cover
Contact Name
Muchamad Suradji
Contact Email
jurnaldarelilmi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldarelilmi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora
ISSN : 23033487     EISSN : 25500953     DOI : -
Core Subject : Education,
DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Terbit pada bulan April dan Oktober setiap tahun. DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora memuat kajian-kajian ilmiah tentang pemikiran dalam bidang Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2021): Oktober" : 20 Documents clear
TALAQQI RUKBHAN Husni Pasarela
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allah SWT mensyariatkan jual beli sebagai pemberian keluangan dan keleluasaan kepada hamba-hambanya karena semya manusia secara pribadi mempunyai kebutuhan berupa sandang pangan dan papan kebutuhan ini tidak akan putus selama masih hidup tak seorang pun dapat memenuhi hajat hidupnya sendiri, oleh karena itu manusia dituntut berhubungan dengan satu sam lainnya.dari sekian banyak hubungan antar manusia maka perdagangan adalah salah satunya. Menurut Mazhab Syafi’i, jual beli dalam arti bahasa adalah tukar menukar yang bersifat umum sehingga masih bisa ditukar dengan barang yang lain, seperti menukar uang dengan pakaian atau berupa barang yang bermanfaat suatu benda seperti akad ijarah, dengan demikian akad ijarah termasuk dalam arti jual beli menurut bahasa atau juga berupa sikap dan tindakan tertentu. Sebagai kesimpulan Talaqqi rukban adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh pedagang yang tidak menginformasikan harga yang sesungguhnya yang terjadi di pasar. Transaksi ini dilarang karena mengandung dua hal: pertama, rekayasa penawaran yaitu mencegah masuknya barang ke pasar (entry barrier), kedua, mencegah penjual dari luar kota untuk mengetahui harga pasar yang berlaku. Adanya pelarangan ini dikarenakan adanya unsur ketidakadilan atas tindakan yang dilakukan oleh pedagang kota yang tidak menginformasikan harga yang sesungguhnya terjadi di pasar. Mencari barang dengan harga lebih murah tidaklah dilarang, namun apabila transaksi jual-beli antara dua pihak dimana yang satu memiliki informasi yang lengkap sementara pihak lain tidak tahu berapa harga di pasar yang sesungguhnya, ini sangatlah tidak adil dan merugikan salah satu pihak.
RELASI ASBAB AL-NUZUL NASR HAMID ABU ZAYD DALAM PENAFSIRAN KONTEKSTUAL HISTORIS Khotimah Suryani
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penafsiran pada tataran praktis maupun teoretis telah menjadi episentrum yang menimbulkan banyak perdebatan. Bahkan, pandangan subjektivisme tekstual dalam pemahaman Alquran telah menjadi problem yang dapat menjerumuskan umat Islam ke dalam paham radikal. Hal demikian ini menjadi motivasi para ulama berupaya untuk mencetuskan berbagai konsep untuk memperoleh pemahaman kandungan Alquran yang sesuai dengan substansinya. Nasr Hamid Abu Zayd menawarkan konsep yang nampak berbeda dari ulama sebelumnya. Nasr Hamid Abu Zayd memberikan sanggahan terhadap pendapat para ulama yang seakan-akan mengesampingkan dialektika antara teks dengan realitas. Menurut Nasr Hamid Abu Zayd, teks Alquran diturunkan sebagai respon terhadap realitas yang dihadapinya. Nasr Hamid Abu Zayd juga berpendapat bahwa asbab al-nuzul merupakan bukti otentik adanya dialektika antara teks dengan fakta realitas, sehingga Alquran adalah prodak budaya Arab dikarenakan faktor terbentuknya teks itu sendiri. Adapun hasil penelitian terkait konsep asbab al-nuzul Nasr Hamid Abu Zayd dalam penafsiran kontekstual historis terdapat empat aspek yaitu hubungan teks dengan realitas, model penurunan Alquran secara bertahab, konsep dalalah dalam asbab al-nuzul dan tata cara menentukan asbab al-nuzul. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh pemahaman terkait konsep asbab al-nuzul Nasr Hamid Abu Zayd dalam penafsiran yang bersifat kontekstual, sehingga dapat memberikan kontribusi keilmuan pada tataran teoretis dan praktis.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAI DALAM PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSIF PADA TINGKAT PENDIDIKAN DASAR Lathifatus Sun'iyah
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakta di lapangan yang masih banyak ditemukan perlakuan diskriminatif terhadap anak penyandang disabilitas. Perlakuan ini menjadikan mereka terkucilkan, terhalang untuk mendapatkan hak untuk memperoleh informasi layaknya anak normal pada umumnya. Intervensi yang tidak diberikan dapat berakibat terhadap konsep diri mereka yang rendah. Islam memperlakuan secara adil bagi penyandang disabilitas layaknya orang normal. Terdapat ayat Al-Qur'an dan penjelasan tentang teguran perlakuan diskriminatif kepada penyandang disabilitas. Secara normatif, pemenuhan hak bagi penyandang disabilitas juga diatur oleh undang-undang. Salah satunya melalui penyelenggaraan pendidikan inklusif, terutama dalam pembelajaran agama bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Sekolah dalam penerimaan peserta didik baru mengakomodir anak penyandang disabilitas. Guru dituntut dapat melakukan pendekatan persuasif kepada peserta didik untuk mengetahui karakteristik mereka melalui tahapan identifikasi. Pada tahapan awal menandai peserta didik ini, juga perlu adanya alat (instrumen) identifikasi anakberkebutuhan khusus. Hasil data identifikasi berguna sebagai acuan bahan guruuntuk upaya penanganan lebih lanjut terhadap ABK. Untuk mengetahui latar belakang hambatan/kesulitan yang dialami oleh ABK dapat melalui asesmen. Tahapan ini merupakan screening secara mendalam bersama pakar. Jika tahapan asesmen tidak dilaksanakan, maka guru akan mengalami kesulitan dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik yang bersangkutan. Setelah adanya screening dilanjutkan dengan diagnosis untuk menentukan pantas atau tidaknya peserta didik memerlukan pendidikan khusus. Upaya penanganan lebih lanjut terhadap anak penyandang disabilitas dilakukan dengan akomodasi sekolah melalui modifikasi dan adaptasi kurikulum.. Mekanisme penyelenggaraan pendidikan Inklusif pada penyesuaian kurikulum, tujuan pembelajaran
EFEKTIVITAS METODE AL–MIFTAH LIL ULUM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KITAB KUNING SANTRI DI PONDOK PESANTREN MATHOLI’UL ANWAR LAMONGAN Zainul Hakim
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca kitab klasik/ kitab kuning adalah proyek terbesar bagi seorang santri di samping peningkatan kualitas akhlak. Ponpes Matholi‟ul Anwar menyadari bahwa membaca kitab bukanlah hal instan yang bisa diperoleh dengan mudah dan dalam waktu yang singkat. Ponpes Matholi‟ul Anwar mengadopsi metode cepat baca kitab al Miftah sebagai salah satu syarat awal bagi santri keagamaan untuk bisa melanjutkan pendidikannya di Ponpes Matholi‟ul Anwar. Diharapkan dengan metode ini, siswa mampu menguasai baca kitab dengan waktu yang relatif lebih singkat. Metode yang dipakai dalam penelitian ini meliputi pertama, observasi, diharapkan peneliti mampu memperoleh gambaran yang sebenarnya tentang berjalannya program. Kedua, wawancara, diharapkan dengan metode ini peneliti mampu memperoleh data yang lebih akurat dan bisa dipertanggungjawabkan mengenai jalannya kegiatan. Ketiga, dokumentasi, metode ini diharapkan mampu menjadi penguat dan bukti otentik tentang berjalannya penelitian. Penggunaan Program al Miftah di ponpes Matholi‟ul Anwar diikuti oleh 48 perserta yang terdiri dari 14 santri putra dan 34 santri putri. Program ini mengadakan dua evaluasi, yakni evaluasi guru dan evaluasi siswa. Ada beberapa hambatan yang dialami, baik oleh guru maupun santri. Hambatan yang dialami santri diantaranya adalah kesulitan membaca pegon dan kesulitan memahami materi secara khusus serta anak mengalami kejenuhan. Sedangkan hambatan yang dialami guru adalah kesulitan memahami kemampuan santri, Kesulitan mengendalikan kelas dan Kesulitan memotivasi. Secara umum, kesemua hambatan dapat dilalui karena tiap usai KBM, para guru melakukan evaluasi. Program al Miftah di Ponpes Matholi‟ul Anwar berjalan sesuai target, yakni mayoritas para santri mampu menyelesaikannya Sebelum Waktu yang diberikan usia yakni dua bulan dari batasan enam bulan.
DIGITAL FATIGUE BAGI KESEHATAN FISIK DAN MENTAL (Studi Fenomenologi pada Guru di Kabupaten Lamongan) Mufidatul Munawaroh
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti dalam melihat fenomena adanya pandemic covid 19 yang terjadi di dunia ini khususnya Negara Indonesia. Pandemicovid-19 mengharuskan masyarakat stay at home. Wrok from home, school from home dan kegiatan lainnya termasuk juga kegiatan untuk mengisi waktu luang dilakukan dengan berselancar di internet. Mengakses konten-konten yang sifatnya mendukung pekerjaan maupun untuk mengisi kesenangan saja. Tidak jarang berkutat dengan media digital dari pagi hingga malam. Intensitas berselancar dalam jejaring virtual dan terlalu lama berselancar di internet dapat meningkatkan risiko digital fatigue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak digital fatigue bagi kesehatan fisik dan mental guru di Lamongan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa digital fatigue memberikan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental guru di Lamongan yaitu lelah, malas bergerak, pusing atau migrain, otot dan sendi terasa nyeri, mata jadi lebih sensitif terhadap cahaya, pola tidur berubah, muncul gangguan suasana hati (mood), sulit berkonsentrasi dan mudah lupa, jenuh, bosan, mudah marah, lebih sensitif, cemashingga depresi.
LATAR BELAKANG ULAMA MENGADAKAN PENELITIAN SANAD HADIST (STUDI SEJARAH PASCA TADWIN HADIST) Muh Makhrus Ali Ridho
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadist atau sunnah Nabi Muhammad merupakan sumber ajaran Islam, Orang yang menolak hadist sebagai salah satu sumber ajaran Islam berarti orang itu menolak petunjuk al-Qur’an. Hadist yang berkembang pada zaman Nabi lebih banyak berlangsung secara hafalan daripada secara tulisan. Hal itu berakibat bahwa dokumentasi hadist Nabi secara tertulis belum mencakup seluruh hadist yang ada.Diantara penyebab terjadinya pemalsuan hadist ialah perselisihan politik dalam soal khilafat, golongan zandaqah, ashabiyah (fanatisme kelompok), untuk menarik minat pendengar, maka para pendongeng membuat kisah-kisah yang menakjubkan, perselisihan paham dalam masalah fiqih dan kalam, untuk mendekati kepada para penguasa. Latarbelakang penyebab ulama’ mengadakan penelitian hadist ialah hadistsebagai salah satu sumber ajaran Islam, tidak seluruh hadist tertulis pada masa Nabi, munculnya pemalsuan hadist, proses penghimpun (Tadwin) hadist yang memakan waktu lama, jumlah kitab hadist yang banyak dengan metode penyusunan yang beragam, telah terjadi periwayatan hadist secara makna.
DESAIN PEMBELAJARAN TAHFIDZ AL-QURAN DI SMP TERBUKA PONDOK PESANTREN ‘ROUDLOTUL MUTA’ALLIMIN WONOSALAM’ DESA WANAR KECAMATAN PUCUK KABUPATEN LAMONGAN Mokhamad Ali Musyaffa
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui dan mengkaji perencanaan desain pembelajaran tahfidz al-Quran di SMP Terbuka Pondok Pesantren Roudlotul Muta'allimin Wonosalam Wanar-Pucuk-Lamongan. (2) Mengetahui dan mengkaji pelaksanaan desain pembelajaran tahfidz al-Quran di SMP Terbuka Pondok Pesantren Roudlotul Muta'allimin Wonosalam Wanar-Pucuk-Lamongan. (3) Mengetahui dan mengkaji evaluasi desain pembelajaran tahfidz al-Quran di SMP Terbuka Pondok Pesantren Roudlotul Muta'allimin Wonosalam Wanar-Pucuk-Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data peneliti menggunakan teknik analisis data menurut miles dan hubermen yaitu dengan proses pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga SMP Terbuka Pondok Pesantren Roudlotul Muta'allimin Wonosalam Wanar-Pucuk-Lamongan telah mengupayakan untuk mengevaluasi rangkaian kegiatan menghafal al-Quran yang mentargetkan lulusan SMP bisa hafal minimal 6 juz dari al-Quran dengan menerapkan metode wahdah dan juz’i yaitu dengan cara mengulang - ulang bacaan per ayat dan menghafal secara berangsur-angsur atau sebagian demi sebagian kemudian menggabungkannya antara bagian yang satu dengan bagian yang lain dalam satu kesatuan materi yang dihafal.
KONSEP SYAFAAT DALAM ISLAM Telaah Kritis atas Hadits Nabi Tentang Syafaat di Hari Kiamat Mahbub Junaidi
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepercayaan terhadap hari akhirat merupakan salah satu rukun Islam. Dalam agama samawi terakhir ini, ajaran tentang kehidupan akhirat merupakan salah unsur utama, karena di dalamnya menyangkut pembalasan akan surga dan neraka. Artinya, bahwa di akhirat akan ada kehidupan kedua setelah manusia menjalani kehidupan di dunia ini sebagai kehidupan pertama dan terbatas. Kehidupan akhirat akan berhubungan dengan surga dan neraka, dimana keadaan setiap manusia di sana akan ditentukan bagaimana kehidupannya di dunia. Perhitungan amal akan dilakukan untuk memberi ganjaran atas amal manusia selama hidup di dunia. Amalam kebaikan akan dibalas kebaikan/surga dan keburukan akan diganjar dengan keburukan/neraka. Di antara pembahasan hisab/perhitungan amal manusia yang berakhir pada pembalasan surga atau neraka tersebut terdapat aspek lain yang menarik yaitu konsep syafaat. Syafaat sendiri secara sederhana dapat diartikan sebagai pertolongan di hari kiamat. Pada saat itulah kasih sayang Allah Swt kepada hamba-hamba-Nya nampak nyata. Kepada orang beriman yang taat, Allah memberikan balasan kenikmatan berupa surga sedangkan bagi orang beriman yang banyak melakukan dosa masih diberi pertolongan Allah berupa syafaat melalui hamba-hamba pilihanNya yang diberikan hak kepada mereka khususmya Nabi Muhammad Saw. Beberapa kelompok dalam Islam pun berbeda pendapat tentang syafaat.sebagian kelompok menilak konsep syafaat dan sebagian lain, khususnya ahlussunnah wal jama’ah menerima dan meyakini adanya syafaat. Tulisan ini akan membaca term syafaat presektif hadits dengan beberapa analisis di dalamnya.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA QS. AL-AN’AM AYAT 151 DAN IMPLEMENTASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH Khotimatus Sholikhah
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah gejala universal pada manusia yang di dalamnya terdapat nilai-nilai untuk diintegrasikan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Dalam ajaran Islam mengandung beberapa ajaran yang mengatur segala sesuatu antara hubungan manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan sesama manusia. Salah satu tujuan pendidikan Islam adalah membina manusia secara pribadi maupun sosial sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya. Pendidikan sangat dibutuhkan untuk anak-anak demi keberlangsungan hidup. Hal ini menjadikan para pakar pendidikan terus memperbaruhi kualitasnya agar terus dapat memperbaiki karakter individu. Pendidikan karakter harus mampu diimplementasikan oleh pendidik untuk peserta didik, tidak hanya sebatas wacana saja. Akan tetapi harus disikapi secara serius oleh pemerintah dan masyarakat sebagai jawaban dari tantangan globalisasi yang sudah mendunia. Pada QS. Al-An’am ayat 151 telah banyak dijelaskan nilai-nilai pendidikan karakter yang harus dibentuk pada diri seseorang seperti sikap religius, sikap kasih sayang dan sikap cinta damai. Jika hal ini mendapat perhatian serius dari semua pihak maka akan mudah menumbuhkan karakter sesuai dengan ajaran Islam yang telah tertulis pada Al-Qur’an. Dan terhadap implementasinya, pendidik harus mampu mengupgrade model dan strategi pembelajaran yang digunakan, seperti pembelajaran contextual teaching and learning.
PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP Ifnaldi Ifnaldi
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kecakapan hidup merupakan kecakapan-kecakapan yang secara praksis dapat membekali peserta didik dalam mengatasi berbagai macam persoalan hidup dan kehidupan. Kecakapan itu menyangkut aspek pengetahuan, sikap yang didalamnya termasuk fisik dan mental, serta kecakapan kejuruan yang berkaitan dengan pengembangan akhlak peserta didik sehingga mampu menghadapi tuntutan dan tantangan hidup dalam kehidupan. Tujuan pendidikan kecakapan hidup adalah untuk meningkatkan kecakapan seseorang untuk melaksanakan hidup dan kehidupannya secara tepat guna dan berdaya guna.

Page 1 of 2 | Total Record : 20