cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmanajemenpendidikan.uki@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mayjend Sutoyo No. 2 Cawang, Jakarta Timur, 13630 Telp.021-8009190. Ext.441. Fax 021-8094050
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pendidikan
ISSN : 23015594     EISSN : 27459543     DOI : https://doi.org/10.33541/jmp.v10i2.3269
Core Subject : Science, Education,
The Journal of Education Management publishes scientific papers in the form of conceptual ideas, studies and application of theories as well as research results in education and teaching at the elementary, junior/senior high, and university/college levels. Journal of Educational Management aims to be a medium for disseminating conceptual ideas of studies and application of theories along with research results in the scope of elementary education, junior/senior high education, and university/college education. Publication about scientific works pays attention to signs in scientific studies that can be accounted for and pays attention to ethics, morals in writing scientific papers
Arjuna Subject : -
Articles 121 Documents
HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU DENGAN KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN CIRACAS JAKARTA TIMUR Said Hutagaol
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 5 No 1 (2016): Januari
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.807 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara: Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru (sebagai variabel bebas) dengan Kinerja Guru (sebagai variabel terikat). Penelitian ini dilakukan pada Sekolah-Sekolah Dasar Negeri se Kecamatan Ciracas Jakarta Timur pada bulan Mei dan Juni.Metode yang digunakan adalah metode survey.Sampel penelitian ini berjumlah 48 orang dari jumlah populasi terjangkau 55 orang.Penentuan sampel berdasarkan tabel penentuan sampel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael.Pengambilan sampel untuk setiap sekolah menggunakan teknik Proporsional Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah (X1) dengan variabel Kinerja Guru (Y) yang ditunjukkan oleh persamaan Ŷ = 96.219 + 0.359X1, (2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel Motivasi Kerja Guru (X2) dengan variabel Kinerja Guru (variabel Kinerja Guru (Y) yang ditunjukan oleh persamaan Ŷ = 98.338 + 0.334X2 (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah (X1) dan variabel Motivasi Kerja Guru (X2) secara simultan dengan variabel Kinerja Guru (Y) yang ditunjukkan oleh persamaan Ŷ = 96.027 + 0.204X1 + 0.157X2. Besar hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat secara parsial dan besar hubungan variabel bebas dengan variabel terikat secara simultan ditunjukkan oleh nilai r. Besar hubungan antara Variabel X1 dengan Y adalah 0.541.Besar hubungan antara Variabel X2 dan Y adalah sebesar 0.538.Besar hubungan antara X1 dan X2 secara bersama-sama dengan Y adalah sebesar 0.546.Hubungan tersebut di atas semuanya tergolong kuat, karena nilai r semuanya berada di antara 0.50 dan 0.69. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah: (1) Kepala Sekolah perlu menerapkan gaya kepemimpinan transformasional dalam memimpin lembaga sekolah di Kecamatan Ciracas Jakarta Timur, (2) Perlu adanya upaya dari guru untuk meningkatkan motivasi kerjanya agar kinerja guru itu sendiri semakin meningkat. Kedua hal tersebut harus berjalan seiring karena antara Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam satu lembaga sekolah. Kedunya adalah faktor-faktor penting bagi terciptanya kualitas pembelajaran yang baik. Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional, motivasi, dan kinerja
PLAGIARISME DAN KETIDAKJUJURAN AKADEMIS Bernadetha Nadeak
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2 No 2 (2013): JULI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.479 KB)

Abstract

Academic dishonesty is commonly found in students. There are a lot of factors that play role in this issue such as the perspective of peer group, advanced technology of internet, culture, lack of writing skill, and academic achievement.An effort to establish academic honesty needs involvement of university itself, staff lecturers, and students. This effort is directed to create an atmosphere where academic honesty is an important issue and main concern of the campus.Students need to be informed about academic honesty since they enter university. They needs to be given training to develop their academic writing skills. A special unit to perform this training needs to established in a university. the university also needs to utilize software to check the writing of students in order to detect plagiarism. Keywords : Plagiarism, academic dishonesty, academic skilss
REKONTEKSTUALISASI KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI PENDIDIKAN (STUDI DI YAYASAN SANTA MARIA PEKALONGAN) Hotner Tampubolon
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2015): JULI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.479 KB)

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan: 1) Memperoleh gambaran yang jelas mengenai pemahaman hakikat kepemimpinan di Yayasan Santa Maria Pekalongan. 2) Mendapatkan informasi yang tepat dalam mengidentifikasi implementasi kepemipinan kini dan mendatang di Yayasan Santa Maria Pekalongan. 3) Memperoleh gambaran yang aktual tentang pemahaman hakikat organisasi di Yayasan Santa Maria Pekalongan. 4) Mendapatkan gambaran yang jelas mengenai bentuk organisasi kini dan mendatang di Yayasan Santa Maria Pekalongan.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa rekontekstualisasi kepemimpinan dan organisasi di Yayasan Santa Maria dilakukan dengan meletakkan kembali usaha pengembangan dan pembaharuan diri dalam sebuah organisasi. Perubahan di organisasi ditentukan oleh peran pemimpin. Organisasi yang pemimpinnya mampu dan terampil dalam tata kelola organisasi dengan sistem, struktur, dan budaya organisasi menjadi sebuah organisasi pendidikan dengan spirit Pendidikan Notre Dame berpusat pada Sabda Tuhan, membawa kegembiraan Kristus kepada sesama, agar mempunyai hidup dan hidup dalam kelimpahan. Dalam hal ini,Yayasan Santa Maria perlu merestrukturisasi organisasi berkaitan dengan penempatan pemimpin. Kata kunci : Rekontekstualisasi, Kepemimpinan, Organisasi.
EFEKTIFITAS MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SEKOLAH DASAR NEGERI 47 AMBON Simon Saulinggi; Melisa Nur Asima Sidabutar
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2 No 1 (2013): JANUARI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.591 KB)

Abstract

Problem of moral character happening now more numerous and complex than ever before. Government efforts to incorporate eharacter educationin schools by making the head of the Research and Development of Educationand the Maluku provincial government through the Department ofEducation, Youth and Sports Affairs to determine SD 47 Ambonas the only elementary schoolin thecity of Ambon to implement the National Character Education and Culture. This is what lies behind the author to examine the level of Character Education Management Effectiveness at the Elementary School 47 Ambon. This research aims to find out how Management Character Education, is clone what Implementation Strategy is used and determine the level ofeffectiveness of the Character Educationin Elementary School 47 Ambon. Study used a descriptive approach with qualitative methods, which are based on the conditions and the context of the problem being studied. The sampling technique was purposive sampling, with a total sample of 11 people consisting of the Head of School, Character Education Team Leader, Supervisor School, School Committee, Students Parents, and Students. Data collection techniques used were non participant observation, semi-structured interviews, and documentation.While the data analysis done by: data reduction, Presentation of data (display data), With drawal Conclusions and Verification (conclusion drawing/verivication). The results showed that the Character Education Management Effectiveness at Elementary School 47 Ambonassessed Start Evolving (MB), which the participants have started to show signs of behavior that is expressed in the indicator and begin consistent, because in addition to the existing understanding and awareness, also received reinforcement immediate environment also the wider environment. Evaluation of the character education management programmed, implemented, monitored and evaluated for further action, showed a change or an increase inbehavior/characterof the school community from the time before the implementation of character education. Principals, educators and education and trying to get used to exemplify the increasingly well to modeled because they understand that the child will continue to do what it sees what it means and the teachers do not keep on doing what the teachers aid. Teachers conduct on going assessment, as teachers in the classroom or outside the classroom trough an ecdotal records when looking at the behavior with respect to the value which is developed. Keywords: Character Education Management, Strategy and Effectiveness of Character,Education.
MANAJEMEN PRIBADI GURU MENJADI KUNCI TERWUJUDNYA AKHLAK MULIA PESERTA DIDIK MENUJU GENERASI EMAS 2045 Amos Neolaka
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 1 (2015): JANUARI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.108 KB)

Abstract

Tujuan penulisan adalah untuk memberikan pemahaman kepada para guru di Indonesia agar menyadari bahwa mereka merupakan komunitas yang unik dan luar biasa penting bagi bangsa Indonesia tercinta ini. Dikatakan demikian karena seluruh tindakan hidup para guru akan sangat mempengaruhi akhlak kehidupan masyarakat di lingkungan sekitarnya.Guru di dalam kehidupan nyata, sesuai dengan profesinya memberikan kompetensi kehidupan kepada masyarakat, kususnya para peserta didik, berupa pengetahuan untuk meningkatkan kecerdasan, keterampilan untuk dapat terampil mengelola kehidupan di lapangan, dan sikap hidup untuk dapat berinteraksi secara harmonis dengan masyarakat sekitarnya.Fokus kajian penulisan adalah pada manajemen pribadi guru yang menjadi kunci untuk mewujudkan akhlak mulia peserta didik. Subfokus adalah mengenal diri sendiri sebagai guru, interaksi harmonis dengan peserta didik, sesama guru, kepala sekolah, dan masyarakat di lingkungan sekitar. Permasalahannya adalah bagaimana mengelola diri pribadi guru untuk menjadi model pembentukan akhlak mulia peserta didik? Pembentukan karakter atau akhlak mulia peserta didik, yang merupakan generasi muda usia produktif, akan terwujud manakala para gurunya menjadi model dan teladan akhlak mulia bagi mereka.Manajemen diri sendiri sebagai pribadi guru yang baik menjadi kunci terwujudnya akhlak mulia peserta didik menuju generasi emas tahun 2045. Untuk itu guru harus dapat mengelola dirinya sendiri untuk berakhlak mulia, dan diwujudkan melalui: penampilan yang disiplin, tingkah laku yang ramah, rendah hati, penyayang, interaksi harmonis dengan sesama guru, kepala sekolah, dan lingkungan sekitar, sehingga menjadi contoh teladan bagi peserta didiknya. Diharapkan adanya pribadi guru yang dapat menjadi model dan teladan akhlak mulia bagi para peserta didik. Indonesia membutuhkan guru yang berakhlak mulia dan menjadi panutan peserta didik, yaitu perkataan dan perbuatannya konsisten.Kata kunci : manajemen, pribadi guru, akhlak mulia, peserta didik
KONDISI AKTUAL KEBERADAAN GURU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI (SMP NEGERI) 1 NABIRE-PAPUA Said Hutagaol
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 5 No 2 (2016): JULI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.091 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu fenomena bahwa cenderung guru-guru di papua pada umumnya, khususnya di SMP Negeri 1 Nabire-Papua bahwa hal memukul siswa baik menampar, memakai rotan, mencubit, itu sudah merupakan hal yang biasa ketika siswa cenderung melawan dan nakal. Hal lain yang membuat penulis tertarik untuk mengambil lo-kasi penelitian di SMP Negeri 1 Nabire-Papua adalah sekolah ini merupakan salah satu Sekolah Standard Nasional Mandiri (SSNM) di Kabupaten Nabire-PapuaPenelitian ini, fokus kepada kondisi aktual keberadaan guru. Selanjutnya fokus penelitian tersebut dijabarkan dalam beberapa butir sub fokus antara lain: a).konsep diri, b). kecerdasan emosional , c).motivasi kerja , d).iklim dan budaya organisasi, dan e).kinerja guru pada SMP Negeri 1 Nabire-Papua. . Penelitian ini berlangsung dari bulan September 2012 sampai dengan bulan Maret 2013. Obyek penelitian ini adalah guru-guru SMP Negeri 1 Nabire-Papua. Paradigma Penelitian ini adalah kualitatif dengan metode penelitian deskriptif, yaitu pendekatan yang menekankan pada keutuhan dan kedalaman subyek yang diteliti. Jenis penelitian ini adalah studi kasus yang merupakan jenis penelitian yang menekankan pada kasus-kasus tertentu secara spesifik, sehingga data yang diperoleh akan komprehensif dan maksimal. Pengumpulan data dalam penelitian ini, penulis menggunakan wawancara kepada kepala sekolah dan dewan guru serta perwakilan siswa dan orangtua. Selain itu penulis juga mengumpulkan data tertulis berupa dokumentasi, rekaman, foto, dan data-data yang terkait sesuai fokus penelitian yang mendukung penelitian penulis.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan kinerja guru di SMP Negeri 1 Nabire-Papua sudah menuju ke arah baik, sehingga terus ditingkatkan semangat dalam kinerjanya. Kinerja guru dikatakan baik tergantung konsep diri, kecerdasan emosional, mo-tivasi kerja dan iklim budayanya.Kata Kunci : Konsep diri, kecerdasan emosional, motivasi, iklim dan budaya, kinerja, dan guru.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD DALAM MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI SISWA KELAS 10 SEKOLAH VICTORY PLUS Neni Rosmeriana Hutabarat; Anung Haryono
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 3 No 1 (2014): JANUARI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.538 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran koperatif tipe STAD dan meningkatkan kemampuan penguasaan pembelajaran TIK Siswa Kelas 10 SMA Victory Plus Kemang Pratama, Bekasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelas 10 Andromeda sekolah menegah atas kecamatan Rawa Lumbu Kota Bekasi tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini melibatkan 19 orang siswa sebagai subyek penelitian.Data hasil belajar diperoleh melalui tes hasil belajar, sedangakan data kerja sama kelompok dikumpulkan melalui hasil pengamatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (class action research).Penelitian tindakan kelas dalam penelitian ini terdiri dari tiga siklus. Kekuragan proses pembelajaran pada siklus pertama diperbaiki pada proses pembelajaran pada siklus kedua, dan kekurangan proses pembelajaran pada siklus kedua diperbaiki pada pelaksnaan pembelajaran pada siklus ketiga. Selama penelitian ini dilakukan lima kali tes, yaitu tes awal, tes pada akhir siklus 1, 2, dan 3, serta tes akhiryang bersifat menyeluruh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, kemampuan siswa dalam menyerap materi pelajaran pada mata pelajaran TIK meningkat setelah guru menggunakan model pembelajaran koperatif STAD dalam melaksanakan pembelajaran. Hasil tes akhir siswa kelas 10 SMA Victory Plus, Bekasi sudah mencapai ketuntasan hasil belajar. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran koperatif STAD efektif digunakan untuk pembelajaran TIK.Kedua, penggunaan model pembelajaran koperatif STAD dalam pembelajaran jaringan komputer dan internet dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas 10 SMA Victory Plus, Bekasi. Kemampuan siswa dapat dilihat dari hasil tesnya yang terbukti meningkat. Kalau dibandingkan hasil tes awal, tes akhir siklus 1, 2, dan 3, serta tes akhir terbukti meningkat.Siswa juga mampu menganalisis perangkat jaringan komputer dan jaringan yang ada di Sekolah Victory Plus, dengan menghitung jumlah perangkat yang digunakan dan menganalisis kegunaan perangkat tersebut. Jadi kemampuan siswa dalam menyerap materi pelajaran bukan hanya sampai tingkat pengetahuan dan pemahaman, melainkan sampai tingkat aplikasi, analisisis, dan sintesis.Ketiga, kreatifitas siswa dan kemampuan siswa dalam menyerap meteri pembelajaran dapat meningkat. Pembelajaran dengan metode koperatif menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, suasana kelas yang lebih hidup, lebih kreatif, lebih dinamis dan tidak menjenuhkan.Pada saat pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berkelompok guru lebih mudah beinteraksi dengan siswa, suasana pembelajaran lebih santai, gembira, bersemangat, dinamis, tetapi efektif.Kata Kunci : Efektivitas, pembelajaran koperatif, model STAD
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) DOSEN DI UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA (UKI) Bernadetha Nadeak
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 5 No 1 (2016): Januari
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.991 KB)

Abstract

ABSTRACT This research ivestigates the effect of organizational culture on the lecturers’ organizational citizenship behaviour at Christian University of Indonesia. The research is aimed to know whether there is an effect of organizational culture on the lecturers’ organizational citizenship behaviour or not. The method of the research used is quantitative method with a survey design. There are 314 lecturers were chosen to be the population of this researh and from the population 109 lecturers were chosen to be the sample of this research. The data of the research was collecting through a set of questionnaire. The questionnaire was given to the all of the chosen sample. After the data was collected so it was analyzed, and after that a finding was drawn. The finding is; there is an effect of organizational culture on the lecturers’ organizational citizenship behaviour at Christian University of Indonesia. By then, in order to improve the the lecturers’ organizational citizenship behaviour, so organizational culture is an important element needs considering by the higher institution whether it is public higher institution or private higher institution. Keywords: organizational culture, organizational citizenship behavior. ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang pengaruh budaya organisasi terhadap organizational citizenship behaviour dosen di Universitas Kristen Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh budaya organisasi terhadap organizationl citizenship behaviour dosen. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Adapun populasi dan sampel penelitian ini adalah berjumlah 314 orang dosen, dan terdiri dari 109 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen kuesioner. Peneliti memberikan kuesioner kepada seluruh sampel terpilih. Setelah data dianalisis maka ditemukanlah kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh budaya organisasi terhadap organizationl citizenship behaviour dosen di Universitas Kristen Indonesia. Dengan demikian, dalam rangka perbaikan organizationl citizenship behaviour dosen maka budaya organisasi menjadi elemen yang penting diperhatikan oleh lembaga-lembaga perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Kata kunci: pengaruh, budaya orgasisasi, organizational citizenship behaviour.
HUBUNGAN PEMBERDAYAAN DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KUALITAS PELAYANAN GURU STUDI DI YAYASAN PENDIDIKAN KATOLIK RICCI 1 JAKARTA BARAT Said Hutagaol; Amos Neolaka
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2 No 2 (2013): JULI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.295 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan pemberdayaan dan motivasi kerja dengan kualitas pelayanan guru. Tempat penelitian dilakukan di Yayasan Pendidikan Katolik Ricci 1 Jakarta Barat. Waktu penelitian selama 3 bulan yakni Januari sampai Maret 2012. Metode penelitian adalah penelitian survei dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah semua guru sekolah milik Yayasan Pendidikan Katolik Ricci Jakarta. Sampel penelitian adalah para guru di Yayasan pendidikan Katolik Ricci 1 Jakarta Barat yang berjumlah 45 orang. Instrumen penelitian adalah kuesioner, dan telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan uji regresi dan korelasi serta menggunakan bantuan program SPSS versi 17.00 untuk pengujian hipotesis. Hasil penelitian adalah (1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pemberdayaan dengan kualitas pelayanan guru di Yayasan Pendidikan Katolik Ricci 1 Jakarta Barat; karena dalam pengujian hipotesis diperoleh F hitung = 36,845 dan Ftabel = 4,067, maka hal ini menunjukkan bahwa Fhitung> F tabelatau 36,845 < 4,067 dan nilai probabilitas 0,000 < 0,05. (2)Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi kerja dengan kualitas pelayanan guru di Yayasan pendidikan Katolik Ricci 1 Jakarta Barat; karena dalam pengujian hipotesis diperoleh Fhitung > Ftabel atau 37,480 > 4,067 dan nilai probabilitas0,000 < 0,05.(3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pemberdayaan dan motivasi kerja secara bersama-sama dengan kualitas pelayanan guru di Yayasan Pendidikan Katolik Ricci 1 Jakarta Barat; karena dalam pengujian hipotesis diperoleh Fhitung > Ftabel atau 30,413 > 3,214 dan nilai probabilitas (sig) 0,000 < 0,05.Kesimpulannya adalah oleh karena terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pemberdayaan dan motivasi kerja secara bersama-sama dengan kualitaas pelayanan guru, maka semakin tinggi pemberdayaan dan motivasi kerja maka semakin tinggi kualitas pelayanan guru di Yayasan Katolik Ricci 1 Jakarta Barat. Oleh karena itu perlu adanya pembenahan dalam pemberdayaan guru dan motivasi kerja, agar kualitas pelayanan guru semakin baik, khususnya agar menjadi perhatian Yayasan katolik Ricci 1 Jakarta Barat. Kata Kunci : Pemberdayaan, Motivasi Kerja, Kualitas Pelayanan Guru
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH (PROBLEMSOLVING) MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN LATIHAN PEMECAHAN MASALAH MODEL POLYA TERHADAP MATERI PELUANG PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 SERAM BARAT Oktovianus Mandaku
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 1 (2015): JANUARI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.167 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika secara sistematis yang berkaitan dengan materi peluang pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Seram Barat, dan sebagai bahan informasi tentang peningkatan kemampuan memecahkan masalah bagi siswa terhadap materi peluamg dengan menggunakan latihan pemecahan masalah model POLYA.Temuan dalam penelitian ini adalah pembelajaran matematika saat ini memiliki kelemahan dasar antara lain adalah lebih terpusat pada guru. Sedangkan siswa ditempatkan sebagai objek belajar yang mengakibatkan siswa hanya menunggu proses transfer pengetahuan dari guru. Hal tersebut menyebabkan siswa menjadi individu yang kurang bahkan tidak kreatif dan seolah-olah “ harap gampang “. Salah satu kemampuan dasar yang diharapkan dari pembelajaran matematika adalah kemampuan pemecahan masalah Dari hasil tes yang diperoleh setiap siklus selalu mengalami peningkatan diantaranya pada siklus I presentase dari hasil tes adalah 43 % , pada siklus II hasil tes siswa menunjukkanpeningkatan sebesar 38,6 % yakni dari 43 % menjadi 81,6 %.Kata Kunci : Pemecahan Masalah, Model Polya, Peluang

Page 4 of 13 | Total Record : 121