cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Ergonomi dan K3
ISSN : 26157732     EISSN : 26157732     DOI : -
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Ergonomi dan K3 diterbikan 2 kali setahun, bulan Maret dan September. Topik makalah untuk jurnal Ergonomi dan K3 meliputi namun tidak terbatas pada: antropometri, biomekanika, fisiologi, lingkungan kerja, ergonomi kognitif, ergonomi budaya, keselamatan dan kesehatan kerja.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018" : 5 Documents clear
Kajian Awal Sistem Keselamatan Kerja Pada Kasus Kecelakaan Di SBU ITS PT. X dengan Menggunakan Metodologi Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) Iftikar Z Sutalaksana
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.55 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2018.3.1.3

Abstract

Diantara ttahun 1995 hingga 2012, terdapat 16.515 kecelakaan penerbangan yang berakibat fatal. Dari total kecelakaan tersebut, 3.284 kecelakaan disebabkan oleh kesalahan akibat masalah maintenance pesawat terbang. Data ini juga didukung bahwa 70-80% kecelakaan penerbangan diakibatkan oleh kesalahan manusia (human error). Di sisi lain, PT. X merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang utama perawatan turbin pesawat terbang. PT. X memiliki peranan penting pada kelancaran dunia penerbangan. Hingga saat ini. PT. X masih memiliki masalah keselamatan pada sistem kerjanya, sehingga berpotensi menghasilkan produk perbaikan turbin yang di kemudian hari justru dapat menimbulkan kecelakaan penerbangan. Fakta ini menunjukkan bahwa perlunya diadakan sebuah penelitian pada sistem kerja PT. X dengan pendekatan faktor manusia. Salah satu metode untuk menganalisa aspek keselamatan secara komprehensif dengan pendekatan kesalahan manusia adalah metode Human Factors Analysis and Classifications System (HFACS). Penelitian ini akan memakai metode HFACS untuk membuat sebuah kajian awal keselamatan kerja di PT. X. Hasil dari penggunaan metode HFACS pada kecelakaan di SBU ITS, dibangun dengan data-data yang didapatkan dari investigasi kecelakaan yang dilakukan dengan metode Event Casual Factors Charting (ECFC) dan (Systemic Cause Analytical Tool (SCAT), serta dari hasil wawancara yang dilakukan pada narasumber-narasumber kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai permasalahan pada sistem kerja PT. X di bidang keselamatan kerja yang secara lebih lanjut dapat berpotensi mengakibatkan kecelakaan penerbangan pada kemudian hari. Masalah-masalah ini masih berkaitan dengan faktor manusia secara umum. Kata kunci: kajian awal sistem keselamatan kerja, HFACS, sistem kerja, investigasi kecelakaan, ECFC, SCAT.
Perancangan Prototipe Aplikasi Seluler sebagai Media dalam Mencari Layanan Asisten Rumah Tangga Billy Muhammad Iqbal; Erlinda Muslim; Ghassani Shabrina; Atika P Maharani
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.605 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2018.3.1.4

Abstract

Asisten rumah tangga adalah tenaga kerja sektor informal yang dipekerjakan dengan tujuan untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Namun dewasa ini banyak masyarakat yang mendapatkan kesuliatan pada saat mencari jasa asisten rumah tangga salah satunya dikarenakan banyaknya aktivitas mereka sehingga tidak memiliki waktu untuk mencari asisten rumah tangga. Penelitian ini membahas mengenai rancangan desain aplikasi mobile pencarian jasa asisten rumah tangga sesuai dengan kebutuhan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu memberikan rekomendasi desain alat berupa aplikasi mobile yang dapat membantu masyarakat dalam mencari jasa asisten rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quality function deployment dengan tools house of quality untuk mencari kebutuhan masyarakat, TRIZ dengan matriks kontradiksi dan 40 prinsip inventif untuk memecahkan masalah kontradiksi, dan activity relationship chart untuk mengatur tata letak fitur dalam aplikasi mobile. Output dari penelitian ini adalah sebuah rancangan aplikasi mobile beta prototype. Kata kunci: Aplikasi Mobile, Activity Relationship Chart (ARC), TRIZ , Quality Finction Deployment (QFD), Ergonomi Kognitif
Pengaruh Penggunaan Kursi Kerja Ergonomis Terhadap Penurunan Keluhan Nyeri dan Stress Kerja pada Pekerja Perusahaan Lampu X di Yogyakarta Lientje Setyawati Maurits; Bungakaraeng Bungakaraeng
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.333 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2018.3.1.1

Abstract

Ergonomi perlu diterapkan diberbagai tempat termasuk di sekolah, ditempat kerja maupun ditempat lain agar dapat diperoleh kenyamanan dan peningkata produktivitas. Melakukan pekerjaan dengan menggunakan alat kerja dan stasiun kerja yang tidak ergonomis dapat menimbulkan gangguan musculoskeletal dengan adanya rasa nyeri dan pegal serta adanya ketegangan, mudah gelisah, bosan, dan lain-lain keluhan stress kerja yang berdampak terhadap terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya penurunan keluhan nyeri dan stress kerja yang dialami pekerja di perusahaan lampu X di Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pre test, post test one group design, yang dilakukan pada 21 pekerja sebagai subyek penelitian yang berlangsung pada bulan Juli 2004 di perusahaan lampu X di Yogyakarta. Variabel penelitian terdiri atas variabel bebas yaitu kursi kerja ergonomis sedang variabel terikat adalah keluhan nyeri dan angka stress kerja. Analisis data menggunakan uji-t amatan ulangan dengan program computer SPS 2000. Hasil uji statistic menunjukkan penurunan keluhan nyeri yang sangat significan antara kelompok pre test (mean = 43.14) dan post test (mean = 28.14) dengan t = 11.771 (p = 0.000). Hasil uji-t amatan ulangan selanjutnya menunjukkan penurunan stress kerja yang sangat significant antara kelompok pre test (mean = 52.238) dan post test (mean = 43.762) dengan nilai t = 7.385 (p = 0.000).
Pengaruh penempatan PCM berbahan minyak sawit pada cooling vest terhadap penurunan heat strain ketika beraktifitas fisik di lingkungan panas Titis Wijayanto; Ogie Alif Afyudin; Agasi Rizal Kurniawan Zain
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.273 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2018.3.1.2

Abstract

Paparan di lingkungan yang panas dan lembab ketika melakukan aktivitas fisik berpengaruh terhadap peningkatan risiko heat strain dan penurunan performansi kerja. Penggunaan cooling vest dengan Phase Change Material (PCM) yang dikenakan di bawah pakaian kerja banyak digunakan untuk mencegah risiko terjadinya heat strain dan untuk meningkatkan kinerja kerja, dan kenyamanan termal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan penempatan yang efektif dari PCM berbahan sawit pada cooling vest dengan meneliti efek fisiologis dan subyektif ketika: (1) PCM hanya dipakai di bagian depan/dada (frontal cooling) dan (2) PCM hanya dipakai di bagian belakang/punggung (back cooling). Sepuluh pria sehat (usia 21,7 ± 0,9 tahun) memakai rompi pendinginan dengan PCM saat melakukan aktivitas fisik di atas treadmil selama 30 menit dengan beban kerja sebesar 70% beban kerja maksimum di ruang dengan suhu udara 33ºC dan kelembaban relatif 80%. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penempatan PCM di bagian belakang punggung sebagai cooling device lebih efektif dalam menurunkan risiko heat strain ketika melakukan aktivitas fisik di lingkungan panas dibandingkan dengan penempatan PCM di bagian dada.
Evaluasi Ergonomi dan Perancangan Fasilitas pada Institut Teknologi Bandung Herman R. Soetisna; Wida Rahmasari; Putra A. R. Yamin
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.868 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2018.3.1.5

Abstract

Institut Teknologi Bandung merupakan salah satu isntitusi pendidikan tinggi di Indonesia yang bertujuan untuk menjadi universitas kelas dunia, dengan menetapkan tiga pilar strategis: peran institusi, infrastruktur, dan pengembangan institusi. Evaluasi ergonomi dilakukan di Institut Teknologi Bandung untuk mengidentifikasi sarana dan prasarana pendukung pendidikan yang sudah baik dilihat dari sudut pandang ergonomi dan memberikan rekomendasi pada sarana dan prasarana yang belum memperhatikan aspek ergonomi dalam perancangannya. Penelitian ini dibantu dengan diskusi bersama UPT K3L ITB dan Direktorat Sarana dan Prasarana ITB. Dalam penelitian ini, ditemukan 60 kasus dengan 57 jenis permasalahan yang dikelompokkan menjadi tiga prioritas, yaitu prioritas satu, dua dan tiga. Pengelompokan ini menggunakan Risk Assessment Matrix yang didasarkan pada frekuensi kejadian dan dampak yang ditimbulkan. Masing-masing rekomendasi perbaikan dilengkapi dengan estimasi biaya menggunakan analisis SNI sebagai salah satu aspek pertimbangan dalam pengelompokkan permasalahan. Setelah dikelompokkan, 43 permasalahan masuk ke dalam prioritas satu, 10 permasalahan masuk ke dalam prioritas dua, dan 4 permasalahan masuk ke dalam prioritas tiga. Total estimasi biaya untuk untuk mengimplementasi rekomendasi penyelesaian permasalahan prioritas satu adalah sebesar Rp 3.423.346.841 hingga Rp 4.312.211.240, prioritas dua sebesar Rp 6.350.001 hingga Rp 16.501.000, dan prioritas tiga sebesar Rp 11.005.800 dengan mempertimbangkan alternatif rekomendasi yang dipilih pada setiap masalah. Kata kunci: Ergonomi, ITB, Rekomendasi, Asesmen, Sarana dan Prasarana

Page 1 of 1 | Total Record : 5