional berbahan dasar kain.
Optimasi Suhu dan Lama Pemanasan dalam Pembentukan Kompleks Inklusi Ibuprofen dengan Agen Inklusi β-Siklodekstrin dengan Metode Sealed Heating Amrullah, Bagaskara Falah; Siswanto, Agus; Suparman, Suparman
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 8 No. 1 Maret 2024: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v8i1.20107

Abstract

Ibuprofen merupakan obat yang tergolong kedalam BCS kelas II dengan sifat kelarutan yang buruk. Salah satu metode untuk memperbaiki sifat kelarutan yaitu dengan pembentukan kompleks inklusi dengan β-siklodekstrin. Suhu pemanasan dan waktu pemanasan yang tidak tepat dapat memutus ikatan kompleks inklusi. Metode factorial design digunakan untuk optimasi suhu dan waktu pemanasan dalam pembentukan kompleks inklusi ibuprofen-β-siklodekstrin sehingga diperoleh 9 run. Kondisi optimum ditentukan dengan parameter kelarutan dan disolusi. Hasil penelitian bahwa waktu pemanasan 10 menit dan suhu 90°C merupakan kondisi optimum dengan nilai desirability 0,619. Peningkatan kelarutan dan disolusi ibuprofen dalam kompleks inklusi terjadi dengan waktu pemanasan yang lebih singkat dan suhu pemanasan yang lebih tinggi.

Page 2 of 2 | Total Record : 14