cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman
ISSN : 20892608     EISSN : 26140527     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
PEMIKIRAN ETIKA PRIVAT DAN ETIKA PUBLIK PERSPEKTIF ISLAM Yaqin, Ainul
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 7 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.738 KB) | DOI: 10.36815/tarbiya.v7i2.232

Abstract

Etika Islam memiliki dua dimensi, yaitu privat dan publik. Dimensi privat dan publik tersebut dapat diketahui dari tugas penciptaan manusia sebagai abdullah dan khalifatullah. Pengkajian etika privat sebagai perwujudan tugas abdullah telah jauh dilakukan oleh para ulama akhlak. Tata cara berakhlak kepada Allah telah dirumuskan secara lebih detail dan mendalam dalam suatu bidang ilmu tersendiri yang disebut tasawuf. Akan tetapi kajian tentang etika publik kurang mendapatkan perhatian. Akhir-akhir ini, kesadaran bahwa tugas kekhalifahan juga harus ditunaikan seiring dengan kebutuhan manusia akan kelestarian kehidupan di bumi, maka akhir-akhir ini mulai dirumuskan pemikiran etika publik perpektif Islam seperti etika tentang lingkungan dan kebencanaan.
ANALISA ONTOLOGI DAN EPISTEMOLOGI HADIS PERSPEKTIF IBN TAIMIYAH Fageh, Ahmad
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 8 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.571 KB) | DOI: 10.36815/tarbiya.v8i2.470

Abstract

Beragamnya pendapat ulama dalam menyikapi hadis-hadis Nabi terkait klasifikasi hadis mutawatir-ahad, menyebabkan terjadinya perbedaan ijtihadiyah dalam memahami isi atau kandungan hadis sehingga terjadi penegasian pengamalan antara satu hadis dengan hadis lainnya; baik itu oleh ahli kalam, ahli sufi dan ahli hadis sendiri. Akar perbedaan itu bila ditelusuri berpangkal pada perbedaan paradigma masing-masing ulama terhadap hadis. Dari fenomena di atas penulis berupaya mengkaji Pemikiran Hadis Ibn Taimiyah dalam menyikapi problemalitas keragaman pemahaman hadis dari aspek ontologis dan epistemplogis. Berangkat dari sini maka pokok masalah yang menjadi pembahasan utama adalah, bagaimana pandangan ontologis-epistemologis Ibn Taimiyah terhadap kedudukan hadis, juga signifikansi dan orisinalitas pemikirannya terhadap studi hadis. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analisisreflektif, yaitu memaparkan secara komprehensif mengenai pemikiran Ibn Taimiyah dari data yang ada, kemudian dianalisis dan melahirkan pemahaman inklusif, baik aspek ontologis, aspek epistemologis. Selain itu hasil penelitian ini mengidentifikasi perbedaan pemahaman hadis antara beberapa ulama, membuka wacana baru tentang bagaimana cara membaca atas redaksi teks hadis, kemudian apa yang dianggap tidak maqbul dan tidak siap konsumsi atau pun sebaliknya, ternyata berstatus maqbul dan siap saji untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan serta patut untuk dikonsumsi atau diamalkan
KARAKTER ANAK MUSLIM MODERAT; DESKRIPSI, CIRI-CIRI DAN PENGEMBANGANNYA DI LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Mardliyah, Asih Andriyati; Rozi, Syaikhu
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 8 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.224 KB) | DOI: 10.36815/tarbiya.v8i2.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter anak muslim moderat, ciri-ciri dan pengembangannya di lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik  analisis data model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan: 1) karakter muslim moderat pada anak adalah integrasi dari sifat-sifat moderasi islam yang menetap dalam diri seorang anak sehingga sifat-sifat tersebut menjadi kepribadiannya yang khas. 2) Ciri-ciri Anak Muslim Moderat ada 11 karakter yaitu: a) Memiliki keimanan yang benar dan mampu melaksanakan rukun Islam, b) Menjunjung tinggi akhlak mulia, identitas dan integritas seorang muslim, c) Mengutamakan perbaikan dan kemajuan demi kemaslahatan umum, d) Mengambil jalan tengah dengan tidak melebih-lebihkan dan mengurangi ajaran islam, e) Bersikap adil dan merealisasikan hak serta kewajiban secara proporsional, f) Toleran terhadap permasalahan ikhtilafi dalam keagamaan, sosial, budaya dan kemasyarakatan, g) Tidak bersikap diskriminatif, h) Mampu menggunakan dialog sebagai jalan penyelesaian masalah, i) Dinamis dan inovatif untuk menjawab tuntutan kemajuan dan kemaslahatan umum, j) Dapat membedakan perbuatan baik dan benar, perbuatan salah dan jahat, k) Menerima warisan tradisi Islam. 3) Pengembangan karakter anak dapat dilakukan dengan 4 model kegiatan, yaitu a) kegiatan persiapan, b) kegiatan pembelajaran di kelas, c) kegiatan outing (outing class) ; dan d) kegiatan sentra, yaitu 1) sentra persiapan, 2) sentra balok, 3) main peran 4) sentra main peran.
STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN PAI ANTARA PESERTA DIDIK PROGRAM UNGGULAN DAN SMART TAHFIZ KELAS 1 MINU TRATE PUTRI GRESIK Siti Amaliati, Anisatul Mahbubah,
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 9 No 1 (2020): TARBIYAH ISLAMIYA
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/tarbiya.v9i1.639

Abstract

ABSTRACT   The article is for to find out how the learning model applied at MINU Trate Putri Gresik. the object of this article at MINU Trate Putri Gresik. its to compare the learning model applied in the exellent class program with the first class smart Tahfiz program. This research, for review about studying in Madrasas, and researchers get for a good information about it and the learning process in the exellent program and Smart Tahfiz programs and it use different learning processes. It this have a differences in the learning model. Which in the exellent program uses the model in general, while the program Smart Tahfiz learning to use a model that has been added to the study of the Qur'an. These two programs differ, the learning model of each program for students must be different. The result of the learning model that can be seen directly is the difference between the students patterns in each activity in the school.  To search for definitive data on this article using interviews, observation and documentation data collection techniques. Observers, saw the learning process and compared the learning models in the exellent program and the Smart Tahfiz program. And from the author's observations that the learning model of these two programs is almost the same but different in the process of teaching.   Keyword: Learning model, exellent program, Smart Tahfiz Program
PARADIGMA FILOSOFIS PENDIDIKAN ISLAM Zuhry, Saifuddin
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 6 No 1 (2017): Pebruari
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2219.28 KB)

Abstract

Perkembangan seseorang dalam pendidikan dipengaruhi oleh tiga     hal.     Pertama   nativisme, bahwa  seseorang  sangat dipengaruhi  oleh  faktor pembawaan    dari   lahir. Kedua empirisme, yang  menyimpulkan     bahwa     perkembangan seseorang ditentukan  oleh faktor   lingkungan.  Ketiga konvergensi, yang merupakan kombinasi antara nativisme dan empirisme. Pendidikan Islam dekat dengan aliran konvergensi yang memadukan antara bakat bawaan (fitrah) dan faktor lingkungan (pendidikan). Fitrah yang terdapat dalam pembawaan manusia adalah yang diciptakan  Allah  pada manusia yang berkaitan dengan jasmani dan akal serta ruhnya. Atas dasar itu, sistem pendidikan harus dibangun atas dasar integrasi antara pendidikan Qolbiyah dan Aqliyah yang dilandaskan pada sumber utama ajaran Islam yaitu at-Qur'an dan Hadis. Jika kedua hal ini terpisah, maka pendidikan Islam akan kehilangan keseimbangannya dan gagal mewujudkan cita- cita manusia sempurna (insan kamil).    
PEMAHAMAN ASWAJA DAN KORELASINYA DENGAN SIKAP TOLERANSI Moh. Misbahul Khoir, Mufadila dan
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 6 No 2 (2017): Agustus
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.023 KB)

Abstract

Tertanamnya sikap toleransi dalam diri siswa di antaranya dapat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman mereka terhadap Agama. Salah satu doktrin agama yang menekankan sikap toleran dalam kehidupan yang majemuk adalah doktrin aswaja (Ahlusunnah wal jamaah). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan keterkaitan pemahaman aswaja dengan sikap toleransi. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat korelasi yang tinggi antara pemahaman aswaja terhadap sikap toleransi siswa. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa pelajaran aswaja mampu menjadikan seseorang mempunyai jiwa toleransi, maka sudah sepatutnya setiap satuan pendidikan mengajarkan mata pelajaran aswaja.
KONSEPSI UANG DAN KEBIJAKAN MONETER PERSPEKTIF IBNU TAIMIYAH Fageh, Ahmad
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 7 No 1 (2018): Pebruari
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.103 KB) | DOI: 10.36815/tarbiya.v7i1.157

Abstract

Islam is a religion other than syumuliyah (perfect) also harakiyah (dynamic). Called perfect because Islam is the perfect religion of previous religions and shari'at regulate all aspects of life, both aqidah and muamalah. In the rule of muamalah, Islam regulates all forms of human behavior in dealing with each other to meet the needs of his life in the world. These include the Islamic rules governing Money and Monetary Policy. Seeing the importance of Money in Islam is even used as an official means of exchange around the world, the discussion of this theme becomes very interesting and urgent.Long before the economic thinking of experts on Money and Monetary Policy, the Islamic world had earlier had a figure who was concerned in this field. He is IbnTaymiyyah, a famous Muslim scholar. This paper will try to compile some of his thoughts on Money and Monetary Policy
MENEROPONG OTENTISITAS HADITS MELALUI ILMU NAQD AL-HADITS Yaqin, Ainul
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 7 No 1 (2018): Pebruari
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.4 KB) | DOI: 10.36815/tarbiya.v7i1.162

Abstract

Diskursus tentang otentisitas hadits merupakan salah satu hal yang sangat krusial dan kontroversial.Problem seperti ini bukan tidak disadari oleh umat Islam, bahkan sejak abad pertama hijriyah, umat Islam sudah melakukan upaya-upaya untuk menciptakan metode dalam mendapatkan hadits yang otentik.Salah satu metode yang dikembangkan oleh umat Islam untuk mengetahui apakah hadits yang kita terima itu otentik atau tidak adalah dengan melakukan kritik hadits (naqd al-hadits).Naqd al-haditsdibagi menjadi tiga, naqd al-khariji, naqd al-dakhili dan naqd al-dakhili wa al-khariji. Kritik hadits berguna untuk menjaga agar jangan sampai masuk segala sesuatu yang bukan hadits menjadi bagian dari hadits, karena hal itu akan menyebabkan penyimpangan ajaran Islam.
LIVING HADITS ORAL, LISAN, DAN TULISAN JAMAAH MAIYAH, EMHA AINUN NAJIB, DAN GAMELAN KYAI KANJENG As'ari, Andi Winata
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 7 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.565 KB) | DOI: 10.36815/tarbiya.v7i2.224

Abstract

This article aims to discuss the unique Living Hadis which exists on Gamelan Kiai Kanjeng and explains how hadis understood by Emha Ainun Najib as a speaker in every event they held. Thus, this research finds that some of the event held by Kiai Kanjeng and Emha Ainun Najib is an exspression of sunnah due to Emha always invites all audiences to be independence and teaches them how to face and manage problem in their life. Also, Emha and Kiai Kanjeng are able to give good interpretations to Holy QurĂ¢??an and Sunnah that agree with the conditions of Indonesians wihich have multicultured and multireligious nations. Throught metodological study, the author find that Kiai Kanjeng is one of organisations that practice and deliver sunnah for all classes and grades of society, such as: moslem or non moslem, college students, workers, public staff, teachers and many others. There are explanations of performance of Emha Ainun Najib that can be considred as living of sunnah, for instance: Having shalawatan together, problem solving, social respons, political education, and interpreations of normative text of Holy QurĂ¢??an and Hadis which is able to support and advise Indonesian people. Emha Ainun Najib is not only a pious speaker who practices living sunnah orally but also a character who can do living sunnah in writing. Gamelan Kiai Kanjeng with Emha Ainun Najib is a group of musical instrument which colaborated with some other music toos such as Guitar, Piano, band, and others. It can stimulate suciety to worship by listening and saying shalawat together in happy conditions and is going to produce good character of human being.
STUDI PEMIKIRAN AL FARUQI TENTANG TAUHID ILMU DAN POLITIK Siswati, Vialinda
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 8 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.595 KB) | DOI: 10.36815/tarbiya.v8i2.471

Abstract

Ismail Raji Al-Faruqi merupakan tokoh dunia Islam yang banyak dikenal dengan teori Islamisasi ilmu pengetahuan, gagasan Al-Faruqi muncul merupakan bentuk kepeduliannya terhadap keilmuan Islam karena saat itu sudah muncul yang dinamakan dikotomi ilmu yang mengelompokkan ilmu Barat dan Ilmu Islam, Al-Faruqi yang memiliki banyak latar pendidikan dari Barat mencoba memberikan nuansa baru Islam dengan tetap mempelajari keilmuan barat namun memberi nilai-nilai keislaman di dalamnya sebagai tolak ukur keberhasilan ilmu pengetahuan itu sendiri, dan gagasan inipun banyak memunculkan pro kontra pada masyarakat Islam kala itu sehingga sampai membuat dirinya menjadi terkenal di dunia. Selanjutnya Ismail Raji Al-Faruqi memberikan gambaran seharusnya keilmuan itu dengan membuat seakan-akan ada rantai di antara ilmu satu dan lainnya yang saling berkaitan tetapi yang menjadi titik utama adalah ilmu tauhid karena menurutnya ilmu ini adalah ilmu yang paling utama sebelum memunculkan ilmu lanjutan seperti contoh ilmu tauhid  mampu mempengaruhi pemikirannya hingga membentuk sebuah internalisasi keimanan yang kemudian merambah dalam pengaturan keduniawian sebagai pendukung adalah politik karena memegang peranan penting dalam sebuah sistem dimanapun berada dari politik tersebut memunculkan sebuah pembentukan kepemimpinan yang nantinya menguasai sistem sebuah ketatanegaraan yang selanjutnya akan kembali terhadap kebebasan ilmu itu sendiri yang nantinya akan tetap menjadi dikotomi ataukah memberikan nilai-nilai yang bernuansa Islam.

Page 3 of 22 | Total Record : 211