cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2015)" : 5 Documents clear
OPTIMASI FORMULA DAN UJI IRITASI PRIMER KUALITATIF PADA KELINCI PUTIH BETINA DENGAN KRIM W/O EKSTRAK ETANOLIK BUAH MAHKOTA DEWA [Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.] Lusty Grace Toding; Abdul Karim Zulkarnain
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.861 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i2.24119

Abstract

Krim w/o ekstrak etanolik buah mahkota dewa [Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.] sebesar 10% telah diuji mempunyai aktivitas sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula optimal, stabilitas fisik, dan aktivitas iritasi primer krim w/o ekstrak etanolik buah mahkota dewa. Optimasi formula menggunakan metode simplex lattice design dengan software Design Expert® versi 8.0.7.1 program mixture design melalui modifikasi komposisi cera alba, span 80, dan minyak mineral. Sebanyak 10 formula krim w/o dievaluasi sifat fisiknya yang meliputi uji viskositas, daya lekat, daya sebar, pH, rasio volume pemisahan, dan tipe emulsi. Area optimal diperoleh pada komposisi 18,504% cera alba, 5,231% span 80, dan 44,265% minyak mineral. Berdasarkan uji-t satu sampel, formula optimal krim w/o yang diperoleh mempunyai respon viskositas dan daya sebar yang berbeda tidak signifikan dengan nilai prediksi respon yang diberikan oleh software Design Expert® versi 8.0.7.1, sedangkan respon daya lekat berbeda signifikan dengan nilai prediksi software. Uji-t berpasangan digunakan untuk mengetahui stabilitas fisik krim w/o selama penyimpanan. Formula optimal krim w/o stabil selama 4 minggu penyimpanan berdasarkan respon rasio volume pemisahan dan pH serta krim tidak menimbulkan eritema ataupun edema pada hewan uji.
FAKTOR RISIKO GAGAL GINJAL KRONIK DI UNIT HEMODIALISIS RSUD WATES KULON PROGO Restu Pranandari; Woro Supadmi
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.41 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i2.24120

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan masalah kesehatan dunia dengan peningkatan insidensi, prevalensi serta tingkat morbiditas. Faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, merokok, penggunaan obat analgetik, NSAID, dan penggunaan minuman berenergi berpengaruh terhadap terjadinya gagal ginjal kronik (GGK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko dengan kejadian gagal ginjal kronik di RSUD Wates Kulon Progo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik case control. Kelompok kasus adalah pasien gagal ginjal kronik yang melakukan hemodialisis. Kelompok kontrol adalah pasien yang melakukan rawat inap tidak terdiagnosis gagal ginjal kronik. Data diperoleh melalui wawancara dan rekam medik. Data primer diperoleh melalui wawancara meliputi riwayat penyakit terdahulu, riwayat penyakit keluarga, kebiasaan merokok, konsumsi minuman suplemen energi serta penggunaan obat analgetika dan OAINS. Data sekunder diperoleh dari bagian rekam medik RSUD Wates Kulon Progo meliputi data usia dan jenis kelamin. Data dianalisis dengan tabel 2 x 2 chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin berhubungan dengan kejadian GGK (OR=2,033, p
PENGARUH VARIASI KADAR GELLING AGENT HPMC TERHADAP SIFAT FISIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOLIK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L. forma citratum Back.) Hanum Pramuji Afianti; Mimiek Murrukmihadi
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.388 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i2.24121

Abstract

Ekstrak etanolik daun kemangi (Ocimum basilicum L. forma citratum Back.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Sediaan gel dapat meningkatkan efektivitas dan kenyamanan dalam penggunaannya secara topikal. Sifat fisik gel yang baik tergantung dari penggunaan gelling agent. HPMC merupakan salah satu gelling agent. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi kadar gelling agent HPMC terhadap sifat fisik dan aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak etanolik daun kemangi. Metode maserasi digunakan untuk mendapatkan ekstrak dengan penyari etanol 95%. Gel diformulasikan menjadi tiga formula dengan variasi kadar HPMC 10%, 15%, dan 20% menggunakan kadar ekstrak sebesar 9,1% untuk setiap formula. Uji sifat fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi padat, kemudian diamati diameter zona hambat antibakteri gel. Hasil dianalisis dengan analisis korelasi-regresi, analisis deskriptif secara visual untuk sifat fisik gel, dan analisis one-way ANOVA untuk aktivitas antibakteri dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar HPMC menyebabkan gel semakin gelap, wujud semakin kental, peningkatan viskositas, peningkatan daya lekat, dan penurunan daya sebar, namun tidak mempengaruhi homogenitas dan pH gel. Pengujian antibakteri menunjukkan peningkatan kadar HPMC menghasilkan perbedaan kemampuan pelepasan zat aktif yang ditunjukkan melalui penurunan daya hambat bakteri sebesar 0,726 cm, 0,674 cm, dan 0,488 cm
PENGARUH BASIS GEL SEDIAAN MASKER EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (CAMELLIA SINENSIS LINN.) PADA KARAKTERISTIK FISIK DAN AKTIVITAS BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS ATCC 25923 Rufi Andaryekti; Mustofa Mufrod; Siti Munisih
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.913 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i2.24122

Abstract

Camellia sinensis Linn. atau yang lebih dikenal daun teh hijau sudah lama digunakan untuk mengobati berbagai penyakit dan juga bisa dijadikan olahan produk makanan maupun minuman. Kandungan flavonoid yang utama yaitu flavanol. Katekin teh didominasi oleh flavonol yang berfungsi sebagai antibakteri untuk mengurangi pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan kombinasi PVA dan HPMC 60SH dalam sediaan gel masker yang mengandung ekstrak daun teh hjau serta untuk mengetahui karakteristik fisik dan aktivitasnya sebagai antibakteri Staphylococcus aureus. Ekstraksi daun teh hijau menggunakan metode remaserasi dengan pelarut etanol 70%. Konsentrasi PVA dan HPMC 60SH yang digunakan pada formula I yaitu (7% : 2%), formula II (6,75% : 2,25%), formula III (4,5% : 4,5%), formula IV (2,25% : 6,75%), dan formula V (2% : 7%). Pengujian karakteristik fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, viskositas, daya lekat, daya sebar, pH serta aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Hasil uji karakteristik fisik dianalisis menggunakan anova 1 jalan, uji aktivitas antibakteri menggunakan Kruskal-Wallis Test dan Mann-Whitney Test. Berdasarkan uji statistika menunjukkan hasil bahwa kombinasi PVA dan HPMC 60SH pada kelima formula menghasilkan perbedaan yang signifikan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah kombinasi PVA dan HPMC 60SH sebagai basis gel dapat mempengaruhi karakteristik fisik sediaan dan daya hambat antibakteri pada sediaan gel masker ekstrak daun teh hijau.
SWAMEDIKASI PADA PASIEN GERIATRI DI APOTEK AFINA DAN FARMARIN KOTA YOGYAKARTA PERIODE MEI-JULI 2014 Dwi Hastuti; Dyah Aryani Perwitasari; Wahyu Widyaningsih
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.097 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i2.24123

Abstract

Apotek merupakan salah satu tempat pelayanan kesehatan yang menyediakan kebutuhan pasien, salah satunya obat-obatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan pemberian konseling terhadap kepatuhan dan kesembuhan pasien geriatri yang melakukan pengobatan sendiri di Apotek Afina (AF) dan Apotek Farmarin (FARM). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan membandingkan kelompok pasien geriatri di Apotek AF dengan kelompok pasien geriatri di Apotek FARM. Pasien di Apotek AF akan diberi konseling oleh Apoteker, sedangkan di Apotek FARM diberikan informasi obat. Data yang diperoleh meliputi data demografi responden, riwayat penyakit, obat yang digunakan, kepatuhan penggunan obat, dan kesembuhan pasien yang dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran pasien geriatri yang melakukan pengobatan sendiri di Apotek AF dan FARM. Analisis chi square dilakukan untuk melihat pengaruh konseling terhadap kepatuhan dan konseling terhadap kesembuhan. Hasil analisis chi square antara pemberian konseling terhadap kepatuhan maupun kesembuhan didapatkan p

Page 1 of 1 | Total Record : 5