DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora
DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Terbit pada bulan April dan Oktober setiap tahun.
DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora memuat kajian-kajian ilmiah tentang pemikiran dalam bidang Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5 No 1 (2018): April"
:
12 Documents
clear
TAKHRIJ HADITS “LA YAQRA’ AL-JUNUB”
Mahbub Junaidi
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (402.263 KB)
Hadits sebagai sumber hukum islam kedua setelah al-Qur’an menjadi penting dikaji dan diteliti. Baik penelitan tersebut menyangkut otentisitas atau orisinilitas hadits yang dimaksud atau menyangkut konten/isi di dalamnya. Untuk menentukan otentisitas tersebut jama’ difahami terdapat istilah naqd al-sanad dan naqd al-matan, yaitu kritik sanad dan kritik matan. Sebagai contoh adalah hadits tentang larangan menyentuh dan membaca al-Qur’an bagi orang yang junub dan haidl. Sebagain orang mengatakan hadits tersebut lemah atau dhoif, sebagian mengatakan hasan dan sebagian mengatakan shohih atau setidaknya shohih lighoirihi. Tulisan ini mencoba untuk sedikit melihat hadits tersebut dari aspek sanad atau naqd sanad-nya. Kritik sanad ini penting -walaupun tidak dapat merinci secara detail dan dalam-, setidaknya gambaran umum tentang posisi dan kualitas hadits tersebut dapat diketahui.
TAPE RECORDER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENYIMAK
Ida Latifatul Umroh
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.128 KB)
Menyimak adalah ketrampilan berbahasa pertama yang harus dikuasai siswa. Seperti halnya bayi yang baru lahir, sebelum bisa mengucapkan kata, kalimat dan bercerita, mereka mendengarkan suara yang ada di sekitarnya. Dalam pembelajaran bahasa kedua hendaknya guru melihat bagaimana anak memperoleh bahasa pertamanya. Jadi, mereka harus diajarkan menyimak terlebih dahulu, sebelum berbicara, membaca, dan menulis. Akan tetapi itu belum disadari oleh guru bahasa, (terutama guru bahasa Arab), sehingga kemampuan siswa terhadap menyimak terkesan masih lemah. Dalam pengajaran menyimak dibutuhkan media yang bisa membantu guru dalam menyampaikan materinya. Salah satu media yang bisa digunakan adalah tape recorder. Media ini dirasa sangat efektif dalam pembelajaran menyimak. Karna media ini bisa diputar beberapa kali sesuai keinginan penggunanya. Dengan media ini, guru bisa mempedengarkan bunyi-bunyi bahasa Arab sehingga pendengaran siswa menjadi terbiasa dengan bahasa asing tersebut.
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw
Imam Santoso
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (421.385 KB)
Proses pembelajaran agar dapat berjalan efektif maka guru harus melibatkan siswa secara aktif dalam dalam belajar. Penelitian tindakan kelas ini berdasarkan permasalahan yang ada dikelas VII-A SMP Sunan Drajat Sugio, yang prestasi belajar matematikanya masih rendah. Agar prestasi belajar matematika dapat meningkat maka salah satunya adalah menggunakan metode pembelajaran kooperatif model Jigsaw yaitu memberi kesempatan belajar kepada siswa semakin banyak dan optimal serta guru menunjukan keseriusan pada saat mengajar. Makin banyak siswa yang terlibat aktif dalam belajar, maka makin tinggi kemungkinan prestasi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Sunan Drajat Sugio sebanyak tiga siklus pada kelas VIIA Tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 28 siswa, dimana masing-masing siklus terdiri atas 2 pertemuan yang dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan September 2016.Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan metode pembelajaran kooperatif model Jigsaw memiliki dampak positif dalam peningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus yaitu pada siklus I 67,86 %, pada siklus II 82,14 %, dan pada siklus III 89,29 %.Penelitian tindakan kelas ini dapat membuktikan bahwa dengan metode pembelajaran kooperatif model Jigsaw dapat menigkatkan prestasi belajar siswa kelas VII-A SMP Sunan Drajat Sugio.
PENGGUNAAN PENDEKATAN CTL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DALAM MENGHAFAL RUMUS IPA
Maturi Maturi
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (136.253 KB)
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) dalam menghafal rumus IPA, untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menghafal rumus IPA dan untuk mengetahui prestasi belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran yang menerapkan pendekatan CTL dalam menghafal rumus IPA. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua tindakan dengan dua kali tindakan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Sunan Drajat Sugio Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 30 siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan menggunakan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) untuk menghafal rumus IPA dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa. Kemampuan pengelolaan pembelajaran guru dengan menerapkan pendekatan CTL untuk menghafalkan rumus IPA pada pokok bahasan usaha dan energi, mengalami peningkatan pada tiap tindakan. Respon siswa selama pembelajaran juga meningkat.dilihat dari angket siswa yang diberikan tiap selesai tindakan, yaitu (1) Apakah pembelajaran dengan menerapan pendekatan CTL menyenangkan, 83 % siswa menjawab ya pada tindakan I dan 100 % pada tindakan II. (2) Apakah pembelajaran dengan menerapan pendekatan CTL membuat kamu mudah menghafalkan rumus IPA, 67 % siswa menjawab ya, meningkat menjadi 93 % pada tindakan II. (3) Apakah pembelajaran dengan menerapan pendekatan CTL membuat kamu bisa mengerjakan soal IPA, pada putaran I siswa yang menjawab ya 80 % sedangkan pada putaran II 93 %, (4) Apakah kamu mengalami kesulitan dalam pembelajaran dengan menerapan pendekatan CTL, siswa yang menjawab tidak 83 % pada putaran I dan 90 % pada putaran II.Kemampuan siswa dalam menghafal rumus fisika juga meningkat, ini di lihat dari hasil observasi selama kegiatan pembelajaran yaitu: (1) Banyaknya siswa yang aktif mengikuti proses menghafal rumus pada tindakan I 76% dan meningkat menjadi 79% pada tindakan II.(2) Banyaknya siswa yang mampu mengingat rumus dengan baik, pada tindakan I 83% sedangkan pada tindakan II 84%, (3) Kelancaran siswa dalam menjawab pertanyaan dalam evaluasi guru pada saat proses menghafal rumus, 75% pada tindakan I dan 79% padatindakan II.(4) Banyaknya siswa yang mampu mengerjakan soal latihan yang diberikan oleh guru 73% pada tindakat I dan meningkat menjadi 83% pada tindakan II.Prestasi belajar siswa mangalami peningkatan yaitu sebelum dilakukan tindakan nilai rata-rata kelas 60,6, siswa yang lulus KKM 33 %, Setelah dilakukan tindakan I nilai rata-rata kelasnya menjadi 80, dan siswa yang lulus KKM 83 %, ini mengalami peningkatan sebesar 50 %. Setelah dilakukan tindakan II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 85 sedangkan siswa yang lulus dari KKM menjadi 90 % dan mengalami peningkatan sebesar 7 %.
STUDI PENGULANGAN AYAT PADA SURAT AL RAHMAN
Lailatul Maskhuroh
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (309.269 KB)
Al Quran di turunkan dalam rentang waktu tiga belas tahun secara berangsur-angsur. Dalam rentang waktu tersebut telah banyak kejadian dan juga pelajaran yang ingin di sampaikan kepada manusia karena fungsi al quran adalah hudan li al nas. Dan salah satu wasilah yang digunakan adalah banyaknya kisah-kisah yang terdapat dalam al Quran. Manusiasenang mendengarkan ataupun membaca kisah-kisah kaum terdahulu kemudian al-Qur`an datang mengobati fitrah manusia tersebut dengan mengetengahkan kisah kaum-kaum terdahulu dengan beragam kondisi yang mereka alami. Sebagian mereka tersiksa akibat maksiat yang mereka lakukan dan tidak patuh kepada perintah Tuhan dan sebagian mereka lagi dalam keadaan suka penuh kebahagian disebabkan perbuatan mereka yang terpuji1. Banyak sekali kita dapatkan pengulangan-pengulangan pada kisah al-Qur`andiantaranya pada kisah Musa yang diulang di banyak surat yaitu: Surat Taha, surat al-Syu`ara, surat al-A`raf, surat al-Isra, surat Yunus, surat al-nazi`at dan surat al-Dzariyat
EFEKTIFITAS PENDEKATAN QUANTUM TEACHING DALAM MEMOTIFASI MINAT BELAJAR BAHASA ARAB
Khotimah Suryani
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.226 KB)
Bagi orang Islam, belajar bahasa Arab adalah sangat dianjurkan. Bahasa arab adalah bahasa asing yang di dalamnya memiliki kultur berbeda dengan bahasa Indonesia. bahasa Arab juga ditakdirkan sebagai bahasa Al-Qur’an. Agar siswa termotivasi untuk mempelajari bahasa Arab maka siswa harus mempunyai minat untuk mempelajarinya. Minat dapat menjadi sebab sesuatu kegiatan dan sebagai hasil dari keikutsertaan dalam suatu kegiatan. Siswa yang berminat terhadap pelajaran bhs Arab akan mempelajari bhs Arab dengan sungguh-sungguh. Siswa akan mudah menghafal pelajaran yang menarik minatnya. Minat berhubungan erat dengan motivasi. Motivasi muncul karena adanya kebutuhan, begitu juga minat, sehingga tepatlah bila minat merupakan alat motivasi. Proses belajar akan berjalan lancar bila disertai minat. Oleh karena itu, guru perlu membangkitkan minat siswa agar pelajaran yang diberikan mudah siswa mengerti dengan metode yang tepat. Quantum Teaching merupakan proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar menjadi menyenangkan. Pembelajaran Quantum Teaching mencakup petunjuk untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif merancang pengajaran, menyampaikan isi dan memudahkan proses belajar. Pembelajaran bahasa Arab dengan pendekatan Quantum Teaching merupakan suatu proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar dan membuat proses pembelajaran tersebut menjadi lebih menyenangkan. Dengan cara ini siswa akan termotifasi minatnya dalam belajar bahasa Arab. Hal ini bisa membantu guru memperluas keterampilan siswa dalam berbahasa Arab sehingga guru akan memperoleh kepuasan yang lebih besar dari pekerjaannya.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Sampiril Taurus Tamaji
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.053 KB)
Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan manajemen pembelajaran bahasa arab. Untuk mencapai tujuan pembelajaran bahasa Arab yang telah direncanakan oleh suatu lembaga termasuk madrasah, tentunya dibutuhkan sebuah manajemen pembelajaran bahasa Arab yang baik dan sesuai dengan makna dari manjemen itu sendiri yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan/pengarahan dan pengawasan/evaluasi sehingga tujuan pembelajaran itu dapat tercapai seoptimal mungkin. Dalam artikel ini penulis menggunakan penelitian deskriptif yaitu dengan menyajikan gambaran lengkap dalam bentuk verbal atau numerical dan menyajikan informasi dasar mengenai suatu hubungan serta mengeksplorasi mengenai suatu fenomena dan kenyataan sosial. Berdasarkan pembahasan yang telah di tulis maka penulis memberikan garis besar bahwasannya Manajemen pembelajaran bahasa Arab merupakan usaha untuk mengelola pembelajaran bahasa Arab yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efesien
TELA’AH NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK PADA KISAH SAYYIDATI KHADIJAH ISTRI RASULULLAH
Nurul Indana
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.737 KB)
Pendidikan akhlak adalah proses pembinaan budi pekerti anak sehingga menjadi budi pekerti yang mulia (akhlaq karimah). Proses tersebut tidak terlepas dari pembinaan kehidupan beragama peserta didik secara totalitas. Pendidikan akhlak dapat diajarkan melalui metode keteladanan. Sayyidati Khadijah adalah figur ibu rumah tangga yang paling mulia. Ia juga sosok wanita karir dan pengusaha terkaya yang turut mengubah sistem perdagangan yang kotor menjadi sistem perdagangan yang jujur. Ia merupakan sosok yang sangat cerdas dan mempesona. Ia juga pejuang gender dan emansipasi wanita untuk mengangkat harkat dan martabat seorang wanita. Lebih dari itu, khadijah adalah pendamping hidup Nabi Muhammad saw, yang sekaligus merupakan wanita pertama yang dijamin masuk surga serta wanita pertama yang mendapat salam dari Allah SWT. Nilai-nilai pendidikan Akhlak Istri Shalihah (pada Sayyidati Khadijah istri Rasulullah) digambarkan dari perilaku tokoh yang ada dalam cerita. Nilai Pendidikan Akhlak yang ada didalam sejarah yaitu nilai pendidikan akhlak terhadap Allah SWT, nilai pendidikan akhlak terhadap Rasulullah Saw, nilai pendidikan akhlak terhadap diri sendiri, dan nilai pendidikan akhlak terhadap orang tua. Nilai-nilai pendidikan Akhlak dalam kisah Sayyidati Khadijah istri Rasulullah meliputi: pertama nilai pendidikan akhlak terhadap Allah SWT (mentauhidkan Allah dan tidak mempersekutukan –Nya, cinta kepada Allah dan dzikrullah). Kedua nilai pendidikan akhlak terhadap Rasulullah Saw (bersifat santun, memberikan penghormatan yang tinggi kepada rasulullah, mencintai rasulullah), ketiga nilai pendidikan akhlak terhadap diri sendiri (amanah), keempat nilai pendidikan akhlak terhadap keluarga yaitu berbakti kepada orang tua.
BAHTSUL MASAIL SEBAGAI BUDAYA PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING
Siti Lathifatus Sun’iyah
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan pada era globalisasi, dituntut adanya kemajuan tidak sekedar mencukupi kebutuhan kognisi level rendah. Pendidikan diharapkan berorientasi pada kemampuan aplikatif bahkan analisis. Terjadinya ledakan pengetahuan menuntut perubahan pola mengajar dari yang hanya sekedar mengingat fakta menjadi pengembangan kemampuan berpikir kritis. Bahtsul Masail adalah forum diskusi agama yang mengakar kuat dan menjadi tradisi di kalangan pesantren. Forum ini secara normatif diadopsi dan diatur dalam kelembagaan NU. Bahtsul Masail dalam kelembagaan Syuriah NU merupakan usaha perumusan fatwa kolektif melalui diskusi bersama oleh para pakar, baik yang termasuk anggota struktural maupun dari kalangan para kiai pesantren. Kesepakatan hukum dari fatwa kolektif adalah representasi kelompok yang lebih kuat dari fatwa individu. Fatwa kolektif yang lahir dari ijtihad kelompok memiliki kelebihan, yaitu: menerapkan prinsip musyawarah, serta mewujudkan sikap saling melengkapi. Forum Bahtsul Masail melatih para pesertanya untuk berpikir terbuka dan tidak kaku dalam memutuskan persoalan. Bahtsul Masail merupakan aktivitas yang telah berlangsung sebagai praktik yang hidup di tengah masyarakat muslim nusantara, menjadi pengejawantahan tanggung jawab ulama dalam membimbing dan memandu kehidupan keagamaan masyarakat sekitarnya. Bahtsul Masail merupakan forum yang dinamis, demokratis, berwawasan luas. Karakteristik Bahtsul Masail sebagai pembelajaran Konstruktivistik adalah aplikasi pembelajaran aktif. Hasil nyata Bahtsul Masail adalah rasa tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam pemecahan masalah umat melalui pemilihan konten pembelajaran dan pemerluasan konteks pembelajaran yang dihadapkan pada situasi riil.
KAJIAN BUDAYA LAKON WAYANG BIMA PERSPEKTIF ONTOLOGI
Sulhatul Habibah
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.552 KB)
Melihat persoalan budaya yang tereduksi akibat modernitas dan globalisasi budaya, maka artikel ini berusaha mengkaji salah satu lakon wayang Bima ditinjau melalui pendekatan ontologis. Masyarakat modern yang gemar menonton tontonan fulgar, akses internet tanpa filter, terjadinya kenakalan remaja sampai penggunaan narkoba, hidup sekedar dimaknai secara materialis, konsumeris dan pragmatis. Nilai-nilai etik dan estetik budaya luntur, terjadilah degradansi moral. Jika hal semacam itu dibiarkan maka akan menjadi pembudayaan baru, tanpa nilai. Pelestarian budaya Indonesia wayang adalah salah satu hal penting untuk menegaskan identitas bangsa. Hidup tidak sekedar mencari kesenangan semata, tapi lakon Bima mengisyaratkan secara ontologis ajaran konsepsi manusia, konsepsi Tuhan, dan bagaimana manusia menuju Tuhannya atau manunggaling kawulo gusti. Melihat wayang seperti melihat kaca rias,begitu pula pentingnya mengambil pesan moral disetiap pagelaran wayang. Mengingat generasi bangsa harus cepat kembali pada identitas bangsa, dan menjadi manusia bermartabat.