cover
Contact Name
Noh Ibrahim Boiliu
Contact Email
nohibrahim.boiliu@uki.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
regulafidei@uki.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Agama Kristen, FKIP, Universitas Kristen Indonesia., Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 25028030     EISSN : 26209926     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk memublikasikan hasil kajian ilmiah di bidang Pendidikan Agama Kristen dan yang terkait dengan studi keagamaan Kristen.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020" : 7 Documents clear
Penerapan Model Pembelajaran Picture and Picture dalam Pembelajaran di Sekolah Minggu I Putu Ayub Darmawan; Diana Kristanti
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.159 KB) | DOI: 10.46307/rfidei.v5i1.38

Abstract

Sunday School is a forum for education in the church which is held with the aim of fostering members of the congregation. The learning process in Sunday school needs to continue to innovate so that the message of the Bible can be well understood. To help Sunday school children understand the Bible's message, one of the lessons that can be applied is a cooperative learning model picture and picture. The author then conducted a qualitative study to examine the application of picture and picture in learning in Sunday school. The results showed that the application of picture and picture can help increase the ability to listen and retell through sorting according to the storyline. Abstrak Sekolah Minggu adalah wadah pendidikan dalam gereja yang diselenggarakan dengan tujuan untuk membina anggota jemaat. Proses pembelajaran di sekolah minggu perlu terus berinovasi sehingga pesan Alkitab dapat dipahami dengan baik. Untuk membantu anak-anak sekolah minggu memahami pesan Alkitab, salah satu pembelajaran yang dapat diterapkan adalah cooperative learning model picture and picture. Penulis kemudian melakukan penelitian kualitatif untuk mencermati penerapan picture and picture dalam pembelajaran di sekolah minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan picture and picture dapat membantu peningkatan kemampuan menyimak dan menceritakan kembali melalui pengurutan gambar sesuai alur cerita.
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri 4 Kota Kupang dengan Menerapkan Model Pembelajaran Quantum Teaching Wasti F Bolla
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.436 KB) | DOI: 10.46307/rfidei.v5i1.41

Abstract

The purpose of this article is to find out the improvement of students' learning achievements at the State Senior High School 4 Kupang City by applying the Quantum Teaching-learning model. The method used in this paper is a type of classroom action research. The results showed that the average student learning outcomes before the study were 6.1. After learning by using the Quantum Teaching model in cycle I student learning outcomes increased to 6.6, in cycle II student learning outcomes increased to 7.3, and cycle III student learning outcomes increased to 7.9. Overall with the use of the Quantum Teaching model can improve student learning outcomes by 7.3. This means that the Quantum Teaching-learning model can improve student achievement in Christian Religious Education subjects in class XII State Senior High School 4, Kupang City.AbstrakTujuan yang di capai dalam artikel ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kota Kupang dengan Menerapkan Model pembelajaran Quantum Teaching. Metode yang di pakai dalam penulisan ini adalah jenis penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa sebelum penelitian adalah 6,1. Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model Quantum Teaching pada siklus I hasil belajar siswa meningkat menjadi 6,6, pada siklus II hasil belajar siswa meningkat menjadi 7,3 dan siklus III hasil belajar siswa meningkat menjadi 7,9. Secara keseluruhan dengan penggunaan model Quantum Teaching tersebut mampu meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 7,3. Hal ini berarti model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kota Kupang.
Kesiapan Mengajar Pendidikan Agama Kristen Berdasarkan Kurikulum 2013 pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Tunggul Yulianto; Binsar Hutasoit
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.028 KB) | DOI: 10.46307/rfidei.v5i1.47

Abstract

The students of the study program of PAK are prepared to become instructors at all levels of education at the elementary, junior, and senior high school levels. However, data is needed about the readiness of students in teaching at all levels. The range of levels from primary education or even PAUD and Kindergarten to junior high and high school levels is a very wide range. In this case, it is necessary to know which level is the choice of students to be ready to teach. Students have reasons for readiness and unpreparedness in teaching. Data is obtained, that all students are ready to teach elementary level for all teaching material. At the junior secondary level, teaching readiness decreases in line with the increasing difficulty of teaching materials on certain themes. At the high school level, students have the lowest teaching readiness because there are teaching materials that are more difficult than the level of education below. The results of the analysis found that the difficulty of teaching materials based on the 2013 curriculum in students is closely related to the learning process in tertiary institutions in terms of the types of subjects and special courses of PAK based on the 2013 curriculum. AbstrakMahasiswa prodi PAK disiapkan utuk menjadi pengajar pada semua jenjang pendidikan baik di tingkat pendidikan dasar, menengah pertama maupun menengah atas. Namun diperlukan data tentang kesiapan mahasiswa dalam mengajar pada semua jenjang tersebut. Rentang jenjang dari pendidikan dasar atau bahkan PAUD dan TK sampai dengan jenjang SMP dan SMA merupakan rentang yang sangat luas. Dalam hal ini perlu untuk diketahui pada jenjang manakah yang menjadi pilihan mahasiswa untuk siap megajar. Mahasiswa memiliki alasan-alasan tentang kesiapan dan ketidaksiapan dalam mengajar. Diperoleh data, bahwa semua mahasiswa sudah siap mengajar tingkat SD untuk semua materi ajar. Pada tingkat SMP, kesiapan mengajarnya menurun sejalan dengan meningkatnya kesulitan bahan ajar pada tema-tema tertentu. Pada tingkat SMA, mahasiswa memiliki kesiapan mengajar yang paling rendah karena adanya bahan ajar yang lebih sulit dibandingkan jenjang pendidikan dibawahnya. Hasil analisis didapat bahwa kesulitan bahan ajar berdasar kurikulum 2013 pada mahasiswa sangat berkaitan dengan proses belajarnya di perguruan tinggi dalam hal jenis mata kuliah dan mata kuliah khusus PAK yang berdasarkan kurikulum 2013.
Penanaman Nilai-nilai Kristiani bagi Ketahanan Keluarga di Era Disrupsi May Rauli Simamora; Johanes Waldes Hasugian
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.764 KB) | DOI: 10.46307/rfidei.v5i1.44

Abstract

The current era of disruption has changed the fabric of life, thus impacting specifically the resilience of the community, which in this case is the family. In other words, rapid changes, especially in the field of information and technology, if not followed by balanced and constructive filtering and utilization will make family endurance decrease. Families that do not have the resilience meant by themselves make the family in social problems. Cultivation of Christian life values is a necessity that cannot be negotiable in this era of disruption. The Christian family basically longs for a generation whose lives are ready to use and have a Christian character. The inculcation of Christian values is meant by teaching the fruits of the spirit in their lives, and thus those things that make the resilience of a family can be realized. Abstrak Era disrupsi saat ini telah mengubah tatanan kehidupan, sehingga berdampak pada secara khusus ketahanan masyarakat, yang dalam hal ini adalah keluarga. Dengan perkataan lain, perubahan yang begitu cepat, khususnya dalam bidang informasi dan teknologi, apabila tidak diikuti dengan filterisasi dan pemanfaatan secara berimbang dan konstruktif akan membuat daya tahan keluarga semakin menurun. Keluarga yang tidak memiliki ketahanan yang dimaksud dengan sendirinya membuat keluarga tersebut berada dalam masalah sosial. Penanaman nilai-nilai kehidupan yang kristiani menjadi keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi di era disrupsi ini. Keluarga Kristen pada dasarnya merindukan generasi yang hidupnya siap pakai dan memiliki karakter kristiani. Penanaman nilai kristiani yang dimaksud yaitu dengan mengajarkan buah-buah roh dalam kehidupan mereka, dan dengan demikian hal-hal itulah yang membuat ketahanan suatu keluarga dapat terwujud.
Pentingnya Kajian Teks dan Konteks Alkitab oleh Guru dalam Pembelajaran PAK Stepanus Daniel
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46307/rfidei.v5i1.46

Abstract

The Christian Religious Education Teacher (PAK) is a hero figure whose job is to preach the Gospel through his teachings, to fight against lies and errors in the world's teachings about God and His works. PAK teachers are missionaries engaged in education. PAK teachers must study and study the text and context of the Bible carefully so that they can teach the contents of the Bible properly and correctly to their students. Christian Religious Education is a means for students to experience the encounter with the Savior, so the most effective way used is one of them. dynamic interaction between text and context in PAK learning. As truth teachers, PAK teachers should know a lot about what and how the material is being taught. To support this knowledge capacity, PAK teachers need to improve the quality of their knowledge, both formally and informally. In understanding the text and context, PAK teachers do not need to be experts in interpreting the Bible, but PAK teachers are expected to understand well the contents of the text and the biblical context contained in the PAK learning. One approach that can be used to study Bible texts is the Inductive method. Abstrak Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) merupakan sosok pahlawan yang pekerjaannya adalah memberitakan Injil melalui pengajarannya, berperang melawan kebohongan dan kekeliruan pengajaran dunia tentang Tuhan dan karya-Nya. Guru PAK merupakan para misionaris yang bergerak dibidang pendidikan. Guru PAK harus mempelajari dan mengkaji teks dan kontek Alkitab dengan cermat, sehingga dapat mengajarkan isi Alkitab dengan baik dan benar kepada peserta didiknya.Pendidikan Agama Kristen merupakan sarana bagi siswa untuk mengalami perjumpaan dengan Juru Selamat, maka cara yang paling efektif yang dipakai salah satunya adalah interaksi dinamis antara teks dan konteks dalam pembelajaran PAK. Sebagai pengajar kebenaran, guru PAK sudah seharusnya tahu banyak tentang apa dan bagaimana materi yang akan diajarkannya itu. Untuk mendukung kemampuan pengetahuan tersebut, maka guru PAK sudah sepatutnya meningkatkan kualitas pengetahuannya, baik secara formal maupun informal. Dalam memahami teks dan konteks guru PAK tidak perlu menjadi ahli tafsir Alkitab namun guru PAK diharapkan memahami dengan baik isi teks dan konteks Alkitab yang tercantum dalam pembelajaran PAK.Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mempelajari teks Alkitab dengan metode Induktif.
Advance-Organizer and Team-Teaching: Suatu Strategi Mendukung Peran Guru Pendidikan Agama Kristen di Era Revolusi Industri 4.0 Yenni Septiani Purba
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46307/rfidei.v5i1.49

Abstract

PAK teachers also have a very strong influence in preparing children or students to become quality human resources. The problem faced is that some PAK teachers are not ready to face a fully digital and technology-oriented teaching system in the era of the 4.0 industrial revolution. Therefore, this study aims to provide a solution to this problem, by offering advance-organizer and team-teaching as a strategy for dealing with this problem. The author develops the concept of advance organizer, a concept pioneered by D. P. Ausubel, and applies it to the teaching strategy of team-teaching. This strategy will help PAK teachers to actively develop their own abilities, develop presentations and deliver them according to the needs of the educators. The results of this study are useful as recommendations in developing the role of PAK teachers in facing this industrial revolution era in Indonesia. Abstrak Guru PAK juga memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam mempersiapkan anak-anak atau siswa-siswi agar menjadi SDM yang berkualitas. Masalah yang dihadapi adalah sebagian Guru PAK belum siap untuk menghadapi sistem pengajaran yang serba digital dan berorientasi pada teknologi canggih pada era revolusi industri 4.0 tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberi solusi untuk masalah ini, dengan menawarkan advance-organizer dan team-teaching sebagai strategi untuk menghadapi masalah ini. Penulis mengembangkan konsep advance organizer, sebuah konsep yang dirintis oleh D. P. Ausubel, dan memberlakukannya dalam strategi pengajaran team-teaching. Strategi ini akan menolong para Guru PAK untuk aktif mengembangkan kemampuan diri, mengembangkan presentasi dan menyampaikannya sesuai dengan kebutuhan naradidik. Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai rekomendasi dalam mengembangkan peran guru PAK untuk menghadapi era revolusi industri ini di Indonesia.
Dimensi Misi Eskatologis dalam Pendidikan Kristen Mulyo Kadarmanto
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46307/rfidei.v5i1.48

Abstract

This paper aims to find correlation between eschatological study and Christian education which seems to have no meeting point. Through literature study, this research intends to recognize the essence of both fields and indicate the correlation. It is that eschatological study, which seems to have future quality, is a study that cannot neglect the present whereas Christian education cannot get away from responsibility in the future. Christian education has dimension of eschatological mission in its responsibility for the present and the future that can be considered as a meeting point. In this dimension of eschatological mission, Christian education has the calling to spread the gospel of Jesus Christ that renews students, and becomes agent that help students identifying themselves as Christ’s disciples so that they can carry out their roles in present life. Particularly, contributing in the Program Penguatan Pendidikan Karakter carried out by government in facing global competition. Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk menemukan korelasi antara studi eskatologi dan pendidikan Kristen, yang sering terlihat tidak adanya titik temu antara kedua bidang tersebut. Melalui studi literature penelitian ini akan berupaya untuk melihat hakekat dan menunjukan korelasi diantara keduanya, bahwa studi eskatologi yang terkesan bersifat keakanan adalah studi yang tidak dapat mengabaikan masa saat ini, demikian sebaliknya pendidikan Kristen tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab di masa yang akan datang. Pendidikan Kristen memiliki dimensi misi eskatologis dalam tanggung jawabnya bagi masa kini dan yang akan datang, yang dapat dikatakan sebagai titik temu. Dalam dimensi misi eskatologis ini, pendidikan Kristen memiliki panggilan untuk menyuarakan Injil Yesus Kristus yang dapat memperbaharui nara didik, dan menjadi agen yang menolong naradidik untuk dapat mengidentifikasi diri mereka sebagai murid Kristus, sehingga dapat mewujudkan perannya dalam kehidupan di masa kini. Khususnya, berkontribusi dalam Program Penguatan Pendidikan Karakter yang diusung pemerintah dalam menghadapi kompetisi global.

Page 1 of 1 | Total Record : 7