cover
Contact Name
Surya Farid Sathotho
Contact Email
suryafarid@isi.ac.id
Phone
+6282228334645
Journal Mail Official
dtreview@isi.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Dance and Theatre Review: Jurnal Tari, Teater, dan Wayang
ISSN : 25025880     EISSN : 26866027     DOI : https://doi.org/10.24821/dtr.v4i2
Core Subject : Humanities, Art,
Dance & Theater Review (DTR) is a journal published in May and November, hosted by the Faculty of Performing Arts of Institut Seni Indonesia Yogyakarta. It is firstly published in May 2018. Journal of DTR contains any results of research and creation of dance, theatre, and wayang as well as performing arts education.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2: November 2025" : 6 Documents clear
Estetika Tari Jajang Thek Pada Hari Tari Dunia Isi Surakarta Tahun 2025 Fitri, Ellyza Anisa
Dance and Theatre Review Vol 8, No 2: November 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dtr.v8i2.15924

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Estetika yang terdapat dalam Tari Jajang Thek. Tari Jajang Thek merupakan tari kreasi baru yang memiliki arti Jajang yaitu bambu dan Thek yaitu aksen suara dari kentongan bambu Ketika dipukul yang berbunyi thek thek thek. Tari Jajang Thek diciptakan oleh Dwi Nusa Aji Winarno S,Sn. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Langkah-langkah atau metode penelitian yang meliputi Observasi, Pengumpulan data, Dokumentasi, dan Wawancara. Bentuk dan Estetika tari Jajang Thek yang terdapat pada tarian tersebut dapat dilihat dari Gerak, Tata rias, Busana, Properti, Musik dan Pola lantai. Estetika tari Jajang Thek dapat dilihat dari pemahaman Estetika dan Dinamika Estetika yang dilihat dari bentuk tarian tersebut.Kata kunci: Tari Jajang Thek, Bentuk, Estetika
Traditional Values and Tetekon: Creativity and Innovation in Padalangan of Sundanese Wayang Golek Purwa Maulana, Marsel Ridky
Dance and Theatre Review Vol 8, No 2: November 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dtr.v8i2.16738

Abstract

Wayang golek purwa is one of the traditional art performances of the Sundanese community that has a standardized structure and tetekon in its performance. However, along with the times that affect the way of thinking of the performers of wayang golek purwa art, there are changes in function and structure that affect the tetekon of the previous wayang golek purwa performance. The purpose of this study is to examine the changes in the value of tetekon in the art of wayang golek purwa related to the development of creativity and innovation from the young generation of puppeteers. This research uses descriptive qualitative method through observation, audio-visual analysis of wayang golek performances, and literature study on wayang golek purwa puppetry. Based on these methods, it was found that there is a paradoxical phenomenon in wayang golek art: on the one hand, creativity plays an important role in maintaining the existence of wayang golek art, but on the other hand, it is often considered to violate tetekon or traditional rules. Tetekon needs to be interpreted not only as a standard rule, but as a principle that can provide space for creativity and innovation to maintain the relevance of wayang golek art.
The Symbolic Meaning of Beksan Manunggal Jati Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta Aji Adityanto, Yosef; Dermawan, Wisnu
Dance and Theatre Review Vol 8, No 2: November 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dtr.v8i2.17576

Abstract

AbstractBeksan Manunggal Jati diambil dari ide dan gagasan menyatunya Kasultanan Yogyakarta dan Pura Pakualaman Yogyakarta. Dalam tari klasik gaya Yogyakarta terdapat beberapa macam bentuk sajian pertunjukan tari yang berbeda.Beksan Manunggal Jati ini merupakan jenis tari kelompok yang ditarikan oleh tujuh orang penari putera dengan konsep bedhayan menjadi pijakan dalam karya tari ini. Menyatunya Kasultanan Yogyakarta dan Pura Pakualaman dalam DIY mencerminkan semangat persatuan dan nasionalisme kedua kerajaan tradisional ini dalam mendukung berdirinya Indonesia sebagai negara merdeka. Secara kontekstual, aspek-aspek koreografis yang terdapat pada sajian beksanManunggal Jati ini memuat makna, nilai simbolik, dan filosofis tentang spiritual dan ajaran luhur kehidupan yang terkandung dalam lambang Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta. Beksan ini mengadaptasi beberapa esensi konsep bedhaya gaya Yogyakarta serta memunculkan idiom-idiom gerak baru dalam penyajiannya. Ciri kontekstual tari bedhaya terdapat pada makna yang terkandung didalam gerak tari, pola lantai, busana, tembang atau sekar yang terdapat pada iringan juga sebagai sarana penyampaian narasi cerita dalam bedhaya.
Ondel-ondel Sebagai Inspirasi Utama Penciptaan Karya Tari Ondel Lodeh Agustina, Hasna; MD, Slamet; Putro, Renaldi Lestianto Utomo
Dance and Theatre Review Vol 8, No 2: November 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dtr.v8i2.15892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan gagasan inspirasi hingga bentuk sajian dengan latar belakang kreativitas yang dilakukan oleh koreografer yang dipentaskan oleh Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa dalam kegiatan Hari Tari Dunia 24 Jam Menari ISI Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun tahap penelitian nya dengan pengumpulan data melalui wawancara, studi literatur, dan sumber data tertulis serta foto. Karya tari Ondel Lodeh merupakan garapan baru yang berpijak pada gerak kontemporer tradisi dan disajikan secara berkelompok. Tari Ondel Lodeh diciptakan oleh Anis Sania Kartika. Karya tari Ondel Lodeh berangkat dari perjalanan barongan menjadi ondel-ondel, serta pergeseran fungsi pada ondel-ondel dari generasi ke generasi. Ondel-ondel, yang dahulu dikenal dengan nama Barongan dan berperan sebagai ritual tolak bala, telah mengalami pergeseran fungsi seiring perkembangan zaman. Pergerseran fungsi ini berlangsung secara turun temurun antar generasi. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa bentuk penyajian tari Ondel Lodeh yang terdiri atas unsur gerak tari, tata rias dan busana serta  musik yang mendukung suasana pertunjukkan yang terinspirasi dari Ondel-ondel mampu menciptakan karya tari Ondel Lodeh melalui proses kreativitas oleh koreografer.Kata kunci: Tari Ondel Lodeh, Ondel-ondel, Inspirasi, Hari Tari Dunia.
BHUMI MATA: Ekspresi Persembahan Dalam Bentuk Karya Tari Virtual Astini, Ni Kadek Rai Dewi; Arsana, I Nyoman Cau; Arindyasari, Putu Ayu
Dance and Theatre Review Vol 8, No 2: November 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dtr.v8i2.17642

Abstract

Penelitian dengan judul Bhumi Mata: Ekspresi Persembahan dalam Bentuk Karya Tari Virtual merupakan penciptaan karya tari Bhumi Mata yang termotivasi dari  situasi alam pada saat pandemi Covid-19. Bumi sedang berduka, untuk itu penciptaan karya tari Bhumi Mata hadir sebagai wujud ungkapan persembahan, doa kepada alam, menyampaikan rasa penghormatan kepada alam semesta sebagai Ibu Pertiwi. Dilandasi dengan pemahaman tentang konsep ekologi Hindu yang dikenal dengan Tri Hita Karana, sebuah ajaran falsafah Hindu sebagai tuntunan menjaga jalinan keharmonisan, dan penyelarasan dengan alam semesta. Karya ini diharapkan dapat menggugah dan mengajak umat manusia untuk membangkitkan rasa keterhubungan antara manusia dengan alam semesta. Penciptaan karya tari Bhumi Mata juga bertujuan memaparkan sebuah proses penciptaan sebagai alternatif pertunjukkan karya virtual. Hadir dalam bentuk karya eksperimental dengan menggunakan pendekatan tari video dan alih wahana. Memadukan elemen-elemen keindahan seperti gerak, musik, properti tari, tata rias  busana, dan penggunaan area pentas. Dalam proses penggarapan karya tari mengacu pada metodologi penciptaan Panca Sthiti Ngawi Sani yang meliputi ngawirasa, ngawacak, ngarencana, ngawangun, dan ngebah, serta menggunakan metode penggarapan tari video yang merupakan karya tari berbasis sinematografi yang ditangkap kamera.Bhumi Mata,  ekspresi persembahan, tri hita karana, tari virtual
Bentuk Pertunjukan Tari Ambu Sakanti Karya Sanggar Seni Perwitasari Kota Tegal Zahrani, Aldhisa Shafa
Dance and Theatre Review Vol 8, No 2: November 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dtr.v8i2.15803

Abstract

Tari Ambu Sakanti adalah sebuah tari kreasi tradisional yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan di wilayah Tegal. Tarian ini menggambarkan semangat, kerja keras, dan harapan nelayan dalam mencari nafkah di laut, yang diwujudkan melalui perpaduan gerak tari dinamis, iringan musik gamelan, vokal syair tradisional "Balo-Balo", serta properti kepis (alat tangkap ikan dari anyaman rotan). Tarian dibawakan secara berkelompok oleh penari putra dan putri dengan formasi yang fleksibel sesuai kebutuhan acara, menampilkan interaksi yang harmonis antara kekuatan laki-laki dan kelembutan perempuan. Kostum bernuansa biru laut, tata rias khas, dan tata lampu yang dramatis memperkuat nilai visual dan emosional pertunjukan. Penelitian mengenai Tari Ambu Sakanti dilakukan dengan metode kualitatif, menggunakan pendekatan etnografi untuk mengkaji aspek seni tari, simbolisme budaya, serta nilai sosial yang terkandung dalam pertunjukan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung saat pementasan, wawancara dengan koreografer, penari, dan masyarakat setempat, serta dokumentasi video dan foto. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman mendalam tentang makna budaya dan dinamika pertunjukan yang tidak hanya bersifat artistik, tetapi juga sosial dan historis.

Page 1 of 1 | Total Record : 6