cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 3 (2022)" : 18 Documents clear
Faktor yang Memengaruhi Biaya Out Of Pocket (OOP) Pelayanan Kesehatan Pasien Rawat Jalan: Analisa Data Sekunder Indonesia Family Life Survey Gelombang 4 (IFLS4) Ceria Rizki Amalia; Dwi Endarti; Anna Wahyuni Widayati
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i3.67648

Abstract

Kebutuhan pelayanan kesehatan akibat sakit muncul secara sporadik dan tidak dapat diprediksi yang memberikan beban ekonomi pada pasien. Semakin besar biaya kesehatan yang dikeluarkan oleh individu dapat memperburuk kondisi keuangan rumah tangga. Penelitian ini difokuskan untuk menganalisa biaya kesehatan Out Of Pocket (OOP) pelayanan kesehatan rawat jalan akibat sakit berdasarkan perspektif pasien, serta faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada biaya OOP akibat pelayanan kesehatan rawat jalan sakit berdasarkan perspektif pasien. Penelitian ini menggunakan rancangan studi observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder yang diperoleh dari IFLS4 tahun 2007. Data utama yang digunakan berisi karakteristik demografi dan karakteristik kesehatan responden sebagai variabel bebas, serta biaya OOP sebagai variabel terikat. Analisa data menggunakan analisa deskiptif dan analisis inferensial menggunakan modiefied linear regression sebagai teknik analisa utama. Biaya OOP pasien rawat jalan untuk biaya medis langsung pengobatan tidak termasuk obat resep berdasarkan hasil analisis pada IFLS4 tahun 2007 sebesar Rp. 20.815,71, dengan dipengaruhi oleh sepuluh variabel sosiodemografi-kesehatan meliputi pendidikan, status pekerjaan, pendapatan, latar belakang ekonomi, provinsi, pelayanan kesehatan yang digunakan, jarak ke pelayanan kesehatan, waktu perjalanan, waktu tunggu dilayani dan penyakit kronis. Berdasarkan IFLS4 tahun 2007 Indonesia masih sangat minim penggunaan asuransi kesehatan oleh pasien rawat jalan akibat sakit. Proteksi keuangan dibutuhkan oleh masyarakat untuk menghindari pengeluaran biaya kesehatan yang bersifat katastropik.
Evaluasi Kesesuaian Antibiotik Empiris Terhadap Clinical Outcome pada Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) di RSUD Sijunjung, Sumatera Barat Yeli Trimayanti; Titik Nuryastuti; Nunung Yuniarti
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i3.67901

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan kondisi ditemukannya mikroorganisme dalam jumlah sangat banyak pada urin sehingga menimbulkan infeksi pada saluran kemih. Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi pada pengobatan infeksi menimbulkan permasalahan, terutama resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik salah satunya disebabkan oleh peresepan antibiotik yang tidak sesuai yang dapat mempengaruhi clinical outcome pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian penggunaan antibiotik empiris yang digunakan terhadap clinical outcome pada pasien ISK di rawat inap RSUD Sijunjung, Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif-analitik dengan desain cohort retrospektif. Subjek penelitian pasien dewasa dengan ISK di rawat inap RSUD Sijunjung periode Januari 2018 - Desember 2019.  Dari 90 pasien ISK (121 regimen antibiotik) yang memenuhi kriteria inklusi. Pemberian antibiotik yang sesuai ditemukan sebanyak 67,77% (82 regimen) dan yang tidak sesuai 32,23% (39 regimen) yaitu 29,75% (36 regimen) dengan durasi pemberian terlalu singkat, 1,65% (2 regimen) interval tidak tepat dan 0,83% (1 regimen) dosis kurang. Hasil analisis dengan uji Fisher hubungan kesesuaian penggunaan antibiotik empiris terhadap clinical outcome pada pasien ISK di rawat inap RSUD Sijunjung tidak menunjukkan hasil yang bermakna secara statistik dengan nilai probabilitas 0,057 (p > 0,05) yang berarti kesesuaian terapi antibiotik empiris pada pasien ISK tidak berhubungan dengan clinical outcome pasien.
Pengaruh Konseling Apoteker terhadap Kepatuhan dan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Program Rujuk Balik di Apotek Nur Aini Budiyanti; Chairun Wiedyaningsih; Tri Murti Andayani
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i3.68586

Abstract

Peran apoteker berupa konseling penting untuk meningkatkan kepatuhan dan kualitas hidup pasien, sehingga tujuan dari Program Rujuk Balik (PRB) dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling apoteker terhadap kepatuhan dan kualitas hidup pasien hipertensi Program Rujuk Balik di Apotek Kimia Farma Palagan. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental pretest-postest control group. Data diperoleh dari kuesioner Medication Adherence Report Scale (MARS) dan WHOQOL-BREF pasien hipertensi program rujuk balik di Apotek Kimia Farma Palagan periode Februari 2021 sampai Mei 2021. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 23 responden untuk kelompok kontrol dan 22 responden untuk kelompok konseling. Metode konseling yang digunakan berupa konseling obat oleh apoteker. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendapatkan gambaran karakteristik pasien. Analisis perbandingan selisih skor pretest dan posttest konseling terhadap kepatuhan dan kualitas hidup menggunakan uji nonparametrik Wlicoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan konseling oleh apoteker, terjadi peningkatan skor yang bermakna pada kepatuhan serta kualitas hidup pasien pada domain kesehatan fisik dan domain lingkungan, masing-masing meningkat sebesar 1,1; 8,5; dan 4,5. Kualitas hidup pasien pada domain psikologis dan sosial tidak mengalami peningkatan skor yang bermakna (p>0,05). Konseling yang dilakukan oleh apoteker meningkatkan kepatuhan dan kualitas hidup pada domain kesehatan fisik dan lingkungan, namun tidak meningkatkan kualitas hidup pasien pada domain psikologis dan sosial.
Cost Consequence Analysis Analysis Penggunaan Antibiotik pada Penyakit Apendisitis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Farah Widya Kautsari; Dyah A Perwitasari; Endang Yuniarti
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i3.70312

Abstract

Apendisitis merupakan salah satu penyakit tidak menular tertinggi di Indonesia pada rawat inap di rumah sakit. Sehingga pengobatan apendisitis perlu dikontrol, salah satunya dengan penggunaan Clinical Pathway (CP). Clinical pathway (CP) merupakan salah satu strategi untuk meminimalkan pemakaian sumberdaya. Untuk itu, diperlukan penelitian untuk menganalisis biaya penggunaan antibiotik pada pasien apendisitis yang sesuai clinical pathway pada pasien apendisitis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Rancangan penelitian ini adalah cohort retrospektif dengan metode penelitian Cost Consequence Analysis (CCA) pada pasien rawat inap apendisitis dengan perspektif Rumah Sakit. Sampel pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu sesuai clinical pathway dan tidak sesuai dengan clinical pathway. Data yang diambil adalah data biaya medis langsung pasien apendisitis, kesesuaian clinical pathway dan LOS pada periode Januari-Desember 2019. Data tersebut dianalisis kesesuaian penerapan clinical pathway-nya kemudian dilihat konsekuensinya berupa LOS dan biaya medis langsung. Hasil penelitian akan ditampilkan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Terdapat 73 pasien yang masuk dalam subyek penelitian. Jumlah pasien yang sesuai clinical pathway 55 pasien (75,3 %) dan yang tidak sesuai clinical pathway 18 pasien (24,7 %). Kesesuaian peresepan antibiotik sesuai CP sebesar 73,97%. 2. Biaya medis langsung total kelompok sesuai CP (ceftriaxone) adalah Rp 7.681.672 dengan rincian biaya obat sebesar 2.528.560 dan biaya jasa Rp 5.153.112. Sedangkan kelompok tidak sesuai CP adalah Rp 8.489.481 dengan rincian biaya obat sebesar Rp 3.016.539 biaya jasa Rp 5.603.342. LOS kelompok sesuai CP adalah 3,18 hari sedangkan kelompok tidak sesuai CP adalah 4,33 hari. Perbedaan biaya medis langsung dari kelompok sesuai CP dan tidak sesuai CP dengan INA-CBG’s adalah Rp 431.304 dan Rp 985.227. Berdasarkan uji chi square terdapat hubungan yang signifikan antara kesesuaian CP dengan lama rawat inap dengan RR 1,517 dan p value 0,03. Kesimpulan bahwa penerapan clinical pathway pasien apendisitis di Rumah Sakit dapat memperpendek LOS dan menghemat biaya medis langsung.
Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Swamedikasi Demam: Kajian Literatur Melansia Susanti Wolla; Aris Widayati
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i3.71851

Abstract

Swamedikasi untuk mengatasi demam merupakan tindakan yang lazim di kalangan masyarakat Indonesia. Namun demikian, swamedikasi yang dilakukan oleh masyarakat dapat menimbulkan masalah terkait penggunaan obat, karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit yang diderita dan obat yang digunakan, serta bagaimana menggunakannya dengan tepat. Oleh karena itu, kajian literatur ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi untuk demam. Penelusuran literatur dilakukan pada data-base Google Scholardan portal Garuda. Kriteria inklusi literatur yang dicari adalah artikel yang tercapai lima tahun terakhir dan yang membahas pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi demam. Terdapat empat literatur yang ditemukan dari pencarian dan kriteria kriteria inklusi. Hasil kajian terhadap empat literatur menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi demam termasuk dalam kategori baik dan cukup
Narrative Review : Probiotik Sebagai Antijerawat Dalam Sediaan Topikal Gigih Mukti Leksono; Angi Nadya Bestari; Purwanto Purwanto
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i3.72962

Abstract

Jerawat adalah inflamasi kulit kronis yang terjadi pada banyak orang yang disebabkan salah satunya oleh ketidakseimbangan mikrobioma (disbiosis) kulit berupa hiperkolonisasi Cutibacterium acnes. Probiotik mampu menekan patogen dalam saluran pencernaan dan beberapa tahun terakhir telah dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam kosmetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai potensi produk topikal mengandung probiotik dalam aktivitas sebagai antijerawat. Penelitian ini dilakukan dengan cara narrative review dan dilakukan dalam empat tahap yaitu penentuan kata kunci, kriteria inklusi dan eksklusi, seleksi literatur, dan analisis hasil. Pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik daring seperti Scopus, PubMed, Science Direct, dan Wiley Online Library. Dari review yang dilakukan diperoleh data bahwa berbagai jenis probiotik memiliki aktivitas antimikroba, khususnya antijerawat melalui ekskresi hidrogen peroksida, senyawa asam, bakteriosin, dan bacteriocin-like inhibitory substances (BLIS). Probiotik dapat dimanfaatkan dalam kondisi hidup maupun tak hidup, diformulasikan menjadi berbagai jenis sediaan topikal, dan terbukti bermanfaat sebagai antijerawat dengan penggunaan yang sesuai.
Challenges and potentials of developing domperidone into the transdermal delivery Sekar Ayu Pawestri; Akhmad Kharis Nugroho; Endang Lukitaningsih; Purwantiningsih Purwantiningsih
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i3.74154

Abstract

Nausea, which often coexists with vomiting, is an uneasy sensation in the stomach caused by several factors. Oral domperidone is widely prescribed in nausea treatment. The low bioavailability of oral domperidone makes a patient take the drug more frequently, even though some patients have difficulty swallowing the drug when suffering nausea. Recently, the drug formulation development for transdermal delivery systems is expected to increase in the future. Practical and increase patient comfortable is the notable advantages of using transdermal dosage form. Domperidone is currently being studied into various pharmaceutical dosage forms with the transdermal route. This present article provides summaries of the constraints also the current formulation development of domperidone which shows the potential of domperidone in transdermal delivery.
Profil Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di Apotek Afina Dwi Hastuti
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i3.77737

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi yang ditandai dengan tekanan darah di atas normal secara menetap dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tenanan darah diastolik ≥90 mmHg. Tekanan darah tidak terkontrol pada pasien hipertensi dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ginjal kronik (PGK) karena hilangnya sejumlah besar nefron fungsional yang bersifat progresif dan irreversible. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi pada pasien hipertensi meliputi jenis kelamin, golongan obat antihipertensi, dosis dan aturan pakai obat. Desain yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif observasional. Penelitian dilakukan di Apotek Afina Yogyakarta pada periode bulan Juli-Desember 2020 dengan total 242 resep dan berisi 342 item obat. Hasil pada penelitian ini diperoleh pasien hipertensi paling banyak berjenis kelamin perempuan 150 orang (62,0%) dengan peresepan terbanyak adalah nama generik 273 item (79,8%), dengan golongan obat terbanyak CCB yaitu amlodipine dengan dosis 1x5 mg sebanyak 83 item (68,03%).

Page 2 of 2 | Total Record : 18