cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal
ISSN : 08531629     EISSN : 08531629     DOI : -
Majalah Ilmiah Biologi Biosfera : A Scientific Journal merupakan peer reviewed jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Media ini mewadahi hasil-hasil penelitian di bidang biologi tropika yang terbit tiga kali setahun (Januari, Mei, September).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 36, No 2 (2019)" : 7 Documents clear
Aktivitas Hepatoprotektif Ekstrak Metanol Buah Lakum [Cayratia trifolia (L.) Domin] terhadap Hepatosit Tikus Putih (Rattus novergicus L.) yang Diinduksi Parasetamol Rizki Perdana Putri; Diah Wulandari Rousdy; Ari Hepi Yanti; Elvi Rusmiyanto Pancaning Wardoyo
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.2.961

Abstract

Lakum [Cayratia trifolia (L.) Domin] dikenal akan kandungan metabolit sekundernya seperti flavonoid, terpenoid dan fenol. Kandungan metabolit sekunder ini mengindikasikan bahwa buah lakum berpotensi sebagai sumber antioksidan akibat overdosis parasetamol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hepatoprotektif ekstrak metanol buah lakum pada hepar tikus putih Wistar yang diinduksi parasetamol dengan dosis tinggi. Buah lakum matang dari Kecamatan Sungai Kakap, Provinsi Kalimantan Barat diekstraksi melalui metode maserasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Tiga puluh lima (35) tikus putih jantan galur Wistar (Rattus novergicus L.) dibagi ke dalam 7 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan terdiri dari 4 kelompok kontrol (normal, negatif, positif dan pelarut) dan 3 kelompok uji dari dosis ekstrak yang berbeda (115, 230 dan 345 mg kg-1). Parasetamol dan bahan uji lainnya diberikan secara oral masing-masing selama 7 hari. Hasil menunjukkan bahwa efek ekstrak metanol buah lakum dosis 230 mg kg-1 (hepatosit normal: 78,05 ± 0,92%; hepatosit nekrosis: 15,04 ± 0,80%) serupa dengan efek silymarin (hepatosit normal: 81,09 ± 0,93%; hepatosit degenerasi: 16,85 ± 0,15%) sebagai obat standar.  Dosis optimal ekstrak metanol C. trifolia yang berpotesi sebagai agen hepatoprotektif adalah 230 mg kg-1
Pengaruh Pakan Suplementasi Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris terhadap Pertumbuhan dan Komposisi Tubuh Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Sorta Basar Ida Simanjuntak; Indarmawan Indarmawan; Eko Setio Wibowo
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.2.724

Abstract

Gurami adalah ikan air tawar yang mudah terinfeksi penyakit terutama pada cuaca dingin dan curah hujan tinggi, sehingga perlu dicari solusi untuk penanggulangannya.  Ikan gurami merupakan ikan yang ukuran tubuhnya dapat mencapai 5 kg. Penelitian tentang suplementasi  S. platensis dan C. vulgaris dengan dosis 6 g/kg pakan telah dilakukan pada ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.). Penelitian bertujuan mengetahui pertumbuhan dan komposisi tubuh ikan gurami yang diberi pakan suplementasi S. platensis, C. vulgaris dan campuran S. platensis + C. vulgaris serta mendapatkan komposisi pakan terbaik meningkatkan pertumbuhan dan komposisi tubuh ikan gurami.   Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan enam perlakuan dan tiap perlakuan diulang tiga kali. Perlakuan yang dicobakan dalam penelitian ini adalah: K = ikan gurami diberi pakan Tubifex sp., Daphnia sp. dan pelet komersial; P1 = ikan gurami diberi pakan suplementasi S. platensis dan Tubifex sp.; P2 = ikan gurami diberi pakan suplementasi S. platensis dan Daphnia sp.; P3 = ikan gurami diberi pakan suplementasi C. vulgaris dan Tubifex sp.; P4 = ikan gurami diberi pakan suplementasi C. vulgaris dan Daphnia sp., P5 = ikan gurami diberi pakan suplementasi campuran S. platensis + C. vulgaris, Tubifex sp. dan Daphnia sp. Penelitian dilakukan selama 112 hari dan ikan diberi pakan dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan komposisi pakan dapat meningkatkan pertumbuhan dan  komposisi tubuh ikan gurami serta perlakuan P1 yaitu pakan suplementasi S. platensis dan Tubifex sp. terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan komposisi tubuh ikan gurami. Penelitian ini menemukan bahwa untuk budidaya gurami sebaiknya ikan gurami diberi pakan suplementasi S. platensis atau C. vulgaris.
Ligninolytic Activity of Fungi Isolated from Empty Fruit Bunch of Oil Palm (Elaesis guineensis Jacq.) N S Sepwin; Erman Munir; It Jamilah
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.2.967

Abstract

Lignin is a natural polymer and plays an important role as a compound of plant cell wall constituent. A study about the degradation of lignin in the environment has been receiving considerable attention because the complex structure and difficult to be degraded compared to the degradation of others plant cell wall constituent. A study to determine the activity of the ligninolytic enzyme (lignin peroxidase, manganese peroxidase and laccase) of fungi isolated from oil palm empty fruit bunch. This study has been done with a screening of ligninolytic activity using potato dextrose agar supplemented with tannic acid (0,1%), showed that two out of five fungal isolates have ligninolytic activity. The highest activity of lignin peroxidase was produced by SN2 isolatesi.e. 9.677U ml-1, whereas the highest activity of manganese peroxidase and laccase was produced by SN3isolates i.e.1.942 U ml-1 and 1.846 U m-1 respectively.
Keanekaragaman Genetik Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Berdasarkan Marka Inter-Simple Sequence Repeats (ISSR) Dyah Subositi; Rohmat Mujahid
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.2.828

Abstract

Tempuyung (Sonchus arvensis L.) merupakan tanaman anggota familia Asteraceae yang banyak dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan peluruh air seni. Tempuyung mudah dan banyak dijumpai di berbagai tempat di Indonesia. Keanekaragaman genetik tempuyung merupakan informasi dasar dalam rangka mendukung standarisasi tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi genetik tempuyung menggunakan penanda molekuler ISSR (Inter Simple Sequence Repeats). Tiga belas aksesi tempuyung yang dikoleksi dari 8 lokasi digunakan sebagai sampel dan diamplifikasi DNAnya menggunakan 5 primer ISSR.Indeks similaritas dihitung berdasarkan indeks similaritas Dice. Analisis klaster menggunakan metode Unweighted Pair Group Method Using Arithmetic Mean (UPGMA) dilakukan untuk mengonstruksi dendogram. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi genetik antar aksesi tempuyung yang terbagi menjadi 3 klaster pada indeks similaritas 75,16%. Aksesi Purwokerto dan B2P2TOOT (4) mempunyai hubungan kemiripan yang terdekat pada indeks similaritas 90,90%. Penanda molekuler ISSR dapat digunakan dalam karakterisasi genetik antara aksesi tempuyung
Katekin dalam Teh Hijau sebagai Kelator Alami pada Individu Terpapar Plumbum Pembawa Polimorfisme Gena Nitrit Oksida Sintase 3 Hernayanti Hernayanti; Sukarti Moeljopawiro; Ahmad Hamim Sadewa; Nurtjahjo Dwi Sasongko; Hexa Apriliana Hidayah
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.2.633

Abstract

Teh hijau merupakan salah satu jenis teh yang  banyak dikenal karena berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit contohnya hipertensi. Daun teh hijau mengandung senyawa polifenol yang dikenal sebagai catechin. Catechin dapat berfungsi sebagai penangkap radikal bebas seperti senyawa singlet oksigen, radikal hidroksil dan peroksinitrit. Berdasarkan sifat tersebut catechin diharapkan dapat mengatasi keracunan logam berat Pb pada individu terpapar Pb. Pengobatan keracunan Pb selama ini menggunakan senyawa kelator kimiawi dimerkaprol, namun dilaporkan pemakaiannya  menimbulkan efek samping berupa naiknya tekanan darah.Tujuan penelitian ini untuk 1) mengetahui efek teh hijau terhadap kadar NO pada individu terpapar Pb pembawa  polimorfisme dan non polimorfisme gena NOS3. 2) mengetahui efek teh hijau terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada individu terpapar Pb pembawa  polimorfisme dan non polimorfisme gena NOS3. Penelitian menggunakan metode survai dengan rancangan kasus kontrol. 30 orang pekerja bengkel mobil di Purwokerto sebagai subyek kasus dan 30 orang subyek kontrol berasal dari desa Pamijen, yang diperkirakan tidak terpolusi Pb. Untuk mengetahui adanya polimorfisme, gena individu ditentukan dengan metode PCR-RFLP. Enzim restriksi MboI untuk  gena NOS3. Parameter yang diukur adalah kadar Pb darah, NO, tekanan darah sistolik dan diastolik. Data dianalisis dengan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% dari 30 orang subyek kasus terdeteksi sebagai individu pembawa polimorfisme gena NOS3 dengan genotip GA dan DNA terpotong enzim MboI sepanjang 206 bp, 119 bp dan 87 bp. Sebanyak  60 % subyek kasus terdeteksi sebagai individu non polimorfisme dengan genotip GG, DNA terletak pada 206 bp. Kadar NO setelah pemberian teh hijau mengalami peningkatan baik pada individu pembawa polimorfisme gena NO3 maupun non polimorfisme, sedangkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kedua kelompok individu mengalami penurunan. Kesimpulan hasil penelitian teh hijau dapat digunakan sebagai kelator alami keracunan Pb.
Kepiting Brachyura Pulau Tikus, Kepulauan Seribu Rianta Pratiwi
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.2.839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kepiting dengan metode transek kuadrat. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret hingga Juni 2014 di Pulau Tikus, gugusan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Metode penelitian dengan transek kuadrat yaitu mewakili bagian barat (T1 & T2), utara (T3 & T4), timur (T5 & T6) dan selatan (T7 & T8) Pulau Tikus. Hasil penelitian terdapat 34 spesies brachyura dengan total 11 famili kepiting, yaitu Portunidae, Majidae, Galenidae, Dromiidae, Calappidae, Ocypodidae, Grapsidae, Porcellanidae, Macrophthalmidae, Xanthidae dan Pilumnidae. Nilai indeks keanekaragaman kepiting tertinggi ditemui di bagian timur (H’=2,609), sedangkan nilai indeks dominansi tertinggi berada di bagian selatan (C=0,117). Nilai indeks kemerataan Pielou tertinggi berada di bagian utara (J=0,923). Variasi tipe substrat pada ekosistem merupakan faktor yang mempengaruhi keanekaragaman kepiting. Keseluruhan perairan Pulau Tikus masih memiliki keanekaragaman kepiting yang tinggi dan didominansi oleh kepiting dari famili Xanthidae.
Mikrosporogenesis Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Akibat Cekaman Kekeringan Utaminingsih Utaminingsih; Suharyanto Suharyanto; Issirep Sumardi
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.2.866

Abstract

Cabai merupakan salah satu tanaman sayuran bernilai ekonomi tinggi yang memiliki banyak manfaat. Beberapa wilayah marginal di Indonesia memiliki keterbatasan dalam ketersediaan air. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui mikrosporogenesis dan respons fisiologis tanaman cabai merah besar akibat cekaman kekeringan. Tahapan penelitian meliputi : 1) perkecambahan biji dan aklimatisasi; 2) perlakuan cekaman kekeringan (penyiraman setiap 1,3,5,7,hari sekali); 3) pengambilan sampel (bunga dan daun); 4) pembuatan preparat anatomi bunga; 5) analisis prolin dan klorofil; 6) uji viabilitas polen; 7) pengamatan mikrosporogenesis; 8) analisis data. Parameter yang diamati meliputi kadar prolin, kadar klorofil, mikrosporogenesis, dan uji viabilitas polen. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa cekaman kekeringan tidak mempengaruhi tahapan mikrosporogenesis, tetapi mikrosporogenesis berlangsung lebih awal daripada tanaman kontrol. Respons tanaman cabai terhadap cekaman kekeringan meliputi penurunan kadar prolin akar, penuruanan kadar klorofil daun, dan penurunan viabilitas polen. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7