cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
DINTEK
ISSN : 19793855     EISSN : 25988891     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 323 Documents
Analisis Jenis Pertanyaan Berbahasa Indonesia pada Question and Answering System Menggunakan Metode Support Vector Machine (SVM) Sudin, Sakinah; Joenadi, Hartarto; Santosa, Joan
DINTEK Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.283 KB)

Abstract

Analisis jenis pertanyaan berbahasa Indonesia pada Question and Answering system penting untuk dilakukan guna memprediksi kecocokan pada kelas pertanyaan. Karena setiap pertanyaan berbahasa Indonesa tidak semuanya mengandung awalan kata tanya apa, siapa, mengapa, dimana, kapan dan bagaimana (5W+1H). Dalam penelitian ini terdapat tiga tahap, yaitu : pengumpulan dataset, preprocessing dan melakukan training dan uji coba. Penelitian ini penulis menggunakan algoritma TF-IDF dan metode Support Vector Machine (SVM) untuk klasifikasi. Hasil percobaan yang dilakukan menunjukkan tingkat akurasi klasifikasi mencapai 97%. Kemudian evaluasi kinerja system yang dibangun dengan model confusion matrix memperoleh nilai rata-rata 97% pada data uji 20% dan data latih 80%.
METODE HITUNGAN KAPASITAS DUKUNG ULTIMATE PONDASI DENGAN MENGGUNAKAN DATA UJI CPT Hermanto, Joni; Shandy, Sary; Said, Mohammad
DINTEK Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.332 KB)

Abstract

ABSTRAK Pondasi merupakan bangunan utama suatu konstruksi yang harus dirancang lebih kokoh, agar dapat mendukung beban superstrukstur. Kapasitas dukung tanah dapat ditentukan dengan cermat berdasarkan hasil uji data pengujian lapangan, berupa CPT dan SPT. Perencanaan tipe pondasi harus disesuaikan dengan pembebanan, perilaku lapisan tanah, dan jenis pembebanan yang bekerja. Hasil uji ini dikorelasikan dengan persamaan empiris (persamaan Schmertmann, 1978), sehingga dapat diperoleh nilai kapasitas dukung ujung ultimateqbu yang bekerja pada ujung tiang. Hasil hitungan kapasitas dukung pondasi qu lokasi Bandara Sultan Babullah Kota Ternate mengacu pada persamaan Schmertmann (1978), masing-masing lajur memanjang dan bujur sangkar sebesar 16,474 kg/cm2 dan 28,051 kg/cm2. Hasil hitungan data pemeriksaan CPT untuk qc1 mengacu pada L + 0,7B sampai L + 4B dan qc2 dengan L sampai L ? 8B yang variasi nilai qbu dipengaruhi oleh kedalaman tanah keras/panjang tiang pancang rencana.   
PENGARUH AKTIVITAS PENAMBANGAN EMAS TERHADAP KONDISI AIRTANAH DANGKAL DI DUSUN BERINGIN KECAMATAN MALIFUT PROVINSI MALUKU UTARA Djunaidi, Muhammad; Djainal, Herry
DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salahsatu sumber kehidupan umat manusia. Apabila air telah tercemar maka akan mengakibatkan kerugian yang besar bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini. Di karenakan hampir semua makhluk hidup di muka bumi ini memerlukan air. Dan di perkirakan ? 71% dari luas permukaan bumi ini terdiri atas air dan jumlah air di muka bumi ini akan bertambah seiring dengan adanya global warning pada masa sekarang ini.   Analisis Status mutu air sungai mengunakan metode indek pencemaran Untuk mengetahui status mutu air, maka di gunakan metode storet  untuk menghitung berapa besar tingkat pencemaran pada airtanah. Dari perhitungan menggunakan metode storet didapatkan bahwa status mutu air berada pada cemar sedang (-20). Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan cara non teknis dan cara Teknis. Sedangkan solusi yang baik dalam menangani masalah tersebut, yaitu dengan pembuatan sumur resapan air (SRA) dan perlu kesadaran dari masyarakat dan pemerintah dalam menjaga lingkungan agar tidak terjadi pencemaran.
PENERAPAN METODE AHP DAN SAW UNTUK SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN CALON PENERIMA BEASISWA PADA GLOBAL SCIENCE INSTITUTE (GSI) TERNATE Hamid, Mustamin; suratin, zikrullah; Assagaf, Agil
DINTEK Vol 11 No 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.6 KB)

Abstract

ABSTRAK Global Science Institute (GSI) Lembaga kursus yang bertugas untuk memberikan pelatihan dan kerja, untuk memudahkan Lembaga ini menilai yg berhak mendapatkan beasiswa, perlu dibangun sebuah sistem pengambilan keputusan (SPK). Sistem pendukung keputusan ini bertujuan untuk menentukan calon penerima beasiswa dengan menggunakan metode SAW dan AHP. Metode ini dipilih karena mampu menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif-alternatif yang ada, dalam hal ini alternatif yang dimaksud yaitu calon penerima beasiswa yang layak mendapatkan beasiswa berdasarkan kriteria kriteria yang telah ditentukan.Sistem yang dihasilkan mampu melakukan perengkingan terhadap calon penerima beasiswa, sehingga memudahkan pihak Lembaga Pelatihan dan Kerja Global Science Institute Ternate (LPK-GSI) dalam pengambilan keputusan untuk menentukan yang berhak mendapatkan beasiswa.
KAJIAN TEKNIS PENINGKATAN TARGET PRODUKSI ALAT PEREMUK PADA PENAMBANGAN BATUGAMPING Djunaidi, Muhammad
DINTEK Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peremukan batugamping menggunakan alat peremuk Hammer crusher dengan setting alat 6 mm dan mempunyai kapasitas desain alat sebesar 8 ton/jam dan juga dilakukan penambahan Grizzly diatas hopper dengan spacing  sebesar 100 mm. Selain penambahan Grizzly diatas hopper dapat juga dilakukan dengan penambahan screen (efisiensi screen adalah 90 %) dibawah hopper dengan tujuan memisahkan ukuran umpan yang berukuran ? 6 mm agar tidak perlu masuk ke dalam alat peremuk tetapi langsung menjadi produk, sehingga dapat mengurangi beban kerja dari alat peremuk. Kadar air yang terdapat pada daerah penimbunan hasil penambangan sebesar 5,95 % dapat diminimalkan dengan cara memperluas tempat penimbunan sebesar 210 m2, maka kadar air dapat diturunkan mencapai 5 %, sehingga waktu penurunan dapat diminimalkan dari 6 hari menjadi 4 hari . Dalam upaya memenuhi sasaran produksi sebesar 23,33 ton/jam dapat dilakukan beberapa alternatif lain, yaitu: 1. dengan menambah jumlah pengumpanan sebesar 4,224 ton/jam dapat meningkatkan efektifitas hammer crusher dari 39,60 % menjadi 57,31 % sehingga produksinya menjadi 24,56 ton/hari; 2. dengan meningkatkan waktu kerja efektif yang semula 305,28 menit menjadi 353,8 menit, dapat meningkatkan efisiensi kerja dari 72,68 % menjadi 84,238 %, sehingga produksinya menjadi sebesar 18,68 ton/hari dan 3. dapat meningkatkan produksi menjadi 24,90 ton/hari dan  dengan penambahan jam kerja sebesar 60 menit/hari sehingga waktu kerja menjadi 8 jam/hari dapat meningkatkan produksi sebesar 28,47 ton/hari. Dari beberapa alternatif peningkatan produksi disimpulkan bahwa, dengan peningkatan waktu kerja efektif belum dapat memenuhi sasaran produksi, sedang penambahan pengumpanan dan penambahan waktu kerja dapat memenuhi.
STUDY PENERAPAN K3 PADA OPERATOR ALAT BERAT ADT BELL 40D PADA TAMBANG BAWAH TANAH SITE KENCANA DI PT. NUSAHALMAHERA MINERALS KABUPATEN HALMAHERA UTARA Djafar, Sahdia; Djunaidi, Muhammad; Salahu, Husen
DINTEK Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.173 KB)

Abstract

PT. Nusa Halmahera Minerals merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak di sektor pertambangan khususnya penambangan Emas. Dalam aktifitas penambanganya PT. Nusa Halmahera Minerals menggunakan peralatan mekanis sebagai alat penunjang dalam melakukan kegiatan produksi. Alat berat unakan untuk pengangkutan menggunakan alat tipe DT BELL 40D. Keselamatan dan  kesehatan para tenaga kerja yang diharapkan mampu mencapai produktivitas yang tinggi maka perlu diupayakan perlindungan dengan antisipasi bahaya sedini mungkin.  Secara geografis PT. Nusa Halmahera Minerals terletak antara  1° 4' 59"-1° 15' 6" BT  dan 127° 38' 2" -  127° 49' 0" LU yaitu di Desa Tabobo Kecamatan Malifut Kabupaten Halmahera Utara. Dalam proses kegiatan penambangan pada tambang bawah tanah (Underground Kencana) memiliki potensi kecelakaan yang berbahaya.  Khususnya dalam mengoperasikan dumptruck tentu memiliki potensi kecelakaan. Potensi kecelakaan yang timbulkan antara lain Dari hasil penelitian pada tambang bawah tanah yaitu : Dump Truck terbentur ke dinding tambang, ban Dump Truck kempis akibat tertusuk Mesh, dump truck terbakar pada bawa bak, bak Dump Truck tersangkut di depan portal Underground
BIAYA INVESTASI ALAT MUAT EXCAVATOR HITACHI ZAXIS 200 PADA PENAMBANGAN BIJIH NIKEL DI PT. SINAR KARYA MUSTIKA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH PROVINSI MALUKU UTARA DJUNAIDI *, MUHAMMAD; ARIF **, ABDUL KADIR D
DINTEK Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.856 KB)

Abstract

PT. Sinar Karya Mustika adalah salah satu perusahaan kontraktor yang melakukan aktivitasnya di bidang tambang nikel yang memiliki wilayah ijin usaha pertambangan di Desa Elfanun Kecamatan Pulau Gebe Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara dengan luas area kerja 849.79 Ha. Kegiatan penambangan yang dilakukan dengan menggunakan metode open pit mining dengan target produksi ore/nikel sebesar 200.000 Ton/Bulan. Metode yang digunakan yaitu pengamatan secara langsung dilapangan dan pengumpulan biaya-biaya, seperti: biaya kepemilikan, investasi alat, Harga alat, Biaya Operasional. Berdasarkan hasil perhitungan, maka hasil perhitungan biaya investasi (beli - sewa) adalah dimana biaya investasi yang dikeluarkan selama kegiatan penambangan. Maka dari hasil perhitungan cash flow untuk biaya sewa alat dari perusahaan untuk tahun pertama sampai tahun ke-3 adalah sebesar Rp. 2.364.075.672, sedangkan untuk hasil perhitungan biaya cash flow beli alat baru di tahun pertama adalah  sebesar  Rp. 2.458.411.181 dan untuk di tahun ke 2-3 adalah sebesar  Rp 958.411.181. Dan dari hasil perhitungan analisis pemilihan biaya investasi (beli - sewa) Excavator Hitachi Zaxis 200 dimana biaya pengeluaran sewa alat untuk perusahaan pada tahun pertama lebih menguntungkan dibandingkan beli atat, namun ditahun ke 2-3 biaya beli alat baru lebih menguntungkan dibandingkan dengan biaya sewa alat karena pada tahun ke-2 dan tahun ke-3 hanya biaya produksi yang di hitung.
PEMBENTUKAN KERAK KALSIUM KARBONAT (CaCO3) DALAM PIPA BERALIRAN LAMINER DENGAN VARIASI TEMPERATUR DAN PENAMBAHAN ADITIF ASAM MALAT (C4H6O5) Usamah, Muhammad
DINTEK Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.76 KB)

Abstract

ABSTRAK  Pembentukan kerak (scale) merupakan masalah yang sering dijumpai dalam pipa dalam dunia industri. Terjadinya kerak karena adanya reaksi kimia antara kandungan-kandungan ion pembentuk kerak yang terlarut di dalam air. Kalsium karbonat (CaCO3) adalah salah satu jenis kerak yang banyak dijumpai.  Akibat adanya pengerakan ini akan merugikan yaitu mempertebal dinding pipa yang dilewati cairan dan dapat mempengaruhi laju aliran ataupun perpindahan panas. Oleh karena itu harus dilakukan pencegahan untuk menghambat pertumbuhan kerak dalam pipa tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen tentang pertumbuhan kerak kalsium karbonat dalam pipa uji, dengan mereaksikan larutan CaCl2 dan Na2CO3 masing-masing dengan konsentrasi Ca2+ 3500 ppm dengan  laju alir 30 ml/menit dan temperatur yang digunakan adalah 25, 30 dan 400C. Asam Malat (C4H6O5) ditambahkan ke dalam larutan sebagai aditif dengan konsentrasi 0, 3, dan 5 ppm. Bentuk Kristal kalsium karbonat dapat dilihat dari hasil kajian morfologi yang dilakukan dengan menggunakan SEM, dari hasil SEM menunjukkan bahwa pada temperatur 25oC tanpa aditif kerak yang terbentuk adalah jenis kalsit dan vaterit, sedangkan dengan aditif 5 ppm kerak yang terbentuk adalah jenis vaterit dengan ukuran kristal yang lebih besar dan terdapat juga bentuk kalsit, namun jenis vaterit yang lebih dominan. Sedangkan pada temperatur 40oC tanpa aditif jenis kristal yang terbentuk adalah jenis aragonit yang menyerupai tumpukan jarum.
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI PT PERTAMINA (PERSERO) TERMINAL BBM KOTA TERNATE Jolo, Aliyusra
DINTEK Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan unuk mengetahui sistem penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT. Pertamina (persero) TBBM Ternate Kecamatan Ternate Selatan. metode Kerja Praktek Deskriptif dengan analisis menggunakan metode Kerja Praktek Kualitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa PT. Pertamina TBBM Ternate dapat dikategorikan baik dalam pelaksanaan Proram Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil Regulasi Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dalam pelaksanaannya Regulasi Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh setiap karyawan TBBM Ternate untuk mewujudkan lingkungan semakin baik.  
PENGURANGAN NON VALUE ADDED ACTIVITIES MENGGUNAKAN METODE LEAN SIX SIGMA Yunitasari, Elly Wuryaningtyas
DINTEK Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.174 KB)

Abstract

              Abstrak Tujuan penelitian ini adalah upaya melakukan peningkatan kinerja.Target khusus penelitian ini adalah menghilangkan waste yang terjadi dalam proses sekaligus meningkatkan kapabilitas pada proses. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lean Six Sigma.Lean Six Sigma merupakan kombinasi antara Lean dan Six Sigma dapat didefinisikan sebagai filosofi bisnis, pendekatan sistemik dan sistematik untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan atau aktifitas-aktifitas yang tidak bernilai tambah (non value added activities) melalui peningkatan terus menerus untuk mencapai tingkat kinerja enam sigma,dengan cara mengalirkan produk (material,work in process,output) dari pelanggan internal dan eksternal untuk mengejar keunggulan dan kesempurnaan berupa hanya memproduksi 3,4 cacat untuk setiap satu juta kesempatan atau operasi (3,4 DPMO). (Gasperz.2006, hal 1-2).Integrasi antara Lean dan Six Sigma akan meningkatkan kinerja melalui peningkatan kecepatan dan akurasi (zero defect).Pendekatan Lean akan memperlihatkan non value added (NVA) dan value added (VA) serta membuat value added mengalir secara lancar sepanjang value stream process,sedangkan Six Sigma akan mereduksi variasi dari value added itu. (Gasperz.2006, hal 9).Perumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi non value added activities dan waste.Tahapan dalam melakukan penelitian ini yaitu menghitung Data Value Add dan Non Value Add,menghitung Process Cycle Time (PCE),menghitung Sigma Level,mengidentifikasi dan menghitung waste serta mengetahui penyebab terjadinya waste processes menggunakan Fish Bone Diagram,melakukan analisis dengan metode FMEA. Perbaikan total lead time dari 710 menit,setelah dilakukan perbaikan menjadi 681 menit.Diperoleh peningkatan sebesar 29 menit.Nilai efisiensi sebelum perbaikan adalah 60,56% kemudian setelah dilakukan perbaikan naik menjadi 58,88%.

Page 7 of 33 | Total Record : 323


Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025 Vol. 17 No. 01 (2024): Volume 17 No.1, Maret 2024 Vol. 17 No. 2 (2024): Volume 17 No.2, September 2024 Vol. 16 No. 2 (2023): Volume 16 No.2 September 2023 Vol 16 No 2 (2023): Volume 16 No.2 September 2023 Vol. 16 No. 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023 Vol 16 No 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023 Vol 15 No 2 (2022): V0l. 15 No. 02 September 2022 Vol 15 No 1 (2022): V0l. 15 No. 01 Maret 2022 Vol 14 No 2 (2021): Vol. XIV No. 2 September 2021 Vol 14 No 1 (2021): Vol. XIV No. 1 Maret 2021 Vol 13 No 1 (2020): Volume 13 No.1, Maret 2020 Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020 Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019 Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019 Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019 Vol 11 No 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018 Vol 11 No 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018 Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017 Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017 Vol 10 No 2 (2017): DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016 Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016 Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008 Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008 Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik More Issue