cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia
ISSN : 08548390     EISSN : 25498029     DOI : -
LIMNOTEK Tropical Inland Waters in Indonesia (Limnotek) is a periodical publication from the Research Center for Limnology, Indonesian Institute of Sciences in collaboration with Indonesian Society of Limnology (MLI). Published semiannually, the journal has a goal to be a means of communication and dissemination of research results in tropical limnology. The articles in this journal examines the interaction between factors: physics, chemistry, biology, hydrology, and geology on inland waters ecosystems. Definition of inland waters here are all forms puddles on the surface of the earth to the landward of the line of the lowest tides either fresh or brackish water such as rivers, swamps, lakes, water, wetlands, reservoirs, puddles, ponds, and dams.
Arjuna Subject : -
Articles 109 Documents
PERTUMBUHAN, LAJU EKSPLOITASI, DAN REPRODUKSI IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) DI WADUK CIRATA, JAWA BARAT Wahyuni, Sri; Sulistiono, Sulistiono; Affandi, Ridwan
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa aspek pertumbuhan dan reproduksi ikan nila (Oreochromis niloticus) di Waduk Cirata. Pengambilan ikan contoh dilakukan pada bulan Februari sampai Juli 2012, dari hasil tangkapan nelayan dengan mengunakan jaring apung ukuran mata jaring 1, 1.5, 2, 2.5, 3, dan 3.5 inchi. Analisis yang digunakan yaitu hubungan panjang bobot, faktor kondisi, pertumbuhan, mortalitas, laju eksploitasi, nisbah kelamin, ukuran pertama kali matang gonad, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, fekunditas, dan diameter telur. Ikan nila yang diperoleh selama penelitian berjumlah 168 ekor yang terdiri atas 80 ekor ikan jantan dan 88 ekor ikan betina. Pertumbuhan ikan nila adalah isometrik. Faktor kondisi tertinggi ikan betina di Stasiun I dan ikan jantan di Stasiun VI di bulan Februari. Persamaan pertumbuhan von Bertalanffy gabungan jantan dan betina Lt  = 301,88 (1-e (-0,73(t+0,12)). Laju mortalitas total (Z) ikan sebesar 2,8873 tahun-1 dengan laju eksploitasi sebesar 0,79. Nisbah kelamin yang diperoleh selama penelitian adalah 1:1. Ikan nila pertama kali matang gonad pada selang panjang 179 mm (jantan) dan 209 mm (betina). Fekunditas ikan nila berkisar 1636,603 sampai 5068,739 butir telur. Berdasarkan distribusi telur, ikan nila termasuk tipe memijah bertahap.  
LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus), SPESIES ASING BARU DI PERAIRAN DANAU MANINJAU, SUMATERA BARAT Dina, Rahmi; Wowor, Daisy; Hamdani, Agus
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 20, No 2 (2013)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lobster air tawar (LAT) merupakan jenis krustasea asing baru di DanauManinjau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis LAT dan beberapa informasi awal tentang LAT yang ada di Danau Maninjau, serta potensi dampaknya terhadap ekosistem danau. Penelitian dilakukan di tiga lokasi yaitu Sigiran, Batu Nanggai, dan Bayur pada bulan Maret 2011. Lobster air tawar ditangkap menggunakan alat tangkap rago (perangkap) yang dipasang pada sore dan diangkat pada pagi keesokan harinya. Rago dilengkapi dengan umpan yang terdiri dari campuran kelapa, pelet, dan ikan mati. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa jenis LAT yang ada di Danau Maninjau adalah Cherax quadricarinatus. Lobster yang tertangkap memiliki ukuran beragam, dengan rerata panjang karapas untuk lobster jantan 50,93 (6,68-80,36) mm, sedangkan lobster betina 54,35 (39,33-73,37) mm. Rerata berat basah total lobster jantan 38,75 (10,9-125,6) gram dan lobster betina 37,49 (12,5-82,4) gram. Selain itu juga ditemukan lobster betina yang membawa juvenil pada kaki renangnya sebanyak 2,36% dari tangkapan total. Beberapa hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagai jenis asing baru, populasi lobster air tawar, Cherax quadricarinatus telah berkembang mantap di Danau Maninjau. Hal ini berdampak positif secara ekonomi, namun juga berpotensi akan berdampak negatif sebagai jenis invasif .
Respon Pertumbuhan Benih Ikan Gabus (Channa striata) dalam Kondisi Pemeliharaan Bersalinitas Prakoso, Vitas Atmadi; Ath-thar, Muhamad Hunaina Fariduddin; Radona, Deni; Kusmini, Irin Iriana
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 1 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu parameter lingkungan dalam budidaya ikan air tawar yang dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup adalah salinitas. Studi ini dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan benih ikan gabus (Channa striata) dalam beberapa media dengan salinitas berbeda. Penelitian ini dilakukan di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar, Bogor. Benih ikan gabus (panjang total: 4,89 ± 0,09 cm; bobot tubuh: 0,88 ± 0,05 g) sebanyak 50 ekor dipelihara per akuarium (dimensi: 40×30×40 cm) dengan sistem aerasi. Perlakuan salinitas yang diberikan yaitu 0, 5, dan 10 ppt, dengan masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Ikan dipelihara selama 21 hari dengan diberi pakan komersial 3% biomassa per harinya. Pertumbuhan, laju pertumbuhan spesifik, rata-rata pertumbuhan harian, dan sintasan benih ikan gabus merupakan beberapa parameter yang diamati. Hasil uji pertumbuhan benih ikan gabus menunjukkan bahwa pertambahan panjang dan sintasan antar perlakuan salinitas tidak berbeda nyata (P>0,05). Sedangkan pertambahan bobot, laju pertumbuhan spesifik, dan rata-rata pertumbuhan harian pada 0 ppt (0,53 ± 0,03 g; 2,32 ± 0,10 %/hari; 0,025 ± 0,001 g/hari) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan 5 ppt (0,45 ± 0,03 g; 1,86 ± 0,10 %/hari; 0,021 ± 0,002 g/hari) dan 10 ppt (0,44 ± 0,01 g; 1,94 ± 0,03 %/hari; 0,021 ± 0,001 g/hari) (P<0,05). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa peningkatan salinitas menurunkan pertumbuhan bobot, laju pertumbuhan spesifik, dan rata-rata pertumbuhan harian benih ikan gabus.
TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii De Man) PADA MEDIA BERSALINITAS Ali, Fauzan; Waluyo, Agus
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan lahan budidaya air tawar (freshwater pond) merupakan salah satu kendala pembesaran udang galah yang selama ini menjadi penyebab sedikitnya produksi udang galah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media bersalinitas terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan udang galah, dengan memanfaatkan sifat euryhaline yang dimiliki oleh udang galah.Hasilnya diharapkan bermanfaat bagi upaya pemeliharaan udang di tambak (brackishwater pond) sebagai salah satu lahan yang bisa dimanfaatkan dalam budidaya udang galah. Media yang digunakan sebagai perlakuan adalah air bersalinitas 3 ppt, 6 ppt, 9 ppt, 12 ppt, 15 ppt, dan air bersalinitas 0 ppt sebagai kontrol. Media ditempatkan pada akuarium berukuran (80x40x40) cm3. Udang uji yang digunakan berumur 2 bulan dengan panjang total dan bobot awal masing-masing4,87±0,448 cm dan 0,68±0,193 gr. Pada setiap akuarium diisi dengan 15 ekor udang uji. Parameter utama yang diamati adalah tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan bobot dan panjang, serta laju pertumbuhan hariannya. Dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Kelangsungan hidup tertinggi (P<0,05) diperolehdari perlakuan media bersalinitas 3 ppt, 6 ppt, 9 ppt dan 12 ppt. Sedangkan pertumbuhan bobot tertinggi (P<0,05) diperoleh pada salinitas 0 ppt, 3 ppt, 6 ppt dan 9 ppt, sementara pada pertumbuhan panjang, laju pertumbuhan harian bobot serta laju pertumbuhan harian panjang tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05).
PEMANFAATAN MAKANAN DAN PERTUMBUHAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) YANG DIINTRODUKSI DI WADUK IR.H. DJUANDA, JAWA BARAT Triyanto, Triyanto; Kamal, Mohammad Mukhlis; Pratiwi, Niken TM.
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 21, No 1 (2014)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penebaran ikan bandeng (Chanos chanos) di waduk Ir. H. Djuanda Reservoir bertujuan untuk memanfaatkan makanan alami seperti plankton yang melimpah di perairan waduk yang subur. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2009-Februari 2010 pada empat stasiun yang mewakili kondisi waduk. Pengumpulan contoh ikan dilakukan setiap 10 hari dengan jaring insang percobaan, * mata jaring 1-2,5. Panjang jaring adalah 35 m dan tinggi 2 m. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan penebaran bandeng didasarkan pada konsumsi makanan dan pertumbuhan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan bandeng mampu memanfaatkan plankton yang tersedia sebagai makanan. Berdasarkan perhitungan indeks Preponderace, makanan utama ikan bandeng terdiri dari fitoplankton (35,256,42%) dan zooplankton (12,22-42,8%). Dominasi makanan dari kelompok fitoplankton adalah Cynophyceae (10,05-31,12%) dan dari zooplankton adalah Copepoda (3,33-27,79%). Pertumbuhan ikan bandeng mencapai 0,26-1,1% dengan laju pertambahan panjang harian mencapai 0,2-2,1 mm/hari. Parameter pertumbuhan ikan bandeng seperti panjang L 8 adalah 34,7 cm dan koefisien pertumbuhan (K) adalah 4,2/tahun.
DUGAAN EUTROFIKASI DI DANAU MATANO DITINJAU DARI KOMUNITAS FITOPLANKTON DAN KUALITAS PERAIRAN Sentosa, Agus Arifin; Hedianto, Dimas Angga; Satria, Hendra
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 24, No 2 (2017)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Matano merupakan danau purba yang rentan terhadap pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk menduga potensi terjadinya eutrofikasi di Danau Matano ditinjau dari komunitas fitoplankton dan kualitas perairan. Pengambilan contoh kualitas air dan plankton dilakukan dilakukan pada Oktober 2015, Februari dan Juli 2016 pada 10 stasiun di Danau Matano, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Analisis data dilakukan menggunakan indeks ekologis, saprobik dan STORET berdasarkan baku mutu PP 82/2001. Danau Matano memiliki 27 jenis fitoplankton dengan kelimpahan fitoplankton sekitar 1,9×104 sel L-1. Indeks ekologis menunjukkan komunitas fitoplankton di Danau Matano relatif tidak stabil dan mulai ada dominansi dengan tingkat pencemaran pada fase mesosaprobik. Mutu air menurut STORET masih relatif baik atau tercemar ringan dan belum berpotensi terjadinya eutrofikasi.
PERBANDINGAN PERTUMBUHAN IKAN NILA BEST F6, NILA BEST F5 DAN NILA NIRWANA PADA PENDEDERAN I-III DI JARING APUNG DANAU LIDO Kusmini, Irin Iriana; Gustiano, Rudhy; Huwoyon, Gleni Hasan; Putri, Fera Permata
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan pertumbuhanantara ikan Nila BEST generasi ke enam (F6), ikan Nila BEST generasi ke lima (F5), ikan Nila F6 kontrol dan ikan Nila Nirwana pada pendederan I-III. Kegiatan dilaksanakan di Danau Lido, Jawa Barat, terdiri dari tiga ulangan dengan menggunakan jaring berukuran 2x2x1 m3sebanyak 12 unit, padat tebar 100 ekor/m2. Pemberian pakan tiga kali sehari sebesar 5% dari biomassa, kadar protein 25%. Pengambilan sampel secara acak dilakukan sekali dalam satu bulan. Dari  masing-masing populasi diambil sebanyak 30 ekor untuk diukur panjang dan bobotnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bobot BEST F6 unggul 22,28% dibandingkan ikan Nila Nirwana, 5,64 % dibandingkan BEST F5 dan 18,51% dibandingkan ikan Nila F6 kontrol. Pertumbuhan panjang BEST F6 unggul 1,92% dibandingkan BEST F5, 7,9% dibandingkan Nila Nirwana dan 5,52% dibandingkanF6 kontrol dan rasio konsumsi pakan (FCR) terkecil terdapat pada BEST F6. Nilai ini menunjukkan bahwa seleksi dapat meningkatkan pertumbuhan karena diduga ada perbaikan gen yang mengontrol pertumbuhan ikan, namun BEST F6 memiliki SR yang rendah dibandingkan dengan ikan Nila uji lainnya. Hal ini merupakan petunjuk bahwa program seleksi tidak menjamin kesempurnaan individu baru yang dihasilkan seperti halnya ketahanan terhadap kondisi oksigen terlarut yang rendah.
STRATEGI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SITU BERKELANJUTAN: STUDI KASUS SITU KEDAUNG, KECAMATAN PAMULANG, KOTA TANGGERANG SELATAN Susanto, Agus; Rusdianto, Edi; Sumartono, Sumartono
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 23, No 2 (2016)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menetapkan situ Kedaung sebagai salah satu program konservasi dalam pemanfaatan situ, karena dari 9 situ yang ada, 4 diantaranya sudah hilang atau beralih fungsi, dan 3 terancam  hilang. Untuk  itu  perlu dikaji  tingkat  keberlanjutan  dalam pengelolaannya.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks dan status keberlanjutan Situ Kedaung dari 5 (lima) dimensi keberlanjutan, dengan menggunakan metode  analisis data Multi-Dimensional Scaling (MDS). Untuk mengetahui atribut yang sensitif dan berpengaruh terhadap indeks dan status keberlanjutan serta  pengaruh  galat (error) dilakukan analisis Laverage dan Montecarlo. Sedangkan untuk menyusun  skenario  peningkatan  status  keberlanjutan ke depan dilakukan  analisis  prospektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa dimensi ekologi berada pada status kurang berkelanjutan (37,32), dimensi ekonomi  berada pada status kurang berkelanjutan (26,05), dimensi sosial berada pada status kurang berkelanjutan (40,28), dimensi teknologi berada pada status  cukup berkelanjutan (57,20), serta dimensi kelembagaan berada pada status kurang berkelanjutan (26,91). Hasil analisis keberlanjutan untuk seluruh dimensi termasuk dalam kategori kurang berkelanjutan dengan nilai indeks keberlanjutan sebesar 35,29. Dari 37 atribut yang dianalisis ada 14 atribut yang perlu segera ditangani karena sensitif berpengaruh terhadap tingkat keberlanjutan. Berdasarkan analisis prospektif terdapat 5 atribut kritis yang harus dikelola yang  meliputi: pencemaran perairan, ekowisata, konservasi, penghasilan masyarakat, dan lembaga pengawas lokal yang selanjutnya disebut  dengan atribut kunci. Untuk meningkatkan status keberlanjutan ke depan ada 3 skenario yaitu: (1)  Konservatif-Pesimistik (bertahan pada kondisi yang  ada sambil mengadakan perbaikan seadanya); (2) Moderat-Optimistik (melakukan perbaikan tapi tidak maksimal) dan (3) Progresif-Optimistik (melakukan  perbaikan secara menyeluruh dan terpadu).
ANALISIS SENSITIVITAS PARAMETER MODEL HBV: STUDI KASUS SUBDAS CITARUM HULU Masitoh, Siti; Dasanto, Bambang Dwi
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model HBV adalah model konseptual yang memiliki beberapa parameter dalam struktur model. Parameter tersebut sebagian besar adalah parameter yang tidak dapat diukur secara langsung, sehingga penentuan nilai parameter tertentu secara manual dapat menyebabkan ketidakpastian dan kesalahan pada hasil simulasi. Karya tulis ini bertujuan untuk mengidentifikasi sensitivitas parameter dari model HBV dan mengevaluasi hasil model itu. Hal ini dimaksudkan agar penggunaan model HBV selanjutnya akan lebih mudah dalam menganalisis sumber kesalahan pada hasil simulasi. Model HBV  yang disimulasikan pada DAS Citarum Hulu menghasilkan hidrograf aliran dengan kinerja yang cukup baik sebesar 0.63 skala NSE. Walaupun model ini belum baik dalam menggambarkan pendistribusian aliran permukaan. Hal ini terlihat dari ketidakmampuan model dalam menggambarkan debit puncak aliran. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa parameter K0, K1, dan KPerc sangat sensitif terhadap simulasi debit puncak aliran. Selain itu, parameter FC mempengaruhi volume debit total, sedangkan parameter K2 dan Kperc mempengaruhi distribusi aliran permukaan dan aliran dasar. Kata kunci : HBV, debit, parameter, sensitivitas
UJI PERFORMA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus Sauvage, 1878) HASIL SELEKSI DI KJA WADUK DARMA KUNINGAN, JAWA BARAT Darmawan, Jadmiko; Tahapari, Evi; Suharyanto, Suharyanto
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang telah banyak dibudidayakan oleh masyarakat dan menjadi salah satu komoditas unggulan ikan air tawar. Dalam rangka peningkatan produktivitas patin nasional, Balai Riset Pemuliaan Ikan mengemban tugas untuk meningkatkan performa pertumbuhan ikan patin siam dengan meningkatkan kualitas genetik melalui program seleksi. Hasil yang telah dicapai sampai dengan tahun 2016 yaitu menghasilkan populasi induk terseleksi ikan patin siam F2 yang memiliki akumulasi respon seleksi sebesar 38,86 %. Pengujian performa ikan patin siam hasil seleksi (populasi Sukamandi) dengan ikan patin siam non-seleksi (populasi Unit Pembenihan Rakyat/UPR Bogor) pada perairan dataran tinggi skala komersial dilakukan di KJA Waduk Darma, Kuningan. Secara geografis Waduk Darma terletak  pada ketinggian ± 717 mdpl dan posisi ini termasuk dalam kategori wilayah dataran tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan performa budidaya ikan patin siam hasil seleksi dan non-seleksi yang dibesarkan di perairan dataran tinggi pada skala komersial. Benih sebar ikan patin siam hasil seleksi dengan ukuran panjang standar 12,42±0,44 cm, panjang total 14,24±0,08 cm dan bobot 26,22±0,43 g dan ikan kontrol dengan ukuran panjang standar 12,47±0,65 cm, panjang total 15,12±0,33 cm dan bobot 26,07±0,87 g dipelihara di KJA berukuran 3x3x2,5 m3 dengan kepadatan 10 ekor/m3, selama 6 bulan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ikan patin siam hasil seleksi memiliki performa pertumbuhan yang lebih tinggi sebesar 20,60 % pada karakter bobot,  6,86 % pada karakter panjang standar dan 6,16 % pada karakter panjang total dibandingkan dengan ikan kontrol yang berasal dari salah satu UPR di Bogor.

Page 7 of 11 | Total Record : 109