cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
Ketertindasan Masyarakat Melayu Riau dalam Bulan Kabut dan Sengketa Tanah Ulayat marlina, marlina
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2018.v11i1.57-72

Abstract

The research aims to uncover condition of forest and community in Riau caused by annual forest fires disaster found in short stories of M. Badri’s “Bulan Kabut” and Sy. Bahri Judin’s “Sengketa Tanah Ulayat”.  It is a descriptive qualitative research applying socio-literary approach. The data taken in the short stories and community were described and analyzed. Based on the analysis of the two short stories, it can be concluded that both of M. Badri’s and Sy.Bahri Judin’s short stories describe the real condition of forest and community in Riau. The community has lost the  forest as well as communal reserved land and obtained negative impact of annual forest fires in Riau. Both short stories are intended to criticize government and plantation companies  that are regarded to be responsible for forest fires and taking over communal reserved land from Riau community.
Cerita Rakyat Nenek Luhu: Tinjauan Vladimir Propp Hasan, Nita Handayani
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2018.v11i2.131-144

Abstract

Cerita rakyat Nenek Luhu merupakan cerita rakyat yang sangat populer di masyarakat Maluku, khususnya Kota Ambon. Melalui isi dalam cerita ini ditemukan asal-usul beberapa tempat wisata yang ada di Kota Ambon. Selain itu, mitos keberadaan tokoh Nenek Luhu memiliki nilai mistis dan disegani oleh masyarakat Kota Ambon. Oleh karena itu, merupakan hal yang menarik untuk menganalisis fungsi pelaku dan penyebarannya menggunakan pendekatan Vladimir Propp. Penelitian ini menganalisis fungsi-fungsi pelaku pada dongeng Nenek Luhu dengan menggunakan teori struktural Vladimir Propp. Analisis pada fungsi pelaku bertujuan untuk mengetahui struktur naratif yang terkandung dalam cerita Nenek Luhu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Hasil dari penelitian ini ditemukan delapan fungsi pelaku dalam cerita rakyat Nenek Luhu, terdapat tiga pola cerita yang menunjukan alur maju, namun memiliki akhir cerita yang mengambang, dan Cerita Nenek Luhu memiliki empat lingkaran tindakan.
Unsur Seksualitas yang Direpresentasikan Tokoh Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari: Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk Nurlaily, Alfaratna Septi
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2018.v11i2.145-156

Abstract

Novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari menggambarkan dinamika kehidupan seseorang yang penuh polemik dan selalu diperlakukan tidak adil di dalam kehidupannya, terutama saat dihubungkan dengan seksualitas perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan adanya diskriminasi terhadap nasib perempuan yang berhubungan dengan seksualitas di dalam masyarakat sebagaimana yang direpresentasikan dalam novel Pasung Jiwa. Untuk mewujudkan hal tersebut, penelitian ini menggunakan studi diskursif dan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh Teun A. van Dijk, terutama dengan melihat tiga dimensi, yaitu dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Masalah penelitian ini adalah bagaimana unsur seksualitas direpresentasikan dalam novel Pasung Jiwa. Hasil penelitian menemukan bahwa novel Pasung Jiwa adalah sarana kritik pengarangnya terhadap perilaku masyarakat dalam hubungannya dengan seksualitas. Selain itu, wacana seksualitas dimunculkan dalam novel menggambarkan upaya memarjinalkan perempuan.
Membaca Perempuan dalam Celoteh Perempuan Nurfaidah, Resti
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2018.v11i2.157-168

Abstract

Artikel berjudul “Membaca Perempuan dalam Celoteh Perempuan” merupakan penelitian terhadap kumpulan cerpen berjudul Celoteh Perempuan yang berkisah tentang perempuan dari sudut female gaze. Mayoritas kisahnya berkaitan dengan pembentukan eksistensi jati diri, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Masalah dalam artikel ini dibatasi pada kondisi penunjukan jati diri para perempuan dalam cerita, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kondisi tokoh perempuan dalam cerita pada saat mereka ingin menunjukkan jati diri, baik di ranah domestik maupun di ranah sosial, terutama ketika mereka mendapatkan pertentangan dari diri sendiri ataupun lingkungan sosial setempat—baik dari sesamanya maupun dari lawan jenis. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah kualitatif dengan dasar analisis deskriptif komparatif. Konsep teoretis yang digunakan adalah feminisme eksistensialisme dari Simone de Beauvoir. Hasil analisis yang diperoleh adalah (a) empat tokoh perempuan dalam Celoteh Perempuan adalah perempuan yang mampu memupuk jati diri dan menunjukkan eksistensi pada diri sendiri maupun ranah sosial; dan (b) keputusan yang diambil oleh tokoh perempuan belum dapat berterima dengan pandangan ranah sosial.
Morbid Chic: Refleksi Konsep Psikoanalisis Lacanian dalam Novel L’Hyper Justine Karya Simon Liberati Intan, Tania
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2018.v11i2.169-180

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan keberadaan fenomena Morbid Chic di dalam novel L’Hyper Justine karya Simon Liberati, melalui kajian psikologi sastra khususnya dengan konsep Jacques Lacan. Gagasan tentang Morbid Chic memberikan nafas baru dalam genre literature Prancis kontemporer yang dianggap stagnan dan membosankan. Morbid Chic merupakan sebuah dunia yang menggambarkan keburukan, kebobrokan, hal-hal tabu, dan sifat tak bermoral manusia yang sudah dianggap biasa bahkan cenderung telah menjadi hal yang menantang untuk dilakukan. Dari sudut pandang psikologi, Morbid Chic dianggap sebagai realisasi konsep Lacanian, yaitu kajian tentang ekspresi hasrat, hawa nafsu, dan pemuasan kebutuhan seseorang. Pemenuhan hasrat secara alamiah memang harus dilakukan karena manusia selalu berada dalam keadaan tidak utuh/ berkekurangan. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa dalam novel tersebut, Morbid Chic berwujud pada tindak kejahatan, kekerasan, degradasi moral, serta obsesi seksual dan material dari para tokohnya yang berasal dari motif-motif Obsesi, Hasrat, Fetishis, Negasi, dan Transformasi Objek-Hasrat.
Kontribusi Penelitian Filologi untuk Pengembangan Studi Sejarah fitriani, reli; Ma’mun, Titin Nurhayati; Kosasih, Ade
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2018.v11i2.181-192

Abstract

Penelitian ini membahas hasil penelitian dalam bidang filologi, baik dalam bentuk tesis maupun disertasi tentang naskah yang mengandung informasi sejarah. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana kontribusi penelitian filologi terhadap naskah dapat bermanfaat dalam pengembangan studi sejarah.  Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan metode sejarah yang meliputi heuristik. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari beberapa tesis dan disertasi serta beberapa artikel dari jurnal terindeks Nasional seperti Metasastra, Jumantara, dan Patanjala. Berdasarkan sumber data tersebut, peneliti menemukan berbagai macam genre sejarah yang tersimpan dalam naskah mulai dari sejarah kepemimpinan, sejarah silsilah keturunan, sejarah seorang pemuka agama, sejarah penjajahan, serta sejarah Islamisasi.
Mimikri, Mockery, dan Resistansi Gaya Hidup Pribumi terhadap Budaya Kolonial Belanda dalam Tetralogi Pulau Buru Hardiningtyas, Puji Retno
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2018.v11i1.91-112

Abstract

This research discusses mimicry, mockery, and resistance of indigenous and colonial lifestyle as a result of Indies cultural contact in the tetralogy of Pramoedya Ananta Toer’s “Pulau Buru”. The purpose of this research is to describe  the reality of indigenous lifestyle in the Buru tetralogy especially at mimicry, mockery, as well as resistance from colonized people. Data collection method of this research is the literary study of reading-record technique. The data are analyzed by  applying the analytical descriptive method with understanding and interpretation technique. Homi K. Bhabha's postcolonial theory is used to examine mimicry, mockery, and resistance problems. The result of the research shows that cultural contact between colonialists and colonized people in the Indies has engendered Indies culture. The existence of the mixing of Indies culture influenced the occurrence of mimicry to western culture performed by indigenous leaders. In contrast, the emergence of mockery against the indigenous was done by Dutch colonial leaders who did not like the indigenous alignment/establishment. However, behind the events of mimicry and mockery, the presence of Minke and Nyai Ontosoroh is as the strong figures.  It is intended for indigenous cultural resistance  as a form of resistance to colonial occupation in the Dutch East Indies.
Abstrak Bahasa Inggris Mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i1.%p

Abstract

Hegemoni Ideologi Gender dalam Novel Era Reformasi: Telaah atas Novel Saman, Tarian Bumi, dan Tanah Tabu Yulianeta, Yulianeta
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i2.253-268

Abstract

Abstrak: Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang didasari oleh fenomena bahwa ideologi gender yang berlaku pada suatu masyarakat dapat mewarnai karya sastra yang dilahirkan. Karena itu, meskipun novel merupakan kreasi imajinatif, isi maupun ideologi gender yang diembannya tidak begitu saja dapat dilepaskan dari realitas kehidupan masyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) representasi ideologi gender, dan (2) hegemoni ideologi gender dalam novel Indonesia era reformasi. Untuk mendeskripsikan hal tersebut digunakan teori hegemoni Gramsci dan analisis gender. Sementara sumber data penelitian ini adalah novel Saman karya Ayu Utami,  Tarian Bumi karya Oka Rusmini, dan Tanah Tabu karya Anindita S. Tayf. Hasil telaah ini memberikan gambaran bahwa novel Indonesia era reformasi merepresentasikan ideologi patriarki, ideologi familialisme, ideologi ibuisme, dan ideologi umum. Keberadaan dan kemelembagaan ideologi gender tersebut disebabkan oleh hegemoni maskulinitas dalam kebudayaan Indonesia.
MASKULINITAS DALAM NOVEL KELUARGA PERMANA KARYA RAMADHAN K.H. (THE MASCULINITY IN THE RAMADHAN K.H ‘S NOVEL : “KELUARGA PERMANA”) Irsyad Ibrahim, Alfi
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i2.1-16

Abstract

Tulisan ini membahas maskulinitas dalam novel Keluarga Permana karya Ramadhan K.H. Penganalisisan lebih dahulu diawali dengan asumsi bahwa novel Keluarga Permana mengandung maskulinitas yang diwakili oleh tokoh Permana. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah maskulinitas dari Connell dan Figes. Teori ini menjelaskan bagaimana maskulinitas terbentuk dari maskulinitas dan femininitas lainnya dalam konteks sosial yang melingkupinya. Teori ini juga mengungkapkan bahwa tidak hanya perempuan yang ter-opresi dalam konteks patriarkat, tetapi laki-laki juga disadari atau tidak terbebani oleh konteks sosial tersebut. Dalam hal ini, maskulinitas Permana terbentuk dari maskulinitas dan femininitas tokoh-tokoh lainnya dalam konteks sosial patriarkat. Hasil penelitian atas novel ini membuktikan bahwa maskulinitas Permana terbelenggu oleh konteks sosial patriarkat sehingga mengalami perubahan.Abstract:This paper attempts to describe   masculinity in the Ramadhan K.H’s ’s work  entitling Keluarga Permana.  The Analysis is  begun with the assumption that the Keluarga  Permana con- tains masculinity represented by the character of Permana. The theory used in this study is the masculinity theory  given by Connell and Figes. The theory explains how the masculinity  are formed from other masculinity and femininity in the surrounding social context. This theory also reveal that not only are women in the context of patriarchal oppression, but also men are burdened by the social context. In this case, Permana’s  masculinity  are  formed  from other characters of masculinity and femininity  in the patriarchal social context. The results of the research  prove that Permana’s masculinity  was bounded  by patriarchal social context in order to get a  change.