cover
Contact Name
Bisarul Ihsan
Contact Email
bisarulihsan@unisda.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pentas.unisda@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 2442787X     EISSN : 25798979     DOI : -
Core Subject : Education,
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan This journal which is published twice a year provides a room for researchers, academists, professionals, practicians, and students to deliver and share various knowledge in forms of research articles, as well as research results or qualified theoretical studies such as case studies, analysis or book review about linguistics, literature and teaching.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
PENGAJARAN SASTRA ANAK DI SEKOLAH DASAR Fitria Anggraini
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2019): PENTAS: November 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengajran sastra di Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan library research. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka, dan observasi. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpilkan sebagai berikut :1) tujuan pengajaran sastra di SD lebih diarahkan kepada apresiasi sastra, 2) dengan mempelajari sastra dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis 3) metode yang cocok digunakan untuk pengajaran sastra adalah penyelidikan, observasi lapangan dan diskusi. 4) sumber belajar yang cocok untuk mendukung pengajaran sastra adalah lingkungan alamiah dan sosial budaya, buku-buku pelajaran, audio visual dan internet. Disain pengajaran yang cocok dikembangkan meliputi langkah-langkah: kegiatan awal, penyelidikan dari berbagai perspektif (eksplorasi), elaborasi, konfirmasi, kegiatan akhir. Kata kunci: Pengaaran sastra ABSTRACT The study aims to analyze the teaching of literature in primary schools. Research using library research approach. Data were colleted through central study and observation and analyzed descriptively. Based on the results of analysis and discussions can be concluded: 1) the purpuse of teaching literature in elementary school is more directed to the appreciattion of literature, 2) children literature can develop the ability to read and write, 3) suitable menthods used for literary teaching are inquiry, field observation and discussion, 4) sumver learning suitable for suitable learning resources to support literary teaching is the natural and socio-cultural environment, related books, audio, visual and internet. The suitable literary teaching design developed includes the following steps: preliminary activities, investigations from various perspectives of elaborastion exploration of final activity confirmation. Key word: Literary teaching
PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ARMIA ARMIA; Nursalim Nursalim
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2019): PENTAS: November 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGAJARAN BAHASA1Armia, 2Dr.Nursalim, M.PdProgram Magister PGMI UIN Sultan Syarif Kasim RiauEmail : armiamia1989 @gmail.com Abstrak Bahasa memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa bahasa seseorang tidak mampu mengungkap realita-realita dalam kehidupan dan budaya lingkungannya.. Pengajaran didefinisikan sebagai sesuatu yang menunjukkan atau membantu seseorang mempelajari cara melakukan sesuatu, member instruksi, memandu dalam pengkajian sesuatu, menyiapkan pengetahuan, menjadikan tahu atau paham. Adapun tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis apa itu pegajran bahasa. Sedangkan metodologi yang digunakan library Receasrh (kualitatif). Maka hasil akhir yang ditemukan bahwa pengajaran bahasa memliki peran yang pentig dalam proses pembeljaran di sekolah. Bahwa pengajaran merupakan suatu pola yang di dalamnya tersusun suatu prosedur yang direncanakan. Adapun bahasa berfungsi sebagai sarana berpikir ilmiah, menyampaikan pendapat, mengutarakan perasaan, dan berinteraksi dengan masyarakat bahasa. Kata Kunci: Pengajaran Bahasa LANGUAGE TEACHING Abstract Language has a very important role in everyday life. Without language someone is not able to uncover realities in life and environmental culture. Teaching is defined as something that shows or helps someone learn how to do something, member instruction, guide in studying something, prepare knowledge, make know or understand. The purpose of writing this article is to analyze what language staff are. While the methodology used by the library is Receasrh (qualitative). So the final results found that language teaching has an important role in the learning process at school. That teaching is a pattern in which a planned procedure is arranged. The language functions as a means of scientific thinking, expressing opinions, expressing feelings, and interacting with the language community. Keywords: Languange Teaching
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA INSTAGRAM MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS X SMK HASYIM ASY’ARI PUCUK LAMONGAN Mita Iistiawati; Nisaul Barokati; Laila Tri Lestari
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2019): PENTAS: November 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh media Instagram model Quantum Teaching ditinjau dari aktivitas siswa, (2) pengaruh media Instagram model Quantum Teaching ditinjau dari aktivitas guru, (3) pengaruh media Instagram model Quantum Teaching ditinjau dari ketuntasan belajar, dan (4) pengaruh media Instagram model Quantum Teaching ditinjau dari respon siswa kelas X SMK Hasyim Asy’ari Pucuk Lamongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif melalui hasil uji coba eksperimen. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X MM SMK Hasyim Asy’ari Pucuk Lamongan sebagai kelompok pretes dan pascates. Data penelitian ini diperoleh melalui lembar observasi siswa, lembar observasi guru, tes soal esai, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase kemampuan menulis puisi siswa meningkat setelah mendapat perlakuan dengan menggunakan media Instagram model Quantum Teaching. Nilai rata-rata kelompok pretes yaitu sebesar 75,80 meningkat menjadi 85,80 dengan selisih sebesar 10%.
STRATEGI PENGAJARAN SASTRA muhamad Syarifudin; Nursalim Nursalim
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2019): PENTAS: November 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.448 KB)

Abstract

Pada saat ini kondisi pembelajaran sastra di sekolah dasar masih mengecewakan. Siswa di sekolah menganggap bahwa bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang mudah dan tidak perlu dipelajari secara serius. Hal inilah yang menyebabkan pelajaran sastra kurang diminati oleh siswa dan siswa lebih tertarik pada pelajaran yang mengarah ke olimpiade. Jika dilihat seksama pembelajaran sastra menimbulkan dampak positif bagi siswa diantaranya dalam upaya pengembangan rasa, cipta, dan karsa. Sebab, fungsi utama dari pembelajaran sastra adalah sebagai penghalus budi, dapat meningkatkan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial, menumbuhkembangkan apresiasi budaya, dan menyalurkan gagasan, ide, imajinasi dan ekspresi secara kreatif. Di sekolah saat ini porsi pelajaran bahasa lebih banyak jika dibandingkan dengan porsi pengajaran sastra. Pada umumnya porsi pelajaran sastra hanya berkisar 15% dari pelajaran bahasa Indonesia. Hal ini jelas akan menghambat keberhasilan pembelajaran sastra di sekolah. Strategi yang dibutuhkan untuk meningkatkan minat siswa dalam mempelajari sastra diantaranya diperlukan peran guru yang mempunyai pengetahuan sastra yang baik, seperti seorang sastrawan sehingga makna sastra itu dapat tersalurkan dengan baik kepada siswa. Selain itu, model pembelajaran konvensional harus ditinggalkan dan diganti dengan metode BKAS (Bimbingan Kritik dan Apresiasi Sastra) yang menggunakan jalur 5-M, yaitu menyimak, membaca, melisankan, menulis dan menjawab persoalan.
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA MATERI MENGIDENTIFIKASI UNSUR CERITA RAKYAT KELAS V SDN JAMBEREJO III KECAMATAN KEDUNGADEM Suparlan Suparlan
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2019): PENTAS: Mei 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.538 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil peningkatan pembelajaran dengan menggunakan metode Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi mengidentifikasi unsur cerita rakyat di SDN Jamberejo III Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik korelasi. Hasil dalam penerapan metode Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi mengidentifikasi unsur cerita rakyat di SDN Jamberejo III Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro efektif untuk digunakan. Hal ini dapat dilihat dari hasil ketuntasan siswa yang dinyatakan tuntas, dan aktifitas siswa yang dinyatakan aktif. Hasil ketutasan klasikal siswa sebesar 94,4%, sehingga termasuk dalam kategori tuntas jika nilai siswa ≥ 85%. Sedangkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi pembelajaran mengidentifikasi unsur cerita rakyat memperoleh hasil persentase aktivitas sebesar 85,66%.
FAKTOR PERSONALITAS DAN SOSIOKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA FAJAR ASWATI
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2019): PENTAS: November 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.91 KB)

Abstract

Learning languages ​​is a long and sustainable work. This certainly involves several aspects, both intellectual aspects, physical responses, and emotional aspects. Personality or personality in a person is a factor that can help the success and success of the language learning process. A person's personality plays an important role in the process of sending and receiving messages through language. This means that personality will determine the success of the second language acceptance. Culture is an integral part of the interaction between language and mind. Social and cultural or cultural factors have a very close relationship with language learning. Every time we teach one language, we also teach an entire system of cultural habits, values, ways of thinking, feeling, and acting. This problem will be answered in this paper using library research (library reaserch) which will answer any personality and sociocultural factors that can affect the language learning process. Data collected from various references; both primary, secondary and supporting data.
Analisis Tindak Tutur Program Talkshow “dr. Oz Indonesia” di TV Tema Mencegah Penuaan Dini izzah lidina; Nisaul Barokati Selirowangi; Syamsul Ghufron
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2019): PENTAS: November 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.035 KB)

Abstract

Peristiwa tutur tidak dapat lepas dalam kehidupan termasuk juga dalam program talkshow “dr. Oz Indonesia” di TV. Tindak tutur memiliki peran penting dalam program tersebut guna menjelaskan cara merawat kesehatan tubuh agar tetap awet muda di usia lanjut. Tindak tutur digunakan untuk menyampaikan maksut pembicaraan antara dokter sebagai sumber informasi dengan sampel, bintang tamu, dan penonton “dr. Oz Indonesia”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk tindak tutur lokusi, bentuk tindak tutur ilokusi, dan bentuk tindak tutur perlokusi dalam program talkshow “dr. Oz Indonesia dengan tema “Mencegah Penuaan Dini”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penggunaan metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam acara “dr. Oz Indonesia” Trans TV tema Mencegah Penuaan Dini. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bentuk: 1) tindak tutur lokusi, 2)tindak tutur ilokusi, dan 3)tindak tutur perlokusi. Tindak tutur yang terdapat pada interaksi antara dokter (sumber informasi), sampel, bintang tamu, dan penonton “dr. Oz Indonesia”. 1) Tindak tutur lokusi dalam penelitian ini ditemukan bentuk pernyataan, bentuk pertanyaan, dan bentuk perintah. 2) Tindak tutur ilokusi dalam penelitian ini ditemukan bentuk: a) deklarasi dengan wujud kalimat sesuai kenyataan dan kalimat yang merubah keadaan; b) tindak tutur ilokusi asertif dalam bentuk memberi saran, mengklaim, menyatakan, dan menyebuutkan; c) tindak tutur ilokusi ekspresif dalam bentuk ucapan terimakasih dan menyanjung; d) tindak tutur ilokusi komisif dalam bentuk menawarkan dan menyatakan kesanggupan; e) tindak tutur ilokusi komisif dalam bentuk memberikan aba-aba, meminta, dan menyerahkan.
REFERENSI WACANA DALAM BERITA PEMILU 2019 PADA HARIAN JAWA POS lutfi dwi hardiyanti; Syamsul Ghufron; Nisaul Barokati
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2019): PENTAS: November 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.078 KB)

Abstract

Bahasa sangat penting bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. BahasaIndonesia berfungsi sebagai alat berkomunikasi dari berbagai masyarakat yangberbeda latar belakang sosial, budaya dan bahasanya, bahkan sebagai alatpenghubungan antar budaya dan daerah. Salah satu fungsi bahasa Indonesiaadalah sebagai alat komunikasi antar anggota masyarakat, baik secara lisanmaupun tulisan. Pemilihan kedua cara bergantung pada situasi komunikasi.Apabila situasi komunikasi itu tidak memungkinkan dipakai secara lisan makadipakai secara tulis. Dalam komunikasi secara lisan, situasi penuturan dikenaloleh semua partisipan (penutur dan lawan tutur). Yang dimaksud situasi lisanantara lain berupa gerakan-gerakan anggota tubuh yang menyertai pembicara,intonasi, mimik dan sebagainya. Berbeda dengan komunikasi tulis, situasi penuturtidak dapat dikenali pembaca. Dengan demikian, wacana atau tuturan pun dibagimenjadi dua macam; wacana lisan dan wacana tulis. Untuk wacana yangdisampaikan secara tertulis, penyampaian isi atau informasi disampaikan secaratertulis. Ini dimaksudkan agar tulisan tersebut dapat dipahami dandiinterpretasikan oleh pembaca. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untukmengetahui: (1) jenis penanda referensi wacana yang terdapat dalam berita Pemilu2019 pada harian Jawa Pos, (2) wujud penanda referensi wacana yang terdapatdalam berita Pemilu 2019 pada harian Jawa Pos, (3) kesalahan pemakaianreferensi wacana yang terdapat dalam berita Pemilu 2019 pada harian Jawa Pos.Objek penelitian ini berupa penggalan wacana yang diambil dari wacana yangberupa wacana tulis dalam berita Pemilu 2019 pada harian Jawa Pos bulan April2019.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptifkualitatif. Data dalam penelitian ini adalah penggalan wacana tulis yangmengandung referensi dalam berita Pemilu 2019 edisi bulan April 2019. Sumberdata dalam penelitian ini adalah wacana tulis dalam berita Pemilu 2019 padaharian Jawa Pos. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodesimak dengan teknik catat, dam metode dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis penanda referensi di surat kabarberdasarkan tempat acuannya terdapat referensi endofora (anafora dan katafora)dan eksofora. Sedangkan wujud penanda referensi menurut tipenya dalam beritaPemilu 2019 hanya menggunakan referensi persona dan demonstratif.
ANALISIS TINDAK TUTUR PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR PABEAN Choirun Nisa; Hadiatin Hadiatin
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2019): PENTAS: November 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.624 KB)

Abstract

Dalam berinteraksi dengan manusia lainnya, tentunya kita memerlukan sebuah alat komunikasi, yaitu bahasa. Maka, dalam setiap komunikasi ini terjadilah apa yang disebut tindak tutur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tindak tutur yang terdapat dalam percakapan penjual dan pembeli di Pasar Pabean Jalan Panggung, Nyamplungan, Pabean Cantian, Surabaya. Ada tiga jenis tindak tutur yaitu, (1) tindak tutur lokusi, (2) tindak tutur ilokusi, dan (3) tindak tutur perlokusi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif oleh karena itu penelitian ini bersifat kualitatif karena data penelitian berupa bentuk-bentuk verbal bahasa, yaitu berupa tuturan dalam percakapan penjual dan pembeli di Pasar Pabean Jalan Panggung. Hasil penelitian yang diperoleh adalah wujud tindak tutur dalam percakapan penjual dan pembeli. Misalnya, tindak tutur yang paling banyak ditemukan adalah wujud tindak tutur ilokusi yaitu empat puluh tuturan, yang terdiri atas tindak tutur ilokusi konstantif berjumlah sembilan belas tuturan, tindak tutur ilokusi derektif sebelas tuturan, tindak tutur ilokusi komisif berjumlah empat tuturan dan tindak tutur ekspresif berjumlah enam tuutran, dan tindak tutur yang paling sedikit ditemukan adalah wujud tindak tutur perlokusi dengan jumlah enam tuturan
FORMULA 4D DENGAN TEORI JARINGAN AKTOR DAPAT MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI WARGA SEKOLAH Mulib Mulib
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2019): PENTAS: November 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.549 KB)

Abstract

Best practice berjudul “Formula 4D dengan Pemanfaatan Jaringan Aktor dapat Meningkatkan Budaya Literasi Warga Sekolah”. Best practice ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan upaya pemenuhan sarana prasarana gerakan literasi yang representatif dan mendeskripsikan upaya peningkatan budaya literasi. Formula 4D merupakan strategi yang digunakan dalam upaya peningkatan budaya literasi dengan memanfaatkan pendekatan jaringan aktor. Formula 4D mengandung fase dekatkan, fase disebarkan, fase dimaknai, dan fase diterapkan. Hasilnya, formula 4D mampu menyelesaikan permasalahan terkait budaya literasi di SMP Negeri 1 Mojokerto. Keberhasilan tersebut tampak pada terpenuhinya sarana prasarana pendukung gerakan literasi sekolah di lingkungan SMP Negeri 1 Mojokerto dengan indikator: (1) tersedianya ruang baca yang representatif dan (2) terpenuhinya kebutuhan jumlah judul dan koleksi buku atau bahan literasi. Selain itu, penerapan formula 4D juga mampu meningkatkan budaya literasi di SMP Negeri 1 Mojokerto dengan indikator: (1) meningkatnya jumlah pengunjung dan peminjam di perpustakaan, (2) meningkatnya aktivitas menulis warga sekolah, dan (3) diraihnya juara lomba perpustakaan.

Page 5 of 22 | Total Record : 219