cover
Contact Name
Bisarul Ihsan
Contact Email
bisarulihsan@unisda.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pentas.unisda@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 2442787X     EISSN : 25798979     DOI : -
Core Subject : Education,
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan This journal which is published twice a year provides a room for researchers, academists, professionals, practicians, and students to deliver and share various knowledge in forms of research articles, as well as research results or qualified theoretical studies such as case studies, analysis or book review about linguistics, literature and teaching.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
DIKSI DAN GAYA BAHASA KOMENTATOR SEPAK BOLA PERSELA LAMONGAN LAWAN MADURA UNITED DI TV INDOSIAR Elin Mufashilah
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2019): PENTAS: November 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.166 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diksi dan gaya bahasa komentator sepak bola Persela Lamongan lawan Madura United di tv indosiar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah tuturan komentator sepak bola. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik rekam, transkripsi, simak, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah berupa transkripsi, identifikasi, dan simpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) jenis diksi yang digunakan dalam komentator sepak bola Persela Lamongan lawan Madura United meliputi kata tidak baku, makna denotasi, makna konotasi; (2) jenis gaya bahasa yang digunakan dalam komentator sepak bola Persela Lamongan lawan Madura United meliputi metafora, antitesis, pleonasme, hiperbola, klimaks, elipsis, dan epizeukis.
MEMBANGUN BUDAYA LITERASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Jauharoti Alfin
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2018): PENTAS: November 2018
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.725 KB)

Abstract

Literasi baru mencakup literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Proses pembelajaran bahasa Bahasa Indonesia pada hakekatnya adalah proses interaksi komunikasi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penggunaan bahasa Indonesia dalam semua aspek fungsi meliputi berpikir, bernalar, berkomunikasi, sarana persatuan, dan budaya. Era Revolusi Industri 4.0 adalah zaman dimana kehidupan manusia menitikberatkan pada filosopi teknologi di era disrupsi. Implementasi teknologi, dunia maya, data besar, dan lainnya menjadi tantangan bagi generasi manusia saat ini. Literasi baru ini menitiberatkan pada praktik literasi data, teknologi, dan literasi manusia. Untuk mempersiapkan lulusan, keterampilan dasar diperlukan dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang harus menguasai literasi baru secara rinci.
PERAN KONTEKS DALAM PENGAJARAN BAHASA Roza Al mustari
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.994 KB)

Abstract

ABSTRACT Context language is atmosphereorcircumstancesan interaction processbetweeneducators withchildeducated (learners) inenvironmentlearn .Master createsatmospherelearning PAIKEM ( LearningActive, Interactive, Effective , andFun ) accordinglywithdemandsinrenewal education .Teaching is an interaction processbetweeneducatorsandparticipantseducateinenvironmentlearnwhilelearning morereferringtoparticipantseducate .Relatewiththat , then we deliverlimitsthatcontextlearningis atmosphereorcircumstancesan interaction processbetweeneducatorswithchildeducate(learners) withinenvironmentlearn . Keywords : RoleContext , Teaching , Language ABSTRAK Konteks pengajaran bahasa merupakan suasana atau keadaan suatu proses interaksi antara pendidik dengan anak didik (pembelajar) dalam lingkungan belajar. Guru menciptakan suasana pembelajaran yang PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Interaktif, Efektif, dan Menyenangkan) sesuai dengan tuntutan dalam pembaharuan pendidikan. Pengajaran merupakan suatu proses interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam lingkungan belajar sedangkan pembelajaran lebih mengacu kepada peserta didik. Berkaitan dengan itu, maka kami memberikan batasan bahwa konteks pembelajaran merupakan suasana atau keadaan suatu proses interaksi antara pendidik dengan anak didik ( pembelajar ) dalam lingkungan belajar. Kata kunci : Peran Konteks, Pengajaran, Bahasa
PENGAJARAN SASTRA Windy Anggraini
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.568 KB)

Abstract

Pengajaran sastra adalah penyampaian dan penularan ilmu mengenai suatu ciptaan dari proses kreatifitas dengan menggunakan bahasa sebagai medianya.Pengajaran sastra di MI/SD dapat dikasifikasikan dalam 3 macam, yaitu fiksi, puisi, dan drama. Ketiga bentuk sastra ini harus disajikan guru secara apresiasi. Oleh karena itu guru harus mampu mencari materi yang tepat, menyusun, menyajikan kegiatan yang bersifat kreatif. Pengajaran sastra di sekolah dasar tentunya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.
FAKTOR SOSIOKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ermi ts mimi
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.996 KB)

Abstract

Bahasa, disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan, memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka, mempelajari dan mengambil bagian dalam pengalaman-pengalaman itu, serta belajar berkenalan dengan orang-orang lain. Antara anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan secara efisien melalui bahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi, lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok sosial yang dimasukinya, serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untukmemperoleh efisiensi yang setinggi-tingginya. Bahasa memungkinkan integrasi (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan masyarakatnya.
GAYA DAN STRATEGI BELAJAR BAHASA yayuk cici lia
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks, buku-buku dan naskah publikasi mengenai gaya dan strategi belajar bahasa. Di dunia pendidikan, istilah gaya belajar mengacu khusus untuk penglihatan, pendengaran, dan kinestetik. Gaya belajar visual menyangkut penglihatan dan bayangan mental. Gaya belajar pendengaran menunjuk pada pendengaran dan pembicaraan. Gaya belajar kinestetik menunjuk pada gerakan (Emirina, 2009). Hakikatnya strategi pembelajaran bahasa dapat diuraikan mengacu pada keterampilan berbahasa yang dicapai. Oleh karena itu, berbagai strategi berikut dijelaskan dengan mempertimbangkan empat keterampilan berbahasa yakni mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis. Karena kompetensi bahasa adalah keterampilan yang harus dikuasai oleh sesorang, hal ini menjadi dasar yang dikuasai dalam kehidupan bermasyarakat.
DIKSI DAN GAYA BAHASA KOMENTATOR SEPAK BOLA PERSELA LAMONGAN LAWAN MADURA UNITED DI TV INDOSIAR elin mufashilah
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.588 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diksi dan gaya bahasa komentator sepak bola Persela Lamongan lawan Madura United di tv indosiar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah tuturan komentator sepak bola. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik rekam, transkripsi, simak, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah berupa transkripsi, identifikasi, dan simpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) jenis diksi yang digunakan dalam komentator sepak bola Persela Lamongan lawan Madura United meliputi kata tidak baku, makna denotasi, makna konotasi; (2) jenis gaya bahasa yang digunakan dalam komentator sepak bola Persela Lamongan lawan Madura United meliputi metafora, antitesis, pleonasme, hiperbola, klimaks, elipsis, dan epizeukis.
PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SD / MI Rafika Elsa Oktaviani
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2021): PENTAS: Mei 2021
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia memerlukan prinsip-prinsip. Yang menjadi dasar kebenaran bertindak dalam pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai disebut dengan prinsip-prinsip dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Salah satu sarana yang dapat mengakses informasi dan kemajuannya ilmu pengetahuan yaitu dengan belajar bahasa. Permasalahan yang akan dijawab dalam kajian ini menggunakan penelitian kepustakaan (Library research), akan menjawab apa saja prinsip-prinsip dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dari berbagai referensi dan data-data yang dikumpulkan. menunjukkan hasil penelitian bahwa ada empat prinsip dalam pembelajaran bahasa Indonesia SD / MI yaitu prinsip kontekstual (nyata), prinsip integratif (terpadu), prinsip fungsional (fungsi), dan prinsip apresiatif (menyenangkan). Agar tujuan dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat tercapai dengan baik, maka keempat prinsip tersebut dapat dilaksanakan berdasarkan pendekatan komunikatif. Kata Kunci: Prinsip-prinsip, bahasa
TEORI BELAJAR BAHASA iatun hayatun najmi
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2020): PENTAS: November 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to examine some of the text, script publications and books related to the theory of language learning. Get to know some language learning in learning theory as a theory of behavioristik mangacu to the behaviour of generative theory of nativism, language based on generative theory kognitifisme's talents, which focuses upon the cognitive theory, and kecapan Constructivism is a blend of cognitive and affective. Principles of language learning focuses on learning activities with a series of picture and feelings regularly in the learning process in order to assist students in understanding a problem so what-what is delivered by teachers can be accepted maximum possible by learners. The Scope Of Language Learning Among others listening/focusing on purpose to a voice, speaking/spawned with the feeling, reading to redirect students may know something by way of direct, Writing is an attempt to redirect skilled students composing/arranging language Indonesia well.
KOMPETENSI BAHASA DAN KOMPETENSI KOMUNIKATIF Syarul Rahmanshya; Nursalim Nursalim
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2020): PENTAS: November 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In everyday life, someone's language competence is very necessary. Language competence is one's mastery of the content contained in the language learned. Without language competence a person becomes irregular in language. The purpose of this study is to explain and find out about language competence or language skills and communicative competencies or one's appearance in interacting in language. Communicative competence concerns the social and cultural knowledge that speakers have to help them use and interpret linguistic forms. The problems that will be answered in this study use library research, which will answer what are the components and language competencies. Data collected from various references; both primary, secondary and supporting data. The results of the study show that there are five language competencies according to Canale and Swain namely linguistics, socio-linguistics, speech acts (speech acts), speech sets, strategies. In language competence one must master language skills, namely listening, speaking, reading and writing

Page 6 of 22 | Total Record : 219