cover
Contact Name
firlya rosa
Contact Email
f105a@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
saparinpdca@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Machine : Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 25022040     EISSN : 25810138     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
PERHITUNGAN DIAMETER MINIMUM DAN MAKSIMUM POROS MOBIL LISTRIK TARSIUS X3 BERDASARKAN ANALISA TEGANGAN GESER DAN FAKTOR KEAMANAN Firlya Rosa; Rodiawan Rodiawan
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 1 (2017): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.496 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan industri otomotif di Indonesia yang menggunakan sumber energi listrik masih bersifat kompetisi di lingkungan mahasiswa perguruan tinggi. Salah satunya adalah mobil listrik Tarsius X3 yang dimiliki Universitas Bangka Belitung yang mempunyai daya 2 kilowatt dengan poros sebagai sistem penggerak roda belakang yang digunakan untuk mentransferkan daya dari motor listrik ke roda. Berdasarkan hasil uji tarik material, material yang digunakan merupakan material ulet dengan yield strength sebesar 622,46 N/mm2, dan tensile strength sebesar 649,21 N/mm2. Poros merupakan jenis overhanging beam dimana ujung poros sebagai tumpuan mengalami tegangan puntir berdiameter 25,30 h6 dan mengalami beban shock dengan yang berkisar 12-16. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan diameter minimum dan maksimum poros berdasarkan beban shock dengan menggunakan maximum shear stress theory atau Guest’s theory yang dihitung secara manual. Dari hasil perhitungan didapatkan poros berdiameter minimum 21,66 mm dengan tegangan geser sebesar 51,87 N/mm2 dan safety factor sebesar 12 dan berdiameter maksimum 23,84 mm dengan tegangan geser sebesar 38,90 N/mm2 dan safety factor 16. Ini menunjukkan bahwa diameter poros 25,30 yang diaplikasikan pada poros mobil listrik masih mampu menahan beban-beban yang terjadi pada mobil listrik
KAJIAN KINERJA KOMPOR SURYA DENGAN VARIASI SUSUNAN ABSOBER Abdul Muin
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 1 (2017): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.162 KB)

Abstract

ABSTRAK Energi radiasi surya merupakan salah satu bentuk energi alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan kehidupan dalam rumah tangga maupun industri, apalagi di era krisis energi bahan bakar cair dan gas saat ini. Salah satu pemanfaatan energi surya adalah sebagai energi untuk memasak, memanaskan. Disini akan dirancang dan dikaji variasi berapa macam bentuk absorber dari Kompor Surya Tipe Kotak, pengujian akan dilakukan pada 3 macam konfigurasi susunan absorber, dengan masing-masing berbentuk tirus, setengah melingkar dan kotak (kompor A, B dan C). Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju kemampuan masing-masing absorber terhadap kemampuan daya dan efisiensi penyerapan kalor. Metode yang digunakan dalam pengujian ini adalah eksperimental. Pengujian dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Teknik Mesin Universitas Tridinanti Palembang. Dari hasil pengujian diperoleh masing-masing daya dan efisiensi yaitu untuk kompor A, B dan C adalah P = 28,91 Watt, η = 22,11%, P = 31,52 Watt, η = 24,12%, dan P = 33,54 Watt, η = 26,65%. Hasil ini menyatakan bahwa Kompor Surya tipe kotak memiliki daya maupun efisiensi yang tertinggi dari bentuk absorber lainnya, yaitu dengan daya kompor 33,54 Watt, sedangkan efisiensi 26,65%.
IDENTIFIKASI PERSEPSI DAN SIKAP TERHADAP KESELAMATAN KERJA DI PERTAMBANGAN TIMAH INDONESIA R. Priyoko Prayitnoadi
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 1 (2017): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.7 KB)

Abstract

Abstrak Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi dan sikap terhadap keselamatan kerja ditempat kerja untuk meningkatkan ergonomis dan keselamatan kerja di pertambangan timah khususnya di usaha kecil dan menengah (UKM). Studi dilakukan dengan mengunjungi lima perusahaan tambang timah yang seluruhnya merupakan perusahaan kecil dan menengah serta menyebarkan kuesioner persepsi dan sikap terhadap keselamatan kerja yang bersumber dari Williamson, dkk (1997). Terdapat lima perusahaan dengan limabelas responden yang terdiri dari para pemilik, manajer dan pekerja di perusahaan tersebut. Studi ini mengidentifikasi beberapa persepsi dan sikap positif yang akan menjadi masukan bagi pemberi kebijakan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk mempertahankan persepsi dan sikap positif tersebut dengan memberikan kepada pekerja pengetahuan tentang ergonomi dan praktik-praktik keselamatan kerja yang baik
Briket Arang Berbahan Campuran Ampas Daging Buah Kelapa dan Tongkol Jagung Eka Sari Wijianti; Yudi Setiawan; Hendra Wisastra
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 1 (2017): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.504 KB)

Abstract

Abstrak Energi alternatif merupakan pilihan untuk mengatasi krisis energi saat ini, salah satu energi alternatif yang bisa dimanfaatkan adalah biomassa yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi energi terbarukan.Briket adalah salah satu dari jenis biomassa yang saat ini dapat menjadi solusi sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan, ekonomis, dan solusi penanggulangan limbah. Bahan baku pembuatan briket ini terdiri dari ampas daging buah kelapa dan tongkol jagung. Penggunaan bahan baku ini di dasari dengan banyaknya bahan yang terdapat di Bangka Belitung. Untuk mendapatkan kualitas briket yang baik, parameter yang mempengaruhi antara lain kadar air, kadar abu, kadar zat yang menguap, kadar karbon, nilai kalor dan kerapatan partikel pada briket. Briket yang digunakan pada pengujian sebanyak 6 sampel. Dengan komposisi campuran ampas daging buah kelapa dan tongkol jagung yang bervariasi yaitu 750 gram ampas daging buah kelapa dengan 250 gram tongkol jagung, 500 gram ampas daging buah kelapa dengan 500 gram tongkol jagung dan 250 gram ampas daging buah kelapa dengan 750 gram tongkol jagung, dan tekanan untuk pengepresan briket yang bervariasi yaitu 80 Psi dan 90 Psi. Dari pengujian yang dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa campuran yang terbaik pada sampel I dengan komposisi 750 gram ampas daging buah kelapa dan 250 gram tongkol jagung dengan tekanan 80 Psi. Briket tersebut memiliki karakteristik kadar abu terkecil yaitu 7,76 %, kadar zat yang menguap sebesar 31,63 % dan nilai kalor sebesar 6417,251 kal/g. Sedangkan kadar air terkecil terdapat pada sampel IV, yaitu 7,95 % dan kadar karbon terbesar terdapat pada sampel V, yaitu 55,0325 %.
PENGARUH JARAK SEL BUKAAN BALOK TERHADAP KEKUATAN MATERIAL DAN KARAKTERISTIK GETARAN Sunardi Sunardi; Erny Listijorini; Muhamad Sahroni
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 2 (2016): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.304 KB)

Abstract

Abstrak Balok banyak digunakan dalam aplikasi struktur baik mekanikal maupun sipil. Dalam prakteknya balok yang digunakan di lapangan tidaklah homogen, sehingga akan menyebabkan terjadinya konsentrasi tegangan pada bagian-bagian tertentu. Dampak lanjutannya adalah terjadi perubahan kekuatan, kekakuan dan respon getaran ketika balok memperoleh eksitasi dari luar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 metode, yaitu eksperimen dan FEM. Karakteristik balok yang dipelajari adalah defleksi, tegangan, frekuensi dan konstanta redaman. Pada penelitian ini digunakan aluminum AL 6063 yang diberikan sel berbentuk lingkaran, persegi dan belah ketupat. Jarak antar sel masing-masing 40mm dan 60mm. Dari hasil pengujian diperoleh nilai defleksi dan tegangan terkecil terjadi pada balok dengan sel berbentuk lingkaran. Semakin jauh jarak antar sel maka tegangan, defleksi, frekuensi dan konstanta redamannya juga semakin kecil
PERHITUNGAN DISTRIBUSI TEGANGAN SISA PENGELASAN SAMBUNGAN–T PADA INSTALASI PIPA Antonius Wahyu Cahyo Purnomo
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 2 (2016): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.436 KB)

Abstract

Abstrak Studi tentang pemodelan dan perhitungan tegangan sisa akibat pengelasan pada sambungan-T pada instalasi perpipaan. Model perhitungan diambil material standard las dengan data koefisien konduksi panas, k =13,5x106 W/ °K.m2, dan angka muai termal, α = 13x10-6 mm/mm. Tegangan sisa dihitung berdasarkan iterasi regangan yang timbul akibat distribusi suhu selama pendinginan dari suhu pengelasan menuju temperatur ruang dengan simulasi suhu pada daerah las sebesar 1200 °C. Perhitungan berdasarkan metode elemen hingga dengan program ANSYS 5.4. model 3 dimensi. Distribusi tegangan menunjukkan harga tegangan total pada bahan las berkisar antara 300 sampai dengan 400 MPa, sedangkan pada material pipa antara 30 sampai 200 MPa. Konsentrasi tegangan dapat diamati pada sambungan pengelasan yang terjadi pada bagian dalam dan permukaan sambungan dengan tegangan maksimum sekitar 440 MPa. Hasil perhitungan ini disimpulkan bahwa komputasi perhitungan sisa dapat memprediksi harga rata-rata maupun harga maksimum tegangan sisa yang terjadi akibat konsentrasi tegangan.
PEMANFAATAN CANGKANG BUAH KARET SEBAGAI ALTERNATIF CARBURIZER PADA PROSES PACK CARBURIZING BAJA KARBON RENDAH ST.37 Saparin Saparin
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 2 (2016): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.37 KB)

Abstract

Abstrak Pack carburizing adalah proses menambahkan karbon ke permukaan benda dengan menggunakan media padat. Umumnya menggunakan serbuk besi sebagai sumber karbon aktif yang harganya relatif mahal. Pada penelitian ini benda uji menggunakan baja karbon rendah St. 37 dengan dimensi 50 mm x 30 mm x 12 mm. Pack carburizing menggunakan alternatif karbon aktif yang berasal dari arang cangkang buah karet dan serbuk besi 98 % karbon yang dilakukan pada temperatur 9500 C dengan holding time 60 menit. Case hardening dilakukan pada temperatur 9000 C, holding time 120 menit dan menggunakan air sebagai media pendingin quenching. Pengujian kekerasan menggunakan alat Equotip2 Hardness Tester. Data hasil pengujian kekerasan, karbon aktif yang berasal dari arang cangkang buah karet terjadi peningkatan kekerasan dari 134 HV menjadi 362,39 HV sedangkan dari serbuk besi peningkatan kekerasan dari 134 HV menjadi 499,78 HV. Berdasarkan perhitungan perbandingan linier dengan mengacu pada pada karbon aktif dari serbuk besi 98 % karbon maka, diperkirakan kadar karbon aktif yang tedapat pada arang cangkang buah karet adalah 62,44 %. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa arang cangkang buah karet dapat digunakan sebagai carburizer pada proses pack carburizing.
PENGARUH TEGANGAN DAN WAKTU PADA PROSES ELEKTROKOAGULASI PENGADUK PNEUMATIS TERHADAP AIR Yudi Setiawan; Pratama Pratama; Sulaiman Sulaiman
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 2 (2016): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.844 KB)

Abstract

Abstrak Proses elektrokoagulasi pengaduk pneumatis dapat meningkatkan atau menurunkan derajat keasaman (pH), total zat padat terlarut (Total Dissolved Solid/TDS), kandungan oksigen (Dissolved Oxygen/DO), dan daya hantar listrik (DHL). Besar persentase pengaruh tegangan dan waktu terhadap meningkatnya derajat keasaman sebesar 48.89% terjadi pada tegangan 12 volt dalam waktu 60 menit, penurunan total padatan terlarut sebesar 84,24% terjadi pada tegangan 12 volt dalam waktu 90 menit, meningkatnya kandungan oksigen sebesar 51.43% terjadi pada tegangan 6 volt dalam waktu 30 menit, dan meningkatnya daya hantar listrik sebesar 25% terjadi pada tegangan 6 volt, 9 volt dalam waktu 30 menit. Semakin meningkatnya tegangan dan lama waktu proses dijalankan semakin berpengaruh terhadap derajat keasaman (pH), total zat padat terlarut (Total Dissolved Solid/TDS), kandungan oksigen (Dissolved Oxygen/DO), dan daya hantar listrik (DHL). Berdasarkan baku mutu air bersih kondisi proses optimum dari pengujian alat adalah tegangan 6 volt dan waktu proses 30 menit. Pada kondisi tersebut derajat keasaman (pH) dalam air adalah 7,916 (derajat keasaman 6,5-8,5 sebagai air minum), kandungan zat padat terlarut 39 ppm (maksimum yang diijinkan 100 mg/l sebagai air minum), kandungan oksigen 5,83 ppm (4-6 ppm), dan daya hantar listrik 5 ms (2-4 ms).
ANALISA KESTABILAN KAPAL ISAP PASIR DARI KEDALAMAN 40 METER MENJADI 66 METER Firlya Rosa
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 2 (2016): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.472 KB)

Abstract

Abstrak Kapal isap pasir dapat dimodifikasi sebagai kapal isap material timah yang digunakan untuk perairan lepas pantai dengan kedalaman lebih dari 50 m. Untuk memenuhi kedalaman tersebut, perlu dilakukan modifikasi kapal isap pasir dengan memanjangkan ladder sesuai dengan kapasitas yang diinginkan. Penelitian ini memodifikasi kemampuan kapal isap pasir yang sudah ada dengan kedalaman pengerukan 40 m menjadi kapal isap timah dengan kedalaman 66 m. Tanpa merubah dimensi maupun geometri dari ponton dan peralatan yang sudah ada, membuang ladder 40 m, menambah peralatan pendukung pengerukan 66 m dan membuat konstruksi ladder untuk kedalaman 66 m menyebabkan perubahan stabilitas kapal sehingga perlu dianalisa kembali stabilitas kapal isap pasir modifikasi tersebut. Analisa dilakukan dengan mendata peralatan yang masih tetap digunakan, menghitung berat estimasi peralatan-peralatan yang dimodifikasi, menghitung peralatan-peralatan tambahan dan menempatkan posisi peralatan modifikasi terhadap titik acuan serta menentukan pusat titik massa (COG) yang baru dengan menggunakan metode momen. Dari hasil analisa didapatkan bahwa sudut kemiringan heel to starboard kapal isap modifikasi sama dengan kapal isap yang ada sebesar 0,2° yang menyebabkan kapal isap modifikasi mengalami kemiringan ke arah port kapal. Selain itu, sudut lengan pengembali (GZ) kapal isap modifikasi lebih rendah dibandingkan kapal isap pasir yang ada dan tidak memenuhi standar IMO. Dari hasil analisa, maka kapal isap pasir modifikasi perlu dilakukan perubahan geometri dan dimensi dari ponton untuk mendapatkan stabilitas dan memenuhi standar IMO.
PENGARUH PERUBAHAN TEMPERATUR PADA PROSES QUENCHING PARTITIONING TERHADAP MIKROSTRUKTUR DAN KEKERASAN BAJA JIS SKD 11 Andreas Reky Kurnia Widhi
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 2 (2016): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.529 KB)

Abstract

Abstrak Aplikasi dari baja perkakas JIS SKD 11 sebagai material cetakan memegang peranan strategis dalam dunia industri. Untuk memperoleh baja perkakas kualitas tinggi, salah satu caranya adalah dengan mengatur perlakuan panas. Pada penelitian ini, material baja perkakas diatur perlakuan panasnya dengan Quenching Partitioning (QP). Variabel yang digunakan adalah perubahan temperatur perlakuan panas, dengan menahan temperatur kuens pada suhu 100oC dan 150oC yaitu antara suhu Ms dan Mf. Dalam penelitian ini disimpulkan perlakuan QP memberikan pengaruh sifat mekanis dan mikrostruktur baja JIS SKD 11. Nilai kekerasan baja pada perlakuan QP pada penelitian ini sanggup meningkatkan kekerasan 5-7 HRC. Perubahan dimensi setelah perlakuan panas pada QP perubahan dimensi mengalami penambahan/mengembang 0.02 mm. Pada proses QP terbentuk fasa martensit dan austenit sisa.

Page 3 of 18 | Total Record : 180