cover
Contact Name
Arthur Muhammad Farhaby
Contact Email
amfarhaby88@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
akuatikmspubb@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan
ISSN : 19781652     EISSN : 26565498     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Akuatik merupakan jurnal sumberdaya perairan yang diterbitkan secara berkala oleh Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung. Jurnal ini memuat makalah hasil penelitian, catatan hasil penelitian, artikel ulas balik, dan ulasan penelitian mengenai oseanografi, limnologi, biologi perairan, produktivitas perairan, pencemaran perairan, lingkungan pesisir dan masalah lainnya yang relevan.Terbit perdana pada bulan April 2007 yang selanjutnya akan terbit secara berkala dua kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 238 Documents
LITERATURE OF THE EMERGENCY OF THE CROCODILE IN BELITUNG ISLAND Dwi Agus Munandar
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 14 No 2 (2020): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/akuatik.v14i2.1862

Abstract

Crocodile attacks often occur in several areas in Belitung Island, especially in the estuaries of the river and the coast. Not available of the detail information related to the location of the appearance of crocodiles in Belitung Island is the background of this research. This research aimed to map the location of the appearance of crocodiles and identified the crocodile species in Belitung Island. This research method is descriptive with observation and interview approach. The results showed that there were 17 location points of crocodile appearance in Belitung Island, namely 2 points in Belitung Regency and 15 points in East Belitung Regency. Some crocodile habitats in Belitung Island, including in some waters such as Pilang River, Keladi River, Sembulu River, Nujau Lake, Lenggang River, Sambar River, Mirang River, and Kero Lake. The identification results showed that the types of crocodiles in Belitung Island are Estuarine Crocodile (Crocodylus porosus). Therefore, it is recommended to continue to maintain the condition of the waters ecosystem in Belitung Island so that the habit of crocodile remains sustainable.
STUDI KESEHATAN EKOSISTEM TERUMBUK KARANG DI PERAIRAN PULAU KETAWAI KABUPATEN BANGKA TENGAH Okto Supratman; M. Rizza Muftiadi
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 15 No 2 (2021): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/akuatik.v15i2.2779

Abstract

Ekosistem terumbu karang memiliki fungsi sebagai feeding ground, nursery ground dan spawning ground bagi organisme pendukung yang bersimbiosis di ekosistem perairan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kesehatan ekosistem terumbu karang dengan menggunakan metode purposive sampling dan Underwater Photo Transect (UPT) di perairan Pulau Ketawai Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Oktober 2021 sebanyak 4 (empat) titik di perairan Pulau Ketawai, Bangka Tengah. Hasil penelitian menunjukan ekosistem pada terumbu karang perairan pulau ketawai termasuk dalam kondisi baik dengan nilai tutupan Terumbu Karang berkisar 50,20% hingga 66,20%. Tingkat keanekaragaman bentuk pertumbuhan paling banyak terdapat pada stasiun 01 dengan dominansi bentuk pertumbuhan Coral Foliose (CF) sebesar 32,53% dan tingkat keanekaragaman bentuk pertumbuhan paling rendah terdapat pada stasiun 04 di dominansi oleh pertumbuhan Coral Heliopora (CHL) dengan persentase 32,47%.
Tingkat Kepatuhan Pelaku Usaha Pembudidaya Udang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Retfi Wiseli
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 16 No 1 (2022): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/akuatik.v16i1.2661

Abstract

The rise of shrimp farming businesses in the Province of the Bangka Belitung Islands at this time, it is deemed necessary to know the level of compliance of shrimp cultivators business actors can be measured by looking at the extent of ownership of basic licensing documents for business permits. The method used in this research is descriptive method which is a method of researching the current status of objects with the aim of providing an overview of the state of the object (shrimp farming business actors) at the present time. Data collection was carried out by collecting primary data using interviews with 48 (forty eight) shrimp ponds in the Bangka Belitung Islands Province (Bangka Regency, West Bangka, Central Bangka, South Bangka and Pangkalpinang City). The results of the study indicate that the level of compliance of shrimp aquaculture business actors is classified as less compliant with a percentage of 31.25%. The Compliance Level of Shrimp Farming Business Actors the lowest is Bangka Regency South with a compliance level of 16.67%‎ (low) and the highest level of Compliance of Shrimp Farming Business Actor is Pangkalpinang City with 66 compliance level, 67%‎(quite obedient).‎
Analisis Strategi Pengelolaan Sumberdaya Rajungan Secara Berkelanjutan Di Perairan Teluk Kelabat Dalam Kabupaten Bangka Kamandaka Daka; Eva Utami; Kurniawan Kurniawan
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 14 No 2 (2020): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/akuatik.v14i2.2015

Abstract

ABSTRACT Kelabat Bay is located on Northern Part of Bangka Island, Bangka Belitung. Kelabat Bay can be divided into two parts bounded by Tanjung Ruh, that are Teluk Kelabat Luar and Teluk Kelabat Dalam. The purpose of this research is to analyze the strategy of Rajungan sources on the waters of Teluk Kelabat Dalam using SWOT method. This research was conducted in May, 2018 on the waters of Teluk Kelabat Dalam, West Bangka, Bangka Belitung using purposive sampling technique. The data were collected using questionnaires and interviews. The results of this study show that there are three types of Rajungan, they are Rajungan Biasa (Portunus Pelagicus), Rajungan Karang (Charybdis feriata), Rajungan Angin (Podophthalmus vigil). In addition, the results of SWOT method indicate that there are 14 strategies of Rajungan Sources on the waters of Teluk Kelabat Dalam. It can be concluded that these three crabs have the same strategy.
Pengaruh Warna Lampu Celup Dalam Air Terhadap Hasil Tangkapan Bagan Tancap Di Perairan Kabupaten Bangka Tengah feri feri yadi; Wahyu Adi; Eva Utami
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 14 No 2 (2020): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/akuatik.v14i2.2116

Abstract

The Submerged Light in the Water is one of the catching tools for fishermen with step-step charts. Research with trials of differences in the color of Lacuda's light was carried out in the waters of Tanjung Pura Village with the aim of getting better results. The purpose of this study was to analyze the effect of the color of the lights in the water on the catch on the live chart. The research was conducted in January 2019 in the waters of Tanjung Pura, Central Bangka Regency. The method used in this research is the fishing trial or experimental method of fishing and the statistical method used in this experiment is a randomized block design (RBD). The color of light lacuda that most influences the catch of the fixed chart is white lacuda with a catch of 184.63 kg, while treatment of yellow lacuda is 129.4 kg, treatment of blue lacuda is 109.25 kg, and treatment of lacuda with green color gets the lowest yields with a catch of 79.7 Kg.
Tingkat Keuasan Nelayan Di Desa Tukak Terhadap Pelayanan Administrasi Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan Efitri Zahrawani
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 14 No 2 (2020): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/akuatik.v14i2.2405

Abstract

Nelayan membutuhkan pelayanan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi sendiri. Demikian juga pada Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kaupaten Bangka Selatan mempunyai peran penting untuk menyediakan layanan pubik. Pelayanan yang diberikan secara umum belum memuaskan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan nelayan di Desa Tukak terhadap pelayanan administrasi di Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode penarikan contoh menggunakan teknik simple random sampling dengan responden sebanyak 76 nelayan perikanan tangkap. Tingkat kepuasan nelayan dianalisis menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat berdasarkan Petaruran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 14 tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik, sedangkan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan nelayan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan nelayan di Desa Tukak Terhadap Pelayanan Administrasi Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan sebesar 80% dan tergolong dalam kategori puas. Faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan nelayan adalah keandalan, jaminan, dan daya tanggap. Kata Kunci : Nelayan, Tingkat Kepuasan, Pelayanan Administrasi.
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Ikan Asin Di Desa Batu Belubang Kabupaten Bangka Tengah Dara Krismonita Agustin
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 14 No 2 (2020): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/akuatik.v14i2.2406

Abstract

Batu Belubang Village, Bangka Tengah regency is one of he areas that has the largest number of salted fish processing production houses in Bangka Island. The obstacle in developing of Salted Fish Processing in Batu Belubang Village, is that lack of data and information about the feasibility of accuracy that can be referred in the utilization of these resources optimally. Therefore, the study of financial feasibility of salted fish processing in the Batu Belubang Village, Bangka Tengah regency, is necessary conducted to determine the financial feasibility of salted fish processing. The data compilation methods is done by literature and field study. The data and information that is needed are primary and secondary data. Primary data collecting is got by field survey and interviews with salted fish business owners as many as 54 respondents. Field survey by spreading questionnaires, that involves the questionnaire for profile and cost component of salted fish processing in Batu Belubang Village. The analysis that is applied in this study is descriptive analysis related to salted fish processing business and financial feasibility analysis based on the criteria of total investment value, total cost, total revenue, total income, Benefit Cost of Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return ( IRR), and Payback Period (PP).
Kajian Parameter Lingkungan terhadap Kelimpahan Kepiting Bakau (Scylla sp) di Perairan Muara Semubur Desa Tuik Kabupaten Bangka Barat halipatul fikri
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 14 No 2 (2020): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/akuatik.v14i2.2426

Abstract

Mangrove crab is one of the fishery commoditiesthat has important economic value and is favored by the community because of its delicious meat and high nutritional value. The potential of mangrove crabs in indonesia is quite large, because mangrove crabs have a very wide distribution and can be found almost all over indonesia waters, especially in waters growing up with mangrove forest.This research was conducted in March 2020 in the Semubur estuary, Tuik Village, West Bangka Regency. The data collected consisted of community structure and abundance of mangrove crabs, substrate, and water physics and chemistry parameters. Based on the research results obtained 2 species of crab, Scylla serrate and Pilumnopeusserrativerons. The structure of the mangrove crab community in waters of Semubur estuary, Tuik Village, West Bangka Regency, uniformity index value has an average value of 0,909, where in station I to station IV is classified as high uniformity while station V is classified as moderate uniformity. While the dominance index has an average value of 0,558 where, station I to station IV is classified as moderate dominance while station V is classified as high dominance. The largest abundance of Scylla serrata crabs is 1300 ind / ha found at station I. Meanwhile, Pilumnopeusserratifrons crabs were mostly found at station I with 900 ind / ha. Analysis of the relationship between the abundance of crabs and environmental parameters was analyzed usinganalysis PCA (Principal Component Analysis), where the results of the analysis were that the abundance of crabs was correlated with salinity, sand fraction, dust fraction and water temperature.
PEMETAAN KAWASAN HUTAN MANGROVE MENGGUNAKAN DRONE DI KAWASAN WISATA HUTAN MANGROVE SEBAGAI SALAH SATU UPAYA KONSERVASI KAWASAN HUTAN MANGROVE DI DESA TUKAK KABUPATEN BANGKA SELATAN Okto Supratman; arthur muhammad farhaby
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 16 No 1 (2022): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/akuatik.v16i1.2863

Abstract

Pengelolaan lingkungan selain berdimensi pengelolaan sumber daya alam, juga berdimensi pemanfaatan ruang. Suatu ruang tertentu dapat digunakan untuk berbagi alternatif kegiatan, seperti pemukiman, industry, pertanian, dan sebagainya. Kegiatan ini selain dapat menyebabkan adanya konflik penggunaan, misalnya perebutan lokasi, tumpang tindih penggunaan, juga dapat mengakibatkan terganggunya kegiatan lain yang berada di dekatnya. Keterpaduan pengelolaan lingkungan dengan tata ruang ditegaskan dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang menegaskan bahwa tata ruang sebagai instrument pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup. Salah satu cara yang di perlukan untuk memastikan penggunaan lahan di wilayah pesisir sudah sesuai dengan peruntukannya yaitu melakukan pemetaan menggunakan drone. Hal ini penting dilakukan dikarena data spasial sangat di butuhkan dibidang perikanan, pertanian, pertambangan dsb. Universitas Bangka Belitung memiliki sumberdaya manusia yang memumpuni untuk memberikan bantuan dalam bentuk melakukan pemetaan Kawasan hutan mangrove di kawasan Desa Tukak untuk mencegah adanya penyerobotan lahan untuk digunakan sebagaimana yang bukan peruntukannya maka perlu adanya peta kawsan yang terkini berdasar kondisi riil di lapangan dan cara tersebut adalah melakukan pemetaan menggunakan drone.
Pemetaan Kawasan Hutan Mangrove Menggunakan Drone Di Kawasan Wisata Hutan Mangrove Sebagai Salah Satu Upaya Konservasi Kawasan Hutan Mangrove Di Desa Tukak Kabupaten Bangka Selatan arthur muhammad farhaby arby; Muhammad Rizza Muftiadi; Okto Supratman; Wahyu Adi
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 16 No 1 (2022): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/akuatik.v16i1.3881

Abstract

Pengelolaan lingkungan selain berdimensi pengelolaan sumber daya alam, juga berdimensi pemanfaatan ruang. Suatu ruang tertentu dapat digunakan untuk berbagi alternatif kegiatan, seperti pemukiman, industry, pertanian, dan sebagainya. Kegiatan ini selain dapat menyebabkan adanya konflik penggunaan, misalnya perebutan lokasi, tumpang tindih penggunaan, juga dapat mengakibatkan terganggunya kegiatan lain yang berada di dekatnya. Keterpaduan pengelolaan lingkungan dengan tata ruang ditegaskan dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang menegaskan bahwa tata ruang sebagai instrument pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup. Salah satu cara yang di perlukan untuk memastikan penggunaan lahan di wilayah pesisir sudah sesuai dengan peruntukannya yaitu melakukan pemetaan menggunakan drone. Hal ini penting dilakukan dikarena data spasial sangat di butuhkan dibidang perikanan, pertanian, pertambangan dsb. Universitas Bangka Belitung memiliki sumberdaya manusia yang memumpuni untuk memberikan bantuan dalam bentuk melakukan pemetaan Kawasan hutan mangrove di kawasan Desa Tukak untuk mencegah adanya penyerobotan lahan untuk digunakan sebagaimana yang bukan peruntukannya maka perlu adanya peta kawsan yang terkini berdasar kondisi riil di lapangan dan cara tersebut adalah melakukan pemetaan menggunakan drone.

Filter by Year

2007 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 2 (2024): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 18 No 1 (2024): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 17 No 2 (2023): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 17 No 1 (2023): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 16 No 1 (2022): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 15 No 2 (2021): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 14 No 2 (2020): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 14 No 1 (2020): AKUATIK : Sumberdaya Perairan Vol 13 No 2 (2019): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 13 No 1 (2019): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 13 No 1 (2019): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 12 No 2 (2018): Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 12 No 1 (2018): Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 2 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 1 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 2 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 1 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 9 No 1 (2015): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 8 No 2 (2014): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 8 No 1 (2014): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 7 No 2 (2013): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 7 No 1 (2013): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 6 No 2 (2012): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2012): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2011): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2011): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 4 No 2 (2010): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 4 No 1 (2010): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 3 No 2 (2009): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 3 No 1 (2009): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 2 No 2 (2008): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 2 No 1 (2008): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 1 No 2 (2007): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 1 No 1 (2007): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan More Issue