cover
Contact Name
firlya rosa
Contact Email
f105a@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
saparinpdca@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Machine : Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 25022040     EISSN : 25810138     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
PERANCANGAN GEARBOX TRAKTOR TANGAN 2 KECEPATAN 1 MUNDUR DENGAN SISTEM PEMINDAH GIGI SYNCHROMESH Bustami Ibrahim; Aziza Noor Fadhila; Rofan Yulian Romansyah
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2018): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.225 KB) | DOI: 10.33019/jm.v4i1.447

Abstract

Abstrak Saat ini Polman Bandung sedang melakukan pengembangan hand tractor atau traktor tangan melalui Pusat Pengembangan Power Train Otomotif (P3TO) dengan fokus kajian yang penting untuk dilakukan saat ini adalah perancangan gearbox baru untuk traktor tangan yang akan dikembangkan. Pengembangan-pengembangan yang akan dilakukan saat ini ialah penambahan kecepatan pada gearbox, peningkatan perfoma gearbox dan peningkatan kemudahan operasi dari gearbox yang dilihat dari segi sistem pemindah gigi yang ada pada gearbox. Hal ini didasarkan pada model-model gearbox pada traktor tangan yang ada di Indonesia, dinilai memiliki kekurangan pada aspek-aspek yang akan dikembangkan saat ini terutama pada jumlah kecepatan dan sistem pemindah giginya, maka dari itu pada tugas akhir ini dipilih multi speed gearbox dengan 2 kecepatan 1 mundur dengan sistem pemindah gigi synchromesh untuk mengatasi kekurangan-kekurangan gearbox traktor tangan yang ada saat ini. Tahapan perancangan dilakukan berdasarkan metode perancangan VDI 2222. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan gearbox yang sesuai dengan daftar tuntutan dengan sistem dan performa yang lebih baik dari yang ada saat ini di pasaran.
PERANCANGAN MESIN PENGOLAH AIR BERSIH BERGERAK DENGAN MENGGUNAKAN SISTIM MODULAR UNTUK PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT AIR Yuliar Yasin Erlangga; Heri Setiawan
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2018): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.647 KB) | DOI: 10.33019/jm.v4i1.448

Abstract

ABSTRAK Pengolahan air bersih (Water Treatment) sistem modular/mobile (compact mobile) merupakan pengembangan dari sistem penyaringan air dengan sistem “up flow” yang sudah dikembangkan oleh BPPT dengan penambahan dan perbaikan fungsi proses dalam upaya mengoptimalkan proses pengolahan air baku menjadi air bersih. Pengembangan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan mengubah dari instalasi pengolahan yang tetap yang biasanya berbentuk civil work ke dalam sub fungsi-fungsi pengolah yang bersifat modular/mobile (compact mobile) dengan ukuran / dimensi yang tidak terlalu besar (compact design). Keuntungan yang bisa didapatkan dari sistem tersebut terutama dalam segi penanganan selama proses pengolahan dan dalam hal penyediaan suku cadang yang mudah sehingga waktu perbaikan disaat terjadi kerusakan pada mesin pengolahan air bersih ini menjadi sangat singkat dan juga ukuran / dimensi dari perangkat ini yang cukup kecil (compact) sehingga mudah dalam pemindahan antar lokasi untuk keadaan darurat air. Pada akhir penelitian ini setelah melalui proses perancangan menurut VDI 2222 dan sudah dilakukan penilaian berdasarkan beberapa aspek maka terbangun sebuah prototipe modular mobile water treatment berkapasitas pengolahan 1 M² per jam yaitu rancangan nomer 2 dengan nilai 92%. Aspek terbarukan yang dipelajari adalah desain modular mobile water treatment itu sendiri, penentuan dan pemilihan solusi dari sub fungsi bagian serta bagaimana sub-sub fungsi bagian tersebut diikatkan pada rangka sehingga instalasi tersebut menjadi kompak untuk dijadikan sebagai mobile water treatment.
KARAKTERISTIK BRIKET BERBAHAN CAMPURAN CANGKANG BUAH KARET DAN BATANG SENGGANI DENGAN TEKANAN PENCETAKAN 90 PSI Elyas Kustiawan; Eka Sari Wijianti; Saparin Saparin
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2018): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.812 KB) | DOI: 10.33019/jm.v4i1.449

Abstract

Abstrak Briket atau yang lebih dikenal dengan bahan bakar arang merupakan energi biomassa sebagai salah satu bentuk energi alternatif. Briket mempunyai prospek yang bagus untuk dikembangkan karena pembuatannya yang mudah dan ketersediaan bahan baku yang melimpah di alam. Oleh karena itu penelitian ini berupaya membuat briket dengan kombinasi campuran cangkang buah karet dan batang senggani. Kedua bahan tersebut adalah tanaman yang sangat banyak ditemui di wilayah Bangka Belitung, terutama di area perkebunan dan area hutan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik briket meliputi kadar air, kadar abu dan nilai kalor sesuai standar mutu SNI 01-6235-2000. Briket dibuat dengan variasi campuran cangkang buah karet : batang senggani yaitu 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, 0%:100%. Bahan perekat menggunakan tepung kanji sebanyak 10 gram tiap komposisi campuran. Briket dicetak pada tekanan tetap yaitu 90 psi. Untuk mempercepat proses pengeringan, briket dikeringkan dalam oven dengan temperatur 80oC selama 16 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk seluruh variasi komposisi campuran briket, kadar air masih berada di atas 8% (belum memenuhi standar SNI), kadar abu berada di bawah 8% (memenuhi standar SNI) dan nilai kalor di atas 5000 Kal/g (memenuhi standar SNI). Variasi komposisi terbaik adalah komposisi 75% cangkang buah karet dan 25 % kayu senggani dengan nilai kadar air 10,56%, kadar abu 4,19 % dan nilai kalor 6123,23 Kal/g. Hal ini disebabkan karena cangkang buah karet sebagai pembawa sifat karakteristik briket yang lebih baik dibandingkan batang senggani.
PENGARUH GERAK PEMAKANAN (FEEDING) PADA PROSES PEMOTONGAN BENDA KERJA S45C TERHADAP HASIL KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA MENGGUNAKAN PAHAT BUBUT HSS ASSAB 17 DI MESIN BUBUT KONVENSIONAL Rizan Afringga; R.Priyoko Prayitnoadi; Bustari Erafeli
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2017): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.061 KB)

Abstract

Abstrak Besarnya kecepatan potong, gerak makan dan kedalaman pemotongan, mempengaruhi kualitas permukaan benda kerja bubut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gerak makan, putaran spindle terhadap tingkat kekasaran dan pengaruh pahat terhadap rata-rata nilai kekasarannya. Metode penelitian menggunakan analisa deskriptif dengan variabel independen berupa gerak makan, kecepatan putaran spindel dan pahat bubut, variabel dependen berupa harga kekasaran permukaan benda kerja S45C. Proses penelitian dimulai dari pengujian komposisi pahat dengan alat Optical Emission Spectrometer Model Oes-5500, pengujian kekerasan pahat dengan alat Equotip2 Hardness Tester, proses pemotongan benda kerja dengan mesin bubut BC 1500 Bj-1860GD di Bengkel Teknik Mesin Universitas Bangka Belitung, dan pengukuran kekasaran permukaan benda kerja dengan alat Portable Surface Roughness Tester. Gerak makan yang digunakan dalam percobaan ini adalah 0.072, 0.080, 0.088, 0.096, 0.104, 0.112, 0.144, 0.160, 0.176, 0.192, 0.224, 0.256 dalam satuan mm/putaran. Putaran spindel yang digunakan bervariasi, dan pahat yang digunakan ialah HSS merek Assab 17 Sweden dari dua produsen yang berbeda. Hasil dari penelitian ini ternyata kekasaran permukaan terendah pada laju gerak makan 0.072 mm/putaran dan kekasaran permukaan tertinggi pada laju gerak makan 0.224 mm/putaran, dan terlihat ada kecenderungan semakin tinggi putaran spindel yaitu (160 rpm, 200 rpm, 320 rpm dan 550 rpm) terindikasi semakin besar rata-rata nilai kekasarannya yaitu (5.45 μm, 5.03 μm, 6.79 μm, 7.29 μm). Pada penggunaan pahat HSS Assab 17 Sweden 1, terlihat nilai kekasarannya lebih rendah dan pada penggunaan pahat HSS Assab 17 Sweden 2, terlihat nilai kekasarannya lebih tinggi. Rata-rata nilai kekasaran terendah yaitu 5.03 μm, dihasilkan pada putaran spindel 200 rpm dengan menggunakan pahat Assab 17 Sweden 1 dan rata-rata nilai kekasaran tertinggi yaitu 7.79 μm, dihasilkan pada putaran spindel 550 rpm dengan menggunakan pahat Assab 17 Sweden 2.
PENINGKATAN KUALITAS SERAT REKEL UNTUK BAHAN KOMPOSIT SEBAGAI BAHAN KOMPONEN KENDARAAN BERMOTOR Herwandi Herwandi; Robert Napitupulu
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2017): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.537 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian terhadap pemanfaatan serat rekel (serat resam dan serat kelapa) sebagai bahan komposit sudah dilakukan oleh penulis sejak tahun 2013 sampai akhir tahun 2015. Pada penelitian tahun 2015, penulis sudah melakukan pengujian terhadap perlakuan kimia dengan larutan NaOH terhadap serat resam. Hasilnya menunjukkan komposit sudah memenuhi standar dashboard mobil. Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan ini untuk melihat pengaruh serat rekel terhadap perlakuan kimia NaOH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat bahan komposit baru, hasil dari perlakuan kimia dengan larutan NaOH terhadap serat rekel. Tahapan proses penelitian yaitu pembuatan sampel uji, pengujian mekanik dan analisis data. Bahan-bahan untuk pembuatan sampel diantaranya adalah serat rekel, resin Yukalac 157 BQTN-EX, MEKPO sebagai hardener, 5% NaOH dan wax glasses sebagai pencegah menempelnya resin ke cetakan. Ukuran benda uji dibuat berdasarkan standar uji tarik (ASTM D 638), uji flexure (ASTM D 790) dan uji impact (ISO-179). Nilai paling tinggi uji tarik 24,4 MPa, modulus elastisitasnya 6686 MPa dan regangannya 0,38%. Nilai maksimum tegangan flexure 94,85 MPa dan modulus lentur 4141,5 MPa. Sedangkan nilai paling tinggi uji impact adalah 55,81 kJ/m2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil uji tarik, uji flexure dan uji impact sudah memenuhi standar plastic yang digunakan dashboard mobil
PENGARUH VARIASI UDARA MASUKAN TERHADAP UNJUK KERJA PORTABLE MINI DEHUMIDIFIER Ozkar F. Homzah; Hermanto Hermanto
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2017): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.545 KB)

Abstract

Abstrak Sebuah hasil rancang-bangun dirancang-bangun untuk mendinginkan lalu sekaligus mengeringkan udara atau disebut dehumidifikasi. Hasil rancang-bangun ini menggunakan termoelektrik sebagai komponen utama dalam dehumidifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji kinerja sebuah portable mini dehumidifier menggunakan teknologi termoelektrik dengan variasi udara masukan terhadap nilai COP (coefficient of performance) atau unjuk kerja dari modul termoelektrik yaitu TEC1-12706. Penelitian ini dilakukan untuk empat waktu variasi udara masukan yaitu pada pagi hari (pukul 07.00-10.00 wib); siang hari (pukul 12.00-15.00 wib); malam hari (21.00-24.00 wib); dan set-point (set-temperatur 24 oC) untuk rerata setiap 15 menit pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa heat-sink untuk sisi dingin dapat mendinginkan temperatur udara masuk sebesar 5.40 oC pada kondisi rerata set-point, serta pendinginan terkecil hanya 2.23 oC pada kondisi rerata siang hari. Dari hasil penelitian juga didapat koefisien kinerja atau COP terbaik dari sisi panas heat-sink termoelektrik pada kondisi set-point yaitu 1.64 dengan menurunkan (dehumidifier) kelembaban udara masuk dari 59% menjadi 27.08%, sedangkan pada kondisi malam hari kinerja sisi panas heat-sink mengalami penurunan menjadi 1.48 dikarenakan kelembaban udara produk dihasilkan mencapai 43.23% dari kelembaban udara masuk yaitu 95.77%.
PENGARUH VARIASI TEKANAN PENCETAKAN TERHADAP KARAKTERISTIK BRIKET BERBAHAN KAYU SENGGANI DAN KULIT KAYU BAKAU Erik Taurik Septian; Eka Sari Wijianti; Saparin Saparin
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2017): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.4 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanaman Senggani (Melastoma Candidum D. Don) adalah tumbuhan yang tumbuh liar pada tempat yang mendapat sinar matahari yang cukup, seperti di ladang, di semak belukar dan di tepi rawa yang tidak termanfaatkan sama sekali begitu juga dengan banyaknya limbah arang berupa kulit kayu bakau yang banyak terdapat dipengrajin arang desa Pagarawan yang terbuang sia-sia. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan kedua bahan tersebut sebagai bahan bakar alternative yaitu briket. Sebagai bahan utamanya penelitian ini menggunakan 100% kayu senggani dan 100% arang kulit kayu bakau dengan variasi tekanan 80 Psi, 100 Psi dan 120 Psi. Pengeringan menggunakan oven listrik dengan suhu 600 C selama 24 jam. Penekanan/pengepresan briket, proses ini dimaksudkan agar adonan briket dengan daya guna dan hasil guna yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar air terendah pada perlakuan dengan tekanan 80 Psi berbahan kulit kayu bakau sebesar 13.85%. Nilai kadar abu terendah pada perlakuan dengan tekanan 100 Psi berbahan kayu senggani sebesar 1.62%. Nilai kalor tertinggi terdapat pada perlakuan dengan tekanan 80 Psi berbahan kulit kayu bakau sebesar 5366.35 kal/g. Hasil pengujian drop test menunjukkan shatter index briket yang baik, karena tidak hancurnya briket saat dilakukan pengujian setinggi 1.8 m. Hasil briket terbaik didapatkan pada perlakuan 100% arang kayu senggani dengan tekanan 120 Psi menghasilkan kadar abu terendah sebesar 1.62% meski nilai kalornya tidak memenuhi standar.
PERHITUNGAN DIAMETER POROS PENUNJANG HUB PADA MOBIL LISTRIK TARSIUS X3 BERDASARKAN ANALISA TEGANGAN GESER DAN FAKTOR KEAMANAN Firlya Rosa
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2017): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.718 KB)

Abstract

Abstrak Mobil listrik yang dibuat oleh mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Bangka Belitung yang bernama Tarsius X3 merupakan mobil listrik dengan menggunakan 2 motor listrik dengan kapasitas masing-masing sebesar 1 kw yang ditransmisikan secara terpisah oleh 2 buah rantai dan sprocket ke poros penggerak roda belakang. Poros penggerak roda belakang yang digunakan berbahan ulet dengan yield strength sebesar 622,46 N/mm2 dengan konstruksi yang terpisah antara poros penggerak roda belakang sebelah kanan dan poros penggerak roda belakang sebelah kiri sehingga beban yang diterima oleh masing-masing poros berbeda. Poros penggerak roda menerima beban normal maksimal sebesar 645,82 N dan torsi maksimal yang terjadi pada roda sebesar 68.469 Nmm dan jenis pembebanan yang terjadi merupakan beban kejut. Dari perhitungan manual dengan menggunakan teori tegangan geser maksimum (maximum shear stress theory atau Tresca atau Guest’s theory), didapatkan tegangan geser sebesar 26,65 N/mm2 dengan faktor keamanan sebesar 23,35 yang terjadi pada lubang penghubung hub roda dengan poros penggerak roda belakang. Faktor keamanan yang terjadi melebihi faktor keamanan beban kejut dengan nilai standar sebesar 12-16. Untuk mendapatkan faktor keamanan yang sesuai dengan nilai standar, maka dianalisa diameter minimum dan maksimum yang memenuhi faktor keamanan tersebut. Dengan menggunakan perhitungan teori tegangan geser maksimum secara manual, didapatkan diameter minimum 20,25 mm dan tegangan geser maksimum sebesar 51,87 N/mm2 dengan nilai faktor keamanan sebesar 12 dan diameter maksimum sebesar 22,16 mm dan tegangan geser minimum sebesar 38,91 N/mm2 dengan nilai faktor keamanan sebesar 16.
PENGARUH SUHU DAN PUTARAN RAK TERHADAP LAJU PENGERINGAN CABAI MERAH MENGGUNAKAN SUMBER PANAS HEATER yudi Setiawan; Rodiawan Rodiawan; Eka Sari Wijianti; Nurul Habibi
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 1 (2017): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.541 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengolahan cabai menjadi andalan dalam mempertahankan dan meningkatkan nilai jual produk yang dituntut prima oleh konsumen. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan atau teknologi tentang penanganan komoditas yang mudah rusak agar kesegarannya dapat dipertahankan lebih lama. Beberapa upaya penyelamatan hasil pertanian adalah dengan melakukan pengeringan. Prinsip pengeringan cabai adalah menguapkan air karena ada perbedaan kandungan uap air diantara udara dan bahan yang dikeringkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu terhadap pengeringan cabai merah untuk mencapai kadar air 11 %, mengetahui putaran rak alat pengering yang optimal serta mengetahui berapa daya yang dibutuhkan selama proses pengeringan. Penelitian dilakukan sebanyak 9 kali pengujian dengan variasi suhu 40°C, 50°C dan 60°C, serta menggunakan variasi kecepatan putaran rak 5 rpm, 10 rpm dan 15 rpm. Dari hasil pengujian pengeringan dengan alat pengering didapatkan cabai kering yang optimal pada suhu 60°C dimana membutuhkan waktu pengeringan lebih cepat untuk mencapai kadar air 11 %, dengan kecepatan putaran rak 10 rpm
REKAYASA MODEL PERALATAN PRAKTIKUM TURBIN PELTON DENGAN TYPE SUDU SETENGAH SILINDER Gunarto Gunarto; Aspiyansyah Aspiyansyah
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 1 (2017): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.67 KB)

Abstract

Abstrak Dalam usaha mengembangkan pembelajaran maka antara teori yang diajarkan harus selalu mengikuti perkembangan IPTEKS. Pelaksanaan pembelajaran di bidang teknik sebenarnya tidak bisa hanya melalui teori di dalam kelas. Oleh karena itu pembelajaran yang baik di bidang keteknikan adalah menambah pembelajaran berbasis laboratorium dengan meningkatkan sarana dan prasarana peralatan laboratorium, salah satunya adalah peralatan praktikum mekanika fluida. Permasalahan saat ini bahwa terutama Fakultas Teknik Program Studi Teknik Mesin belum memliki peralatan praktikum mekanika fluida terutama untuk pengujian prestasi turbin pelton. Penelitian ini bertujuan merekayasa model peralatan praktikum mekanika fluida yaitu peralatan praktikum pengujian prestasi turbin pelton di laboratorium Teknik Universitas Muhammadiyah Pontianak. Metode yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah melalui design eksperimen murni, dengan empat tahapan, dimana tahapan pertama diawali dari penyiapan bahan baku dan peralatan penunjang. Tahapan kedua merekayasa/merancang peralatan praktikum pengujian prestasi turbin pelton ini di laboratorium dengan menggunakan sudu setengah silinder. Tahapan ketiga melakukan pengujian peralatan hasil dari tahapan dua. Dan terakhir penggunaan peralatan tersebut untuk praktikum.Dari hasil pengujian dengan menggunakan debit yang sama yaitu 0.126 liter/detik dan bukaan katub yang berbeda ¾, ½, dan ¼ diperoleh bahwa alat uji turbin pelton ini rata-rata menghasilkan efisiensi 72,5%.

Page 2 of 18 | Total Record : 180