cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2012)" : 12 Documents clear
PENGKHIANATAN CINTA YANG TERKANDUNG DALAM THE AWAKENING KARYA KATE CHOPIN (Love Betrayal in Kate Chopin’s “The Awakening”) Mustafa, Mustafa
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.44-54

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pengkhianatan cinta yang terkandung dalam karya Kate Chopin The Awakening. Novel ini bercerita tentang prahara rumah tangga yang dipenuhi ketidakjujuran, ketidaktegasan, kemunafikan, kebohongan, dan perselingkuhan. Metode yang digunakan adalah metode analisis wacana deskriptif, interpretasi pada The Awakening melibatkan proses membaca, memahami, dan memberikan makna dengan menafsirkan data dengan kajian pendekatan struktural dan sosiologis. Data penulisan ini adalah hasil kajian tentang pengkhianatan cinta melalui tokoh utama dalam novel tersebut. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk dijadikan sampel hasil tulisan/artikel tentang sastra, utamanya yang tertarik dalam bidang kesusasteraan Amerika.Abstract:This paper discusses about love betrayal  in Kate Chopin’s “The Awakening”. This novel tells about the story of domestic tempest filled with dishonesty, indecision, hypocrisy, lies, and affair. The method applies an interpretative descriptive discourse analysis method. “The Awakening” involves reading, understanding, and giving meaning to interpret the data for the study of the structural and sociological approach. Data writing is the result of the analysis of betrayal love in the novel. This paper is expected to give contribution in order  to a model of the literary writing/ articles, especially for those are interested in the field of American literature.
MENYIBAK PERJUANGAN MENGGAPAI MIMPI DAN CITA- CITA MELALUI “MAN SHABARA ZHAFIRA” Hoeronis, Irani
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.102-106

Abstract

CITRA PEREMPUAN BANTEN DALAM CERPEN RADAR BANTEN (The Image of Banten Women in The Short Story in Radar Banten Daily) Seha, Nur
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.55-66

Abstract

Tulisan ini membahas citra perempuan Banten dalam cerpen yang dimuat di harian Radar Banten dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Budaya Banten melatarbelakangi para cerpenis dalam melukiskan perempuan Banten. Para penulis dapat memotret sebagian kehidupan para perempuan tersebut melalui tokoh-tokoh rekaan yang diciptakan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji citra perempuan Banten melalui deskripsi para cerpenis dalam harian Radar Banten. Sumber data utama berasal dari empat belas cerpen yang dimuat tahun 2006—2010. Setelah analisis data melalui teori feminisme, diketahui bahwa citra perempuan Banten dalam cerpen tersebut adalah perempuan sebagai sosok pemimpin pemerintahan, penulis, perempuan berkekuatan magis, pemegang norma, pekerja keras, penyabar, penyayang, perempuan yang agamis, dan perempuan metropolis.Abstract:This paper discusses the image of Banten women in short stories published in Radar Banten. It  uses a qualitative descriptive method. Banten’s  cultural background depicts women in Banten. The writers of short story can capture some of the women’s real life through fiction’s characters. The purpose of this study is to examine the image of women through the description of the short story’s writers in Radar Banten. The main data sources were taken from fourteen short stories published in 2006—2010. Having analyzed the data using feminism theory, it is found out that the image of women in short stories of Radar Banten is the figure of woman as government leader, writer, woman with magical power, obedient norm woman, hardworking woman, patient and caring woman, religious woman, and  metropolitan woman.
HALAMAN DEPAN: Metasastra Volume 5, Nomor 1, Juni 2012 Mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.%p

Abstract

SEKSUALITAS TOKOH LINGGA DALAM CERPEN “LELAKI DENGAN BIBIR TERSENYUM”: KAJIAN FEMINISME (The Sexuality of Lingga in Short Story of “Lelaki dengan Bibir Tersenyum”: A Feminism Study) Hastuti, Heksa Biopsi Puji
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.11-20

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan aspek seksualitas tokoh Lingga dalam cerpen “Lelaki dengan Bibir Tersenyum” karya Radhar Panca Dahana dan menginterpretasikannya dalam perspektif feminisme. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka. Data dianalisis dengan menggunakan teori feminis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dalam cerpen “Lelaki dengan Bibir Tersenyum” aspek seksualitas tokoh Lingga mencerminkan kebebasan bagi perempuan dalam melakukan aktivitas seksual sebagaimana yang diinginkannya. Hal ini sejalan dengan yang diperjuangkan oleh kaum feminis radikal-libertarian. Namun, jika dikaitkan dengan makna yang terkandung dalam nama Lingga, terdapat maksud tersirat dalam cerpen ini yang menunjukkan dominasi seksual sesungguhnya tetap berada pada pihak laki-laki.Abstract:The aim of this study is to describe sexuality aspect of Lingga in short story entitled “Lelaki dengan Bibir Tersenyum” written by Radhar Panca Dahana. It is also intended  interprete it within feminism perspective. This is a descriptive-qualitative research.  The data is collected by using literary method. The data analysis  applied feminism theories as references. The result showed that the sexuality aspects of Lingga reflects a freedom for women in committing whatever sexual activity as they expect to. This is in line with what radical-lybertarian feminists struggle for. Yet, if it is associated to the meaning of the word lingga, there is an implicit intention to suggest that sexual domination actually remains on the male side.
KEARIFAN BUDAYA DAN FUNGSI KEMASYARAKATAN DALAM SASTRA LISAN KAFOA (Local Wisdom and Communal Function in The Oral Literature of Kafoa) Santosa, Puji
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.67-82

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan dan mendeskripsikan kearifan budaya dan fungsi kemasyarakatan dalam sastra lisan Kafoa di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menemukan enam judul sastra lisan yang memiliki kearifan budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakat tersebut. Kearifan budaya tersebut meliputi fungsi dan nilai budaya sebagai media komunikasi lisan masyarakat setempat. Ada enam fungsi budaya kemasyarakatan dalam sastra lisan Kafoa, yaitu (1) fungsi hiburan, (2) fungsi estetis, (3) fungsi media pendidikan nonformal, (4) fungsi kepekaan batin dan sosial, (5) fungsi penambah wawasan, dan (6) fungsi pengembangan kepribadian. Sementara itu, ada juga enam nilai budaya masyarakat Kafoa yang terungkap dalam sastra lisannya, yaitu (1) religiusitas, (2) upaya belajar dari alam, (3) sportivitas dan kebersatuan, (4) semangat untuk menjaga persatuan dan kesatuan, (5) penghargaan terhadap yang muda dan berprestasi, dan (6) sifat tolong-menolong antarsesama. Kearifan budaya dan fungsi kemasyarakatan dalam sastra lisan tersebut menunjukkan adanya kesantunan berbahasa dan sikap menghormati orang lain sehingga menjadi penentu arah kebijaksanaan hidup yang mulia, luhur, dan bermartabat.Abstract:This study reveals and describes the cultural wisdom and social function in oral litera- ture Kafoa, Alor Island, Nusa Tenggara Timur. The study found six oral literature titles having cultural wisdom that is retained by the community. These include cultural wisdom and cultural values as a function of oral communication media in the community. There are six functions of civic culture in Kafoa oral literature, namely (1) entertainment function, (2) aesthetic function, (3) non-formal educational media function, (4) inner and social sensitivity  function, (5)enhancer sight function, and (6) personality development function. In the meantime, there are also six Kafoa cultural values expressed in the oral literature, namely (1) religiosity, (2) effort to learn something from nature, (3) fairness and unity, (4) spirit to maintain the unity and integrity, (5) appreciating the young achievers, and (6) mutual assistance. Cultural wisdom and social function in oral literature shows the language of politeness and respect other people so that it determines the wisdom direction a glorious, noble, and dignified life.
REPRESENTASI NILAI BUDAYA HIMNE PASOMBA TEDONG: SEBUAH CERMIN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT TORAJA (Representation of Cultural Values of Hymns Pasomba Tedong: A Reflection of Local Wisdom of Toraja Society) Herianah, Herianah
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.21-34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai budaya dalam himne Pasomba Tedong. Himne Pasomba Tedong adalah pengiring upacara yang diucapkan pada upacara syukuran tertinggi dalam kehidupan orang Toraja, yaitu pada upacara maqbuaq dan meruaq yang  diperuntukkan kepada Puang Matua, ilah-ilah, dan dewata. Tujuan upacara ini adalah untuk memohon kesuburan tanah dan memudahkan interaksi sosial masyarakat dengan mengorbankan seekor kerbau muda hitam dan gemuk. Himne Pasomba Tedong disajikan dalam bentuk prosa lirik.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menggambarkan objeknya secara apa adanya. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik inventarisasi, baca simak, pencatatan, teknik observasi partisipasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai yang ditemukan dalam himne Pasomba Tedong adalah nilai religi, nilai persatuan, nilai musyawarah mufakat, nilai etis, dan nilai tenggang rasa/saling menghormati.Abstract:This research is aimed at  knowing  cultural values in the hymn of Pasomba Tedong. Pasomba Tedong hymn is an accompanist ceremony pronounced at thanksgiving ceremony in Toraja’s life by performing  Maqbuaq and Meruaq  ceremony  for Puang Matua and God. The purpose of the ceremony  is to invoke fertility of the soil and  facilitate social interaction with the community to sacrifice a fat black bull. Passomba Tedong is presented in prose lyrics. This re- search applies the qualitative descriptive method that describes the object as it is. The data were collected by using inventory techniques, reading, recording, observation, and interview. The result shows that the values in Pasomba Tedong are religious value, unity value, consensus agreement value, ethical value, and tolerance or mutual respect value.
PRIYAYI DAN KAWULA DALAM PASAR KARYA KUNTOWIJOYO (Priyayi and Kawula in The Novel Entitled Pasar Written by Kuntowijoyo) Untoro, Ratun
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.83-91

Abstract

Penelitian ini hendak mengungkap priyayi dan kawula dalam Pasar, sebuah novel karya Kuntowijoyo. Konsep bibit (keturunan), bebet (kekayaan), dan bobot (pengetahuan) yang digunakan sebagai kriteria untuk menjadi priyayi, di zaman modern ini harus kembali ditinjau. Selain priyayi terpelajar, ada dua jenis priyayi lain menurut Kuntowijoyo, yaitu priyayi yang bekerja pada raja dan priyayi yang bekerja untuk kerajaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten dalam membedah novel Pasar dengan tujuan untuk mencari kriteria dan jenis gelar priyayi yang bisa diraih seseorang meski ia tidak mempunyai bibit dan bebet priyayi. Hasil penelitian pada novel ini menegaskan bahwa pendidikan dapat meningkatkan kelas sosial seseorang sebagaimana yang telah Kuntowijoyo definisikan sebagai priyayi terpelajar.Abstract:The research is intended to reveal the priyayi and kawula concept in the novel of Pasar, by Kuntowijoyo. Three modalities of bibit (descendant), bebet (wealth), and bobot (knowledge) used as a criterion to become priyayi, in this modern epoch have tobe evaluated. Besides educated priyayi, Kuncoro also divides  two other kinds of priyayi ,namely, priyayi who works for the king and the other who works for the kingdom (government). This research applies the content analysis method in order to find the criteria and type priyayi title which can be reached by  someone who does not have the priyayi’s bibit and bebet. The result of the  research on this novel asserts that education can improve someone’s standard as Kuntowijoyo defined as educated priyayi.
Abstrak Bahasa Inggris Mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.%p

Abstract

PENGARUH KOLONIALISME TERHADAP PERUBAHAN PSIKOLOGIS WANITA PRIBUMI DALAM CERPEN “PEREMPUAN DALAM PERANG” KARYA CHINUA ACHEBE Karyono, Karyono
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.35-43

Abstract

Cerpen “Perempuan dalam Perang” merupakan salah satu cerpen yang terdapat dalam Kumpulan Cerpen Afrika: Kenapa Tidak Kau Pahat Binatang Lain. Kumpulan cerpen terbit tahun 2005 dan diterjemahkan oleh Sapardi Djoko Damono. Cerpen ini menceritakan  masa keterpurukan Negara Afrika yang  menjadi sorotan para kolonialis untuk menjajahnya. Masyarakat Afrika diperlakukan sebagai golongan inferior di tanah mereka oleh pihak Barat, akibat  konflik yang terjadi berkenaan dengan sosiologis dan psikologis penderitaan wanita pribumi dalam kolonialisme. Salah satu penderitaan psikologis yang dialami oleh masyarakat pribumi, yaitu perubahan ideologi yang menuju kemerosotan moral. Banyak dari mereka yang berpindah tempat, berpindah pola pikir, dan berubah dalam tindakan.  Metode yang digunakan adalah close reading, dengan menggunakan pendekatan teori poskolonialisme yang akan dihubungkan dengan prespektif feminisme  karena dalam cerita ini terkandung isu gender yang cukup kental.  Yang terjadi dalam cerpen “Perempuan dalam Perang” adalah perubahan pola pikir seorang wanita yang berjuang melawan penjajah, berubah menjadi seorang yang berjuang untuk dirinya. Wanita itu berusaha memertahankan hidupnya dengan menjual harga dirinya. Isu gender juga melekat dalam cerpen ini. Dilihat dari sudut pandang feminisme, ada hal-hal yang dibenarkan dalam pola pikir feminis dan ada  penyimpangan-penyimpangan yang mengakibatkan perspektif feminis tidak dihargai.Abstract:The short story of “Perempuan dalam Perang” is one of the short stories in Kumpulan Cerpen Afrika (A collection of African short stories) entitled Kenapa Tidak  Kau Pahat Binatang Lain. The collection of the short stories published in 2005 and translated by Sapardi Djoko Damono. The story told us about the downturn of African countries that became the attraction of imperialism to colonize them. African society is treated as an inferior class of their own land by the West, due to the conflict regarding the sociological and psychological suffering of native women in colonialism. One of the psychological suffering experienced by the native  is the change in ideology leading  to moral degradation. Many of them  change  their mindset and action.The applied method is close reading, using a theoretical approach post-colonialism linked to the perspective of feminism because  this story contained the strong gender issue. What happened in the story was a change in a woman mindset who fought against the colonialist, turned into a struggle for herself. She was trying to survive by selling her own esteem. The gender issues are also inherent in this short story. From feminism point of view, there are things justified in feminist mindset and there are deviations resulting in a feminist perspective that is not appreciated.

Page 1 of 2 | Total Record : 12