cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kerinci,
Jambi
INDONESIA
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 26156547     EISSN : 18581080     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan (e-ISSN 2615-6547, p-ISSN 1858-1080 is a peer-reviewed (double blind review) journal published by Faculty of Education and Teacher Training, State Islamic Institute of Kerinci. The goal of this journal is to facilitate scholars, researchers, and teachers for publishing the original research articles or review articles. Jurnal Tarbawi published two editions in one year in July and December.
Arjuna Subject : -
Articles 273 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN MATHEMATICAL HABITS OF MIND MAHASISWA MATEMATIKA Bukhari Ahmad; Ria Deswita; Febria Ningsih; Syafriadi Syafriadi
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2017): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan pemecahan masalah matematis dan mathematical habits of mind. Kemampuan pemecahan masalah matematis dan mathematical habits of mind perlu dikembangkan pada mahasiswa. Sehingga diperlukan sebuah model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan mathematical habits of mind. Oleh karena itu, dipilih model pembelajaran Connecting-Organizing-Reflecting-Extending (CORE) dengan pendekatan scientific. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dan mathematical habits of mind. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semseter I Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Kerinci. Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket mathematical habits of mind matematis. Analisis data menggunakan Independent t-test dan uji proporsi. Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa 1) kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa yang memperoleh pembelajaran model CORE dengan pendekatan scientific lebih baik daripada mahasiswa yang memperoleh pembelajaran biasa, 2) tidak terdapat perbedaan mathematical habits of mind antara mahasiswa yang memperoleh pembelajaran model CORE dengan pendekatan scientific dan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran biasa
STUDI KASUS TERHADAP MAHASISWA YANG MENIKAH SAAT MENEMPUH MASA KULIAH Dosi Juliawati
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2017): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya mahasiswa yang memutuskan menikah muda di saat sedang menempuh masa kuliah sehingga ada peran ganda yang dijalani oleh mahasiswa tersebut dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam melanjutkan pendidikan dan berkeluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap motivasi mahasiswa menikah muda, kehidupan pernikahan, perubahan setelah menikah dan kegiatan perkuliahan yang dijalaninya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrinsik. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Kerinci yang sudah menikah dan sedang menjalankan masa kuliah sebanyak 2 orang informan kunci dan 1 orang informan tambahan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur dan di analisis dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa motivasi menikah pasangan AG dan RN yaitu karena takut berbuat dosa, karena rasa kasih sayang dan cinta di antara mereka, untuk membuka pintu rezeki dan dorongan dari orangtua mereka. Bentuk kehidupan pernikahan mereka terkait dengan penyesuaian diri dengan pasangan dan keluarga pasangan mempunyai kendala dengan bahasa sehari-hari karena mereka beda budaya. Untuk masalah ekonomi, pasangan ini sudah bisa mandiri tanpa bantuan dari orangtua mereka termasuk biaya kuliah SPP semester. Perubahan partisipan setelah menikah secara pribadi mereka meresa lebih dewasa dengan bertambahnya tanggung jawab sehingga secara psikologis sedikit membebani mereka dan secara psikologis mereka sudah mendapatkan rasa kasih sayang dan perhatian dari pasangan mereka. Kemudian secara sosial, mereka sudah jarang berkumpul dengan teman-teman kuliah mereka. Perkuliahan yang mereka jalni tidak memiliki kendala yang berarti, hal ini dikarenakan mereka memiliki manajemen tugas dan manajemen waktu yang baik, memiliki rasa tanggung jawab dan memiliki rasa sosial yang baik antar sesama.
ANALISIS TRANSAKSIONAL MEDIA AUM KONSELING TERHADAP POLA KOMUNIKASI BAHASA VERBAL MAHASISWA BIMBINGAN KONSELING ISLAM IAIN KERINCI Nuzmi Sasferi
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2017): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadi kegagalan dalam komunikasi antar pribadi menggambarkan bahwa suatu tindakan dan bentuk komunikasi baik verbal maupun non verbal tidak berjalan dengan maksimal. Agar gejala tersebut tidak terus berkembang, maka salah satu usaha yang dapat digunakan adalah konseling melalui pendekatan Analisis Transaksional. Analisis Transaksional menekankan pada aspek kognitif, rasional dan tingkah laku dari kepribadian. Disamping itu, pendekatan ini berorientasi pada peningkatan kesadaran sehingga konseli dapat membuat keputusan baru dan mengganti arah hidupnya. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research). Temuan penelitian menunjukkan bahwa bentuk Pola Interaksi Bahasa Verbal Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam IAIN Kerinci dalam Memahami Media AUM Konseling, meliputi; objektifitas, akurasi dan kelogisan penalaran yang diberikan terhadap pola komunikasi verbal terdapat kelemahan dalam aktifitas analisis berbahasa yang mencakup; Kata sukar dimengerti khususnya komunikan, Kesalahpahaman pemikiran, Pola kalimat pesan yang membingungkan penerima pesan, Perbedaan budaya antara komuniktor dengan komunikan.
MANHAJ PENDIDIKAN NON FORMAL DI MUSHALLA JAMI’ATUL AHSANIAH DESA HIANG LESTARI KECAMATAN SITINJAU LAUT Nur Asyiah
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2017): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar elakangi oleh betapa tingginya motivasi para ulama dalam tarbiyah islamiah dan dakwah islamiah dengan mendidrikan rumah ibadah berupa mushalla, serta sambutan yang hangat dari masyarakat, terutama ibu-ibu dan bapa-bapak dalam tarbiyah islamiah ini dengan mengikuti pengajian majlis ta’lim di desa Hiang Lestari. Tujuan penulisan ini adalah untuk untuk mengetahui proses pendidikan yang dilakukan oleh masyarakat untuk masyarakat, baik dari segi metode, arah pendekatan, bentuk, serta materi dalam majlis ta’lim di mushalla Jami’atul Ahsaniah Desa Hiang Lestari Kecamatan Sitinjau Laut Penelitian ini dilakukan di Desa Hiang Lestari. Data dan informasi diperoleh dari hasil observasi terhadap kegiatan penelitian, wawancara bebas mendalam terhadap ustadz responden, dan analisis dokumen berupa data hasil wawancara survei dan dokumentasi di lokasi penelitian. Secara umum hasil penelitian menunjukkan bentuk manhaj pendidikan non formal di majlis ta’lim yang merupakan wadah tarbiyah islamiah , bentuk materi yang diajarkan dan metode dalam mengajarkan materi disesuaikan dengan kebutuhan majlis, dalam kehidupan sehari-hari, dan wahana dakwah islamiah. Manhaj tersebut sangat relevan dengan kondisi dan kebutuhan di majlis ta’lim di mushalla Jami’atul Ahsaniah. Tulisan ini mengajukan saran kepada pada asatidz, anggota masyarakat, baik, orang tua serta para bapak, ibu majelis taklim hendaknya benar-benar memberikan perhatian terhadap pendidikan, terutama yang berkaitan dengan aqidah akhlak dan ibadah, serta menyiapkan masa depan islam yang lebih maju, dan menjadikan mushalla sebagai wadah tarbiyah islamiah dan da’wah islamiah untuk semua kalangan, termasuk para remaja yang sudah berkurang minat dan perhatiannya untuk mengaji dan menimba ilmu pengetahuan agama. Menuntut agama tidak hanya menunggu kita sudah tua saja. Tapi jadikan ilmu agama sebagai kebutuhan dalam kehidupan dunia dan akhirat.
MODEL PEMBELAJARAN AKHLAK TRANSFORMATIF BERBASIS INVESTIGASI KELOMPOK Hasrinal Bakri
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2017): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemunculan istilah pembelajaran dalam sistem pendidikan nasional mem-bawa konsekuensi terhadap pergeseran paradigma yang cukup mendasar. Jika pada konsep pengajaran akan memunculkan kondisi teacher center, maka pada konsep pembelajaran pendidik (guru, dosen, dan sebutan lainnya) lebih berfungsi sebagai fasilitator dan dinamisator yang memungkinkan peserta didik mengambil sebagian besar peran dan fungsi guru, misalnya dengan belajar secara mandiri ataupun berkelompok (group and individual learning). Kondisi pembelajaran ini kemudian dikenal dengan student centered learning. Pada sebagian madrasah yang masih menuansai praktik pendidikannya dengan paradigma pengajaran ternyata hanya mampu menghantarkan siswanya pada kondisi mengetahui Islam bukan pada kondisi bagaimana seharusnya mempraktikkan ajaran Islam dengan benar dalam kehidupan. Diantara dampak penggunaan paragdigma pengajaran itu dapat dilihat dari fenomena kemerosotan akhlak dalam kehidupan sebagian masyarakat moderen yang semakin mengha-watirkan, terutama di kota-kota besar. Kemerosotan akhlak tersebut ternyata tidak saja menyusupi kehidupan orang dewasa, justru telah menjalar pula kepada tunas-tunas muda, usia sekolah menengah yang pada saatnya nanti diharapkan dapat melanjutkan perjuangan menegakkan kebenaran, keadilan, dan harmoni. Salah satu implikasi yang perlu diperjuangkan adalah upaya yang sungguh-sungguh memperbaiki praktik pembelajaran akhlak dan pembelajaran lainnya pada lembaga pendidikan Islam dalam bentuk pengembangan model pembelajaran yang lebih bermakna (meaningful), integratif (integrative), berbasis nilai (value based), menantang (challenging), dan aktif (active), sehingga mampu mentran-sformasi pengetahuan dan pemahaman tentang akhlak menjadi kesadaran ber-akhlak. Suatu pembelajaran akan lebih bermakna bila siswa merasakan isi dan manfaat kurikulum karena relevan bagi kehidupannya. Integratif ketika materi pelajaran mencakup sisi spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik siswa. Berfokus pada nilai-nilai akhlak mulia tercermin melalui isi pelajaran dan ke-giatan belajar yang diseleksi, penataan kelas dan sistem pendukung, penegakan aturan kelas, dan membelajarkan siswa dari pengalaman belajar mereka sendiri, orang lain, dan tentang Islam.
THE KINSHIP’S ADDRESSING TERM OF SUNGAI LIUK DIALECT OF SUNGAI PENUH REGENCY Toni Indrayadi
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2017): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini ditulis untuk mengetahui bagaimana masrakat sungai menyapa orang-orang yang memiliki hubungan pertalian darah dengan nya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif qualitative. Data penelitian ini adalah hasil observasi dan wawancara dengan subject penelitian yang merupakan penduduk tetap Desa Sungai Liuk. Hasil penelitian deskriptif ini menunjukkan bahwa masyarakat Sungai Liuk memiliki sapaan yang berbeda terhadap orang-orang yang memiliki pertalian darah denga mereka, mulai dari bapak (abak) sampai ke cucu (grand son and grand dughter). Sapaan yang digunakan harus sesuai dengan hubungan pertalian darah yang ada serta status didalam pertalian darah itu sendiiri.
The History Learning Activities and Outcomes in Inquiry and Expository Learning Model: Do Both Make a Difference? Jumaisa Jumaisa
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2021): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v17i1.652

Abstract

This research examines student learning activities and outcomes in the inquiry and expository learning model at SMA Negeri 14 Makassar. The research used the experimental design. The sample of this research was all students at the Class X IIS of SMA Negeri 14 Makassar. It consisted of two groups: students of Class X IIS2 as the experimental group and Class X IIS1 as the control group. The sample of this study was carried out using the Cluster Random Sampling technique. The data analysis technique used an independent sample t-test. The results found differences in the activities and learning outcomes of students' history taught using the inquiry and expository learning models. The activities and learning outcomes of the history of students taught by the inquiry learning model are better than those taught by the expository learning model.
The Development of Learning Materials for Multicultural-Based Civic Education to Improve Students’ Learning Achievements Kurniawan Kurniawan; Wachidi Wachidi; Turdjai Turdjai; Wasidi Wasidi
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2021): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v17i1.982

Abstract

The research objective is to produce learning materials for multicultural-based Civic Education to improve students’ learning achievements. The development of this learning material applies the ADDIE model. The subjects of this study were four experts as validators, and at the evaluation stage, a quasi-experiment was carried out with a sample of 90 students. The population of quasi-experiment is students of Teacher Education of Elementary School Study Program of State Islamic Institute of (IAIN) Curup. The sample was selected through a purposive technique. The research instruments are validation sheets, practicality sheets, and achievement tests. The achievement test data were analyzed using covariate analysis (ANCOVA). The data analysis results state that multicultural-based Civic Education learning materials have met a high level of validity based on expert reviews and empirical tests. It has also met a high level of practicality. The multicultural-based Civic Education learning materials have met a high level of effectiveness, and the learning achievements of students who are taught with these learning materials are better than the learning achievements of students who are taught conventionally.
LATIHAN ASERTIF BAGI SISWA KORBAN BULLYING DI SEKOLAH Dosi Juliawati
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2016): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan istilah untuk tindakan kekerasan atau penindasan yang dilakukan oleh pihak yang lebih kuat baik dari segi umur, kekuatan, kekuasaan kepada pihak yang lemah. Bentuk dari perilaku bullying yaitu bullying fisik, bullying verbal dan bullying mental/psikologis yang dapat berdampak buruk kepada korbannya, seperti lebam, luka, sakit, penakut, dan lain sebagainya dan untuk jangka panjang yaitu terganggunya kondisi psikologis dan penyesuaian sosial yang buruk. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor memiliki peranan penting dalam mencegah dan menanggulangi bullying di sekolah salah satunya dengan latihan asertif.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING/KONSELOR DALAM MENGURANGI TINGKAT PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA DI SEKOLAH Dosi Juliawati
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2016): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan penundaan yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang memulai maupun menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan bidang akademik, sehingga menghambat kinerja dalam rentang waktu terbatas yang akhirnya menimbulkan perasaan cemas pada pelakunya. Guru BK/Konselor memiliki peranan penting dalam mengurangi tingkat prokrastinasi akademik siswa di sekolah dengan memberikan pelayanan yang efisien dan komprehensif kepada seluruh siswa dalam menangani perilaku prokrastinasi akademik siswa.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2025): Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 1 (2025): Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 20 No. 2 (2024): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 20 No. 1 (2024): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2023): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 19 No. 1 (2023): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2022): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2022): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2021): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2021): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2020): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2020): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 15 No 02 (2019): Vol 15 No 02 (2019): Jurnal Tarbawi: Jurnal Ilmu-ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2019): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Tarbawi: Jurnal Ilmu-ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2019): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 14 No 1 (2018): Volume 14 Nomor 1 Juli 2018 Vol. 14 No. 2 (2018): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Tarbawi: Jurnal Ilmu-ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2018): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2017): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 13 No 2 (2017): Tarbawi Vol 13 No 1 (2017): Tarbawi Vol 13 No 1 (2017): Tarbawi Vol. 13 No. 1 (2017): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2016): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2016): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 1 No 2 (2016) Vol 1 No 2 (2016) Vol 1 No 1 (2016) More Issue