cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia
ISSN : 08548390     EISSN : 25498029     DOI : -
LIMNOTEK Tropical Inland Waters in Indonesia (Limnotek) is a periodical publication from the Research Center for Limnology, Indonesian Institute of Sciences in collaboration with Indonesian Society of Limnology (MLI). Published semiannually, the journal has a goal to be a means of communication and dissemination of research results in tropical limnology. The articles in this journal examines the interaction between factors: physics, chemistry, biology, hydrology, and geology on inland waters ecosystems. Definition of inland waters here are all forms puddles on the surface of the earth to the landward of the line of the lowest tides either fresh or brackish water such as rivers, swamps, lakes, water, wetlands, reservoirs, puddles, ponds, and dams.
Arjuna Subject : -
Articles 109 Documents
PENGARUH PENAMBANGAN TIMAH TERHADAP KEANEKARAGAMAN IKAN SUNGAI DAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DI KABUPATEN BANGKA Muslih, Khoirul; Adiwilaga, Enam M.; Adiwibowo, Soeryo
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 21, No 1 (2014)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambangan timah di Kabupaten Bangka telah menimbulkan banyak kerusakan lingkungan termasuk sungai. Kualitas air, habitat perairan dan keanekaragaman sumberdaya ikan terancam serta sistem kearifan lokal masyarakat yang ada akan terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas penambangan timah terhadap kualitas perairan dan keanekaragaman jenis ikan serta kearifan lokal masyarakat terkait perlindungan dan pemanfaatan sumberdaya perairan sungai. Penelitian dilakukan dari Februari sampai Mei 2013 melalui pengambilan contoh ikan menggunakan jaring insang dengan beberapa ukuran mata jaring. Pengukuran beberapa parameter kualitas air dilakukan dan dianalisis menggunakan Indeks Pencemaran (IP) dan indeks habitat untuk melihat gangguan pada habitat akibat penambangan timah. Data kearifan lokal dikumpulkan dengan pengamatan lapangan dan wawancara mendalam kepada tokoh masyarakat serta para pemangku adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambangan timah mempengaruhi kualitas air terutama kecerahan, kekeruhan dan padatan total tersuspensi (TSS; Total suspended solid). Berdasarkan nilai IP sungai di wilayah penambangan timah menunjukkan tercemar sedang dan kondisi habitat dalam kondisi gangguan berat. Rendahnya kualitas air akibat sedimentasi limbah penambangan timah mengakibatkan menurunnya keanekaragaman dan komposisi jenis ikan di perairan. Sementara itu sistem kearifan lokal masyarakat bertahan dengan tetap mematuhi aturan adat meskipun perairan telah terganggu.
POTENSI SITU BEKAS GALIAN PASIR DALAM MENDUKUNG USAHA PERIKANAN DENGAN SISTEM CBF DAN KJA MZ, Novita; Octorina, Pelita
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 24, No 1 (2017)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situ bekas galian pasir merupakan ekosistem perairan yang kurang mendapatkan perhatian, namun jika diamati memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lahan budidaya, baik dengan sistem CBF maupun KJA. Situ galian pasir no 6 merupakan salah satu situ galian yang terdapat di Desa Kahuripan Sukabumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji daya dukung situ galian pasir no 6 untuk kegiatan budidaya tilapia dengan menggunakan sistem CBF dan KJA dengan pendekatan beban fosfat (P) di perairan. Hasil analisis dari pengamatan kualitas air selama bulan April-Juni 2015 menunjukkan bahwa situ galian pasir no 6 tergolong ke dalam perairan eutrof dengan daya dukung sebesar 1,18 ton/tahun untuk kegiatan CBF dan 11,12 ton/tahun untuk kegiatan budidaya dengan KJA. Ikan ditebar dalam tiga tahap dengan jumlah tebar 3 945 ekor per tahap dengan hasil panen 125 gram.
SISTEM RESIRKULASI AQUAPONIK UNTUK PENGENDALIAN KELEBIHAN NUTRIEN DI PERAIRAN: Laju Serap dan Penyisihan Nutrien oleh Beberapa Jenis Sayuran Nofdianto, Nofdianto; Fauzi, Hasan
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji coba tentang ”potensi aquaponik untuk pengendalian kelebihan nutrien di perairan permukaan: Laju uptake dan presentase penurunan konsentrasi nutrien beberapa jenis sayuran pada sistem aquaponik” telah dilakukan di Pusat Penelitian Limnologi LIPI. Percobaan dilakukan menggunakan sebuah bak fiberglass dengan volume sekitar 1 m3 sebagai wadah pemeliharaan ikan Nila Merah (±30 ekor, berat rata-rata 50 gram), dan delapan buah pipa PVC 4 inchi dengan panjang 2 meter. Pipa disusun secara horizontal pada bagian sisi atas bak ikan yang digunakan sebagai wadah penanaman empat jenis sayuran (Bayam Putih, PokChoy, Sawi Bakso dan Kangkung). Laju uptake dan persentase penurunan konsentrasi nutrien jenis Bayam Putih rata-rata lebih tinggi, yaitu sekitar 0.303mg.L-1.hari-1  dan 68.51% untuk TN; 0.086mg.L-1.hari-1 dan 53.92% untuk TP dan 0.065mg.L-1.hari-1  dan 46.45% untuk PO4. Sementara, laju uptake dan persentase penurunan nutrien terendah ditemukan pada jenis Sawi Bakso yaitu sekitar 0.047 mg.L-1.hari-1 dan 35.98% untuk P-PO4.
HIBRIDISASI ANTARSTRAIN UDANG REGANG UDANG AIR TAWAR ASLI INDONESIA (Macrobrachium sintangense De Man 1898) Said, Djamhuriyah S.; Mayasari, Novi
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 23, No 2 (2016)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udang regang (Macrobrachium sintangense) merupakan udang air tawar asli Indonesia yang belum dikembangkan. Udang ini memiliki kandungan protein yang tinggi dan salah satu  fungsinya sebagai sumber protein masyarakat. Pusat Penelitian Limnologi-LIPI melakukan penelitian dan pengembangan udang regang pada tahun 2012-2014. Salah satu topik penelitiannya yaitu hibridisasi untuk mencari kombinasi tetua terbaik guna memperoleh hibrida yang unggul. Hibridisasi interstrain dilakukan secara resiprokal dengan 4 kali ulangan pada 5 strain udang teradaptasi yang berasal dari wilayah Jawa Barat (Bogor/A); Jawa Tengah (Brebes-Malahayu/B); Lampung (Way Sakampung/C); Jawa Timur (Sidoarjo/D); dan Kalimantan Barat (Sintang/E). Pengamatan dilakukan pada kemampuan menghasilkan telur (kemampuan hibridisasi), kemampuan menghasilkan larva, lama inkubasi telur (LIT), jumlah larva, pertumbuhan, dan sintasan. Kemampuan hibridisasi yang dicapai antara 0-100%, namun penetasan berlangsung 0-50% dengan LIT 22-25 hari. Terlihat bahwa strain Kalimantan tidak mampu beradaptasi maupun berhibridisasi. Hibrida dari pasangan AB dan BA memberikan penampilan pertumbuhan dan sintasan terbaik. Dari jarak genetik terlihat bahwa strain Jawa Barat (A) berkerabat dekat dengan strain Jawa Tengah (B).
KARAKTERISTIK KOMUNITAS DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI DANAU TALAGA, SULAWESI TENGAH Sugianti, Yayuk; Anwar, Masayu Rahmia; Krismono, Krismono
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Talaga adalah danau yang berhubungan langsung dengan laut melalui sungai sepanjang ± 1 km. Danau ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk kegiatan sehari-hari sehingga menimbulkan pencemaran yang dapat menurunkan kualitas perairannya. Kajian mengenai struktur komunitas merupakan suatu konsep yang mempelajari komposisi spesies dan kelimpahanya, dalam hal ini fitoplankton. Fitoplankton merupakan tumbuhan planktonik yang bebas melayang dan hanyut serta mampu berfotosintesis. Kemampuan fitoplankton yang dapat berfotosintesis dan menghasilkan senyawa organik membuat fitoplankton disebut sebagai produsen primer. Penelitian dilakukan pada bulan Maret, Mei, Juli dan Oktober 2013 di 9 (Sembilan) titik sampling. Parameter yang digunakan adalah parameter utama yaitu komposisi dan kelimpahan fitoplankton dan parameter pendukung fisika-kimia perairan : pH, turbiditas, konduktivitas, suhu, kecerahan, DO, dan nutrien. Hasil pengamatan diperoleh 39 genus fitoplankton yaitu filum Chrysophyta (14 genus), hlorophyta (18 genus), Cyanophyta (5 genus) dan Dinophyta (2 genus). Kelimpahan fitoplankton di Danau Talaga selama pengamatan berkisar antara 5,3 x 10³-8,9 x 10⁵ sel/l, dengan puncak kelimpahan fitoplankton tertinggi di bulan Mei. Nilai indeks keanekaragaman (H’) di Danau Talaga selama pengamatan berkisar antara 0,91-2,21, menunjukkan bahwa kondisi komunitasfitoplankton di Danau Talaga berada pada stabilitas komunitas biota sedang atau kualitas air tercemar sedang. Nilai koefisien saprobik di Danau Talaga sebesar 0,46. Hal ini menunjukkan bahwa perairan tersebut dalam fase β/α mesosaprobik, tercemar sedang.
Cover Limnotek Vol. 23, No. 1, Juni 2016 Limnotek, Cover
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 23, No 1 (2016)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Limnotek 2016 1
COVER LIMNOTEK Limnotek, Cover
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 20, No 2 (2013)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Limnotek
LAND USE CHANGE ASSESMENT AND ITS PROJECTION IN BATANGHARI RIVER BASIN, SUMATERA, INDONESIA Utami, Nurya; Sapei, Asep; ., Apip
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 24, No 2 (2017)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study followed about changes in land use in the region of  Batanghari river basin. Land cover maps derived from supervised classification of  satellite imagery  LANDSAT MS / ETM / OLI. The images in the study area were categorized into six classess, namely water body, settlement, agriculture, bush, openland and forest. The validation for classification result was using  Kappa Statitistic with average yield of 85% -95%. Based on the classification results, the biggest extent of land cover change is forest areas into agricultural areas. Changes in the area of certain types of land cover can be seen in the change detection matrix. Data extents of land use was used to calculate the land use demands from recent past to near future. Two scenarios were used to produce land use projection from 2016 to 2045. First projection, generating a dominant land use type of agriculture. Addition of the areas about 22%  from 2015, which is around  3.148.100 ha. While forest area decrease almost 50%. Second scenario is fast growth scenario, producing a forest areas about 450.275 ha. Whereas agriculture area reaches a maximum changes of 3.300.742 ha.
COVER LIMNOTEK Limnotek, Cover
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 21, No 1 (2014)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Limnotek
INTEGRASI SPASIAL DAYA SERAP TANAH DAN LAHAN KRITIS UNTUK PENENTUAN LOKASI PRIORITAS PERBAIKAN DAS Daruati, Dini; Arief, Apip
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 24, No 1 (2017)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

aya serap tanah terhadap air dan tingkat kekritisan lahan dapat digunakan sebagai indikator dalam menentukan prioritas perbaikan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang nantinya dipakai dalam suatu pengelolaan DAS.  Terganggunya lokasi-lokasi yang berfungsi untuk menyimpan air DAS Batanghari akibat dari perubahan penggunaan lahan, perubahan iklim, dan peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan terganggunya lokasi-lokasi untuk menyimpan air. DAS Batanghari  luasnya mencapai lebih dari empat juta hektar dan kondisinya termasuk kritis maka diperlukan analisis spasial untuk mengetahui kawasan prioritas konservasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial menggunakan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (PJ dan SIG). Dilakukan kuantifikasi nilai runoff curve number (CN) untuk mengetahui daerah yang mempunyai serapan rendah, sedang dan tinggi. Kemudian dilakukan tumpangsusun antara peta CN dan peta lahan kritis DAS Batanghari. Hasilnya adalah informasi spasial kawasan  prioritas perbaikan fungsi DAS. Lokasi prioritas dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan informasi data lahan kritis, yaitu  tipe 1, 2, dan 3. Kawasan prioritas konservasi tipe 1 paling luas berada di Kabupaten Muarojambi dan Tanjungjabung Timur, kawasan prioritas konservasi tipe 2 paling luas berada di Kota Jambi dan Dhamasraya, sedangkan kawasan prioritas tipe 3 paling luas berada di Kota Jambi, Dhamasraya, dan Tanjungjabung Timur.Kata Kunci: Runoff Curve Number, Lahan Kritis, Prioritas Konservasi, PJ dan SIG

Page 6 of 11 | Total Record : 109