cover
Contact Name
Reza Dino Mahardika
Contact Email
rezadino15@gmail.com
Phone
+6285782089890
Journal Mail Official
bioma@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Bioma : Jurnal Biologi Indonesia
ISSN : 01263552     EISSN : 25809032     DOI : https://doi.org/10.21009/bioma.v21i2
Bioma is a national peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of biosciences fields such as biodiversity, biosystematics, ecology, physiology, behavior, genetics and biotechnology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 1 (2018): Bioma" : 5 Documents clear
TOTAL KAROTENOID IKAN SUMATRA ALBINO (Puntius tetrazona) YANG DIBERI PAKAN TAMBAHAN TEPUNG KEPALA UDANG Tania, Novita; Sukarman, Sukarman; Permana, Asep; Supiyani, Atin
Bioma Vol. 14 No. 1 (2018): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.487 KB) | DOI: 10.21009/Bioma14(1).1

Abstract

ABSTRACTAlbino tiger barb (Puntius tetrazona) is a freshwater ornamental fish that has a attractive colors. Carotenoid sources should be added in the diet because fish can not synthesis carotenoids in their bodies. One source of natural carotenoids (astaxantin and cantaxantin) is shrimp head meal, whose use has not been studied in albino tiger barb (Puntius tetrazona). The research was conducted from December 2016 until April 2017, at the Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) Depok. The method used in this research is an experimental method, with Completely Randomized Design (RAL). The treatment in this research is TKU supplemental feeding (0%, 10%, 20%, 30%, 40%). The data taken are total carotenoid, were analyzed using One Way ANAVA at 95% confidence level and continued with Duncan test at α <0,05 with SPSS 17.0 program. The result of the research is the addition of the best TKU by 30% to improve the color quality, total carotenoids, and growth of albino tiger barb (Puntius tetrazona). The highest increase in total carotenoids at the fins of 13.54 ± 0.24 ppm and on the skin was 7.54 ± 0.11 ppm. Keyword: Shrimp Head Meal, Carotenoid, Feed, Color Quality, Puntius tetrazona.
MULTIPLICATION AND ACCLIMATIZATION OF BANANA VARIANT CV. AMPYANG (Musa acuminata, AAA) PUTATIVE RESISTANCE TO FUSARIUM WILT Indrayanti, Reni; Yanti, Fitri; Adisyahputra, Adisyahputra; Dinarti, D; Sudarsono, Sudarsono
Bioma Vol. 14 No. 1 (2018): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.564 KB) | DOI: 10.21009/Bioma14(1).3

Abstract

Abstract Plants resistance to Fusarium wilt can be developed by mutation breeding and in vitro selection techniques. The objectives of this research were to evaluated growth and development of banana plantlets cv. Ampyang (Musa acuminata, AAA) resistance to Fusarium wilt. The plant material used in this study was 9 (nine) code clones banana cv. Ampyang result from mutations induced by gamma irradiation (30, 45, and 50 Gy) and in vitro - in vivo selection, a collection of Plant Tissue Culture Laboratory Department of Biology UNJ. Plantlets multiplied for four months on Murashige and Skoog supplemented with2.25 mgL-1 Benzyl amino purine and 0.22 mgL-1 Thydiazuron and 0.175 mgL-1 Indole 3 acetyc-acid . Acclimatization and evaluation of plantlet growth and development in a greenhouse showed that percentage of survival rate of plantlet were ranging from 42.9 – 100%. There was phenotypic variation among those plantlet investigated in quantitative and qualitative character. Plantlet regenerated from clone A regenerated from gamma irradiation 30 Gy and after in vitro selection of Foc from isolate Medan showed significantly the highest number of leave and fresh weight. The less number of roots length and other phenotypic character were produced from clone B, D and F. All of the regenerated plantlets were successfully transferred into soil and they would be used to evaluate the existence of variants in a greenhouse. Keywords: phenotypic variation, induce mutation and in vitro selection, shoot multiplication, Foc isolates from Medan
VALIDASI QTL DAN APLIKASINYA UNTUK PERBAIKAN SIFAT TOLERAN KERACUNAN Al PADA PADI (Oryza sativa L.) Yohana, Kesia; Adisyahputra, Adisyahputra; Trijatmiko, Kurniawan Rudi
Bioma Vol. 14 No. 1 (2018): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.682 KB) | DOI: 10.21009/Bioma14(1).5

Abstract

ABSTRAK Membuka lahan pertanian baru pada lahan marginal yang merupakan tanah asam adalah salah satu solusi dalam peningkatan produksi beras. Kendala yang dihadapi pada solusi tersebut adalah tanah asam mengandung alumunium terlarut yang dapat meracuni tanaman. Tindakan efektif agar padi tetap dapat diproduksi pada tanah asam adalah dengan penyilangan galur padi yang bersifat toleran yaitu Cabacu dengan padi bersifat peka yaitu IR64 sehingga menghasilkan populasi galur toleran Al. Penelitian ini bertujuan untuk validasi Quantitative Trait Loci (QTL) toleran Al pada galur padi hasil penyilangan Cabacu dengan IR64 pada generasi F7. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan menguji fenotipik menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dan deskriptif dengan analisis data secara kualitatif menjelaskan hasil isolasi DNA. Data hasil pengamatan fenotipe diolah dengan program SPSS versi 16 untuk melihat sebaran data dan dilakukan uji normalitas menggunakan Uji Shapiro-Wilk. Dilakuan juga uji T untuk melihat keterpautan fenotipe dan genotipe. Hasil penelitian yaitu analisis uji fenotipe menunjukan bawa data distribusi secara normal. Sedangkan analisis marka tunggal menunjukan bahwa sifat toleran alumunium terletak pada kromosom 1 (RM5) Kata kunci: padi, Quantitative Trait Loci (QTL), toleran alumunium
ISOLASI DAN UJI PATOGENITAS KAPANG PERUSAK PADA APEL MALANG (Malus sylvestris Mill.) PASCA PANEN Shabrina, Andisa; Sukmawati, Dalia; Hidayat, Iman
Bioma Vol. 14 No. 1 (2018): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma14(1).4

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji patogenitas kapang perusak pada buah apel bergejala busuk. Sampel buah apel busuk berasal dari Pasar Perumnas, Klender, Jakarta Timur. Isolasi dilakukan dengan teknik tanam langsung yang sebelumnya dilakukan proses sterilisasi permukaan kemudian ditanam di media PDA. Uji patogenitas berdasarkan Postulat Koch dengan cara kapang-kapang hasil isolasi diinfeksikan ke buah apel segar. Hasil isolasi sebanyak 18 isolat kapang berhasil diisolasi dari buah apel bergejala busuk. Isolat kapang yang diperoleh memiliki koloni yang berbeda yaitu, koloni bersporulasi hijau granul, koloni bersporulasi koloni hitam granul, koloni bersporulasi abu-abu, dan koloni bermiselium abu-abu. Isolat dengan kode A1 dengan ciri memiliki sporulasi hitam merupakan isolat kapang paling perusak buah apel. Hal ini diketahui berdasarkan uji patogenitas yaitu nilai Keterjadian Penyakit (KP) sebesar 100% dan Keparahan Penyakit (KeP) sebesar 50%. Kata kunci: buah busuk, kapang pembusuk, Postulat koch
STRUKTUR KOMUNITAS KARANG KERAS (BANGSA SCLERACTINIA) DI PULAU YANG BERADA DI DALAM DAN DI LUAR KAWASAN TAMAN NASIONAL KEPULAUAN SERIBU Fauziah, Shifa; Komala, Ratna; Hadi, Tri Aryono
Bioma Vol. 14 No. 1 (2018): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.349 KB) | DOI: 10.21009/Bioma14(1).6

Abstract

ABSTRAK Kepulauan Seribu merupakan wilayah barat Indonesia yang peruntukannya berubah, awalnya untuk pemukiman, perikanan dan pertambangan, saat ini diperuntukan untuk konservasi dan pariwisata. Hal ini diduga mempengaruhi struktur komunitas karang keras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas karang keras (Bangsa Scleractinia), di dalam dan luar kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan desain survei di dua zona. Pengambilan data dengan metode Underwater Photo Transect (UPT), dan pengolahan data foto menggunakan aplikasi CPCe. Data dianalisis secara kuantitatif. Analisis kuantitatif meliputi persentase tutupan, keanekaragaman, kemerataan dan dominansi. Hasil persentase tutupan karang keras yang didapat tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan di kedua zona. Persentase tertinggi berada pada Stasiun V (Pulau Karang beras) dan terendah pada Stasiun VI (Pulau Sekati). Keanekaragaman diseluruh stasiun berada dalam kategori sedang. Kemerataan marga karang keras diseluruh stasiun berada dalam kategori sedang hingga tinggi. Terdapat dominansi pada Stasiun I (Pulau Kotok besar) dan V (Pulau Karang beras) oleh marga Porites. Kata kunci : Karang keras, Kepulauan Seribu, Struktur komunitas

Page 1 of 1 | Total Record : 5