cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3 (2015)" : 5 Documents clear
PENGARUH KONSENTRASI MAHKOTA DEWA TERHADAP STABILITAS LOTION – KRIM SERTA UJI TABIR SURYA SECARA SPEKTROFOTOMETRI Abdul Karim Zulkarnain; Marchaban Marchaban; Subagus Wahyuono; Ratna Asmah Susidarti
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.362 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i3.24124

Abstract

Ekstrak daun mahkota dewa mengandung senyawa turunan benzofenon yang memiliki aktivitas sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik dan kimia lotion dan krim o/w serta aktivitasnya sebagai tabir surya dengan spektrofotometer. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi metanol lalu diformulasi menjadi Lotion dan krim o/w serta diuji stabilitas fisik dan kimianya serta diuji SPF nya secara in vitro dengan spektrofotometer. Hasil studi menunjukkan bahwa formula lotion dan krim o/w ekstrak mahkota dewa stabil selama penyimpanan 6 minggu. Kenaikan konsentrasi mahkota dewa akan menaikkan viskositas Lotion dan krim o/w secara signifikan. Krim selama penyimpanan lebih stabil homogenitasnya dibanding dengan lotion yaitu pada minggu ke enam minyak dari sediaan lotion mulai terlihat warna coklat dipermukaannya sedangkan krim lebih viskes dibanding dengan lotion. Sediaan selama penyimpanan 6 minggu memiliki kandungan phalerin yang relatif stabil. Aktivitas sediaan secara in vitro menunjukkan bahwa nilai SPF pada kadar ekstrak mahkota dewa 6 %, 8 % dan 10 % berturut turut untuk krim adalah 8,60, 11,51, 16,04 sedangkan SPF untuk lotion adalah 7,45, 10,83 dan 15,01 %. Sediaan lotion dan krim mahkota dewa stabil selama penyimpanan dan memiliki aktivitas sebagai tabir surya.
OPTIMASI FORMULA SEDIAAN LIPSTIK EKSTRAK ETANOLIK UMBI UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS L.) DENGAN KOMBINASI BASIS CARNAUBA WAX DAN PARAFFIN WAX MENGGUNAKAN METODE SLD (SIMPLEX LATTICE DESIGN) Yogaswara Tawang Gumbara; Mimiek Murrukmihadi; Sri Mulyani
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.425 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i3.24125

Abstract

Sifat fisik lipstik ditentukan dari basis waxes. Waxes yang sering digunakan pada pembuatan lipstik yaitu paraffin wax dan carnauba wax. Paraffin wax harus dikombinasikan dengan wax lain agar tidak menjadikan lipstik rapuh. Ekstrak etanolik umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) mengandung antosianin yang berpotensi sebagai zat warna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi komposisi paraffin wax dan carnauba wax yang memberikan formula optimum dan mengetahui sifat fisiknya. Serbuk kering umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) diekstraksi dengan etanol 96% dalam suasana asam, dikentalkan, kemudian diidentifikasi senyawa antosianin. Delapan formula lipstik menggunakan 15% ekstrak dengan variasi basis paraffin wax dan carnauba wax diuji sifat fisisnya meliputi daya kekerasan, daya lekat, titik leleh, uji pH, dan hedonik. Formula optimum didapatkan dengan metode Simplex Lattice Design. Hasil dianalisis dengan software Design Expert 9.0.3.1. Verifikasi formula optimum dilakukan dengan menguji sifat fisik yang kemudian dianalisis menggunakan one-sample t-test. Formula optimum sediaan lipstik ekstrak etanolik umbi ubi jalar ungu mengandung carnauba wax sebesar 13,51 % dan paraffin wax sebesar 11,49 % dengan sifat fisisnya yaitu, daya kekerasan sebesar 1466,67 ± 163,299 gram, titik leleh sebesar 67,67 ± 0,516oC, daya lekat sebesar 82,83 ± 7,223 detik, dan memiliki tingkat kesukaan sebesar 70,83 ± 3,764%.
PENERAPAN KONSEP HARGA OBAT UNTUK MENETAPKAN POLA TARIF JASA PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KABUPATEN KUDUS Vinska Adistapramesti; Marchaban Marchaban
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.31 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i3.24126

Abstract

Apoteker adalah profesi yang salah satu cirinya adalah memberikan jasa berupa pelayanan kefarmasian kepada pasien di fasilitas pelayanan kefarmasian. Namun hingga saat ini, belum diterapkan penarikan tarif jasa pelayanan kefarmasian untuk apoteker di apotek. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perkiraan tarif jasa pelayanan kefarmasian untuk obat non resep yang dapat diambil oleh apoteker di apotek tanpa memberatkan pasien. Penelitian mengumpulkan data berupa omzet dan jumlah penjualan obat non-resep dari empat apotek di Kabupaten Kudus selama periode Januari-Maret 2015, serta cara penentuan harga obat pada tiap-tiap apotek. Analisis dilakukan dengan mengkonversi laba yang diperoleh dari penjualan obat non resep menjadi tarif jasa pelayanan kefarmasian untuk apoteker. Hasil analisis kuantitatif dari keempat apotek menunjukkan bahwa rata-rata tarif jasa pelayanan kefarmasian yang dapat diambil oleh apoteker untuk tiap obat non resep yang dijual adalah sebesar Rp 1.081,99. Simulasi penerapan tarif jasa pelayanan kefarmasian dengan metode cost plus fixed fee pricing membuat 13 dari 30 sampel obat mengalami penurunan harga, sedangkan 17 obat lainnya mengalami kenaikan harga.
OPTIMASI FORMULASI TABLET SUSTAINED-RELEASE NIFEDIPIN KOMBINASI NATRIUM ALGINAT DAN HPMC K15M SEBAGAI MATRIKS MUKOADHESIF SECARA SIMPLEX LATTICE DESIGN Rizqi Fitria Yanuar; T.N. Saifullah Sulaiman; Ilham Kuncahyo
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.755 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i3.24128

Abstract

Nifedipin digunakan untuk obat angina dan hipertensi dengan waktu paruh yang singkat (2-4 jam) dan terabsorbsi baik di lambung sehingga cocok dibuat sediaan tertahan di lambung dengan sistem mukoadhesif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi Na alginat dan HPMC K15 M terhadap sifat fisik dan pelepasan obat serta menentukan proporsi optimum kombinasi Na alginat dan HPMC K15M sebagai polimer bioadhesif. Pembuatan tablet menggunakan metode granulasi kering dengan perbandingan berbagai perbandingan Na alginat (A) dan HPMC K15M (B) dengan model simplex lattice design. F1 (100% A), F2 (75% A : 25% B), F3 (50% A : 50% B), F4 (25% A : 75% B), dan F5 (100% B). Setiap tablet mengandung 20 mg nifedipin dengan bobot total 250 mg dan dilakukan uji sifat fisik granul dan tablet serta uji disolusi. Waktu alir, kekerasan, daya mukoadhesif, dan DE360 sebagai parameter formula optimum yang diolah dengan software Design Expert versi 8.0. Hasil penelitian untuk waktu alir dari interaksi antara Na alginat dan HPMC K15M dapat meningkatkan waktu alir, menurunkan kekerasan, meningkatkan daya mukoadhesif, dan peningkatan pelepasan obat. Proporsi formula optimum diperoleh pada Na alginate 10,00 – 33,75 mg dan HPMC K15M 36,25 – 60,00 mg. Hasil disolusi menunjukkan bahwa kombinasi dari Na alginat dan HPMC K15M dapat meningkatkan obat terlepas. kinetika pelepasan obat mengikuti orde nol dengan model pelepasan higuchi. Verifikasi formula optimum didapat pada daerah 21 mg Na alginat dan 49 mg HPMC K15M menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara data prediksi dengan percobaan pada parameter optimum yang digunakan.
ANALISIS KESESUAIAN RESEP UNTUK PASIEN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DENGAN INDIKATOR PERESEPAN WHO 1993 PADA INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN DI RSUD UNGARAN PERIODE JANUARI - JUNI 2014 Ragil Setia Dianingati; Septimawanto Dwi Prasetyo
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.539 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i3.24129

Abstract

Rumah sakit sebagai instansi penyedia layanan kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai jaminan sosial untuk masyarakat Indonesia yang berlaku sejak 1 Januari 2014 memerlukan suatu pantauan dan evaluasi yang berkelanjutan untuk menjaga rasionalitas pengobatan dan kualitas pelayanan kesehatan. Indikator yang dapat dipakai untuk melihat rasionalitas penggunaan obat adalah indikator peresepan WHO 1993. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian resep untuk pasien JKN pada instalasi farmasi rawat jalan di RSUD Ungaran dengan indikator peresepan WHO 1993 dan Formularium Nasional (Fornas). Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar untuk evaluasi dan masukan bagi rumah sakit, dokter, apoteker, serta pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan memberikan pengobatan yang rasional. Diambil 739 lembar resep sebagai sampel yang dikumpulkan selama bulan Januari – Juni 2014 dari 7781 lembar resep yang ada. Hasil perhitungan rata-rata jumlah item obat tiap lembar resep 3,2 (> 1,2-2,2), hasil perhitungan persentase penggunaan obat generik adalah 68,84 % (< 82,00 %), hasil perhitungan persentase penggunaan antibiotik dan injeksi adalah 24,63% (> 22,70%) dan 6,77% (> 0,00%). Hasil perhitungan persentase kesesuaian obat dengan Fornas adalah 61,76% (

Page 1 of 1 | Total Record : 5