cover
Contact Name
Ahadiyat Yugi R., SP., MSi., D.Tech.Sc.
Contact Email
psi.faperta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ahadiyat_yugi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian
ISSN : 14100029     EISSN : 25496786     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrin provides facilities for publishing articles or quality papers in the form of research results in various aspects of agriculture and agricultural commodities widely including ; agronomy, agroecology, plant breeding, horticulture, soil science, plant protection, agribusiness, agroforestry, food science and technology , agricultural techniques, agricultural innovations, agricultural models and agricultural biotechnology. This journal is published twice a year, ie the April and October. The Agrin Journal invites researchers, academics and intellectuals to contribute critical writing and contribute to the development of agricultural science.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2007): Agrin" : 8 Documents clear
RESPON TANAMAN JAGUNG TERHADAP APLIKASI PUPUK NITROGEN DAN PENYISIPAN TANAMAN KEDELAI A. Sarjito; B. Hartanto
Agrin Vol 11, No 2 (2007): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2007.11.2.72

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji respon tanaman jagung terhadap penerapansystem tumpangsari jagung-kedelai dan pemupukkan nitrogen. Penelitian dilakukan selama lima bulan, mulaiJuli – Nopember 2003. Penelitian merupakan percobaan lapang berpola faktorial 4 X 3. Percobaan diulangtiga kali. Jagung ditanam secara monokultur (P0) maupun tumpangsari dengan kedelai varietas Lokal (P1),Burangrang (P2), dan Lokon (P3). Pemupukkan nitrogen terdiri atas tiga dosis, yaitu: N0: kontrol, N1:pemupukkan urea 75 kg per hektar, dan N2: pemupukkan 150 kg urea per hektar. Pengaruh tumpangsariterhadap pertumbuhan dan hasil jagung bergantung pada tingkat pemupukkan nitrogen. Walaupuntumpangsari menurunkan pertumbuhan dan hasil tanaman, tumpangsari jagung-burangrang memberikan nilaiIndeks Panen tertinggi dibandingkan dengan pola tanam monokultur ataupun yang lain. Kecuali itutumpangsari juga meningkatkan serapan N pada tanaman jagung. Pemupukkan nitrogen mengakibatkanpeningkatan pertumbuhan dan hasil jagung. Hasil tertinggi diperoleh pada dosis 150 kg urea per hektar.Kata kunci: pertumbuhan dan hasil jagung, nitrogen, dan penyisipan kedelai.ABSTRACTThis research project aimed at evaluating the respond of maize toward intercropping and nitrogenapplication in the maize-soybean intercropping. The research was carried out for five months, from July toNovember 2003. A 4 x 3 factorial experiment was laid out in a Randomized Completely Block Design withthree replications. Maize was planted in monoculture (P0) and in intercropping system with three differentvarieties of soy been, i.e. Local (P1), Burangrang (P2), and Lokon (P3). Application of nitrogen fertilizerconsisted of N0: control, N1: 75 kg urea per hectare, and N2: 150 kg urea per hectare. Intercropping effectson maize growth and yield depend on nitrogen fertilized. Although intercropping reduced crop production,maize-Burangrang intercropping resulted in the highest value of harvest index. In addition, intercroppingincreased maize’s N uptake. Nitrogen application caused the improvement of maize growth and yield.Key words: maize growth and yield, nitrogen, and intercropped soybean. 
KARAKTERISASI SIFAT-SIFAT AGRONOMI BEBERAPA NOMOR KOLEKSI SUMBERDAYA GENETIK JAGUNG SULAWESI T. Wijayanto
Agrin Vol 11, No 2 (2007): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2007.11.2.66

Abstract

Plasma nutfah tanaman mempunyai peranan penting dalam perakitan varitas tanaman unggul karenaperanannya dalam memberikan keragaman genetik. Salah satu masalah utama yang sering dihadapi adalahcepatnya penurunan viabilitas benih, terutama bila kondisi penyimpanan koleksi benih yang tepat danoptimal tidak tersedia. Penelitian ini dilaksanakan untuk meremajakan dan mengkarakterisasi koleksi plasmanutfah jagung asal Sulawesi Tenggara (Sultra) and Sulawesi Tengah (Sulteng). Tujuh belas genotype jagungasal Sultra dan 2 genotipe jagung asal Sulteng di tanam di lapang dengan Rancangan Acak Kelompok dengantiga ulangan. Sembilan dari 17 genotipe Jagung Sultra hampir kehilangan viabilitasnya. Delapan genotypejagung Sultra yang lain, dan dua genotype jagung Sulteng, tumbuh baik dan memproduksi cukup benih.Analisa data menunjukkan bahwa semua sifat kuantitatif yang diamati memiliki distribusi platikurtik(mendatar) dengan koefisien keragaman bervariasi antara 3.9% sampai 25.3%. Sifat-sifat ini (kecuali untuksifat tinggi tongkol utama dan panjang malai) mempunyai kurva yang positif. Ini menandakan bahwapopulasi jagung tersebut didominasi oleh rata-rata individu yang lebih rendah dibanding rata-rata populasi.Analisa data juga menunjukkan bahwa kesepuluh genotipe jagung tersebut mempunyai keragaman sifat-sifatkuantitatif yang cukup tinggi.Kata kunci: plasma nutfah jagung, karakterisasi sifat-sifat agronomi, keragaman ABSTRACTPlant germplasm plays an important rule in creating improved plant varieties, because it providesgenetic variability. One major problem that has always been encountered is a rapid decrease in seedviability, especially if an appropriate and optimal storage condition of germplasm (seed) collections is notavailable. The experiment was conducted to rejuvenate and characterize the collection of maize germplasmfrom Southeast (SS) and Central Sulawesi (CS). Seventeen maize genotypes from SS and two genotypesfrom CS were field-planted in a RCB design, with three replications. Nine out of the 17 genotypes from SShad almost lost their viabilities and could not grow well. The other 8 genotypes and the 2 genotypes from CSgrew well and produced enough seeds. Data analyses showed that all observed quantitative characters had aflat, platicurtic distribution with CV ranging from 3.9% to 25.3%. Except for the “TTP (first-ear height) andPMA (length of peduncle)”, the characters had positive curves. This means that the maize population wasdominated by individual means lower than population means. The data also showed that the-10 maizegermplasm had a quite high variability of their quantitative characters.Key words: maize germplasm, agronomic characterization, variability. 
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI ENAM GENOTIPE BAWANG MERAH YANG DIPERLAKUKAN DENGAN VARIASI PUPUK K DAN SAAT PANEN Ubad Badrudin; Sunarto Sunarto; Ponendi Hidayat
Agrin Vol 11, No 2 (2007): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2007.11.2.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk K dan saat panen enam genotipe bawangmerah yang tetap, sehingga diperoleh hasil maksimal. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan PusatPenelitian dan Pengembangan Kedelai (SRDC) Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, sejak bulanJuni sampai September 2006. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT)dengan 3 kali ulangan. Petak utama adalah pepumukan K, K0: kontrol dan K1=150 kg KCl/ha, dan anakpetak berupa kombinasi antara genotipe bawang merah dan saat panen. Keenam genotip bawang merahmenunjukkan pertumbuhan dan hasil bervariasi, tetapi bukan disebabkan oleh variasi pemupukkan K. Hasilumbi bervariasi ketika panen dilakukan pada saat yang berbeda. Umur panen 70 hst (U2) memberikan hasillebih baik daripada umur panen 60 hst (U1). Bobot kering askip tanaman per rumpun, dan diameter umbisetiap genotip bawang merah ditentukan oleh saat panen. Galur K (V3) pada umur panen 70 hst (U2)menunjukkan hasil yang paling tinggi. Jumlah umbi per rumun keenam genotip bawang merah ditentukanoleh pemberian pupuk K dan saat panen. Jumlah umbi per rumun Galur K (V3) dan varietas Tiron (V6)meningkat sejalan dengan pemberian pupuk K (K1) dan jika dipanen pada umur 70 hst (U2), sehinggadiameter umbinya menjadi kecil-kecil.Kata Kunci: bawang merah, genotipe, pupuk K, saat panen. ABSTRACTThis research project aimed to find out the proper dose of K fertilizer and harvest time for shallot, soas to gain their maximal yield. Its was carried out in Soybean Research and Development Center (SRDC)field of Jenderal Soedirman University, Purwokerto, since June until September 2006. A three replication ofSplit Plot Design arranged in Randomized Completely Block Design was employed. The main plot consistedof K0: control and K1: 150 kg KCL per hectare, whilst sub plot was combination between six shallotgenotype and harvesting time. The growth and yield of six shallot varieties varies and its variation dependedon K fertilizer and harvesting time. K application (K0 and K1) was not affect all of observed variables. Bulbyield varies when its harvest was done in different time. Harvesting time in 70 days after planting (U2)resulted higher yield than those of 60 days after planting (U1). Askip dry weight of crop per clump and bulbdiameter of each variety depended on harvesting time. K line (V3) produced the highest yield when shallotwaa harvested in 70 days after planting (U2). The number of tuber per clump for all varieties was determinedby both K application and harvesting time. The number of tuber for K line (V3) and Tiron variety (V6)increased when K fertilizer was applied and shallot was harvested in 70 days after planting (U2), and hencethe diameter of tuber decreased.Key words: shallot, genotype, K fertilizer, harvesting time.
REGENERASI IN VITRO KEDELAI MELALUI ORGANOGENESIS PADA TIGA KONSENTRASI BENZILADENIN Marveldani Marveldani; M. Barmawi; S. D. Utomo
Agrin Vol 11, No 2 (2007): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2007.11.2.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan regenerasi eksplan buku kotiledon tiga varietaskedelai pada tiga konsentrasi benziladenin. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan FakultasPertanian Universitas Lampung, mulai bulan Januari sampai Agustus 2006. Perlakuan disusun dalamrancangan kelompok teracak sempurna yang terdiri dari 7 ulangan. Perlakuan merupakan kombinasi antaravarietas kedelai (Sinabung, Ijen, Anjasmoro) dan konsentrasi BA (0,75; 1,5; 2,25 mg/l). Eksplan berasal daribenih masak yang dikecambahkan secara in vitro selama 7-10 hari. Kecambah dipisahkan dari akarnyadengan cara memotong horizontal hipokotil 3-5 mm di bawah buku kotiledon. Selanjutnya kecambahdibelah vertikal di antara dua kotiledon sehingga diperoleh dua eksplan buku kotiledon. Pucuk poros embriodi atas buku kotiledon dibuang. Terakhir, dibuat 7-12 goresan sepanjang 3-4 mm sejajar dengan porosembrio pada buku kotiledon menggunakan pisau skalpel no. 15. Eksplan dikulturkan pada media MS yangditambahkan BA sesuai perlakuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi BA optimum untukregenerasi ketiga varietas kedelai adalah 0,75 mg/l media. Persentase eksplan membentuk tunas tertinggiditunjukkan oleh varietas Ijen yaitu sebesar 77,5% dan rata-rata jumlah tunas per eksplan tertinggiditunjukkan oleh varietas Sinabung yaitu sebanyak 5 tunas per eksplan.Kata kunci: Kedelai, benziladenin, regenerasi in vitro, organogenesis ABSTRACTThe objective of this study was to evaluate regenerating capability of three soybean varieties in threeconcentrations of BA. The study was conducted in Laboratory of Plant Tissue Culture, University ofLampung, from January to August 2006. The experiment was arranged in a randomized block design with 7replications. The treatment consisted of 2 factors, i.e., varieties (Anjasmoro, Ijen, and Sinabung) and theconcentration of benzyladenine (0.75, 1.5, and 2.25 mg/l BA). Cotyledonary-node explants were preparedfrom in vitro germinated mature seeds for 7-10 days. Seven to twelve 0.5 mm-deep slices were made on thejunction between hypocotyl and cotyledon of an explant. The explants were cultured on shoot initiationmedia containing MS salts amended with BA. The result indicated that optimum concentration of BA for invitro regeneration of the three varieties was 0.75 mg/l. The highest percentage of explants producing shootswas indicated by Ijen (77.5%). The highest average number of shoot per explant was indicated by Sinabung(5 shoots per explant).Key words: Benzyladenine, in vitro regeneration, organogenesis
PEMANFAATAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KILANG MINYAK DALAM LAGUNA UNTUK BUDIDAYA TANAMAN PADI A. Iqbal
Agrin Vol 11, No 2 (2007): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2007.11.2.70

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam dan limbah cair dalam laguna terhadappertumbuhan dan hasil dua varietas padi. Penelitian merupakan percobaan pot di rumah plastik denganperlakuan faktorial (2x8) disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkanbahwa varietas Mentikwangi pertumbuhannya cukup baik dengan hasil gabah per malai yang tinggi, namunbobot gabah per rumpun tidak berbeda dengan varietas Cisadane. Tanaman padi yang ditanam pada tanahsawah hasil gabah per rumpunnya lebih tinggi dibandingkan dengan tanah sedimen laguna. Limbah cairdalam laguna berpengaruh menurunkan hasil gabah. Kedua varietas yang ditanam pada lahan sawah yangdiairi limbah cair laguna menunjukkan adanya peningkatan kadar pati dan protein. Padi yang ditanam padamedia sedimen kandungan pati dan proteinnya lebih tinggi dibandingkan yang ditanam di tanah sawah yangdiairi dengan air irigasi.Kata kunci: limbah cair laguna, sedimen laguna, varietas padi, hasil dan kualitas gabah. ABSTRACTThe aim of this research was to evaluate the effects of plant media and the liquid waste on the growthand yield of two paddy varieties. The research was a 2 x 8 factorial experiment arranged with randomizecompletely block design (RCBD). This pot experiment was carried out in the plastic house. The result ofresearch showed that the Mentikwangi variety was good in growing and the paddy had also high in yield, butthe weight per clump was not different with the Cisadane variety. Paddy planted on the paddy soil gavehigher yield compared to that of lagoon sedimentation media. The liquid waste from oil refinery decreasedrice yield. Stalk and protein content of paddy planted within media derived from liquid waste was higherthan that of rice planted in the paddy field with irrigation system.Key words: liquid waste on lagoon, sediment on lagoon, rice variety, yield and quality of rice.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT CERI PADA PEMBERIAN PUPUK HAYATI MIKORIZA, AZOLLA SERTA PENGURANGAN PUPUK N DAN P E. Rokhminarsi; Hartati Hartati; Suwandi Suwandi
Agrin Vol 11, No 2 (2007): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2007.11.2.68

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji pertumbuhan dan hasil tomat ceri pada pemberian pupukhayati mikoriza, azolla, serta pengurangan pupuk N dan P. Penelitian berupa percobaan pot denganrancangan faktorial 2 x 2 x 3. Faktor yang dicoba: 1) pemberian pupuk hayati mikoriza yaitu tanpa mikorizadan dengan mikoriza, 2) pemberian kompos azolla yaitu: tanpa azolla dan dengan kompos azolla, 3)pengurangan pupuk N dan P yang terdiri dari: 0% (sesuai dosis rekomendasi), 15 % dari dosis rekomendasi,dan 30 % dari rekomendasi. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap, yang diulang 3kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman tomat ceri terbaik dicapai pada tanamantanpa mikoriza dengan pengurangan pupuk N dan P 15%, demikian juga untuk pemberian azolla. Hasil tomatceri yang tinggi dicapai pada tanaman yang diberi azolla dengan pengurangan pupuk N dan P15%, tetapiapabila tanaman diberi mikoriza dan azolla pengurangan pupuk hingga 30%.Kata kunci: Azolla, mikoriza, pupuk hayati, tomat ceri. ABSTRACTThe aim of this research was to know the growth and yield of cherry tomato affected by applicationof mycorrhiza, azolla compost, and subtruction of NP fertilizer. This research was pot experiment withfactorial 2x2x3. The factor were : 1) mycorrhiza biofertilizer that was : without and with mycorrhiza, 2)azolla compost: without and with azolla compost, and 3) the deduction of NP fertilizer that consist of : 0%restriction from NP fertilizing recomendation, 15 % from NP fertilizing recomendation, and 30 % from NPfertilizing recomendation. This experiment used randomized complete block design which three replications.The results showed that the best growth of cherry tomato oocuured on the plant without mycorrhiza and 15%N and P deduction from recommendation one. Similar result also happed when plant was applied with azolla.The highest crop yield oocured on the plant applied with azolla and and subtraction of NP up to 15%.However when plant was applied with mycorrhiza and azolla, the subtraction was able to increase up to 30%of N and P deduction.Key words: Azolla, biofertilizer, cherry tomato, mycorrhiza.
PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK POLONG PADA PERTANAMAN KACANG HIJAU S. W. Indiati
Agrin Vol 11, No 2 (2007): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2007.11.2.73

Abstract

Penggerek polong Maruca testulalis (Lepidoptera: Pyralidae) merupakan hama utama kacang hijau didaerah Banjarnegara. Pada MK 2006 di lahan tegal dan sawah dilakukan penelitian yang bertujuan untukmengkaji penggunaan insektisida sintetik, ekstrak biji mimba dan Bt komersial untuk menekan tingkatserangan hama polong M. testulalis pada tanaman kacang hijau. Di lahan tegal, penelitian dilaksanakan diDesa Parakan, Kecamatan Purwanegara, sedang di lahan sawah dilakukan di Desa Joho, Kecamatan Bawang,Banjarnegara. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok 7 perlakuan dan masing-masingdiulang empat kali. Kacang hijau varietas Sriti ditanam pada petak seluas 5 m x 8 m dengan jarak tanam 40cm x 15 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insektisida lamda sihalotrin – 2 ml/l yang diaplikasikanseminggu sekali berawal pada saat pembungaan paling efektif menekan serangan hama penggerek polong,dan mencegah kehilangan hasil biji kacang hijau hingga 59%. Penggunaan Bt komersial (Turicide) 2 mg/l,dan Azadiractin (ekstrak dari biji mimba) 4 ml/l dapat dianjurkan walaupun efektifitasnya sedikit lebihrendah, namun tidak berbeda nyata dengan lamda sihalotrin tapi berbeda nyata dengan kontrol.Kata kunci : Pengendalian, Maruca testulalis, kacang hijau. ABSTRACTThe pod borer, Maruca testulalis (Lepidoptera: Pyralidae) was the main pest that always attackedmungbean plant in Banjarnegara. In the 2006 dry season, field trials were conducted to study the use ofsynthetic insecticide, the seed neem extract, and commercial Bt to suppress the level of the M. testulalisintensity on mungbean. The research was carried out in two locations, respectively in Parakan Village,Purwanegara Sub district for up land, and in Joho Village, Bawang Sub district for wet land. The researchwas designed in randomize block, seven treatments and four replications. Mungbean Sriti variety was plantedin 5 m x 8 m plot size, with plant spacing 40 cm x 15 cm. The damage of pod borer was sample randomlyfrom five plants. The result indicated that the use of synthetic insecticide lamda sihalotren – 2 cc/l weeklystarted at flowering stage was the most effective suppressed pod borer damage, and reduced yield loss up to59%. The use of commercial Bt (Turicide HP), and Azadiractin (neem seed extract solution) could berecomended because of safety in the enviroment although their effectiveness lower than lamda sihalotrenKeyword: Control technique, Maruca testulalis, mungbean.
VARIABILITAS DAN HERITABILITAS BEBERAPA KARAKTER BUAH DARI 15 AKSESI PEPAYA GENERASI F1 T. Budiyanti
Agrin Vol 11, No 2 (2007): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2007.11.2.69

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai duga daya waris (heritabilitas), besarnya variabilitasgenetik dan fenotip karakter buah pada 15 jenis papaya generasi F1 . Penelitian dilakukan di kebunpercobaan Aripan Balitbu pada tahun 2004. Bahan yang digunakan adalah 15 jenis papaya generasi F1Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 4 ulangan. Karakter yangdiamati di dapatkan dari tanaman hermaprodit yang terdiri dari karakter tinggi buah pertama, berat buah,panjang buah, lingkar buah, tebal daging, kekerasan kulit, kekerasan daging buah dan nilai TSS buah. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa varian genetik tergolong luas untuk karakter tinggi buah pertama, panjangtangkai, bobot buah, panjang buah, lingkar buah, kekerasan daging dan kadar gula terlarut (TSS). Nilaiheritabilitas (h2 ) menunjukkan kriteria tinggi untuk 6 karakter yaitu tinggi buah pertama, panjang tangkaibuah, bobot buah, panjang buah, lingkar buah dan TSS. Ada 6 karakter buah yang memiliki nilai heritabilitastinggi dan variabilitas genetik yang luas, sehingga seleksi pada populasi ini akan lebih efisien dan efektifdibanding karakter lainnyaKatakunci: Pepaya (Carica papaya L.), variabilitas genetik, heritabilitas,  ABSTRACT.The aims of this research were to know heritability and genetic variability of some fruit characters in F1generation of 15 accession papaya (Carica papaya L.). The experiment was conducted at Aripan field stationIndonesian Fruits Research Institute on January until December 2004 and was aranged in a randomized blockdesign with four replications. The characters obtained from hermaphrodite plant. Result of this experimentshowed: genetic variability of the first fruit high, long of petiole fruit, weight of fruit, long of fruit, circle offruit, hardness of skin fruit and total soluble solid (TSS) had a wide range. The heritability of of the first fruithigh, long of petiole fruit, weight of fruit, long of fruit, circle of fruit, and total soluble solid (TSS) were high.The research finds out six characters of fruit that has a wide range genetic variability and high heritability,and hence the selections of papaya populations will more efficient and more effective than other characters.Keywords: Carica papaya L, genetic variability, heritability  

Page 1 of 1 | Total Record : 8