cover
Contact Name
Bisarul Ihsan
Contact Email
bisarulihsan@unisda.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pentas.unisda@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 2442787X     EISSN : 25798979     DOI : -
Core Subject : Education,
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan This journal which is published twice a year provides a room for researchers, academists, professionals, practicians, and students to deliver and share various knowledge in forms of research articles, as well as research results or qualified theoretical studies such as case studies, analysis or book review about linguistics, literature and teaching.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
PEMBELAJARAN BAHASA BERBASIS SOSIOKULTURAL richa dwi rahmawati
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2019): PENTAS: Mei 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.845 KB)

Abstract

PEMBELAJARAN BAHASA BERBASIS SOSIOKULTURAL Richa Dwi Rahmawati Program Pascasarjana Magister PGMI UIN Sultan Syarif Kasim Riau Telp: 082288369248 E-Mail : richarahmawati28@gmail.com Abstract: Language is a communication tool, the connector between humans. Language learning emphasizes students’ communication skill. Language learning process is also affected by multi-cultures in Indonesia. The problem is being answered by library research. The data is taken from certain references; primary data, secondary data and also supporting data. The result shows that sociocultural language learning is a learning which integrates culture as a part of learning process. Multicultural education is emphasized in an attempt to empower and improve minority and cultural group representation in curriculum and textbook. Sociocultural education is a process of giving how to respect, be honest and tolerant towards multi-cultures in plural society life. Sociocultural factors that affect language learning are social interaction and acculturation Keywords: language, learning, sociocultural, multicultural education.
PENERAPAN STRATEGI HEMBUSAN ANGIN KENCANG UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 20 PEKANBARU Windy Anggraini
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2019): PENTAS: Mei 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.931 KB)

Abstract

Abstract: This research aimed at knowing the enhancement of student learning motivation on Indonesian subject at the fifth grade of State Elementary School 20 Pekanbaru. This research was instigated by the low of student learning motivation seen on the ongoing learning process that students did not pay attention to the teacher explanation and not want to question. This research was a Classroom Action Research. The subjects of this research were teachers and the fifth grade students, and the object was Hembusan Angin Kencang strategy in increasing student learning motivation on Indonesian subject. This research was conducted for two circles, every circle comprised two meetings. Observation, and documentation were the techniques of collecting the data. Keywords : Strategy, Hembusan Angin Kencang, Student Learning Motivation
STRATEGI PENGAJARAN BAHASA Muhammad ikbal
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2019): PENTAS: Mei 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses pembelajaran tidak akan pernah terlepas dari penerapan sebuah strategi atau metode pembelajaran. Setiap metode dan strategi pembelajaran memiliki tujuan tertentu, setiap pendekatan, strategi maupun metode pembelajaran akan memiliki satu ranah pembelajaran yang menonjol meskipun juga mengandung ranah pembelajaran lainnya. Permasalahan yang akan dijawab dalam kajian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research), yang akan menjawab tentang pendekatan, strategi dan metode pengajaran bahasa. Kajian ini diambil dari naskah-naskah kepustakaan yang relevan dengan topik penelitian yaitu berkaitan dengan topik yang dibahas. Sumber data yang digunakan adalah data-data hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberpa macam pendekatan, strategi dan metode yang dapat diterapkan oleh seorang guru dalam pengajaran bahasa.. Pendekatan yang dapat digunakan dalam pengajaran bahasa anatara lain, pendekatan komunikatif, pendekatan integraktif, pendekatan cara belajar siswa aktif, pendekatan belajar kooperatif, pendekatan tujuan, pendekatan sruktural, pendekatan kontekstual (ctl). Menurut Nurhayati, strategi dalam pengajaran bahasa antara lain, dalam keterampilan mendengarkan: demonstrasi cerita pribadi, wawancara, bertelepon, bagan cerita (story maps), survei kelompok, pidato singkat, keterampilan membaca: strategi pemetaan pikiran, lihat dan katakan, keterampilan menulis: mengisi gelembung-gelembung ujaran, membuat salinan nyanyian, membuat daftar, menyusun informasi, menulis catatan, menulis laporan buku, menulis pesan , pesan di kartu ultah, kerja proyek, menulis kreatif , write from the start, menulis laporan suatu peristiwa. Metode menurut KBBI 2001 adalah cara yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. Metode dalam pengajaran bahasa antara lain: metode audiolingual, metode komunikatif, metode alamiah, metode SAS.
PRINSIP-PRINSIP PENGAJARAN BAHASA ardi yulis
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2019): PENTAS: Mei 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.908 KB)

Abstract

Abstrak Pengajaran dapat diartikan sebagai suatu proses mengajar. Mengajar adalah penyampaian ilmu kepada orang yang belajar/siswa. Pengajaran bahasa seperti pengajaran lainnya memiliki metodologi yang terdiri dari 4 komponen, yaitu: Pendekatan (Approach), Metode (Method), serta Teknik dan Prosedur (Technique and Procedure). Dalam artikel ini tidak hanya akan membahas tentang hal tersebut, akan tetapi lebih menjurus kepada prinsip-prinsip pengajaran bahasa. Prinsip-prinsip pengajaran bahasa terbagi menjadi tiga ranah, yaitu: kognitif, afektif dan linguistik. Kata kunci: pengajaran, pengajaran bahasa, prinsip pengajaran bahasa. Abstract Teaching can be interpreted as a teaching process. Teaching is the delivery of knowledge to people who learn / students. Teaching languages ​​like other teaching has a Methodology consisting of 4 components: Approach, Method, and Technique and Procedure. In this article will not only discuss about it, but rather lead to the principles of language teaching. The principles of language teaching are divided into three domains: cognitive, affective and linguistic. Keyword: teaching, language teaching, The principles of language teaching
GERAKAN SMART AND FUN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI DESA SOKO KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN LAMONGAN Hardiana Ekawati Safitri; Ella Risti Rahayu; Puji Retno Mustika Ningrum; Anisa Ulfah
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2019): PENTAS: Mei 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.371 KB)

Abstract

Abstrak Indonesia adalah salah satu negara yang minat baca warganya tergolong sangat rendah. Hal ini dibuktikan dengan hasil indeks nasional yang menyebutkan bahwa indeks baca di Indonesia hanya 0,01. Rendahnya minat baca menyebabkan rendahnya pula mutu pendidikan di Indonesia. Hal ini dikarenakan warga Indonesia khususnya anak-anak lebih suka menonton tv, bermain games dan media sosial lainnya daripada membaca buku. Jika hal tersebut dibiarkan terus-menerus akan mengakibatkan anak cenderung pasif, tidak bisa bersosialisasi dengan teman sebaya, dan akan mempengaruhi kesehatan terutama mata anak. Salah satu upaya untuk mengatasi rendahnya minat baca adalah dengan Gerakan Smart and Fun. Gerakan ini adalah suatu gerakan di bidang pendidikan yang mempunyai konsep belajar menyenangkan karena menggabungkan kegiatan minat baca dengan pembuatan berbagai karya dan bermain dengan permainan tradisional. Adapun tujuan dari kegiatan ini, yaitu (1) memberikan pemahaman tentang pentingnya membaca, (2) memberikan wawasan yang lebih luas kepada anak-anak, (3) menciptakan kegiatan positif yang menyenangkan, dan (4) menumbuhkan sikap aktif dan meningkatkan sosialisasi antarteman. Adapun metode pelaksanaan dari program terdiri dari beberapa tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan meliputi survei lokasi, mengurus perizinan, dan mempersiapkan alat. Sedangkan tahap pelaksanaan meliputi kegiatan minat baca, pembuatan karya, dan bermain permainan tradisional. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan selama 3 bulan dengan melihat indikator keberhasilan jangka pendek menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan minat baca anak-anak sebesar 33,5 %. Jumlah tersebut diperoleh dari hasil angket sebesar 50 % menjadi 83,5 %. Jadi, program yang dilaksanakan di Desa Soko RT 04 RW 02 Galagah Lamongan dapat dikatakan memberikan hasil yang baik bagi masyarakat sasaran khususnya anak-anak. Konsep program ini sangat mudah dan sederhana sehingga dapat diterapkan di daerah yang memiliki permasalahan yang sama. Kata kunci: Gerakan Smart and Fun, minat baca, anak-anak Abstarct Indonesia is one of the countries with a very low reading interest. This is evidenced by the results of the national index which states that the reading index in indonesia is only 0,01. The low reading interest causes the low quality of education in Indonesia. this is because Indonesians, especially children, prefer watching TV, playing games and other social media than reading books. If this is allowed to continue it will result in children tend to be passive, unable to socialize with peers, and will affect health, especially the eyes of children. One effort to overcome the low interest in reading is the Smart and Fun Movement. This movement is a movement in the field of education that has the concept of fun learning because it combines the activities of reading interest by making various works and playing with traditional games. The objectives of this activity, namely (1) provide an understanding of the importance of reading, (2) provide broader insight to children, (3) create pleasant positive activities, and (4) foster an active attitude and improve socialization between friends. The implementation method of the program consist of several stages, namely the preparation and implementation stages. The preparation phase includes site surveys, arranging permits, and preparing tools. While the implemetation phase includes activities in reading interest, making works, and playing tarditional games. Based on the implemetation of activities that have been carried out for 3 months by looking at indicators of short-terms succes shows that there has been an increase in children’s reading interest by 33,5%. This amount is obtained from the results of a questionnaire of 50% to 83,5%. So, the program implemented ini Soko Village RT 04 RW 02 Glagah Lamongan can be said to provide good results for the target community, especially children. The concept of this program is very easy and simple so that it can be applied in areas that have the same problems. Keywords: Smart and Fun Movement, reading interest, children
PEMIKIRAN FILSAFAT DALAM NOVEL “GERAK-GERIK” KARYA AH. J.KHUZAENI Rodli Rodli; Luthfa Nugraheni; Suryo Ediyono
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2019): PENTAS: Mei 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.563 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis genre dalam novel Gerak-Gerikkarya AH J Khuzaeni. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan analisis isi. Novel Gerak-Gerik yang setebal 360 halaman ini disajikan layaknya obrolan di warung kopi. Topiknya perlompatan kesana kemari. Mulai dari persoalan power syndrome, perubahan, restorasi, rekonsiliasi yang dilatari persoalan kaderisasi organisasi ekstra kampus, bahkan pernyatan filsafat dan tasawufpun menjadi bagian dari rasa nikmatnya paitnya kopi.Pada simpulan akhir, AH J Khuzaeni dengan novel pertama Gerak-Geriknya ini ingin menyampaikan pemikiran-pemikiran yang seringkali tereksplorasi dalam dunia pergerakan, bahwa sesungguhnya aktifis itu adalah kaum akademik, layaknya para filsuf Yunani yang seringkali bertemu pada sebuah taman acadomus, mendiskusikan pemikiran-pemikiran yang akhirnya menjadi teori baru tentang hakekat manusia dan kesemestaan alam. Gerak Gerik menghadirkan ruang diskusi pemikiran warung kopi yang sering diabaikan para akademisi. Diakui atau tidak, dari sanahlah dunia pemikiran, pergerakan dan kekaryaan seringkali hadir. AH J Khuzaeni telah merefleksikannya dalam novel pertamanya.
PENGARUH MOBILE LEARNING BERBASIS ANDROID TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP DRAMA leny risul habibah
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2019): PENTAS: Mei 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.351 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan unsur terpenting penentu keberhasilan pembangunan nasional. Faktor yang mempengaruhi perkembangan pendidikan dalam pembangunan nasional antara lain tujuan pendidikan, guru, siswa, materi pendidikan, media pendidikan, alat pendidikan dan lingkungan. Tujuan pendidikan adalah untuk mengembangkan semua potensi, kecakapan, serta semua karakteristik pribadi peserta didik kearah yang positif sehingga dapat menjadi insan yang bertakwa dan berguna bagi bangsa. Guru memiliki tanggung jawab untuk membimbing peserta didik dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh mobile learning berbasis android terhadap hasil belajar siswa pada konsep drama, (2) peningkatan menggunakan mobile learning berbasis android terhadap hasil belajar siswa pada konsep drama, (3) siswa dengan menggunakan mobile learning berbasis android terhadap hasil belajar siswa pada konsep drama. Sampel diambil secara purposive sampling yang terdiri dari kelas XI IPA (kelas kontrol) dan XI IPS (kelas eksperimen). Jumlah siswa kedua kelas sama yaitu 25 siswa, total 50 siswa. Taraf signifikansi (α) yang digunakan yaitu 5%. Pengambilan kesimpulan hipotesis berdasarkan kriteria pengujian, yaitu jika nilai sig (2-tailed) < α, maka H0 diterima dan H1 ditolak. Tabel 4.5 menunjukkan bahwa nilai sig (2-tailed) hasil pretest sebesar 0,177 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05,sehingga hipotesis nol (H0) diterima dan hipotesis alternatif (H1) ditolak. Artinya tidak terdapat pengaruh di kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Hasil posttest,nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai taraf signifikansi sebesar 0,05,sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Artinya terdapat pengaruh mobile learning berbasis Android terhadap hasil belajar siswapada konsep drama.
DEIKSIS DALAM NOVEL MERINDU BAGINDA NABI KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY Jauharul Abidin
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2019): PENTAS: Mei 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.825 KB)

Abstract

Kehidupan masyarakat Indonesia tidak pernah terlepas dari kegiatan berbahasa. Berbahasa adalah cara manusia untuk menyampaikan makna-makna tertentu yang dapat dipahami oleh penenutur, dengan cara memahami bahasa yang digunakan. Bahasa merupakan hal penting yang perlu dipelajari karena bahasa mempunyai fungsi dan peranan yang besar dalam kehidupan manusia. Dardjowijojo (2014: 16) bahasa adalah sistem simbul lisan yang arbitrer yang dipakai oleh anggota suatu masyarakat bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesamanya, berlandaskan pada budaya yang mereka miliki bersama. Berbahasa bisa dilakukan dimana saja termasuk dalam tuturan di dalam karya sastra seperti nove, cerpen dan lainnya. Karya sastra novel menghadirkan percakapan-percakapan antar tokoh dalam cerita yang memungkinkan fenomena deiksis akan muncul di dalam novel tersebut. Fenomena-fenomena deiksis dalam karya sastra para pembaca sering tidak menyadari penggunaan hal itu dan mengakibatkan ketidak pahaman makna yang ada saat membaca novel. Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu (1) Bagaiman penggunaan deiksis persona dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahaman El Shairazy, (2) Bagaimana penggunaa deiksis tempat dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahaman El Shairazy, (3) Bagaiaman penggunaam deiksis waktu dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahaman El Shairazy, (4). Bagaiaman penggunaam deiksis wacana dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahaman El Shairazy, dan (5).Bagaiaman penggunaam deiksis sosial dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahaman El Shairazy. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk mengambarkan sistematis mengenai fakta data penelitian. Kualitatif adalah menemukan penegtahuan baru berdasarkan data yang telah dikumpulkan, data yang akan dibahas dalam penelitian ini tentanng penggunaan deiksis dalam novel Merindu Bagindan Nabi karya Habiburrahman El Shirazy.
MENINGKATKAN SPEAKING SKILL SISWA MENGGUNAKAN MEDIA TWINCARDS DENGAN TEKNIK PERMAINAN KELAS VIII-A SMP NEGERI 1 KALITENGAH SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Basuki Basuki
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2019): PENTAS: Mei 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.114 KB)

Abstract

Penelitian ini berisi mengenai inovasi pembelajaran berupa media Twincards yang dibuat penulis untuk membantu dan mempermudah peserta didik berbicara, khususnya berupa ungkapan-ungkapan interaksional. Dalam penelitian ini terdapat dua rumusan masalah yaitu: (1) Apakah penggunaan media twincards dapat meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik? (2) Bagaimanakah dampak penggunaan media twincards dalam meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbicara siswa dengan menggunakan mediatwincards serta untuk mengetahui dampak penggunaan media twincards dalam meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik. Adapun temuan hasil penelitian adalah (1) Penggunaan media twincards dapat membuat peserta didik terlibat aktif bertanya jawab sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa khususnya pada kelas VIII-A SMP NEGERI 1 KALITENGAH semester ganjil dengan materi asking and giving opinions. (2) Dampak penggunaan media twincards sangat baik karena dapat meningkatkan prestasi peserta didik, Hal ini dapat dilihat dari peningkatan speaking siswa pada siklus I, rata-rata 8,2 dengan kenaikan 10,81% dengan prosentase ketuntasan 86%. Kemudian menjadi meningkat pada siklus II yaitu dengan rata-rata nilai speaking 87, terdapat kenaikan 17,57% dan prosentase ketuntasan 94%.
MEMBANGUN SUMBER DAYA MANUSIA YANG SEHAT DAN BERKARAKTER Nurul Kusnah
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2016): PENTAS: November 2016
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.295 KB)

Abstract

Development was a word we often hear so pragmatic, yet in reality it is not. Development was not only about the availability of infrastructure, buildings and facilities, economic growth and life expectancy. Development was not merely statistics and figures in the balance sheet. Covering all aspects of development where there are opportunities for every individual to flourish with dignity in the face of a changing world. Education was the main thing for the people after basic needs. However, it took a nation's education is education that is fair to everyone both in the physical, psychological and spiritual. In Article 3 of the Law on National Education System stated that the national education serves to develop the ability and character development and civilization dignified nation in the context of the intellectual life of the nation, is aimed at developing students' potentials to become a man of faith and devoted to God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, skilled, creative, independent, and become citizens of a democratic and accountable.

Page 4 of 22 | Total Record : 219