cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2013)" : 13 Documents clear
EKSISTENSI PEREMPUAN TIONGHOA DALAM NOVEL SAMITA: BINTANG BERPIJAR DI LANGIT MAJAPAHIT KARYA TASARO (The Existence Chinese Woman in Samita Novel: “Bintang Berpijar di Langit Majapahit” Written by Tasaro) Asmalasari, Devyanti
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i1.1-9

Abstract

Novel yang berlatar belakang sejarah keruntuhan kejayaan Majapahit ini memperlihatkan kekhasan dalam menggambarkan perjuangan tokoh Hui Sing yang mampu menghilangkan stereotip perempuan Tionghoa yang selalu berada dalam kekuasaan laki-laki. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang eksistensi perempuan Tionghoa dalam novel Samita: Bintang Berpijar di Langit Majapahit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis. Pendekatan struktural dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui keberadaan perempuan Tionghoa dalam novel ini. Selanjutnya pendekatan feminisme dilakukan untuk mengetahui eksistensi tokoh Hui Sing sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari masyarakatnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan perempuan Tionghoa yang digambarkan melalui tokoh Hui Sing tampil sebagai sosok pribadi yang berpikiran terbuka dan cerdas, mandiri dan bertanggung jawab terhadap dirinya. Dengan demikian, didapat persepsi baru bahwa sosok perempuan Tionghoa dalam novel ini tidak menduduki posisi subordinat, ia adalah pelaku perbuatan.Abstract:The novel setting the historical background of the collapse of Majapahit Glory has its own uniqueness in illustrating the struggle of Hui Sing who was able to eliminate the stereotype of Chinese woman who used to be in man’s control. The aim of the research is to describe the exist- ence of Chinese woman in the Samita Novel: Bintang Berpijar di Langit Majapahit. The applied method in the research is descriptive analysis. The structure approach was conducted as the pre- liminary step in understanding the Chinese Woman in this novel. Next, the feminism approach was carried out to know the existence of Hui Sing character either as an individual or as society member in Samita novel: Bintang Berpijar di Langit Majapahit illustrated in the Hui sing charac- ter as open mind and smart person, independent and responsible on himself. Therefore, we can obtain new perception that a Chinese woman character in the novel was not in the subordinated position, she was the agent of conducting something.
DARI TULISAN MENJADI LISAN: REPETISI DAN PENDIDIKAN DALAM NOVEL GADIS TANGSI KARYA SUPARTO BRATA (The Written Literary Work to Oral Tradition Form: The Repetition and Education in Gadis Tangsi Novel Written by Suparto Brata) Meinindartato, Weli
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i1.101-111

Abstract

Sebuah karya sastra tertulis ternyata memiliki bentuk tradisi lisan. Konsep dasar dari teori formula pada tradisi lisan yaitu repetisi yang dilakukan terus menerus. Repetisi adalah suatu bentuk pengulangan yang ada pada tradisi lisan guna mengembangkan gagasan penceritaan dalam upaya memikat audiens. Novel Gadis Tangsi karya Suparto Brata memiliki gaya penuturan yang masih menggunakan tradisi lisan, yaitu terdapat bentuk pengulangan atau repetisi yang selalu muncul dalam bagian-bagian penceritaannya. Novel ini dapat dikaji lebih lanjut dengan menunjukkan unsur-unsur kelisanan dalam novel ini. Bentuk tradisi lisan tetap ada pada sastra tertulis karena budaya dalam masyarakat tertentu telah melekat pada pribadi penulis. Keinginan khalayak agar karya sastra memiliki muatan pendidikan telah ditampilkan penulis dalam novel Gadis Tangsi ini. Muatan pendidikan dalam novel tersebut lebih mengutamakan proses meningkatkan perasaan daripada proses mengasah pola pikir. Perasaan pada akhirnya perlu diungkapkan secara lisan.Abstract: A written literary work has its oral tradition form. The basic concept from formula at oral tradition is repetition that has continually been done. Repetition is a kind of repeating  in oral tradition in order to develop idea of story to  attract audience. Suparto Brata’s novel of Gadis Tangsi has  a style that uses oral tradition form with repetition in each part  text the story. This novel can be investigated by showing  the oral elements  in the novel. The  oral tradition form always exists  in written literature as culture in certain community has been in  the author’s person- ality.. Expectation of audience  that literature must have education content has been performed in Gadis Tangsi novel. Education content in this  novel gives more concernd on the proses of increas- ing  a sense of human being than a critical thinking. Finally, sense of human being has to be expressed orally.
KARAKTER PEREMPUAN JAWA DALAM NOVEL INDONESIA BERWARNA LOKAL JAWA: KAJIAN PERSPEKTIF GENDER DAN TRANSFORMASI BUDAYA (The characters of Javanese Women in Indonesian Fictions with Javanese Local Colour: A Gender Perspective and Cultural Transformation Study) Ismawati, Esti
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i1.10-21

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakter tokoh perempuan Jawa dalam novel Indone- sia berwarna lokal Jawa: kajian perspektif gender dan transformasi budaya. Dua belas novel yang diteliti, yakni Burung-Burung Manyar (BBM) dan Romo Rahadi (RR) karya YB Mangunwijaya, Canting karya Arswendo Atmowiloto, Para Priyayi (PP), Sri Sumarah (SS) dan Bawuk (B) karya Umar Kayam. Ronggeng Dukuh Paruk (RDK), Lintang Kemukus Dini Hari (LKDH), dan Jentera Bianglala (JB) karya Ahmad Tohari, Pada Sebuah Kapal (PSK), Tirai Menurun (TM) karya Nh. Dini, dan Pariyem (P) karya Linus Suryadi AG. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa karakter perempuan Jawa dalam novel yang diteliti mengalami perubahan yang berkaitan dengan transformasi budaya. Mereka bukan konco wingking, melainkan aktif berperan di sektor publik sebagai pencari nafkah keluarga. Mereka juga bukan perempuan biasa yang pasif, melainkan aktif memecahkan masalah kehidupan. Kesetaraan gender dan transformasi budaya terdapat dalam karakter tokoh perempuan Jawa dalam novel Indonesia berwarna lokal Jawa yang diteliti.Abstract:This research is aimed at describing the characters of Javanese women in Indonesian fictions with Javanese local colour related to gender perspective and cultural transformation study. There are twelve novels observed in the research, namely, Burung-Burung Manyar (BBM) and Romo Rahadi (RR) written by YB Mangunwijaya; Canting (C) written by Arswendo Atmowiloto; Priyayi (P), Sri Sumarah (SS), and Bawuk (B) written by  Umar Khayam; Ronggeng Dukuh Paruk (RDP), Lintang Kemukus Dini Hari (LKDH); and Jentera Bianglala (JB) written by Ahmad Tohari, Pada Sebuah Kapal (PSK) and Tirai Menurun ( TM ) written by Nh. Dini, and AG Pariyem (P) written by Linus Suryadi. From the analysis, it can be concluded that cultural transformation has occurred in characters of the Javanese women in Indonesian fiction. Female characters in the fiction, which are analyzed above, have played an important role in various aspects of  life. They are not only Konco Wingking, but they also take an active role in the public sector as economic actors in a family. They are not the passive women, but women who are creative in solving the problems of life. Gender equality has been obtained by the Javanese female characters in fictions which are analyzed.
BERKENALAN DENGAN ANTROPOLOGI SASTRA Pamungkas, Nandang Rudi
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i1.112-115

Abstract

REVITALISASI MITOS GUNUNG SIKLOP (CYCLOOP): SEBUAH ALTERNATIF KONSERVASI DANAU SENTANI MELALUI SASTRA LISAN (The Revitalization of Siklop (Cycloop) Mountain Myth: An Alternative of Conservation at Sentani Lake Through Oral Literature) Yono, Sri
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i1.71-80

Abstract

Danau Sentani sebagai ikon Kota Jayapura mempunyai peran penting, baik secara ekonomi maupun ekologi. Sayang sekali, danau ini telah mengalami pencemaran dan pendangkalan karena sedimentasi. Kualitas air menjadi semakin buruk dari waktu ke waktu. Sampah berceceran di tepian Danau Sentani. Danau Sentani berubah menjadi seperti tempat sampah raksasa. Salah satu faktor utama yang menyebabkan terjadinya kerusakan ini adalah penggundulan hutan di sekitar Gunung Siklop. Sebagai daerah hulu dan sumber mata air, Gunung Siklop harus dijaga kelestariannya. Tulisan ini mencoba untuk memberikan sebuah tawaran tentang cara baru pemeliharaan lingkungan melalui revitalisasi mitos. Kita bisa mempelajari identitas, jalan hidup, keyakinan, nilai, dan budaya suatu masyarakat dari mitos.Abstract:Sentani Lake as an icon of Jayapura has an important role both economically and ecologically. Unfortunately, the lake has been polluted and become shallow due to sedimentation. The water quality of this lake getting worse  from time to time. Domestic garbage is scattered on the side of the lake. It seems that Sentani Lake has changed to be a giant garbage dump. One major factor causing this condition is the deforestation of cycloop mountain. As an upstream and re- source of water, Cycloop mountain should be protected from the destruction. This paper tries to offer a new way of treating environment through revitalization of myth. As a product of oral tradi- tion, we could learn about the identity, way of life, belief, value, and culture of such a community from myth.
GAMBARAN SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK JILID CATATAN BUAT EMAK KARYA AHMAD TOHARI (Sexuality Illustration in Catatan Buat Emak as a Part of The Trilogy of Novel Ronggeng Dukuh Paruk Written by Ahmad Tohari) Mayasari, Gilang Hanita; Rahayu, Lina Meilinawati; Hidayatullah, M. Irfan
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i1.22-33

Abstract

Artikel ini menggambarkan wacana seksualitas yang terdapat dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk jilid Catatan Buat Emak karya Ahmad Tohari.  Wacana tersebut dibedah dengan melihat peristiwa-peristiwa yang dialami para tokoh. Selain itu, wacana seksualitas juga dikaitkan dengan mitos yang berkembang di masyarakat Dukuh Paruk sebagai latar tempat novel. Hal ini menunjukkan bahwa mitos berperan penting dalam pembentukan wacana seksualitas. Mitos disakralkan karena sejak ada telah disepakati dan diyakini oleh masyarakat setempat. Analisis ini juga menunjukkan bahwa mitos bergantung pada lokasi dan kondisi sehingga daerah satu dengan daerah lain memiliki mitos berbeda. Mitos ronggeng sebagai ikon kesuburan dan kemakmuran masyarakat Dukuh Paruk menyebabkan Srintil, tokoh utama novel ini harus melakukan ritual-ritual khusus. Ritual-ritual inilah yang kemudian menjadi salah satu yang saya analisis dalam bingkai wacana seksualitas.Abstract:This paper aims at describing sexuality discourse in Catatan Buat Emak as a part of the trilogy of Ronggeng Dukuh Paruk written by Ahmad Tohari. The discourse was observed by notic- ing the events experienced by characters in the novel. In addition, it is connected to  the myths developed in the community of Dukuh Paruk where the story happened. It shows that the myth plays as an important role in the formation of the discourse. Myths are often sacred because they have always been agreed and believed by the local people. This analysis also suggests that the myth depends on the location and condition so that it is  different in one areas from others . The myth of Ronggeng as an icon of fertility and prosperity of the Dukuh Paruk makes Srintil, the main character in the novel, has to do special rituals. These rituals are kinds of sexuality discourse issues that is put into the  analysis.
HALAMAN DEPAN: Metasastra Volume 6, Nomor 1, Juni 2013 Mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i1.%p

Abstract

ANALISIS INTERTEKSTUAL PUISI “DONGENG SEBELUM TIDUR” KARYA GOENAWAN MOHAMAD (The Analysis of Intertextuality in the Poetry of “ Dongeng Sebelum Tidur” Written by Goenawan Muhamad) Inarti, Susri
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i1.81-89

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah membandingkan puisi “Dongeng Sebelum Tidur” karya Goenawan Mohamad dengan prosa yang memiliki kesamaan tema, yaitu mitos “Prabu Anglingdarma”. Dalam penelitian ini, penulis berupaya menemukan hubungan antara karya satu dan yang lainnya serta menemukan pengaruh antarkeduanya. Atas dasar itulah penelitian sastra bandingan ini berpindah dari karya satu ke karya lainnya dengan tujuan menemukan benang merah isi karya. Untuk mendekati objek kajian, penulis menggunakan pendekatan objektif. Adapun teori yang digunakan adalah teori strukturalisme dan poststrukturalisme. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat benang merah pemehaman antara puisi “Dongeng Sebelum Tidur” karya Goenawan Mohamada dan mitos “Prabu Anglingdarma”.Abstract:The research is aimed at comparing the poetry of entitled “ Dongen Sebelum Tidur” written by Goenawan Mohamad to the prose having similar theme entited “Prabu Angling Darma”. In the research, the writer tries to find correlation between one work with another. It also tries to find the influence in both. Based on that purpose, the comparative literary research is changed from one work to another intending to obtain the correlation in their content. To gain the object of the study, the writer applies objective approach. The theory in this research is structuralism and poststructuralism theory. From the research, it can be concluded that there is correlation in under- standing both Dongeng Sebelum Tidur Poetry and Prabu Anglingdarma myth.
KEPENGAYOMAN TERHADAP SASTRA PESANTREN DI JAWA TIMUR (The Nurture of Pesantren Literature in East Java) Machsum, Toha
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i1.90-100

Abstract

Penelitian ini mengkaji kepengayoman sastra pesantren di Jawa Timur pada tahun 2000— 2011. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran tentang keberadaan para pengayom sastra pesantren di Jawa Timur dan bentuk kepengayomannya pada tahun 2000—2011. Hal tersebut sangat bermanfaat dalam rangka penyusunan sejarah sastra pesantren di Jawa Timur. Teori yang digunakan adalah teori makro sastra yang dikembangkan oleh Tanaka. Teori makro sastra adalah sebuah teori yang lebih menekankan perhatiannya pada hubungan antara sastra dan masyarakat pendukungnya. Dari pembahasan dapat diketahui bahwa para pengayom sastra pesantren di Jawa Timur dilakukan oleh lembaga- lembaga pemerintah dan oleh lembaga-lembaga swasta. Sementara itu, pengayom dari penerbit, terutama penerbit-penerbit yang beranggotakan IKAPI masih sangat terbatas. Pemuatan dan penerbitan karya sastra pesantren oleh para pengayom bersifat kultural. Bentuk kepengayoman yang dilakukan oleh penerbit, baik dari lembaga pemerintah maupun dari lembaga nonpemerintah berupa pemberian hadiah kepada sanggar sastra yang tumbuh dan hidup di pesantren, pendiskusian kesasteraaan dengan melibatkan santri, dan penerbitan hasil-hasil karya sastra.Abstract:This study focuses on the nurture of literature of pesantren (Islamic boarding school) in East Java from the years 2000 to 2011. The aim of the study is to obtain the description of the existence of the pesantren-literature nurturer in East Java and the forms of the nurture from the years 2000—2011. It is a significant part in the effort of compiling the pesantren-literature history in East Java. This study uses literary macro-theory developed by Tanaka. Literary macro-theory is a theory emphasizing its focus  on the relationship between literature and its supporting community. The discussion has found that the nurturers of pesantren literature in East Java are state and private institutions. Meanwhile, there is a very limited number of nurturers from publishers, especially those which are the members of IKAPI (Association of Indonesian Publishers). The nature of the pesantren literary work publication by the nurturers is cultural. The forms of nurture by publishers, either governmental or nongovernmental, are giving awards to sanggar sastra (literary workshops) which grow and exist in pesantren, literary discussions involving santri (Islamic boarding school students), and the publication of the literary works.
REPRESENTASI NAGA PADA TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL GELANG GIOK NAGA (The Representation of Dragon of Women Character in Gelang Giok Naga) Nurfaidah, Resti
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i1.45-57

Abstract

Naga merupakan hewan yang paling istimewa di antara kedua belas simbol hewan dalam penanggalan Cina. Jika binatang lain masih dapat dilihat dalam kehidupan nyata, naga merupakan hewan yang imajiner. Namun, naga dianggap sebagai sumber peruntungan yang luar biasa. Tahun naga dianggap sebagai tahun keberuntungan. Hanya saja, keberuntungan tersebut tidak lantas mengundang risiko kehancuran yang tidak kalah dahsyatnya. Novel Gelang Giok Naga  mengungkapkan representasi keagungan naga pada serangkaian tokoh perempuan. Perempuan-perempuan yang digambarkan dalam novel tersebut adalah perempuan yang pada awalnya mampu meraih keberuntungan dengan caranya sendiri, tetapi dalam kurun waktu tertentu mendapati kehancuran. Makalah berikut, dengan penggunaan teori representasi dari Stuart Hall, memaparkan representasi naga pada beberapa tokoh perempuan dalam novel Gelang Giok Naga. Tokoh perempuan itu dianggap merepresentasikan karakter naga dengan segala konsekuensinya.Abstract:Dragon is the most special animal among  twelve symbolical animals in the Chinese calendar. If other animals are found in the reality, the dragon is only  found in an imaginary world. However, it is considered as a source of the incredible fortune. The year of the dragon is considered a lucky year. Nevertheless, the luck  does not mean to give an incredible risk. Gelang Giok Naga novel reveals the representation of the dragon greatness on its female characters. The women in the novel are those  who initially got their great fortune in their own way, yet in the end they got  a certain period of  falling. The paper, applying the theory of the Stu ar t Ha ll ’s  repres en ta ti on , presents the dragon  representation on those female characters in in the novel. The women character is considered representing the dragon character with its consequences.

Page 1 of 2 | Total Record : 13