cover
Contact Name
Guskarnali
Contact Email
guskarnali@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
guskarnali@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
PROMINE
ISSN : 23547316     EISSN : 26207737     DOI : -
Jurnal ilmiah dengan nama Promine merupakan terbitan berkala ilmiah Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung yang terbit setiap bulan Juni dan Desember dalam setahun yang meliputi bidang Eksplorasi (Geologi dan Geofisika), Geoteknik/Geomekanika, Pengolahan Minerba, Reklamasi, dan Pasca Tambang.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2014): PROMINE" : 7 Documents clear
ANALISIS RECOVERY GAS PADA PROSES DEWATERING SUMUR CBM 2# LAPANGAN XX PT YY CBM SEKAYU, KABUPATEN MUSI BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Indah Setyowati; Gunawan Nusanto; Hartono Hartono; Rizky Ferdian
PROMINE Vol 2 No 1 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.78 KB) | DOI: 10.33019/promine.v2i1.69

Abstract

PT YY CBM Sekayu telah melakukan lima pengeboran sumur eksplorasi yang dilanjutkan dengan pengeboran eksploitasi untuk memproduksi gas methane batubara di Blok Sekayu.Kelima sumur tersebut yaitu sumur CBM 1# , sumur CBM 2# , sumur CBM 3# , sumur CBM 4 # dan sumur CBM 5 #. Dari kelima sumur tersebut hanya sumur CBM 2 # yang sudah berproduksi, dengan dipasang pompa untuk kegiatan dewatering dan sudah menghasilkan gas. Sumur CBM 2# memiliki kedalaman 594,36 m dan terdapat tiga lapisan batubara yaitu lapisan batubara A pada kedalaman 271,88 – 305,71 m , lapisan batubara B pada kedalaman 318,21 – 339,24 m serta lapisan batubara C pada kedalaman 521,21 – 564,79 m. Kegiatan eksploitasi CBM di sumur CBM 2# menggunakan metode cased hole completion , yaitu air dan gas diproduksi bersamaan dari ke tiga lapisan batubara tersebut. Dari hasil perhitungan gas storage capacity dengan menggunakan persamaan Langmuir , maka laposan batubara A mempunyai storage capacity sebesar 114,72 scf/ton dan storage capacity pada lapisan batubara B sebesar 332,54 scf/ton. Banyaknya kandungan air dalam lapisan butubara di sumur CBM 2# yaitu 351.212.755,44 barel. Proses dewatering bertujuan untuk menurunkan tekanan reservoir dengan cara melakukan pemompaan air dari dalam lapisan batubara, dengan turunnya tekanan reservoir maka gas methane dapat keluar dari lapisan batubara dan mengalir melalui cleat menuju sumur pengeboran. Dari data hubungan antara tekanan reservoir dengan laju produksi air dan gas pada tekanan reservoir 1000 psia produksi air sebesar 2.703,2 barel sedangkan produksi gas 398,9 scf.Seiring dengan menurunnya tekanan reservoir dari kegiatan dewatering, maka produksi gas menjadi lebih besar dibandingkan dengan produksi air.Hal ini terlihat pada saat tekanan reservoir menurun sampai pada tekanan 500 psia maka produksi gas meningkat menjadi 59.284 scf sedangkan produksi air sebesar 32.351,6 barel. Untuk menghitung recovery gas pada saat produksi gas methane batubara dapat dihitung berdasarkan grafik Langmuir yang dihasilkan.
TIPE SEISMIK YANG MENGGAMBARKAN ADANYA PROSES TEKTONIK PADA SUATU FORMASI Jusfarida Jusfarida
PROMINE Vol 2 No 1 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.567 KB) | DOI: 10.33019/promine.v2i1.70

Abstract

Pada suatu formasi sering terjadi proses tektonik yang mengakibatkan terganggunya formasi tersebut, sehingga mengakibatkan kenaikan atau penurunan suatu cekungan. Pada daerah yang terjadi reaktif (terjadi proses tektonik pada cekungan yang stabil)biasanya ditandai oleh bentuk karakter seismic yang melengkung (seismic sag), dimana pada daerah tersebut mengalami proses tektonik yang mengakibatkan terganggunya lingkungan sekitar formasi tersebut. Akibat dari proses tektonik sering mengakibatkan terhalangnya hidrokarbon untuk ber migrasi, sehingga hidrokarbon terperangkap pada area tersebut. Suatu area dikatakan prospek mengandung hidrokarbon , bisa direkomendasikan untuk dilakukan pengeboran.Analisa seismik bisa mengidentifikasi anomali amplitudo pada lapisan tipis sekalipun. Analisa atribut seismik banyak dipakai untuk mengetahui karakter anomaly amplitudo atau karakterisasi sekuen, mengidentifikasi perubahan litologi atau pasir gas, membedakan lapisan yang concordant, hummocky, dan chaotic.
PEMETAAN POTENSI BENCANA ALAM (GEO-DISASTER) AKIBAT PENAMBANGAN BIJIH TIMAH DI KECAMATAN JEBUS DAN PARIT TIGA, KABUPATEN BANGKA BARAT Irvani Irvani; Taman Tono
PROMINE Vol 2 No 1 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.366 KB) | DOI: 10.33019/promine.v2i1.71

Abstract

The study area is a tin mining region in hundred years, located in Jebus and Parit Tiga District, West Bangka Regency, Bangka Belitung Archipelago Province. Identifying some geo-disaster potential, in order that the geo-disaster mapping caused by tin mining activity is done. The research is done by observing geological, geomorphological, erosion dan sedimentation conditions, mass movement, abrasion, dan floods. Geo-disaster potential is ilustratrated in map as result of work using geographic information system (GIS) software. Geodisasters that come from tin mining at study area are erosion, sedimentation, mass movement, floods and abrasion on the beach, which is about 67% area.
ANALISIS KEBERHASILAN PRODUKTIVITAS JIG TERTIER PADA PROSES KONSENTRASI BIJIH TIMAH DI KAPAL KERUK BEMBAN PT. KOBA TIN, KOBA, BANGKA TENGAH Untung Sukamto; Alfitri Rosita
PROMINE Vol 2 No 1 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.665 KB) | DOI: 10.33019/promine.v2i1.72

Abstract

Kriteria keberhasilan produktivitas Jig Tertier yaitu kadar, recovery, dan rasio konsentrasi agar memenuhi target yang diinginkan perusahaan yaitu kadar sebesar 30-40 % Sn dan recovery ≥ 97%.Kondisi awal jig tertier pada proses konsentrasi di Kapal Keruk Bemban, belum mencapai target yang diinginkan perusahaan. Pada saat pengamatan, sering terjadi kebuntuan pada screen karena banyak kerikil yang menyumbat. Terdapat banyak ragging yang bentuk dan beratnya tidak sesuai. Panjang dan frekuensi pukulan terlalu cepat yang mengakibatkan cassiterite berbutir halus tidak sempat mengendap sehingga mudah terbawa aliran permukaan dan hanyut sebagai tailing. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan penelitian agar kinerja jig dapat meningkat dan target perusahaan dapat tercapai dengan melakukan percobaan merubah variabel pada jig tertier yaitu panjang dan frekuensi pukulan, serta perawatan terhadap ragging dan screen. Untuk variabel-variabel lainnya dianggap tetap. Pada kondisi awal, panjang pukulan pada jig tertier port yaitu 4-5 mm, starboard 5-5 mm. Frekuensi pada jig tertier port dan starboard 180-190 spm. Kadar dan recovery masih belum memenuhi target yang diinginkan yaitu kadar pada jig tertier port sebesar 24,25% dengan recovery 76,6%. Kadar pada Jig Tertier Starboard sebesar 39,13% dengan recovery 46,0%.Percobaan dilakukan dengan merubah variabel panjang pukulan menjadi 7-8 mm pada jig tertier port, starboard menjadi 7-7 mm dengan frekuensi port maupun starboard sebesar 160-180 spm. Perawatan pada ragging yaitu dilakukan penyeleksian terhadap ukuran dan berat jenis batuan hematite berkisar antara 4,2-4,5. Dari percobaan tersebut, didapatkan hasil kadar pada jig tertier port menjadi 42,18% Sn dengan recovery sebesar 98,2%. Kadar pada jig tertier starboard menjadi 45,49% Sn dengan recovery 98,1%. Percobaan pada penelitian ini berhasil meningkatkan kadar dan recovery pada jig tertier port dan jig tertier starboard, sehingga target yang diinginkan perusahaaan telah tercapai.
PENYELIDIKAN PENDAHULUAN MANIFESTASI PANASBUMI NGEBEL PONOROGO, JAWA TIMUR Intan Paramita Haty
PROMINE Vol 2 No 1 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/promine.v2i1.73

Abstract

Penyelidikan pendahuluan panasbumi yang dilakukan di Daerah Ngebel, Propinsi Jawa Timur menemukan indikasi keberadaan potensi panasbumi dengan pemunculan manifestasi panasbumi berupa mataair panas yang muncul di batuan breksi.Berdasarkan pengamatan lapangan diketahui suhu mataair panas di Kali Padosan sebesar 62°C, suhu udara sekitar 22°C, debit mataair panas <1L/s pada ketinggian 662m. Berdasarkan analisis senyawa kimia, ditunjukkan bahwa konsentrasi SiO2 hanya 262,44 mg/L, sedangkan konsentrasi Cl dan Na relatif lebih tinggi, Cl = 529,25 mg/L; Na = 461,60 mg/L, dengan pH 7,22 dan DHL 3810(umhos/cm). dan termasuk tipe air klorida (Cl-SO4- HCO3), terletak pada zona partial equilibrium (Na-K-Mg).Data hasil analisa geokimia dapat digunakan untuk menentukan jenis fluida manifestasi dan menghitung geothermometer.
PENENTUAN PENGARUH AIR TERHADAP KOHESI DAN SUDUT GESEK DALAM PADA BATUGAMPING Singgih Saptono; Raden Hariyanto; Hasywir Thaib s; M. Dadang Wahyudi
PROMINE Vol 2 No 1 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.071 KB) | DOI: 10.33019/promine.v2i1.74

Abstract

Keberadaan air pada batuan dapat mempengaruhi sifat mekanik batuan seperti kuat tekan, kuat tarik dan karakteristik kuat geser batuan.Pada operasi penambangan, baik tambang terbuka maupun tambang bawah tanah, hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena perubahan sifat mekanik tersebut dapat menyebabkan penurunan faktor keamanan baik pada lereng maupun terowongan tambang.Penurunan faktor keamanan ini dapat menyebabkan terjadinya longsoran ataupun runtuhan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, terancamnya keselamatan jiwa serta kerugian dari segi ekonomi dan waktu.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh air terhadap kohesi dan sudut gesek dalam yang berdampak pada kekuatan geser batuan.Contoh batuan berupa batugamping diambil dari lokasi penambangan batugamping di daerah Dusun Diran Desa Sidorejo Kecamatan Lendah Kabupaten Kulonprogo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Uji geser langsung dilakukan pada contoh batugamping dengan tiga kondisi yaitu kondisi jenuh,natural dan kering, pada contoh batugamping yang telah dipatahkan (uji geser sisa).Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium menunjukkan bahwa peningkatan kadar air pada batugamping menyebabkan nilai kohesi sisa dan sudut gesek dalam sisa hasil uji geser langsung mengalami penurunan. Penurunan nilai kohesi sisa dan sudut gesek dalam sisa hasil uji geser langsung disebabkan karena adanya penambahan kandungan air yang menyebabkan ikatan antar partikel pada batugamping akan melemah seiring dengan meningkatnya kadar air yang terkandung pada batugamping.
PEMODELAN AKUIFER AIR TANAH UNTUK MASYARAKAT PESISIR LINGKUNGAN BAHER KABUPATEN BANGKA SELATAN Mardiah Mardiah; Franto Franto
PROMINE Vol 2 No 1 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.911 KB) | DOI: 10.33019/promine.v2i1.75

Abstract

Keterbatasan mata air tanah dan sebarannya yang tidak merata disetiap tempat menjadi persoalan utama. Perkembangan teknologi dapat membantu menanggulangi berbagai masalah berkenaan dengan air sebagai kebutuhan pokok kehidupan, salah satunya dengan cara memetakan danmenginterpretasi keberadaan mata air tanah melalui prediksi keberadaannya dihubungkan dengan litologi atau jenis batuan yang terkandung didalamnya. Dari data-data inilah diharapkan nantinya dapat memberikan gambaran nyata akan keterdapatan akuifer ( lapisan penyimpan air tanah) untuk mencukupi kebutuhan masyarakat terutama diwilayah pesisir, dimana sulit sekali mendapatkan sumber air tawar karena impasan air asin dari lautan. Metode pemetaan akuifer ini menggunakan alat geolistrik dengan metode wenner dimana dapat diinterpretasikan pemodelan akuifer air tanah daerah penelitian. Hasil analisis data sekunder dan primer yang berupa data resistivitas batuan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7