cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
PERSEPSI MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP KINERJA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING Olimpia Babtista; Renatha Ernawati; Eustalia Wigunawati
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe how the perceptions of the counseling students towards the performance of the guidance and counseling teachers. As with the phenomenon on November 12, 2019, the Twitter social network was stirred up by the discussion about "Guidance and Counseling teachers", which mostly discussed negative things. And based on the results of the seminar that the author participated in on March 6, 2020, he received information that most of the Guidance and Counseling students at a private university in Jakarta had the experience or view that Guidance and Counseling teachers were creepy teachers and were often called school police. This research is a descriptive quantitative research. The subjects of this study were all Guidance and Counseling students at a private university in Jakarta with as many as 73 students. The data collection method used was the perception scale of Guidance and Counseling students. In analyzing the data used descriptive analysis techniques. The results showed that Guidance and Counseling students had a moderate level of perception with a percentage of 52.1% of the performance of Guidance and Counseling Teachers. The medium perception category means that Guidance and Counseling students have unsatisfactory Guidance and Counseling teacher performance assessments and this is the same as the results of previous studies. So it can be concluded that the moderate perception possessed by BK students can be formed because of the cognitive, affective and connotative aspects. Keyword: guidance and counseling teachers, perceptions ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana persepsi yang dimiliki mahasiswa BK terhadap kinerja Guru Bimbingan dan Konseling. Seperti halnya fenomena pada 12 November 2019 jejaring sosial Twitter sempat dihebohkan dengan pembahasan tentang “guru Bimbingan dan Konseling” yang mayoritas membahas hal negatif. Serta berdasarkan hasil kegiatan seminar yang diikuti oleh penulis pada tanggal 6 Maret 2020 mendapat informasi bahwa sebagian besar mahasiswa Bimbingan dan Konseling di salah satu Universitas swasta di Jakarta memiliki pengalaman ataupun pandangan bahwa guru Bimbingan dan Konseling adalah guru yang menyeramkan dan sering disebut dengan Polisi sekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Bimbingan dan Konseling di salah satu Universitas swasta di Jakarta dengan sebanyak 73 mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala persepsi mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Dalam menganalisis data digunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa Bimbingan dan Konseling memiliki tingkat persepsi sedang dengan persentase 52,1% terhadap kinerja Guru Bimbingan dan Konseling. Kategori persepsi sedang berarti bahwa mahasiswa Bimbingan dan Konseling memiliki penilaian kinerja guru Bimbingan dan Konseling yang belum memuaskan dan ini sama dengan hasil penelitian terdahulu. Maka dapat disimpulkan persepsi sedang yang dimiliki oleh mahasiswa BK dapat terbentuk karena adanya aspek kognitif, aspek afektif serta aspek konotatif. Kata Kunci: guru bimbingan dan konseling, persepsi
PENGELOLAAN KESEHATAN MENTAL MAHASISWA BAGI OPTIMALISASI PEMBELAJARAN ONLINE DI MASA PANDEMI COVID-19 Evi Deliviana; Maria Helena Erni; Putri Melina Hilery; Novi Melly Naomi
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

ABSTRACT This literature study was prepared to describe the mental health conditions of college students during the Covid-19 pandemic as well as practical ways that can be used as a reference for managing student mental health for the optimization of online learning. Based on the results of a review of various journals on student mental health, it was found that pandemic conditions and changes in learning methods had the potential to disrupt students' mental health. To overcome this, college students need to manage their personal mental health with internal and external support, such as improving their spirituality, doing healthy physical activities, forming habits of thinking and feeling positively, and seeking support from the University and professional. Keyword: mental health, Covid-19 pandemic, online lectures, stress ABSTRAK Studi literatur ini disusun untuk menguraikan kondisi kesehatan mental mahasiswa di masa pandemi Covid-19 serta cara-cara praktis yang dapat dijadikan rujukan untuk mengelola kesehatan mental mahasiswa bagi optimalisasi pembelajaran online. Berdasarkan hasil telaah dari berbagai jurnal tentang kesehatan mental mahasiswa, diperoleh hasil bahwa kondisi pandemi dan perubahan metode pembelajaran berpotensi mengganggu kesehatan mental mahasiswa. Untuk mengatasinya, mahasiswa perlu mengelola kesehatan mental pribadi dengan dukungan internal maupun eksternal, seperti meningkatkan sisi spiritualitas, melakukan aktivitas fisik yang menyehatkan, membentuk kebiasaan berpikir dan merasa secara positif, serta mencari dukungan dari pihak Universitas maupun bantuan profesional. Kata Kunci: kesehatan mental, pandemi covid-19, perkuliahan online, stres
KECEMASAN MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Laurentius Purbo Christianto; Reneta Kristiani; David Nicholas Franztius; Sebastian Darren Santoso; Winsen; Aurelia Ardani
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

ABSTRACT There have been many changes after the Covid-19 pandemic hit Indonesia. Universities has also changed. Various changes create uncertainty. This uncertainty has an impact on student anxiety. Several previous studies have shown that anxiety is related to student academic achievement. When student academic achievement becomes one of the benchmarks for higher education success, student anxiety becomes a matter of concern. It is important to look at student anxiety during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study was to see a picture of the student's anxiety level and identify the things that cause anxiety in students. The results showed that hypothetically 74.8% of students had low anxiety, 20.7% of students had moderate anxiety, and 4.5% of students had high anxiety. Empirically most of the research subjects had moderate anxiety; the percentage of students who have high anxiety is greater than those who have low anxiety. Other results show that online lectures and friendship are two things that cause the most anxiety. Keyword: anxiety, student, Covid-19 pandemic ABSTRAK Banyak terjadi perubahan setelah pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi juga mengalami perubahan. Pelbagai perubahan memunculkan ketidakpastian. Ketidakpastian ini akan berdampak pada kecemasan mahasiswa. Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kecemasan terkait dengan prestasi akademik mahasiswa. Saat prestasi akademik mahasiswa menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan perguruan tinggi, kecemasan mahasiswa menjadi hal yang perlu diperhatikan. Penting untuk melihat kecemasan mahasiswa selama pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran tingkat kecemasan mahasiswa dan mengidentifikasi hal – hal yang menimbulkan kecemasan pada mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara hipotetik 74,8% mahasiswa mengalami kecemasan rendah, 20,7% mahasisa memiliki kecemasan sedang, dan 4,5% mahasiswa memiliki kecemasan yang tinggi. Secara empirik sebagian besar subjek penlitian memiliki kecemasan sedang; persentase mahasiswa yang memiliki kecemasan tinggi lebih besar daripada yang memiliki kecemasan rendah. Hasil lain menunjukkan kuliah daring (online) dan relasi pertemanan adalah dua hal yang paling sering ditulis mahasiswa menimbulkan kecemasan. Kata Kunci: kecemasan, mahasiswa, pandemi Covid-19
HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERNAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR DALAM KELOMPOK BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 3 PADALARANG Maya Masyita Suherman
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between internal communication and learning motivation of students at SMPN 3 Padalarang. The approach used in this research is a quantitative approach with a correlational method. The research sample consisted of 52 students from class VIII. Data collection tools in this study used an internal communication scale (38 items; α = 0.863) and a learning motivation scale (29 items; α = 0.763). Based on the data analysis, the results of the research on the relationship between learning motivation and internal communication obtained the sig value. (2-tailed) Pearson correlation of 0.808, which means that there is a very strong positive relationship, which means that internal communication in the study group can be used as a predictor of student learning motivation in the classroom. Students with high internal communication in study groups can be predicted to have high learning motivation as well, on the other hand, internal communication in low student study groups can be predicted that these students have low learning motivation. Keyword: : internal communication, learning motivation, students
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENDIDIKAN INKLUSI Abdul Hadi; Palasara Palasara Brahmani Laras
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

ABSTRACT Dynamics The development of national education leads to the model of inclusive education. Schools as educational institutions that accept children with special needs and are able to facilitate education services in accordance with the physical and psychological aspects of students. The role of Teacher Guidance and Counseling is carried out to carry out services in inclusive education, including identifying sources that support inclusive education, compiling instruments for measuring the success of implementing inclusive education, making changes or improving programs based on the results of assessment of inclusive education. in order to achieve development and optimism in the education process. Keyword: Role of Teacher Guidance and Counseling, Inclusive Education
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DAN MEDIA DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Agungbudiprabowo; Fadhila Kiranasari; Lola Febriyanti
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

The purpose of this study is to provide an overview of the importance of implementing technology and media in guidance and counseling. The method used in this study used literature studies with data analysis techniques in the form of content analysis. Study results can be used as reference material for guidance and counseling teachers in schools, or guidance and counseling students in developing guidance and counseling service media.
PROFIL PERENCANAAN KARIR MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS MATHLAÚL ANWAR Fadhila Malasari Ardini; Mila Rosmila
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tingkat kemampuan perencanaan karir mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mathla’ul Anwar Banten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah angket kemampuan perencanaan karir yang telah dikembangkan dengan 63 item pernyataan. Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa Bimbingan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mathla’ul Anwar Banten yang berjumlah 30 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan 60% mahasiswa memiliki kemampuan perencanaan karir sangat tinggi, dan 40% mahasiswa memilki kemampuan perencanaan karir pada kategori sedang. Hasil penelitian ini dapat digunakan peneliti untuk merancang program yang dapat mahasiswa mengembangkan kemampuan perencanaan karir mahasiswa lebih lanjut.
KONTRIBUSI SELF REGULATED LEARNING: STUDI DESKRPTIF PADA PROFIL SELF REGULATED LEARNING SISWA Mualwi Widiatmoko; Ida Herlina
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran yang dirasa belum optimal dan untuk mengetahui bagaiamana tingkat self regulated learning yang dimiliki oleh siswa XII SMA Negeri 5 Pandeglang Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 5 Pandeglang Tahun Pelajaran 2020/2021yang berjumlah 222 siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukan terdapat 37, 84% Siswa memiliki tingkat self regulated learning yang berada pada ketgori sedang, 30,18% siswa pada kategori rendah, 17,57% pada kategori rendah sekali dan 14,41% berada pada kategori tinggi. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi peneliti untuk merancang program layanan bimbingan dan konseling yang dapat digunakan untuk meningkatkan self regulated learning siswa
STRATEGI PELAYANAN ANAK AUTIS DI PUSAT LAYANAN AUTIS KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR Dian R. Prihanto; Ezra Tari; Hendrik A.E. Lao
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

Autistic children are children with certain limitations who must get guidance and support from parents and people who have expertise in therapy for autistic children so that they are not excluded. This research aims to develop a service strategy for children with autism in the East Nusa Tenggara autism service centre. The research method used is a phenomenological method with a qualitative approach. The subject of this research involved four therapists with data analysis techniques, interviews and documentation, data analysis techniques using data analysis techniques. The results showed that autistic children with symptoms selected by several factors, especially prenatal, natal and postnatal factors, were following the initial diagnosis results of psychologists, doctors or psychiatrists and autistic children who were still in the mild autistic category. The assessment carried out at the NTT Autistic Children Service Center has been carried out according to the steps expected, starting from initial recruitment and parents filling in questionnaires and then being assessed by psychologists and doctors to see the level of children's autism. Supportive therapy regarding existing services in autism service centres is behavioural and aquatic to train the concentration and nerves of children with autism to show significant changes.
MASALAH KOMPETENSI SUPERVISOR DALAM SUPERVISI BIMBINGAN DAN KONSELING Balqis Urwatul Wutsqo; Restu Amalianingsih; Oktafiana Kiranida; Happy Karlina Marjo
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

Layanan bimbingan konseling di sekolah masih banyak masalah padatataran praktisnya. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai konselordisekolah masih mengalami kendala dan masalah yang beragam dari beberapafaktor sehingga tak banyak sekolah yang mampu menjalankan layanan BKdengan baik. Pengawasan merupakan komponen penting dalam perkembangansebagai praktisi yang kompeten. Pengawasan merupakan bagian integral daripekerjaan profesional konselor dan merupakan salah satu cara memperolehkompetensi yang diperlukan untuk memenuhi tanggung jawab sebagai konselorprofesional/supervisor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalahkompetensi supervisor bimbingan dan konseling di satuan pendidikan. Jenispenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknikpengumpulan data wawancara adapun subjek penelitian yaitu berjumlah tigaorang guru yang berasal dari wilayah yang berbeda, pertama guru Bimbingan danKonseling Sekolah Menengah Pertama Negeri 27 Kota Bekasi, kedua guruBimbingan dan Konseling Sekolah Menengah Atas Negeri CMBBS dan ketigaguru Bimbingan dan konseling Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota LubukLinggau Sumatera Selatan. Pengambilan subjek ini diambil secara random dansesuai kompetensi guru Bimbingan dan Konseling yang sudah memilikikualifikasi tertentu, yaitu lamanya mengajar dan tersertifikasi. Hasil daripenelitian ini menunjukkan terdapat kekurangan dalam masalah kompetensisupervisor dalam supervisi bimbingan dan konseling di sekolah.Kata Kunci: kompetensi supervisor, supervisi bimbingan dan konseling

Page 4 of 4 | Total Record : 40