cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia
ISSN : 08548390     EISSN : 25498029     DOI : -
LIMNOTEK Tropical Inland Waters in Indonesia (Limnotek) is a periodical publication from the Research Center for Limnology, Indonesian Institute of Sciences in collaboration with Indonesian Society of Limnology (MLI). Published semiannually, the journal has a goal to be a means of communication and dissemination of research results in tropical limnology. The articles in this journal examines the interaction between factors: physics, chemistry, biology, hydrology, and geology on inland waters ecosystems. Definition of inland waters here are all forms puddles on the surface of the earth to the landward of the line of the lowest tides either fresh or brackish water such as rivers, swamps, lakes, water, wetlands, reservoirs, puddles, ponds, and dams.
Arjuna Subject : -
Articles 109 Documents
EVALUASI METODE PENENTUAN PARAMETER BIOCHEMICAL OXYGEN DEMAND (BOD) Astuti, Lismining Pujiyani; Pratiwi, Niken TM
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 23, No 1 (2016)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran BOD sangat penting untuk mengevaluasi tingkat pencemaran perairan oleh bahan organik. Terdapat dua parameter utama dalam kajian mengenai BOD, yaitu BOD ultimate (Lo) dan laju BOD (k). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode estimasi parameter BOD yang mempunyai tingkat akurasi dan validitas paling baik. Sampel yang digunakan dalam pengukuran BOD diambil dari lokasi karamba jaring apung Waduk Ir. H. Djuanda, Purwakarta. Metode yang digunakan untuk penentuan nilai BOD ultimatee dan nilai k adalah Least Square Method, Thomas Graphical Method dan Daily Different Method. Pengujian tingkat akurasi, validitas dan ketepatan dari metode-metode tersebut didasarkan dengan nilai hasil pengamatan BOD (D), Bias total, koefisien diterminasi dan model kriteria seleksi. Berdasarkan keempat metode uji, metode Least Square Method mempunyai akurasi, validitas dan ketepatan yang  lebih baik dibandingkan metode Thomas Graphical Method dan Daily Different Method.
PENYISIHAN NUTRIEN DENGAN KULTUR Eichornia Crassipes DALAM AIR LIMBAH KOLAM IKAN RESIRKULASI SEMI TERTUTUP Satya, Awalina; Chrismadha, Tjandra; Sulawesty, Fachmijany; Yoga, Gunawan P.; Mardiyati, Yayah
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Limbah kolam ikan resirkulasi memiliki karakteristik yang mirip dengan perairan eutrofik sehingga tidak aman untuk dibuang ke perairan umum secara langsung. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi kemampuan tiga variasi kepadatan eceng gondok (Eichornia crassipes) untuk memperbaiki kualitas air limbah kolam ikan resirkulasi tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk 1) mengungkapkan dinamika kualitas air dalam ?batch culture? 2) kinetika laju reduksi nutrien nitrogenik-fosforik dan konstituen pencemar lainnya, dan 3) efektifitas penyisihan nutrien. Eksperimen terdiri atas empat bak plastik, B1, B2, B3 dan B4. Bak B1 merupakan kontrol, hanya berisi air limbah tanpa eceng gondok. Bak B2, B3 dan B4 berisi eceng gondok dengan kepadatan awalnya berturut-turut adalah 1.618,40 gram/m2; 2.436,51 gram/m2 ; dan 3.243,93 gram/m2. Percobaan dilakukan selama empat hari. Pengukuran pH,Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen,DO), konduktifitas, suhu, Total Dissolved Solid (TDS), dan % DO saturation dilakukan tiga kali sehari pada jam 09.00-09.30 ; 12.00-12.30 dan 16.00-16.30, sedangkan Senyawa nutrien nitrogenik (N-NH3+; N-NO2-; N-NO3-, Total Nitrogen (TN)), fosfor (TP), Total Suspended Solid (TSS) dan Total Organic Matter (TOM) dianalisis dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Reduksi parameter konduktifitas,TDS, nutrien, nitrogenik, dan fosforik dalam bak-bak yang ditumbuhi eceng gondok mengikuti model kinetika order pertama. Kepadatan eceng gondok ideal adalah 2.436,51 gram/m2 (bak B3) karena menghasilkan pertambahan densitas yang paling tinggi (147,13 gram/m2). Bak berisi eceng gondok paling efektif menyisihkan turbiditas (94,28%-100%), N-nitrit (98,21%-98,93%), TP (92,86%-93,62%), N-nitrat (58,33%-83,33%), TN (59,46%-66,06%), N-ammonia (18.82%-46,88%) dan konduktifitas (16,34%-23,54%). Seluruh perlakuan dan kontrol terbukti tidak efektif untuk menyisihkan material organik.
DISTRIBUSI SPASIAL TERHADAP KELIMPAHAN, BIOMASSA FITOPLANKTON DAN KETERKAITANNYA DENGAN KESUBURAN PERAIRAN DI SUNGAI ROKAN, PROVINSI RIAU Dwirastina, Mirna; Makri, Makri
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distribusi spasial fitoplankton sungai Rokan ini meliputi kelimpahan dan biomassa fitoplankton, hal ini menggambarkan karakteristik umum suatu badan air sehingga dapat digunakan untuk menentukan kesuburan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial kelimpahan dan biomassa fitoplankton berdasarkan kesuburan perairan di Sungai Rokan Riau. Pengambilan contoh fitoplankton dilakukan selama empat kali dalam setahun yaitu bulan Maret, Mei, Juni dan Oktober tahun 2011. Contoh fitoplankton diambil menggunakan Kemmerer water sampler volume 500 mL dengan metode pengendapan dan diidentifikasi di laboratorium Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum Palembang menggunakan mikroskop inverted dengan pembesaran 40 kali. Kelimpahan fitoplankton dihitung menggunakan metode Sedweigt Rafter dan biomassa dihitung berdasarkan kandungan klorofil-a perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Sungai Rokan ditemukan tiga kelas fitoplankton yaitu Bacillariophyceae (19 genera), Chlorophycea (15 genera) dan Cyanophyceae (8 genera). Kelimpahan total fitoplankton berkisar 8.800 sell/L? 210.300 sell/L. Rata-rata kelimpahan fitoplankton tertinggi terjadi pada bulan Maret yaitu 210.300 sell/l dan terendah bulan Juni yaitu 8800 sell/l. Biomassa fitoplankton berkisar 0,56 mg/L ? 2,23 mg/L menunjukan eutrofikasi yang rendah. Parameter yang mencerminkan kesuburan perairan adalah kecerahan 17-52 cm, kekeruhan (TSS) <50 mg/L, kadar oksigen terlarut tidak kurang dari 4 mg/L, suhu 26,5 ? 32,7oC dan pH=7, serta total nitrogen (TN) berkisar 0,292 ? 0,98 mg/L dan total fosfat (TP) berkisar 0,063 -0,087 mg/L. Biomassa fitoplankton berkisar 0,56 mg/L - 2,23 mg/L. Kualitas perairan di Sungai Rokan masih dalam katergori bagus untuk kehidupan petumbuhan plankton.
EVALUASI MODEL IKLIM REGIONAL RegCM3 UNTUK REKONSTRUKSI DATA IKLIM HISTORIS Handoko, Unggul; Faqih, Akhmad; Boer, Rizaldi; Soepri, Wahyoe
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai rekonstruksi data iklim historis dengan menggunakan model iklim regional RegCM3 telah dilakukan untuk wilayah Sub DAS Seluna, Provinsi Jawa Tengah. Rekonstruksi dilakukan pada data curah hujan dan suhu masing-masing untuk periode 1998-2010 dan 1990-1997. Sebagai bagian dari proses rekonstruksi, dilakukan penentuan faktor koreksi untuk analisis koreksi bias data iklim luaran model. Data luaran yang telah dikoreksi kemudian dievaluasi dengan data observasi dengan menggunakan beberapa metode pengujian statistik, diantaranya MSE, R2 dan NSE. Hasil evaluasi keluaran model yang telah dikoreksi tersebut menunjukkan hasil perbandingan yang cukup baik dengan data observasi sehingga dapat digunakan untuk rekonstruksi data iklim historis. Data yang telah direkonstruksi dapat diaplikasikan untuk analisis hidrologi dan analisis lainnya yang memerlukan input parameter cuaca/iklim.
HUBUNGAN KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN PERIFITON DENGAN KUALITAS AIR DI SUNGAI DAN DANAU OXBOW DI PALANGKA RAYA PADA KONDISI AIR DANGKAL Suryono, Tri; Sudarso, Jojok
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 26, No 1 (2019)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDanau oxbow di Kalimantan Tengah merupakan salah satu danau paparan banjir yang ada di Indonesia, kondisi ekologis dari danau ini sangat dipengaruhi oleh tinggi muka airnya. Secara umum perairan danau ini dipengaruhi oleh kondisi lahan yang mayoritas berupa lahan gambut yang memiliki kecenderungan bersifat asam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas perairan danau oxbow terhadap distribusi dan kelimpahan perifitonnya. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus 2015 pada danau-danau oxbow DAS Sebangau, Kahayan dan Katingan. Perifiton diambil dengan mengerik permukaan batu atau kayu yang terendam dengan luas permukaan 16 cm2 diulang 3 (tiga) kali dikomposit. Hasil identifikasi dari stasiun sampling di DAS Sebangau diperoleh  57 jenis terdiri dari 51% kelas Bacilariophyta (29 jenis), kelas Chlorophyta 30% (17 jenis), Cyanophyta 12 % (7 Jenis), Dynophyta 2% (1 jenis), Rhodophyta 2% (1 Jenis) dan Xanthophyta 4 % (2 jenis). Hasil perhitungan diperoleh indeks keanekaragaman sebesar 2,653 (sedang); indek keseragaman 0,681 (sedang) dan indeks dominansi 0,106 (kecil). Sedangkan dari DAS Kahayan diperoleh hasil identifikasi perifiton 64 jenis terdiri dari kelas Bacilariophyta 55% (35 jenis), kelas Chlorophyta 28% (18 jenis), Chrysophyta 2% (1 jenis), Cyanophyta 11 % (7 Jenis), Dynophyta 2% (1 jenis), Rhodophyta 2% (1 Jenis) dan Xanthophyta 2 % (1 jenis). Hasil perhitungan diperoleh indeks keanekaragaman sebesar 2,852 (sedang); indek keseragaman 0,626 (sedang) dan indeks dominansi 0,085 (kecil). Sementara hasil identifikasi dari DAS Katingan diperoleh 71 jenis terdiri dari kelas Bacilariophyta 49% (35 jenis), kelas Chlorophyta 32% (23 jenis), Cyanophyta 13 % (9 Jenis), Dynophyta 1% (1 jenis), Rhodophyta 1% (1 Jenis) dan Xanthophyta 3 % (2 jenis) dengan indeks keanekaragaman sebesar 2,596 (sedang); indek keseragaman 0,582 (sedang) dan indeks dominansi 0,128 (kecil).Kata kunci: Kualitas air, komposisi,  kelimpahan, perifiton, dan Danau Oxbow.
Cover Limnotek Vol. 23, No. 2, Desember 2016 Mulyana, Saepul
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 23, No 2 (2016)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Limnotek Vol 23, No. 2, Desember 2016
DISTRIBUSI KONSENTRASI OKSIGEN, NITROGEN DAN FOSFAT DI WADUK SAGULING, JAWA BARAT Endah Purnamaningtyas, Sri
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi konsentrasioksigen, nitrogen (nitrat, nitrit, dan amonium) dan P (orthofosfat) di Waduk Saguling dan tinjauan kelayakannya untuk kegiatan perikanan. Lokasi pengambilan contoh ditetapkan sebanyak 5 stasiun pengamatan yaitu : (1) Maroko, (2) Cihaur, (3) Pakuon, (4) Bunder, dan (5) Dam. Penelitian dilakukan pada bulan April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember 2009. Metode yang digunakan adalah pengambilan contoh bertingkat (stratified sampling method) dengan menggunakan Kemmerer Bottle Sampler. Berdasarkan analisis kualitas air di Waduk Saguling didapatkan hasil sebagai berikut: 1. kandungan oksigen berkisar antara 0 ? 7,125 mg/L, kandungan amonia berkisar antara 0,011 ? 14,654 mg/L, kandungan nitrit dan nitrat berturut-turut adalah berkisar antara 0,07 ? 0,353 mg/L, dan antara: 0,03 ? 1,063 mg/L, dan kandungan fosfat berkisar antara 0,04 - 0,43 mg/L. Pada kondisi-kondisi tersebut diatas menunjukkan ketersediaan oksigen masih dapat menunjang kehidupan ikan tetapi tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, konsentrasi ammonia sudah cukup tinggi dan membahayakan bagi kehidupan ikan, kadar nitrit telah melebihi baku mutu yang disarankan dan merupakan gas beracun bagi ikan, kadar nitrat berada pada kondisi yang sesuai dengan kadar baku yang di sarankan, sedangkan kadar ortofosfat yang tinggi akan mendorong pertumbuhan alga terutama dari kelas Cyanophyceae. Stasiun yang banyak tertekan oleh limbah organik maupun limbah anorganik adalah stasiun Maroko dan Cihaur.
FLUKTUASI pH, OKSIGEN TERLARUT DAN NUTRIEN DI DANAU TOWUTI Zulti, Fifia; Sugiarti, Sugiarti
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Towuti merupakan danau terbesar di Sulawesi Selatan dan terbesar kedua di Indonesia setelah Danau Toba. Danau Towuti merupakan salah satu dari gugusan danau tektonik di kompleks Malili, dan merupakan habitat alami dari 14 jenis ikan air tawar endemik Sulawesi dan 87 % dari 27 jenis moluska air tawar endemik Sulawesi. Oleh karena itu kualitas air danau harus terus dikontrol untuk menjamin kelangsungan kehidupan biota tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi pH, konsentrasi oksigen terlarut (DO), dan konsentrasi nutrien (nitrat dan fosfat) di perairan Danau Towuti, baik secara horizontal maupun vertikal. Penelitian dilakukan di 20 stasiun pengamatan pada bulan Juni dan September 2011. Hasil pengukuran dan analisa sampel air menunjukkan bahwa konsetrasi nitrat, fosfat, DO dan pH masih memenuhi baku mutu air untuk kelangsungan hidup biota akuatik seperti yang tercantum dalam PP No 82 Tahun 2001. Kisaran rata-rata nilai pH, konsentrasi DO, nitrat, dan fosfat untuk semua stasiun secara berurutan adalah 7,76 ? 8,03, 5,09 ? 5,18 mg/L, 0,017 ? 0,042 mg/L, 0,003 ? 0,007 mg/L. Hasil uji korelasiantar parameter secara horizontal menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara DO dengan pH serta DO dengan konsentrasi nitrat. Karakteristik sebaran secara vertikal menunjukkan bahwa konsentrasi nutrien di permukaan dengan dasar tidak berbeda nyata, yang memberikan indikasi bahwa Danau Towuti masuk dalam kategori danau oligotrofik dengan konsentrasi zat hara yang tidak terlalu tinggi.
LAJU PERTUMBUHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio L) DENGAN PEMBERIAN PAKAN LEMNA (Lemna perpusilla TORR.) SEGAR PADA KOLAM SISTEM ALIRAN TERTUTUP Sulawesty, Fachmijany; Chrismadha, Tjandra; Mulyana, Endang
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja budidaya perikanan melalui pemanfaatan pakan alternative yang murah dan ramah lingkungan. Pakan alternatif yang dipilih adalah jenis tumbuhan air, lemna (Lemna perpusilla Torr) yang dikultur secaraintegratif pada suatu sistem produksi perikanan sehingga mempunyai fungsi sebagai sumberpakan alami sekaligus menyerap bahan pencemar kegiatan budidaya. Pengamatan inibertujuan untuk melihat pengaruh pemberian lemna segar terhadap laju pertumbuhan ikan mas(Cyprinus carpio L) pada kolam sistem aliran tertutup. Biomassa lemna segar digunakan untukmengantikan pellet pada porsi setara 50% dari berat kering pakan yang diberikan pada ikanmas sebanyak 3% dari berat badannya per hari. Pengamatan dilakukan selama 24 minggu.Ukuran berat awal ikan mas rata-rata 4,75 - 6,5 g dngan padat penebaran100 ekor per wadah.Parameter pengamatan adalah berat rata-rata ikan,, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversipakan, faktor kondisi, dan tingkat kelangsungan hidup ikan. Pemberian campuran lemna segarpada pakan ikan mas memberikan nilai laju pertumbuhan spesifik lebih tinggi, yaitu sebesar2,00 %/hari, dibandingkan dengan yang hanya diberi pakan pellet (1,75 %/hari). Berat ratarata,nilai konversi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup ikan yang diberi pakan campuranlemna segar bertutut-turut: 162,7 g, 2,00, dan 64 %, lebih tinggi dibandingkan dengan ikanyang diberi ransum pellet saja (berturut-turut 108,9 g, 3,34, dan 61 %). Pertumbuhan ikanbersifat allometrik negatif (nilai b < 3) dengan nilai b pada ikan yang diberi pakan campuranpellet dan lemna segar lebih tinggi (2,737) dibandingkan dengan ikan yang diberi pakan pelletsaja (2,537). Hasil ini mengindikasikan adanya pengaruh positif pemberian lemna segar yaitudapat meningkatkan pertumbuhan ikan mas. Pemanfaatan biomassa lemna segar untukcampuran pakan ikan mas dapat meningkatkan efisiensi produksi pada usaha budidaya ikanmas.
KUALITAS MIKROBIOLOGIS AIR SUNGAI DAN PIPA DISTRIBUSI DI KABUPATEN ACEH BESAR DAN KOTA BANDA ACEH Sutapa, Ignasius; Widiyanto, Tri
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi kehidupan.Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kondisi sumber daya air dan sistem penyediaan air bersih di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. Sumber daya air berupa sungai dan danau mengalami kerusakan pasca bencana tsunami. Salah satu parameter penting kualitas air adalah kondisi mikrobiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Coliform di semua titik pengambilan air sungai. Jumlah populasi bakteri Coliform yang paling tinggi terdapat pada Sungai Krueng Raya Muara sebanyak 3100 koloni/100mL. Bakteri fekal Coliform tertinggi terdapat pada Sungai Simpang Surabaya sebanyak 1600 koloni/ 100mL dan bakteri fekal Streptococcus tertinggi terdapat pada Sungai Krueng Raya I sebanyak 420 koloni/100mL. Pipa distribusi daerah Lampaseh tercemar oleh total Coliform sebanyak 140 koloni/100 mLdan fekal Streptococcus sebanyak 80 koloni/100 mL. Sumur dangkal daerah Lampaseh tercemar bakteri total Coliform sebanyak 850 koloni/100 mLdan fekal Streptococcus sebanyak 190 koloni/100 mL.  Kondisi perairan sungai di Banda Aceh hampir seluruhnya perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut untuk dapat digunakan sebagai sumber air baku untuk air bersih, termasuk pipa distribusi dan sumber air sumur daerah Lampaseh.

Page 10 of 11 | Total Record : 109