cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia
ISSN : 08548390     EISSN : 25498029     DOI : -
LIMNOTEK Tropical Inland Waters in Indonesia (Limnotek) is a periodical publication from the Research Center for Limnology, Indonesian Institute of Sciences in collaboration with Indonesian Society of Limnology (MLI). Published semiannually, the journal has a goal to be a means of communication and dissemination of research results in tropical limnology. The articles in this journal examines the interaction between factors: physics, chemistry, biology, hydrology, and geology on inland waters ecosystems. Definition of inland waters here are all forms puddles on the surface of the earth to the landward of the line of the lowest tides either fresh or brackish water such as rivers, swamps, lakes, water, wetlands, reservoirs, puddles, ponds, and dams.
Arjuna Subject : -
Articles 109 Documents
BEBERAPA ASPEK BIOLOGIS UDANG ALAM DANAU SENTANI, PAPUA Said, Djamhuriyah S.; Sadi, Nina Hermayani
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ( Bahasa Indonesia )     Udang berfungsi sebagai penyeimbang ekologis dalam suatu bentuk ekosistem perairan.Hilangnya komponen (udang) dapat mengganggu kestabilan ekologis suatu ekosistem seperti halnya  ekosistem sebuah danau. Danau Sentani yang terletak di Provinsi Papua Indonesia, merupakan salah satu danau yang unik dan menarik untuk ditelaah.   Penelitian yang dilakukan di tahun 2014 menelaah kondisi produktivitas  danau tersebut, khususnya dilihat dari kondisi udang yang terdapat di dalamnya. Pengambilan conto udang dilakukan dalam dua periode yaitu Bulan April dan September-Oktober 2014. Ditemukan 2 jenis udang alami asli Indonesia yaitu Macrobrachium minutum yang bersifat murni air tawar dan endemis D. Sentani. Kondisinya terancam punah dan populasi yang sangat sedikit. Selain itu ditemukan udang Caridina gracilipes yang relatif kosmopolitan dan mendominasi. Kedua jenis udang diduga mampu bereproduksi sepanjang tahun dengan  puncak pemijahan pada musim hujan. Untuk mempertahankan jenis-jenis endemis maupun jenis asli, maka Danau Sentani perlu dikelola dengan baik.Kata kunci : aspek biologis, Danau Sentani, udang alam asli  Abstract ( Bahasa Inggris)SOME BIOLOGICAL ASPECT OF NATURAL SHRIMP OF LAKE SENTANI, PAPUA. Shrimp is an ecological balancing component of an aquatic ecosystems. Loss of the component could disrupt the ecosystem such as a lake ecosystem. Lake Sentani located in Papua Province Indonesia, is one of the unique lake and interesting to be studied. Research was conducted in 2014 to study the condition of the productivity of the lake, especially the shrimps condition.  Shrimp sampling was done in two periods, on April and September-October 2014. There were  found 2 types of natural shrimp native of Indonesia is Macrobrachium minutum that is pure fresh water and endemic D. Sentani. The shrimp is endangered and the population is very small. In addition found shrimp Caridina gracilipes are relatively cosmopolitan and dominate. Both types of shrimp are thought to be able to reproduce throughout the year with peak spawning in the rainy season. To maintain the endemic   and native specieses, Lake Sentani needs to be well managed.Keywords: biological aspects, Lake Sentani, native shrimps
Dewan Redaksi Vol. 25 No. 2 Des 2018 Limnotek, Cover
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewan Redaksi Vol. 25 No. 2 Des 2018
DERAJAT PENETASAN DAN SINTASAN LARVA IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) DALAM DUA SISTEM PENETASAN BERBEDA Prakoso, Vitas Atmadi; Subagja, Jojo; Radona, Deni; Kristanto, Anang Hari; Gustiano, Rudhy
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komoditas ikan air tawar di Indonesia yang memiliki prospek untuk budidaya adalah ikan baung (Hemibagrus nemurus). Namun, teknologi budidaya ikan baung masih perlu disempurnakan, khususnya perbenihannya untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan baung. Salah satu teknologi yang dapat dikembangkan adalah melalui teknik penetasan telur. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan derajat penetasan dan sintasan larva ikan baung melalui dua sistem penetasan yang berbeda. Penelitian dilakukan di Instalasi Riset Plasma Nutfah Perikanan Air Tawar, Cijeruk, Bogor pada bulan Agustus 2017. Telur diperoleh dari induk ikan baung generasi kedua hasil domestikasi (Bobot induk betina: 443,3 ± 70,9 g; Bobot induk jantan: 486,7 ± 83,3 g). Metode penetasan yang diuji yaitu sistem baki (tray) dan corong (funnel) dengan masing-masing sistem penetasan terdiri dari empat ulangan. Parameter yang diamati adalah waktu penetasan, derajat penetasan dan sintasan larva selama dua hari. Pengukuran kualitas air yang diamati meliputi suhu, oksigen terlarut, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kisaran suhu yang sama, larva menetas pertama kali saat 34 jam setelah pembuahan pada sistem corong. Sementara itu pada sistem baki, larva pertama kali menetas saat 36 jam setelah pembuahan. Derajat penetasan pada sistem corong (65,79 ± 5,49 %) lebih tinggi dibandingkan pada sistem baki (30,60 ± 1,91 %) (P<0,05). Sintasan larva ikan baung selama dua hari tidak berbeda nyata antar sistem penetasan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa sistem penetasan pada corong menghasilkan waktu penetasan telur dua jam lebih cepat dan derajat penetasan yang lebih tinggi dibandingkan sistem baki.
Daftar Isi Vol. 25 No. 2 Des 2018 Limnotek, Cover
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar Isi Vol. 25 No. 2 Des 2018
POTENSI PRODUKSI DAN KEBUTUHAN BENIH UNTUK PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP DI EMBUNG NUSA TENGGARA TIMUR Warsa, Andri; Krismono, Krismono
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Embung or retention basin is one of the surface water sources in the form of artificial lake obtained from harvesting the rain and surface water. East Nusa Tenggara (NTT) Province has built 963 retention basins and three dams which are used mainly for irrigation, plantation, and livestock, while for fisheries it has not been developed optimally. The development of capture fisheries through the stocking of fish seeds is one of the efforts to optimize the utilization and management of water bodies. The failure of fish stockings in several water bodies in NTT is thought to be caused by lack of scientific studies before the stockings. Therefore, the purpose of this research was to determine the potential of fisheries production and the optimal number of seeds for the development of capture fisheries in the retention basins of NTT. The research was conducted in September 2016. Water samples were taken at a depth of 0.5 m from the surface using the Kemmerer water sampler. Secondary data which included fish growth parameters were obtained from literature, while seed production and morphological characteristics of water bodies were obtained from relevant institutions. The results showed that Embung Tulamalae and Oelpuah were eutrophic, while Embung Haekrit and Haliwen were oligotrophic. The average potential of fisheries production based on MEIcond ranged 41.3−68.7 kg/ha/year with an average of 52.8 kg/ha/year, while based on chlorophyll a content ranged 29.8‒55.8 kg/ha/year with an average of 43.6 kg/ha/year. Estimation of seed requirements for restocking in the context of developing capture fisheries ranged from 1,000 to 48,600 individuals/year. Based on the water quality and economic values obtained, embung at the research locations are feasible for fish stocking in the capture fisheries development.
PERSEPSI KERENTANAN BAHAYA BANJIR DAN KEKERINGAN AKIBAT PERUBAHAN IKLIM DI DAS BATANGHARI Handoko, Unggul; Boer, Rizaldi; Apip, Apip; Aldrian, Edvin; Dwi Dasanto, Bambang
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian persepsi tingkat perubahan iklim dan tingkat kerentanan daerah terhadap bahaya banjir dan kekeringan telah dilakukan di DAS Batanghari. Persepsi tersebut kemudian dianalisis konsistensinya dengan kejadian sesungguhnya. Metode penelitian yang digunakan untuk analisis persepsi menggunakan teknik wawancara accidental sampling, uji validitas, uji reliabilitias, penskoran,  dan pengkelasan. Sedangkan untuk analisis konsistensi antara persepsi dengan kejadian sesungguhnya menggunakan analisis kecenderungan anomali curah hujan dan suhu udara  (untuk tingkat perubahan iklim) dan membandingkan dengan peta rawan banjir dan kekeringan (untuk kerentanan daerah terhadap bahaya banjir dan kekeringan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di DAS Batanghari perubahan iklim  telah terjadi hal ini sesuai dengan persepsi sebagian besar masyarakat yang ada di DAS Batanghari serta didukung dengan adanya peningkatan kecenderungan nilai anomali suhu dan curah hujan dari tahun ke tahun. Wilayah yang paling rentan terhadap bahaya banjir dan kekeringan berdasarkan persepsi masyarakat adalah segmen hilir DAS Batanghari, hal ini sesuai dengan peta daerah rawan bencana banjir dan kekeringan. Kata kunci : perubahan iklim, kerentanan, banjir, kekeringan, DAS Batanghari 
KARAKTERISTIK BEBERAPA PARAMETER TROFIK PERAIRAN KOMPLEKS DANAU MALILI, SULAWESI SELATAN Suryono, Tri; Lukman, Lukman
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas antrofogenik di sekitar Danau-danau Malili akan menyebabkan terjadinya perubahan kondisi perairan dan berpengaruh terhadap kesuburan perairan tersebut. Penelitian telah dilakukan di tiga Danau-danau Malili, yaitu Matano, Mahalona dan Towuti, dengan tujuan mengetahui kondisi beberapa parameter trofik perairannya sebagai cerminan dampak aktivitas antrofogenik di sekitarnya.  Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2016 dan bulan Mei 2017 masing-masing pada lima lokasi untuk setiap danau. Parameter yang diambil meliputi tingkat kecerahan perairan, klorofil (dari lima strata kedalaman), parameter total fosfor (Total Phosphorus; TP) yang mewakili unsur hara, kebutuhan oksigen kimiawi (Chemical Oxygen Demand; COD) yang mewakili kondisi organik perairan,  dan beberapa parameter penunjang yaitu pH, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen; DO), konduktivitas, dan suhu. Kecerahan perairan pada umumnya > 10 m, kecuali Danau Mahalona, yang menyediakan wilayah trofogenik yang lebar. Tingkat kecerahan yang tinggi antara lain terkait dengan kondisi morfometeri danau yang dalam yang meminimumkan proses suspensi material dari dasar danau. Kelimpahan klorofil-a  yang terukur berkisar antara 0,043 – 0,716 mg/m3 (2016) dan terjadi kenaikan pada pengambilan bulan Mei 2017 berkisar antara 0,111 – 0,457 mg/m3, namun masih mencerminkan kondisi perairan yang oligotrofik dan rendahnya tingkat produktivitas biologis danau. Berdasarkan komponen hara (TP) menunjukkan kondisi danau-danau pada tingkat oligotrofik, kecuali Danau Towuti dengan kondisi mesotrofik. Meskipun COD di danau-danau yang diamati masih relatif rendah, namun ada kecenderungan peningkatan berdasarkan waktu pengamatan.
Daftar Isi Vol. 26 No. 1 Juni 2019 Limnotek, Cover
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 26, No 1 (2019)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

isi
SEBARAN LOUHAN YANG MENJADI INVASIF DI DANAU MATANO, SULAWESI SELATAN Sentosa, Agus Arifin; Hedianto, Dimas Angga
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 26, No 1 (2019)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan louhan adalah ikan Cichlid yang awalnya merupakan ikan hias, namun karena popularitasnya mulai menurun, maka ikan tersebut dilaporkan banyak dilepaskan di Danau Matano. Ikan louhan diduga telah menjadi invasif di danau tersebut. Keberadaan ikan tersebut di Danau Matano perlu dikaji dan dikendalikan untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati jenis ikan asli dan endemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebaran ikan louhan di Danau Matano, Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan pada 13 stasiun pengamatan di Danau Matano, Sulawesi Selatan pada tahun 2015 dan 2016. Ikan louhan ditangkap menggunakan jaring insang percobaan dan catatan data enumerator. Hasil menunjukkan bahwa berdasarkan 4156 ekor ikan louhan yang tertangkap memiliki kisaran panjang total antara 4,0-22,4 cm dengan berat tubuh berkisar antara 1,26-239,76 gram. Ikan louhan telah menyebar di seluruh perairan Danau Matano, terutama di daerah litoral. Kelimpahan louhan tertinggi terdapat pada stasiun Soroako dan Petea.
PENGARUH WIND STRESS TERHADAP STRATIFIKASI SUHU HARIAN KOLOM AIR DANAU MANINJAU Jasalesmana, Taofik; Zulti, Fifia; Triwisesa, Endra; Santoso, Arianto Budi; Fakhrudin, Muhamad
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 26, No 1 (2019)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stratifikasi suhu merupakan salah fenomena fisika yang terjadi di kolom air dan memiliki peranan penting dalam pengaturan proses kimia dan biologi di kolom air. Keadaan ini selanjutnya akan mempengaruhi kondisi ekosistem danau. Kekuatan stratifikasi suhu sangat bergantung pada perubahan intensitas radiasi matahari dan kecepatan angin. Melihat pentingnya peran stratifikasi suhu, maka dilakukan penelitian untuk mengkaji perubahan stratifikasi harian terhadap perubahan kecepatan angin yang spesifik dinyatakan oleh gaya tekan angin (wind stress) di Danau Maninjau, Sumatera Barat. Pengambilan data dilakukan selama tujuh hari (13 – 19 Februari 2017). Profil suhu kolom air diukur oleh rangkaian termistor yang dipasang pada alat e-most (Environmental Monitoring and Warning Systems) sampai kedalaman 60 m. Data kecepatan angin dan radiasi matahari diambil dari stasiun pengamatan cuaca Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau (LATPD) Maninjau. Untuk melihat hubungan antara kekuatan stratifikasi dengan wind stress, dihitung indeks stratifikasi, wind stress dan energi kinetik turbulen (TKE). Indeks stratifikasi digunakan untuk mengkarakterisasi kekuatan stratifikasi suhu, sedangkan wind stress digunakan untuk memprediksi energi kinetik turbulen yang secara teori akan menurunkan stratifikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat gadien suhu kolom air yang ditandai oleh munculnya lapisan-lapisan isotermal mulai siang hari sampai menjelang malam dengan periode harian. Gradien suhu kemudian mulai menurun ketika malam sampai pagi hari, sehingga suhu kolom air menjadi lebih homogen dari permukaan sampai ke bawah. Telah diketahui adanya penurunan indeks stratifikasi harian kolom air pada saat wind stress dan energi kinetik turbulen  bernilai tinggi, kemudian indeks stratifikasi meningkat saat wind stress dan energi kinetik turbulen mengalami penurunan. Sehingga terdapat hubungan terbalik antara wind stress dan indeks stratifikasi dengan koefisien korelasi sebesar -0,96.   Hal ini menunjukkan bahwa pada periode pengamatan tersebut wind stress berpengaruh besar terhadap proses pembentukan stratifikasi kolom air di Danau Maninjau. Thermal stratification is one of physical events in the column water which contributes so much to regulate chemical and biological processes in the water column. This event will further affect the condition of the lake's ecosystem. The strength of thermal stratification is very suitable with solar radiation and wind speed. Seeing the importance of the role of thermal stratification, a study was conducted to examine the changes in daily stratification to the wind speed changes which is specifically characterized by wind stress in Lake Maninjau, West Sumatra. Data collection was conducted for seven days (February 13-19, 2017). The temperature profiles of the water column were measured by a thermistor chain mounted on an e-most (Environmental Monitoring and Warning Systems) device to a depth of 60 m. Wind speed and solar radiation data were collected from the weather observation station of Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau (LATPD) Maninjau. The stratification index, wind stress and turbulent kinetic energy (TKE) were calculated to see the relationship between stratification strength and wind stress. Stratification index is used to characterize the strength of thermal stratification, while wind stress is used to predict turbulent kinetic energy which in theory will reduce stratification. There is a water column temperature gadient which is characterized by the appearance of isothermal layers from day to night with the daily period. The temperature gradient then begins to decrease at night until morning, so the temperature of the water column becomes more homogeneous from the surface to bottom. There has been a decrease in the daily stratification index of the water column during the maximum peaks of wind stress and  turbulent kinetic energy. The stratification index begins to increase when the wind stress and turbulent kinetic energy get the decrease. There is an inverse relationship between the wind stress and stratification index with a correlation coefficient of -0.96. This shows that during the period of observation the wind stress has a major effect on the process of forming water column stratification in Lake Maninjau. 

Page 8 of 11 | Total Record : 109