cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2020)" : 15 Documents clear
Kinerja Karyawan Klinik Syifa Medical Center Jakarta Ditinjau dari Kompensasi, Motivasi Kerja, dan Budaya Organisasi M. Fathan Nugrah Utama; Sampurno Sampurno; Djoharsyah Djoharsyah
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.833 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i1.48716

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh variabel kompensasi, motivasi kerja dan budaya organisasi untuk mengetahui bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja karyawan di Klinik Syifa Medical Center. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 152 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu nonprobability sampling dan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan pengukuran skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 22.2%, variabel motivasi kerja memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 31.1%, variabel budaya organisasi memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 18.4%, pengaruh variabel kompensasi, motivasi kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan berpengaruh secara signifikan sebesar 32.6%.
Studi Perbandingan Disolusi In-Vitro Pada Formula Tablet Levofloksasin Immediate-Release Menggunakan Variasi Kadar Disintegran Sodium Starch Glycolate Shesanthi Citrariana; Endang Lukitaningsih; Akhmad Kharis Nugroho
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.539 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i1.48941

Abstract

Levofloksasin merupakan antibiotik yang digunakan dalam terapi Community Acquired Pneumonia (CAP) dengan prevalensi cukup tinggi di Indonesia. Sodium starch glycolate (SSG) merupakan eksipien yang berfungsi sebagai disintegran. SSG direkomendasikan dalam formula tablet dengan konsentrasi 1-4% karena konsentrasi yang lebih tinggi dapat mengurangi kemampuan disintegrasinya. Kinetika pelepasan obat memiliki nilai yang sangat penting dalam pengembangan dan kontrol kualitas obat. Perubahan kualitatif dan kuantitatif eksipien dalam formula dapat mengubah kinetika pelepasan dan kinerja in-vivo. Peneliltian ini bertujuan untuk melakukan studi perbandingan kinetika pelepasan obat pada tablet levofloksasin yang diformulasikan menggunakan berbagai konsentrasi SSG. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa konsentrasi SSG 1,33-5,33% dalam formula tidak memberikan perbedaan model kinetika pelepasan obat. Hal ini terlihat dari nilai f1 (3,12-8,50) dan f2 (56,16-77,43) yang berada pada rentang kriteria. Tablet levofloksasin Immediate-release (IR) yang diformulasikan, mengikuti pemodelan First-Order kinetik dengan kriteria nilai R2_adj tertinggi, MSE dan AIC terkecil, serta MSC terbesar dibandingkan dengan model kinetika lainnya. Pemodelan menggunakan Korsmeyer-Peppas memperlihatkan bahwa mekanisme transport dari tablet levofloksasin mengikuti persamaan Fickian semu (n<0,5) sehingga menggambarkan pelepasan obat dari matriks non-swellable.
Pengaruh pH Terhadap Stabilitas Alpha Arbutin dalam Gel Niosom Dea Pertiwi; Rise Desnita; Sri Luliana
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.347 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i1.49446

Abstract

Alpha arbutin merupakan salah satu agen pencerah kulit yang terdegradasi dalam sediaan larutan pada pH kurang dari 3,0 dan pH lebih dari 6,5. Sistem penghantaran niosom dapat meningkatkan stabilitas alpha arbutin dalam sediaan gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap stabilitas gel niosom alpha arbutin. Uji stabilitas dilakukan menggunakan formulasi gel alpha arbutin dan gel niosom alpha arbutin yang dibuat dalam pH sediaan 6, 7 dan 8 selama 28 hari. Pengukuran kadar alpha arbutin menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan waktu kadaluarsa gel alpha arbutin dengan sistem niosom lebih lama dibandingkan tanpa sistem niosom pada setiap pH. Sediaan gel niosom alpha arbutin dan gel alpha arbutin pada pH 7 memiliki kestabilan lebih baik daripada sediaan gel pH 6 dan 8. Gel niosom alpha arbutin dan gel alpha arbutin pada pH 7 tidak mengalami perubahan organoleptis selama penyimpanan 28 hari. Hasil uji analisis Independent-Sampel T Test dengan nilai p<0,05 menunjukkan pada pH 7 berbeda signifikan antara formula gel alpha arbutin dan gel niosom alpha arbutin. Waktu kadaluarsa sediaan gel alpha arbutin pH 7 dengan sistem niosom dan tanpa sistem niosom masing-masing selama 24 hari dan 14 hari. Kesimpulannya adalah sistem niosom dapat meningkatkan stabilitas alpha arbutin pada rentang pH yang diteliti. 
Dampak Merokok Terhadap Kematian Dini Akibat Kanker di Indonesia: Estimasi Years of Life Lost (YLL) Pia Rika Puspawati; Susi Ari Kristina; Chairun Wiedyaningsih
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.062 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i1.49790

Abstract

Penggunaan tembakau merupakan salah satu penyebab terjadinya kematian dini di dunia. Seseorang yang merokok tembakau mendapat paparan lebih dari 7000 zat kimia mematikan, dimana 70 diantaranya bersifat karsinogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah tahun yang hilang akibat kematian dini yang terjadi karena penyakit kanker yang disebabkan oleh merokok di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian epidemiologi deskriptif menggunakan estimasi berdasarkan prevalence-based dengan data angka kematian penyakit kanker berdasarkan data Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) tahun 2018. Penelitian ini mengkaji jumlah tahun yang hilang akibat kematian dini yang terjadi karena penyakit kanker akibat merokok yang dinyatakan dalam nilai Years of Life Lost (YLL). Hasil dari penelitian ini, nilai YLL tertinggi adalah pada penyakit kanker paru-paru (31.820 orang tahun), kanker hati (11.700 orang tahun) dan kanker kandung kemih (2.873 orang tahun). Pada pria, urutan nilai YLL yang paling tinggi adalah kanker paru-paru (27.213), kanker hati (11.412), dan kanker kandung kemih (2.703,74). Pada wanita nilai YLL tertinggi adalah kanker paru-paru (4.507,7), pada urutan kedua adalah kanker serviks (1.782,41), dan kanker ovarium (1.442,99) pada urutan ketiga. Secara keseluruhan, penyakit kanker akibat merokok menyebabkan 59.071,60 tahun yang hilang akibat kematian dini di Indonesia. Penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pembuatan kebijakan terkait merokok dengan basis ilmiah
Nilai Antioksidan dan Spf dari Kombinasi Minyak Biji Wijen (Sesamum indicum L.) dan Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) Yanthy Susanti; Anny Victor Purba; Deni Rahmat
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.108 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i1.52243

Abstract

Minyak wijen dan minyak biji bunga matahari yang mengandung Vitamin E dan β-Karoten dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan dan tabir surya. Penelitian aktivitas tabir surya pada minyak wijen memberi hasil nilai SPF sebesar 1,77. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi minyak wijen dan minyak biji bunga matahari yang memiliki aktivitas antioksidan dan nilai SPF yang optimal. Metode yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan dengan metode peredaman radikal bebas, nilai SPF diperoleh dengan menghitung harga AUC kurva hubungan antara panjang gelombang dengan serapan yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan minyak wijen memiliki aktivitas antioksidan (IC50) sebesar 267 µg/mL dan nilai SPF sebesar  1,46 pada konsentrasi 125µg/mL, minyak biji bunga matahari memiliki aktivitas antioksidan (IC50) sebesar 88,37 µg/mL dan nilai SPF 1,14 pada konsentrasi 125µg/mL, kombinasi kedua minyak memiliki aktivitas antioksidan sebesar (IC50) sebesar 118,04 µg/mL dan nilai SPF 1,78 pada konsentrasi 125µg/mL.

Page 2 of 2 | Total Record : 15