cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Media Agribisnis (MeA)
ISSN : 25487027     EISSN : 25416898     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Media Agribisnis (MEA) dipublikasikan dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan dua kali dalam setahun. Jurnal ini mempublikasikan paper ilmiah hasil penelitian dan review bidang ilmu ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas meliputi ekonomi produksi agribisnis, efisiensi dan risiko agribisnis, perubahan teknologi dan kelembagaan agribisnis, penyuluhan dan pengembangan kapasitas pelaku agribisnis, pembiayaan agribisnis dan usaha kecil, perdagangan produk agribisnis, agroindustri dan rantai pasok agribisnis serta aspek penting lainnya yang terkait dengan pengembangan agribisnis.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018): April" : 5 Documents clear
PENDAPATAN USAHATANI NANAS (Ananas Comosus L.) DI DESA TANGKIT BARU KECAMATAN SUNGAI GELAM KABUPATEN MUARO JAMBI Revenue Of Pineapple Farming (Ananas comosus L.) In Tangkit Baru Village Sungai Gelam Sub-District Muaro Jambi Regency. Asmaida Asmaida; Zarkasih Zarkasih
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 3, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.323 KB) | DOI: 10.33087/mea.v3i1.28

Abstract

This research was conducted in Tangkit Baru Village, Sungai Gelam Sub-District, Muaro Jambi Regency. The location was selected purposively based on that this village has produced the highest pinapple among the villages in the sub district. The research took place since june 2017. This research aims was to find out the description of the business activities of pineapple farming, production costs and income obtained by farmers from the pineapple farming business in Tangkit Baru Village, Sungai Gelam Sub-District, Muaro Jambi Regency. The number of samples taken in this research were 101 farmers which taken by simple random sampling method. To know the description of pineapple farming activity in the research area was analized by descriptive analysis. The results of this research concluded that the income of pineapple farming was quite high with the average farmer income of Rp. 26,866,616,-/Ha/Year. Beside average, total cost was Rp. 2.646.184,-/Ha/Year, while the total revenue was Rp. 29.512.800,-/Ha/Year.Keywords: Income, Pinapple, ProductionAbstrakPenelitian ini dilakukan di Desa Tangkit Baru, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Lokasi dipilih secara purposif  berdasarkan desa ini menghasilkan nanas tertinggi di antara desa-desa di kecamatan Sungai Gelam. Penelitian ini berlangsung sejak Juni 2017.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kegiatan usaha budidaya nanas, biaya produksi dan pendapatan yang diperoleh petani dari usaha budidaya nanas (Ananas comosus L.) di Desa Tangkit Baru, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 101 rumah tangga petani (RTP) yang dipilih secara acak (simple random sampling). Untuk mengetahui gambaran aktivitas budidaya nanas di daerah penelitian dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendapatan usahatani nanas di daerah penelitian cukup besar dengan rata-rata pendapatan petani sebesar Rp. 26.866.616 per hektar per tahun. Selain pendapatan, biaya total yaitu Rp. 2.646.184,-/Ha/Tahun, sedangkan  total penerimaan Rp. 29.512.800,-/Ha/Tahun.Kata kunci: Pendapatan, nanas, produksi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PETANI KARET (Hevea Brasiliensis) DI DESA BARU KECAMATAN MESTONG KABUPATEN MUARO JAMBI Pariyanto Pariyanto; Rizki Gemala Busyra
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 3, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.881 KB) | DOI: 10.33087/mea.v3i1.33

Abstract

This research was conducted in June 2017 at Baru Village of Mestong Sub-district of Muaro Jambi Regency.The purpose of this research is to know the description of the revenue of rubber farmer, and the influence of independent variables (Rubber Production, Price, Plant Age, Education Level, Types of Seeds, and Tapping Technique) to the revenue of rubber farmers. The research used survey method,completed by Random sampling design with 64 farmers as a sample or 15% of the population (427 farmers).               The analysis used descriptive method and multiple regression. The result showed that the average of rubber farmerrevenue in this research was Rp.87.453,95 / Ha / Period and simultaneously independent variables give significant influence to the farmer revenue. While partially, rubber production, seed type, and tapping technique hadsignificant effect to the farmer's revenue, while rubber price, age of plant, and education level did not have significantly influence to revenue of rubber farmer.Keywords: Rubber, Revenue, Factor, Influence AbstrakPenelitian ini dilaksanakan di Desa Baru Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi.Penelitian dilaksanakan bulan Juni 2017.Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran penerimaan usahatani karet , dan pengaruh variabel bebas (Produksi Karet, Harga, Umur Tanaman, Tingkat Pendidikan, Jenis Bibit, dan Teknik Penyadapan) terhadap penerimaan petani karet.Metode penelitian adalah menggunakan metode survey.Teknik pengambilan sampel secara acak (random sampling) dengan jumlah sampel 64 rumah tangga petani (Petani) atau sebesar 15% dari populasi (427 Petani).Alat analisis menggunakan metode deskriptif uji regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukan rata-rata penerimaan usahatani karet di daerah penelitian adalah Rp.87.453,95/Ha/Sadapdan secara simultan variabel-variabel bebas memberikan pengaruh secara nyata terhadap penerimaan petani.Sedangkan secara parsial produksi karet, jenis bibit, dan teknik penyadapan berpengaruh nyata terhadap penerimaan petani, sedangkan harga karet, umur tanamam, dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh secara nyata terhadap penerimaan petani karet.Kata Kunci :Karet, Penerimaan, Faktor, Pengaruh
DAMPAK PROGRAM USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN ( PUAP ) TERHADAP KEKUATAN EKONOMI PETANI DI DESA TANAH TUMBUH KECAMATAN RENAH MENDALUH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Mandala Saputra; Siti Abir Wulandari
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 3, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.995 KB) | DOI: 10.33087/mea.v3i1.34

Abstract

This research was conducted at Tanah Tumbuh Village Renah Mandaluh Subdistrict, Tanjung Jabung Barat Regency, in January 2017. The number of sample farmers in this research were 77 farmers, survey method was used to collect data. The research objectives were: 1) To know the description of PUAP program 2) To know the economic strength before and after the PUAP existing.Description analisis and wilcoxson test were applied in this research.The result of the research showed that before the existing of PUAP the farmers economic strength of the people in Tanah Tumbuh Village was still low, it can be seen from the income, farming development, and capital amenity, it can be seen from the data that there were 43 farmers with low economic strength and 34 farmers with moderate economic strenght none of farmers that showed high economic strenght. After the PUAP axisting economic strength had increased the majority of people have had economic strength in the medium category of 61 farmers, for the low category decreased to 13 farmers and there are even already high category as much as 3 farmers. It was showed that Rural Agribusiness Development Program called PUAP had a significant effect on the changing of economic strenght condition.Keywords: Program, Farmers, Financial assistent, farming Development                        AbstrakPenelitian ini dilakukan di Desa Tanah Tumbuh Kecamatan Renah Mandaluh Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pada  bulan  Januari  2017. Petani  sampel  dalam  penelitian  ini sebanyak  77  RTP. Tujuan penelitian yaitu: 1) Mengetahui gambaran PUAP  2)  Mengetahui  gambaran  kekuatan  ekonomi  petani  sebelum  dan  sesudah  adanya  PUAP,  3)  Mengetahui  kekuatan  ekonomi  petani  sebelum  dan  sesudah  adanya  PUAP. Alat analisis yang digunakan adalah uji wilcoxson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelumkehadiran PUAP kekuatan ekonomi masyarakat di Desa Tanah Tumbuh masih tergolong rendah. Hal  tersebut  terlihat  dari  pendapatan, pengembangan  usaha,  dan  kemudahan  mendapatkan  modal  yang  masih  rendah. Hal tersebut terlihat dari data terdapat 43 RTP yang kekuatan ekonomi rendah dan 34 RTP masyarakat yang kekuatan ekonomi  sedang. Setelah  adanya  PUAP  kekuatan  ekonomi mengalami peningkatan yaitu mayoritas masyarakat telah memiliki kekuatan ekonomi yang dalam kategori sedang  yaitu sebanyak 61 RTP, untuk kategori rendah mengalami penurunan menjadi 13 RTP dan bahkan ada yang sudah kategori tinggi  sebanyak 3 RTP. Disimpulkan  bahwa  Program  Pengembangan  Usaha  Agribisnis  Pedesaan  (PUAP)  berpengaruh  signifikan  terhadap  perubahan  kondisi kekuatan ekonomi di Desa Tanah Tumbuh.Kata kunci : Petani , Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan ( PUAP ) Kec. Renah  Mendaluh
PERBANDINGAN ASPEK EKONOMI USAHATANI PADI SAWAH SISTEM JAJAR LEGOWO DAN SISTEM TEGEL DI DESA PUDAK KECAMATAN KUMPEH ULU KABUPATEN MUARO JAMBI Nida Kemala; Bayu Pratama
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 3, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.553 KB) | DOI: 10.33087/mea.v3i1.29

Abstract

AbstractThis study was conducted in Pudak Village, Kumpeh Ulu District, Muaro Jambi Regency.The research focused on an economic corner included farmer income, R/C ratio and the difference of both farmer income and R/C ratio between “Jajar Legowo” and “Tegel” cultivation system. Total population were 424 so the number of sample was 64 farmers (15%), and was taken by proportional random sampling methode. While the method of research analysis was used description analysis. The prospect of this research aimed to supply a substance  and information tobe use for both to do the  further research or decision making. The result showed that the farmer income average of the farmer that applied “Jajar Legowo” cultivation  system was Rp 13.477.962/Ha/Period, while those farmer that used “Tegel” cultivation  system showed Rp 6.711.465/Ha/Period. R/C Ratio for both system were 2,23 and 1,79 respectively. This ratio showed that both system were reasonable to be continued.   There showed  a significanttly difference on both farmer income and R/C  ratio between the two different cultivation system (“Jajar Legowo” and “Tegel” cultivation system) Keywords: paddy, income, R/C ratio                                                                                    AbstrakPenelitian ini dilakukan di Desa Pudak,  Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini difokuskan pada Kajian kondisi ekonomi petani (pendapatan dan R/C rasio) dalam usahatani tanaman padi dengan sistem jajar legowo dan sistem tegel. Jumlah populasi sebanyak 424 RTP maka jumlah sampel sebanyak 64 RTP yang ditentukan dengan metode “proporsional random sampling”. Sedangkan metode analisis gunakan analisis deskriptif. Prospek penelitian ini adalah untuk memberikan bahan dan sumber informasi bagi pihak yang berkepentingan baik untuk melakukan penelitian lebih lanjut maupun untuk dasar pengambilan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan yang diperoleh petani sampel dari usahatani padi dengan sistem jajar legowo sebesar Rp 13.477.962/Ha/MT. Sedangkan Rata-rata pendapatan yang diperoleh petani sampel dari usahatani padi sawah yang menggunakan sistem tanam tegel sebesar Rp 6.711.465/Ha/MT. R/C Ratio untuk usahatani padi sawah yang menggunakan sistem jajar legowo dengan tegel adalah 2,23 dan 1,79. Artinya usahatani padi sawah yang menggunakan sistem tanam jajar legowo maupun sistem tegel sama-sama menguntungkan dan layak. Terdapat perbedaan yang nyata pada  pendapatan dan R/C ratio usahatani padi dengan sistem jajar legowo dan sistem tegel di Desa Pudak,  Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.Kata kunci : padi, pendapatan,R/C ratio
PENDAPATAN USAHATANI BAYAM (Amaranthus sp) DAN KONTRIBUSI TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA PETANI DI KELURAHAN LINGKAR SELATAN KECAMATAN JAMBI SELATAN KOTA JAMBI Rogayah Rogayah; Oci Mala
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 3, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.56 KB) | DOI: 10.33087/mea.v3i1.32

Abstract

Kelurahan Lingkar Selatan pengembangan komoditas sayuran khususnya bayam memiliki nilai ekonomis. Pendapatan keluarga petani tidak hanya bersumber dari usahtani bayam, tetapi ada yang diperoleh dari non usahatani bayam.Penelitian ini dilakukan karena ingin melihat bagaimana gambaran tentang kegiatan tentang usahatani bayam, bagaimana penggunaan input dan biaya produksi, seberapa besar pendapatan usahatani bayam, seberapa besar pendapatan non usahatani bayam dan seberapa besar kontribusi pendapatan usahatani bayam terhadap pendapatan keluarga petani di Kelurahan Lingkar Selatan Kecamatan Jambi Selatan. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 41 rumah tangga petani (RTP) secara acak sederhana (Simple random sampling).Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa umur panen tanaman bayam berumur 20 hari, tenaga kerja yang bekerja diambil dalam keluarga dengan rata-rata 2 orang, penanaman dilakukan seminggu sebelum pemupukan. Panen tanaman bayam dengan cara dicabut dari pangkal batangnya. Rata-rata luas lahan 168,29, Rata-rata biaya produksi usahatani bayam sebesar Rp. 186.372 per musim tanam yang terdiri dari biaya  tetap sebesar Rp. 14.274 per musim tanam dan biaya tidak tetap Rp. 172.098 per musim tanam, rata-rata biaya produksi usahatani bayam sebesar Rp. 1.168  /MT yang terdiri dari biaya tidak tetap sebesar Rp. 1.069   dan biaya tetap Rp. 99.Rata-rata pendapatan usahatani bayam petani sampel sebesar Rp. 609.228 per musim tanam dan Rp.3.575 .Kontribusi pendapatan usahatani bayam terhadap pendapatan keluarga petani dengan rata-rata kontribusi pendapatan sebesar 62,3 %. Jadi dapat disimpulkan bahwa usahatani bayam di Kelurahan Lingkar Selatan Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi mempunyai kontribusi yang mencapai lebih dari 50 % terhadap pendapatan total keluarga petani.

Page 1 of 1 | Total Record : 5