cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
LAYANAN KONSELING UNTUK REMAJA DALAM MEMBANTU KEBIASAAN BERMAIN GAME SERTA PERILAKU SEKS BEBAS Renatha Ernawati
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.398 KB) | DOI: 10.33541/sel.v1i1.767

Abstract

Adolescence is the most beautiful period. Adolescence must be saved from the era of globalization. Because globalization is like a freedom, so many foreign cultures enter, though the culture is not compatible with Indonesian culture. The younger generation is the backbone of the nation. They are expected to be able to continue the leadership of this nation for the better in the future.in preparing the younger generation also depends on the readiness of the community, that is with the existence of the culture. Thecnology is becoming so close to humans, especially teenagers. This is because technology can facilitate people in doing things. However, technology is often misused to open sites that should not be opened by teenagers. Teenagers often feel curious at sites that result in sex outside of marriage. Through guidance and counseling services in an effort to solve client problems, so counselor should be able to understand and develop every motive and motivation underlying the behavior of clients. In addition, a counselor should be able to identify the client’s innate potential. This is useful for counselors in creating a conducive environtment for clients. Keywords :, gadget, counseling services, teenagers, free sex
KEMANDIRIAN BELAJAR DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEMATANGAN KARIER PADA SISWA SMA Nindya Arum Rachmasari; Lucky Purwantini
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.592 KB) | DOI: 10.33541/sel.v1i2.929

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine self regulated learning and family support for career maturity. Subjects were 42 students of class XII in SMAN Y Karawang. This study used self regulated learning scale with Cronbach alpha 0,861, family support scale with Cronbach alpha 0,876, and career maturity scale with Cronbach alpha 0,931. Data analysis using multiple regression. This study found that there was an influence between self regulated learning and family support to career maturity. Keywords: career maturity, family support, self regulated learning
BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPHY (REBT) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR Dina Rahmawati Hapsyah; Riska Handayani; Happy Karlina Marjo; Wirda Hanim
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.668 KB) | DOI: 10.33541/sel.v2i1.1002

Abstract

ABSTRAK Salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran adalah motivasi. Beberapa pertanyaaan pengantar juga dinilai mampu menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap materi pembelajaran berkaitan, tujuannya adalah supaya siswa lebih aktif, lebih berani dan mampu belajar lebih baik lagi (Bahrudin, 2014). Pendekatan REBT memiliki tujuan untuk mengubah pandangan dan keyakinan irasional klien menjadi rasional, membantu mengubah sikap, cara berpikir dan persepsi, oleh karena itu klien diharapkan mampu mengembangkan dan mencapai realisasi diri secara optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka yang didukung oleh data-data dari beberapa artikel, buku-buku sumber, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar pada siswa adalah hal penting yang dibutuhkan dalam proses pencapaian hasil pembelajaran agar optimal. Salah satu pendekatan dalam bimbingan dan konseling yang dapat meningatkan motivasi belajar peserta didik ialah REBT yang dapat membantu peserta didik membuka wawasan dan memiliki pemikiran yang rasional dalam tindakan yang berhubungan dengant ujuan belajar. Kata Kunci: bimbingan kelompok, motivasi belajar, Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) ABSTRACT One important part of the learning process is motivation. Some introductory questions are also considered to be able to foster curiosity of students towards related learning material, the goal is so that students are more active, bolder and able to learn better (Bahrudin, 2014). Therefore, when students have good learning motivation, the goal of the learning process in the classroom can be said to be successful. The REBT approach has the goal of changing the views and irrational beliefs of clients to be rational, helping to change attitudes, ways of thinking and perception, therefore clients are expected to be able to develop and achieve optimal self-realization. This study uses a literature study that is by linking research with existing literature and filling in the gaps in previous research. The results of the study show that motivation to learn to students is an important thing needed in the process of achieving learning outcomes to be optimal. One approach in guidance and counseling that can enhance students' learning motivation is REBT which can help students open their horizons and have rational thinking in actions related to learning goals. Keywords: group guidance, learning motivation, Rational Emotive Behavior Therapy (REBT)
KONSELING KELOMPOK MENGGUNAKAN PENDEKATAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR Afan Abdul Jabbar; Deni Purwanto; Nina Fitriyani; Happy Karlina Marjo; Wirda Hanim
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.851 KB) | DOI: 10.33541/sel.v2i1.1003

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan fase penting dalam masa perkembangan terutama mengenai kemampuan dalam mengambil keputusan-keputusan pilihan karir masa depannya. Keputusan karir akan mudah dicapai apabila peserta didik memiliki kematangan karir yang baik. Konseling kelompok merupakan layanan yang dapat membantu peserta didik mengatasi hambatan dalam kematangan karir. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka yang didukung oleh data-data dari beberapa artikel, buku-buku sumber, dan dokumen pendukung lainnya. Guru bimbingan dan konseling dapat menerapkan layanan konseling kelompok untuk mengatasi masalah-masalah karir. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam rangka membantu kematangan karir peserta didik dalam konseling kelompok adalah pendekatan yang berfokus untuk mengubah pikiran negative dan keyakinan maladaptive (CBT) yang dimiliki oleh peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dengan pendekatan Cognitive Behavior Theraphy (CBT) secara efektif dapat membantu dalam mengatasi permasalahan karir peserta didik. Kata Kunci: kematangan karir, konseling kelompok, terapi perilaku kognitif ABSTRACT Teenage is an important phase in the developmental period, especially regarding the ability to make decisions about his future career choices. Career decisions will be easily achieved if students have good career maturity. Group counseling is a service that can help students overcome obstacles in career maturity. The research method used is a literature review that is supported by data from several articles, source books, and other supporting documents. Guidance and counseling teachers can apply group counseling services to overcome career problems. One approach that can be used in order to help the career maturity of students in group counseling is an approach that focuses on changing negative thoughts and maladaptive beliefs (CBT) that are owned by students. The results of the study showed that group counseling services with the Cognitive Behavior Theraphy (CBT) approach can be effectively help in solving the career problems of students. Keyword: career maturity, group counseling, cognitive behavior theraphy
TIADA PENDIDIKAN TANPA KEGIATAN BELAJAR (Untuk Apa Sekolah?) Renatha Ernawati
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.786 KB) | DOI: 10.33541/sel.v2i1.1004

Abstract

ABSTRAK Tanpa pendidikan perkembangan dan perwujudan manusia akan lebih terbelakang dibanding dengan binatang, karena insting yang ada pada diri manusia sangatlah minim, sedangkan insting pada binatang sangatlah optimal. Apakah pendidikan itu? Pertanyaan tersebut secara langsung mengangkat ontology ilmu pendidikan, yaitu kenyataan mendasar yang terkandung upaya pendidikan terarah pada pengembangan kemampuan manusia. Pendidikan dalam rangka upaya pendidikan dengan melibatkan berbagai pihak, terutama subyek yang berada dalam suasana belajar, subyek yang menyelenggarakan proses pembelajaran dan pihak-pihak lain yang terkait dengan terselenggaranya suasana belajar dan proses pembelajaran itu. Terkait dengan hal belajar, lalu sekolah untuk apa? Yaitu, untuk membantu menunaikan kewajiban dalam mendidik, membasmi kebodohan diri sendiri dan orang lain, semakin tinggi pendidikan seseorang bertambah mulia akhlak dan semakin berkontribusi positif bagi lingkungannya, melestarikan dan mengembangkan suatu identitas dan ciri khas daerah, serta kearifan lokal dalam suasana pendidikan. Tidak lain adalah terwujudkannya suasana belajar dan proses pembelajaran. Dengan demikian, tugas utama penyelenggara pendidikan adalah mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran. Kata Kunci:, belajar, pendidikan sekolah ABSTRACT Without development education and human embodiment will be more backward than animals, because the instincts that exist in humans are very minimal, while instincts in animals are very optimal. What is education? Pertanyaan tersebut secara langsung mengangkat ontology ilmu pendidikan, that is the fundamental reality contained in educational efforts directed at developing human abilities. Education involves various parties, especially subjects who are in a learning atmosphere, the subjects who organize the learning process and other parties associated with the implementation of the learning atmosphere and the learning process. Related to learning, then what is the school for? That is to help fulfill obligations in educating, eradicating the ignorance of oneself and others, the higher one's education increases noble morals and the more they contribute positively to their environment, to preserve and develop an identity and regional characteristics, as well as local wisdom in an educational setting. Nothing but the realization of the learning atmosphere and learning process. Thus, the main task of education providers to realize the learning atmosphere and the learning process. Keywords: education, learning, school
PERAN ORANGTUA DAN GURU PEMBIMBING KHUSUS KEPADA ANAK BERKUBUTAHAN KHUSU (SLOW LEARNER) DI SD NEGERI 5 ARCAWINANGUN Ujang Khiyarusoleh
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.121 KB) | DOI: 10.33541/sel.v2i1.998

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pendidikan yang diperuntukkan bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus. Anak berkebutuhan khusus memiliki karakter yang berbeda-beda, khususnya slow learner dalam pembelajaran mengalami keterlambatan dalam memahami materi. Oleh karena itulah diperlukan peran orangtua dan guru pembimbing khusus untuk membantu memberikan pendidikan yang lebih baik sesuai dengan karakternya. Rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana peran orangtua dan guru pembimbing khusus kepada slow learner di SD Negeri 5 Arcawinangun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran orangtua dan guru pembimbing khusus kepada slow learner di SD Negeri 5 Arcawinangun. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa peran orangtua yaitu meliputi: orangtua sebagai pendamping utama, orangtua sebagai advokat, orangtua sebagai guru, orangtua sebagai diagnostian. Serta peran guru pembimbing khusus yang meliputi: merancang dan melaksanakan program kekhususan, melakukan identifikasi, asesmen dan menyususn program pembelajaran individual, memodifikasi bahan ajar, melakukan evaluasi, dan membuat laporan program dan perkembangan anak berkebutuhan khusus. Dengan peran peran tersebut, maka sebagian besar anak berkebutuhan khusus di SD Negeri 5 Arcawinangun dapat memberikan layanan dengan baik. Saran untuk penelitian ini orangtua senantiasa mendorong anaknya untuk belajar bersungguh-sungguh di rumah dan di skolah, serta menyediakan fasilitas belajar yang mendukung perkembangan pendidikan bagi anaknya. Kata Kunci: peran guru pembimbing khusus, peran orangtua, slow learner ABSTRACT Background of the study was the existence of education aimed at all children, including children with special needs. Children with special needs have different characters, thus affecting their learning achievement. Therefore, the role of parents and special tutors were needed to help them improve learning achievement. The research question of this research was how the role of parents and special guidance teachers towards learning achievement of children with special needs in SD Negeri 5 Arcawinangun. The focus of this research was the role of parents and special guidance teachers on learning achievement of children with special needs in grades 1, 2 and 3 of SD Negeri 5 Arcawinangun. The purpose of this study was to determine the role of parents and special guidance teachers on the learning achievement of children with special needs in Arcawinangun 5 Public Elementary School. This type of research was qualitative research with a case study approach. Technique of data collection was observation, interviews, documentation and source triangulation. The results of this research indicated that there were several roles of parents, namely: parents as the main companion, parents as advocates, parents as teachers, parents as diagnostics. As well as the role of a special mentor teacher which includes: designing and implementing specific programs, identifying, assessing and arranging individual learning programs, modifying teaching materials, evaluating, and making program reports and development of children with special needs.With this role, most of the children with special needs in SD Negeri 5 Arcawinangun can improve their learning achievement well.Suggestions of this research were parents always encourage their children to study seriously at home and at school, and provide learning facilities that support the development of education for their children. Keywords: role of parents, role of special guidance teachers, slow learner
KONSEP CREATIVE COUNSELLING UNTUK MENGATASI IRRATIONAL BELIEF Andreas Rian Nugroho
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.968 KB) | DOI: 10.33541/sel.v2i1.1014

Abstract

ABSTRAK Konseling yang berisi kegiatan tanya jawab dengan menantang pikiran-pikiran berkaitan dengan masalah pikiran irasional konseli dinilai sebagai cara konvensional dan dirasa perlu mendapatkan modifikasi dalam hal teknik agar dapat memberi perubahan yang signifikan. Beberapa tahun terakhir terlihat adanya peningkatan jumlah penggunaan teknik non-tradisional berkaitan dengan praktik konseling. Salah satu esensi kunci efektivitas proses konseling dapat dilakukan dengan memasukkan unsur kreativitas melalui pendekatan multisisi. Dua aktivitas yang didasarkan pada creative counseling yakni menggunakan kegiatan mengganti/mengedit/menghapus kaset/USB/Harddisk dan latihan menuliskan benar/salah kiranya dapat digunakan sebagai referensi menyelesaikan masalah individu yang memiliki pikiran-pikiran irasional. Kata Kunci: keyakinan yang irasional, konseling kreatif ABSTRACT Counseling that contains question and answer activities by challenging thoughts related to the irrational problem of the counselee is assessed as a conventional method and feels necessary to get modifications in terms of techniques in order to provide significant changes. In recent years there has been an increase in the number of uses of non-traditional techniques related to counseling practices. One key essence of the effectiveness of the counseling process can be done by incorporating elements of creativity through a multi-faceted approach. The purpose of this article is to present the concept of creative counseling to overcome irrational belief. Two activities that are based on creative counseling that are using activities to change / edit / delete tapes / USB / Harddisks and practice writing true / false can be used as a reference to solve the problem of individuals who have irrational thoughts. Keyword: creative counseling, irrational belief
PENGARUH KONSEP DIRI DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS SISWA SMP NEGERI DI KABUPATEN SERANG Tanti Ardianti
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.1 KB) | DOI: 10.33541/sel.v2i1.1001

Abstract

ABSTRAK Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan survey di sekolah. Untuk memperoleh data digunakan instrumen penelitian berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rumus analisis regresi linier berganda dengan program SPSS 20. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh konsep diri dan motivasi belajar secara bersama- sama terhadap prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. 2) Pengaruh konsep diri terhadap prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. 3) Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini karena masalah utama pendidikan di Indonesia adalah masih rendahnya hasil belajar siswa di sekolah, terutama untuk mata pelajaran IPS yang dianggap sulit dan siswa cenderung tidak menyukainya. Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya prestasi belajar siswa diantaranya karena siswa memiliki konsep diri dan motivasi belajar yang kurang. Hasil uji hipotesis menyeluruh ini: (1) konsep diri dan motivasi belajar secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig. 0,00 < 0,05 dan Fh= 20,842 dengan kontribusi X1 & X2 sebesar 37,3% terhadap Y; (2) konsep diri berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Hal tersebut dibuktikan dengan perolehan nilai Sig. 0,001 < 0,05 da th = 3,584 dan; (3) motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig. 0,00 < 0,05 da th = 3,802. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri dan motivasi belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil atau prestasi belajar siswa di SMP Negeri di Kabupaten Serang. Kata Kunci: Konsep Diri, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar ABSTRACT The research method used is quantitative research with surveys in schools. the instrument used in obtaining research data was using a questionnaire. The data analysis technique used in this study uses the formula of multiple linear regression analysis with the SPSS 20 program. This study aims to determine1) The influence between self-concept and learning motivation on learning achievement in Social Sciences. 2) Effect of self-concept on learning achievement in Social Sciences. 3) Effect of learning motivation on learning achievement in Social Sciences. The background of this study is the main problem of education in Indonesia, which is still low student learning outcomes in schools, especially for social studies subjects that are considered difficult and students tend to dislike it. Some of the factors that influence the low student learning achievement include because students have a self-concept and lack of learning motivation. the results of the hypothesis test indicate that: (1) self-concept and learning motivation have a significant effect jointly on learning achievement in Social Sciences. This is evidenced by the acquisition of the Sig. 0.00 <0.05 and Fh = 20.842 with contributions X1 & X2 of 37.3% to Y; (2) self-concept has a significant effect on learning achievement in Social Sciences. This is evidenced by the acquisition of the Sig. 0.001 <0.05 and th = 3.584 and; (3) learning motivation has a significant effect on learning achievement in Social Sciences. This is evidenced by the acquisition of the Sig. 0.00 <0.05 and th = 3.802. The results of the study showed that self-concept and learning motivation had a significant influence on the results or student achievement in the State Middle School in Serang District. Keywords: self concept, learning motivation, learning achievement
GAMBARAN BURNOUT PADA DOSEN STAKN KUPANG Sance Mariana Tameon
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.813 KB) | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

Burnout merupakan sebuah gejala psikologis seperti kelelahan fisik, emosional, mental dan depresi yang dapat terjadi pada orang yang bekerja. Hasil penelitian Maslach menunjukkan bahwa pekerjaan yang berorientasi melayani orang seperti profesi perawat, pendeta, guru, psikolog, konselor dan dosen berkorelasi dengan burnout. Dosen di STSKN Kupang pun mengalami burnout, di mana faktor pendukung terjadinya burnout adalah tekanan dari pihak pimpinan, diperlakukan tidak adil oleh pimpinan, tidak menerima adanya perbedaan, kesejahteraan yang tidak diperhatikan, pemberian pekerjaan yang berlebihan yang tidak sesuai dengan kemampuan dosen, lingkungan kerja yang tidak kondusif, adanya aturan yang terkadang membuat dosen memiliki batasan dalam berinovasi, kurangnya apresiasi dari lingkungan kerja yang membuat dosen merasa tidak bernilai dan hubungan yang tidak terjalin baik antar dosen, dosen dengan pimpinan dan dosen dengan pegawai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis metode survey dimana jumlah sampelnnya adalah 47 orang dosen.Dari hasil analisis data ditemukan bahwa Burnout Dosen STAKN Kupang adalah sebesar 44,66 %. Berdasarkan gender didapati bahwa dosen STAKN Kupang yang berjenis kelamin perempuan mengalami burnout sebesar 41,46% sedangkan jenis kelamin laki-laki sebesar 47,25%. Selain itu, dari status pernikahan didapati bahwa dosen STAKN Kupang yang menikah mengalami burnout sebanyak 47,22 % dan yang belum menikah sebesar 40,43%. Kata Kunci: burnout, dosen ABSTRACT Burnout is a psychological symptom such as physical, emotional, mental fatigue and depression that can occur in people who work. The results of Maslach's research show that work oriented to serving people such as the nurse profession, pastors, teachers, psychologists, counselors, and lecturers correlates with burnout. The lecturer at State of Christian Religious College of Kupang (STAKN Kupang) also experienced burnout, in which the supporting factors for burnout were pressure from the leadership, being treated unfairly by the leadership, not accepting any differences, unnoticed welfare, giving excessive work that was not in accordance with the ability of the lecturer, work environment not conducive, the existence of rules that sometimes make lecturers have limits in innovating, lack of appreciation of the work environment that makes lecturers feel worthless and the relationships are not intertwined between lecturers, lecturers and leaders and lecturers with employees. This study uses quantitative research methods with the type of survey method where the number of samples is 47 lecturers. From the results of data analysis, it was found that lecturer burnout was 44.66%. Based on gender, it was found that lecturers of STAKN Kupang who were female experienced burnout by 41.46% while the male was 47.25%. Besides that, from the marital status, it was found that lecturers of STAKN Kupang who were married experienced burnout as much as 47.22% and those who were not married at 40.43%. Keywords: burnout, lecturer
PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA SMA BERDASARKAN THE BIG FIVE FACTOR OF PERSONALITY DALAM MEMBERIKAN LAYANAN BIMBINGAN KARIR Renatha Ernawati; Ronny Gunawan; Evi Deliviana
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.932 KB) | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

Foto Karakter merupakan potret karakter atau kepribadian manusia yang dapat diamati dalam perilaku sehari-hari manusia. Foto Karakter dapat ditinjau dari sudut pandang teori The Big Five Personality yang disusun melalui pendekatan yang sederhana agar mampu menggambarkan kepribadian seseorang melalui sifat-sifat yang telah dibuat peringkatnya oleh individu tersebut dan kemudian dianalisis melalui metode analisis faktor. The Big Five Personality memiliki 5 dimensi atau faktor yang dapat mengelompokkan sifat-sifat dasar manusia. Kelima dimensi itu adalah Openness to experience, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, dan Neuroticism. Metode penelitian yang digunakan, yakni metode kualitatif eksplanatori, dimana peneliti menggali secara mendalam data yang diperoleh dari lapangan dan dikaitkan dengan karir siswa, dengan sampel siswa SMA 7 PSKD Depok. Faktor dominan yang dimiliki oleh seluruh peserta didik di SMA PSKD 7 Depok, yaitu kepribadian Neuroticism dengan total skor 1794 dan rata-rata sebesar 26,38, yang berarti pada umumnya peserta didik di SMA PSKD 7 Depok memiliki karakteristik kepribadian Neuroticism positif yang dominan, sehingga guru Bimbingan dan Konseling dapat menyusun rencana layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik untuk dapat mencapai karir yang sesuai dengan gambaran kepribadian tersebut. Kata Kunci: foto karakter, the big five personality, karir, dan siswa ABSTRACT Photo characters are portraits of human characters or human personalities thatcan be observed in everyday human behavior. Photo characters can be viewed from the perspective of The Big Five Personality theory, which is arranged through a simple approach to be able to describe a person's personality through the traits that have been ranked by the individual and then analyzed through the factor analysis method. The Big Five Personality has 5 dimensions or factors that can classify basic human traits. The five dimensions are Openness to experience, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, and Neuroticism. This research used qualitative explanatory method, which researchers explore in depth the data obtained from the field and are associated with student careers, with a sample of PSKD 7 Senior High School students in Depok. The dominant factor possessed by all students in PSKD 7 Senior High School in Depok, namely Neuroticism personality with a total score of 1794 and an average of 26.38, which means that in general students at PSKD 7 Senior High School in Depok have dominant positive Neurotic personality characteristics, so Guidance and Counseling teachers can develop service plans that are tailored to the needs of students to be able to achieve a career that is in line with the personality description. Keywords: photo character, big five personality, guidance and counseling

Page 2 of 4 | Total Record : 40