cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2011)" : 5 Documents clear
MIKROKAPSULASI NATRIUM DIKLOFENAK DENGAN MATERIAL PENYALUT METHOCEL E6 PREMIUM LVEP® T.N Saifullah Sulaiman; Asfiratna Asfiratna; Siti Zahliyatul M
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1581.252 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i1.24025

Abstract

Mikrokapsulasi merupakan suatu proses pembuatan mikrokapsul dengan menggunakan penyalut yang relatif tipis pada partikel-partikel kecil zat padat, tetesan cairan atau dispersi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pelepasan sediaan mikrokapsul lepas lambat dengan penyalut methocel E6 premium LV EP® dengan berbagai konsentrasi pada pH 7,4. Methocel E6 Premium LV EP® dapat digunakan sebagai penyalut pada proses mikrokapsulasi karena kemampuannya untuk memberikan lapisan tipis yang kohesif dengan inti. Mikrokapsul dibuat dengan cara natrium diklofenak didispersikan ke dalam larutan penyalut dengan perbandingan 1:0,7; 1:0,85 dan 1:1,. Proses mikrokapsulasi dilakukan dengan menggunakan metode spray drying. Mikrokapsul yang diperoleh di uji disolusi dan evaluasi ukuran partikel. Data disolusi dibuat plot kadar obat terdisolusi versus waktu dan akar waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penambahan penyalut methocel E6 premium LV EP® dengan variasi konsentrasi pada masing-masing formula mempengaruhi kecepatan pelepasan obat. Semakin besar konsentrasi penyalut yang ditambahkan maka kecepatan pelepasan obat akan semakin kecil.
RASIONALITAS PENGOBATAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS (COMMON COLD) DI PUSKESMAS X KOTA YOGYAKARTA Satibi Satibi; Indra Gunawan
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i1.24026

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Atas (common cold) merupakan sepuluh penyakit terbesar di Puskesmas, sehingga perlu adanya suatu ketepatan evaluasi terapi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang rasionalitas pengobatan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (common cold) di Puskesmas X Yogyakarta selama periode Juli-Desember 2005, lalu mengevaluasinya dengan pedoman pengobatan dasar yang diterbitkan Departemen Kesehatan RI Tahun 2001. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif menggunakan bahan berupa buku status pasien yang berisi nomor indeks, nama, jenis kunjungan, jenis kelamin, diagnosa, pengobatan, frekuensi, dosis, dan rute penggunaan obat semua pasien yang terdiagnosa Infeksi Saluran Pernafasan Atas (common cold) selama periode Juli-Desember 2005. Ukuran sampel yang digunakan sebanyak 244 pasien. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental deskriptif evaluatif. Berdasarkan hasil penelitian, obat yang digunakan untuk terapi ISPA (common cold) yaitu; antibiotik 20,08%, analgetik-antipiretik 71,72%, antihistamin 78,28%, obat batuk 89,75%, vitamin 46,72%, dan penggunaan obat-obat lain (kortikosteroid, dekongestan nasal, antasida, obat asma, antidiabetes, dan antihipertensi) sejumlah 39,75%. Sedangkan evaluasi rasionalitas pengobatannya yaitu tepat indikasi 75,00%, tepat pasien 80,74%, tepat obat 76,64%, dan tepat dosis (takaran, frekuensi dan lama pemberian) untuk parasetamol 100%, dekstrometorfan 100%, efedrin 100%, kaptopril 100%, furosemid 0%, hidroklortiazid 0%, nifedipin 100%, glibenklamid 100%, metformin 100%, serta antasida 100%.
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KEBERADAAN ALKALOID DALAM SIRUP FRAKSI ALKALOID Mimiek Murrukmihadi; Subagus Wahyuono; Marchaban Marchaban; Sudibyo Martono
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1938.429 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i1.24027

Abstract

Bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai peluruh dahak secara tradisional. Telah diisolasi alkaloid dalam kembang sepatu sebagai senyawa penanda (marker) dan telah diduat sebagai sediaan sirup. Oleh karena itu perlu diteliti pengaruh suhu penyimpanan terhadap keberadaan alkaloid dalam sirup fraksi alkaloid. Fraksi alkaloid hasil fraksinasi ekstrak alkaloid dari bunga kembang sepatu dibuat sediaan sirup kemudian disimpan dalam suhu kamar, suhu 40, 55, dan 70 0C selama 4 minggu. Keberadaan alkaloid dalam sirup setelah penyimpanan ditentukan dengan KLT-Densitometri dengan menggunakan kurva baku isolat (alkaloid) hubungan antara kadar dan AUC. Hasilnya menunjukkan bahwa senyawa alkaloid dalam sediaan sirup fraksi tidak dapat ditentukan secara KLT-densitometri. Harga hRf senyawa penanda pada fraksi yang telah diformulasikan dalam sediaan sirup mengalami perubahan. Dilihat dari nilai hRf yang nampak, maka senyawa penanda mengalami peningkatan polaritas.
PELAKSANAAN KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG PENGGUNAAN OBAT GENERIK DI RUMAH SAKIT UMUM PEMERINTAH TIPE B SE-EKS KARESIDENAN SURAKARTA Nutrisia Aquariushinta Sayuti; Djoko Wahyono; Susi Ari Kristina
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.997 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i1.24023

Abstract

Dalam rangka memenuhi kebutuhan obat dan untuk menjamin aksesibilitas obat di masyarakat, pemerintah mengeluarkan kebijakan penulisan obat generik di fasilitas kesehatan pemerintah dan harga obat. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif. Data kuantitatif dari observasi formularium dan resep bulan Juli sampai September 2010. Data kualitatif dari hasil wawancara. persentase obat generik yang ada di formularium adalah 33,81 %, persentase kesesuaian obat generik di formularium terhadap kepmenkes adalah 75,47 %, persentase item obat generik yang sering diresepkan berdasarkan formularium 74,02%, persentase item obat generik yang terlayani terhadap yang diresepkan 97,57 %, persentase item obat generik di formularium yang ditulis obat bermerk 14,26%, persentase resep obat generik 80,67 %, persentase resep obat generik yang diganti branded 0,30 %, persentase resep obat generik yang tidak terlayani 0,32%, persentase resep obat bermerek yang diganti generik adalah 8,81 %. Kendala dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah tentang penggunaan obat generik di rumah sakit umum tipe B se-eks Karesidenan Surakarta adalah ketidakaktifan Panitia Farmasi dan Terapi dalam sosialisasi dan merevisi formularium agar lebih sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang penggunaan obat generik.
PERUMUSAN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT JASA KARTINI TASIKMALAYA DENGAN ANALISIS SWOT Githa Fungie Galistiani; Lukman Hakim; Satibi Satibi
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.675 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i1.24024

Abstract

Kualitas pelayanan rumah sakit berkaitan erat dengan kualitas pelayanan Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS). Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan perencanaan strategi dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien rawat yang sesuai dengan kondisi lingkungan IFRS Jasa Kartini Tasikmalaya.Rancangan penelitian bersifat non eksperimental, jenis deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif yang didapat dengan wawancara secara mendalam, kemudian sebagai data pendukung dilakukan penelitian secara kuantitatif menggunakan kuesioner untuk mengetahui kepuasan pasien rawat jalan, kondisi skala semangat kerja dan kepuasan kerja karyawan. Informasi dianalisis menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai dasar perumusan faktor-faktor strategis, yang selanjutnya dilakukan analisis menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).Hasil analisis gap kualitas pelayanan IFRS Jasa Kartini Tasikmalaya untuk kelima dimensi kualitas pelayanan adalah Responsiveness (-0,61); Emphaty (-0,23); Assurance (-0,17); Reliability (-0,11) dan Tangibles (-0,06). Hasil analisis kuesioner kepuasan karyawan (2,6) dan skala semangat kerja (2,9). Hasil analisis kondisi lingkungan internal dan eksternal IFRS Jasa Kartini Tasikmalaya diperoleh posisi di kuadran I pada diagram analisis SWOT. Hasil analisis QSPM memprioritaskan strategi meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian, selalu mengikuti perkembangan ilmu kefarmasian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta melengkapi sarana dan prasarana IFRS Jasa Kartini Tasikmalaya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5