cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah KORPUS
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 26146614     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah KORPUS merupakan jurnal Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNIB. Jurnal ini memuat dan menyebarluaskan hasil kajian ilmiah dan hasil-hasil penelitian mahasiswa dan dosen yang terpilih tentang bahasa, sastra, dan pengajarannya. KORPUS terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
T Konflik sosial dalam novel bulan terbelah di langit Amerika karya Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra (Kajian Sosiologi Sastra): Konflik sosial dalam novel bulan terbelah di langit Amerika karya Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra (Kajian Sosiologi Sastra) Tiara, Tiara Lovita
Jurnal Korpus Vol 7 No 1: April 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i1.26506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud tindak tutur ilokusi asertif dan wujud tindak tutur ilokusi direktif yang digunakan dosen dan mahasiswa pada kegiatan akademik Daring di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan dalam rekaman video kegiatan akademik daring yang sudah dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia tahun akademik 2020 sampai 2022. Data dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung wujud tindak tutur ilokusi asertif dan tindak tutur ilokusi direktif dalam kegiatan interaksi antara dosen dan mahasiswa pada saat kegiatan akademik daring di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mentranskripsi data, (2) mengidentifikasi data, (3) mengklasifikasikan data, (4) menginterpretasikan data, (5) menyimpulkan data. Hasil penelitian ini ditemukan data tindak tutur ilokusi asertif yang terdiri (1) tindak tutur asertif menyatakan menggunakan penanda lingual “Baik, materi pertama yaitu relasi leksikal” yang digunakan penutur diawal konteks tuturan untuk menyatakan informasi kepada mitra tutur, (2) tindak tutur asertif menegaskan menggunakan penanda lingual dengar “Hesti? Bisa dengar?” berupa pengulangan kata atau kalimat dan penanda lain berupa penekanan intonasi pada kata atau kalimat yang ditekankan dan ditegaskan, (3) tindak tutur asertif menyimpulkan menggunakan penanda lingual berupa kata “jadi” dan intinya yang dituturkan diakhir konteks tuturan untuk menyimpulkan suatu pokok bahasan, (4) tindak tutur asertif mengusulkan menggunakan penanda lingual “kalo boleh saya mengusulkan nih ya” dugunakan untuk mengusulkan saran, ide, dan (5) tindak tutur asertif melaporkan menggunakan penanda lingual kata “melaporkan” dalam tuturan yang diucapkan, Dalam penelitian ini tidak ditemukan wujud tindak tutur asertif membual, tindak tutur asertif mengeluh dan tindak tutur asertif mengemukakan pendapat. Data tindak tutur ilokusi direktif terdiri (1) tindak tutur direktif memerintah/menyuruh  menggunakan  penanda  lingual  kata  “silahkan/dipersilahkan”,  boleh, siapkan, coba dan ayo” yang digunakan untuk menyuruh seseorang agar melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan, (2) direktif meminta menggunakan penanda lingual kata tolong, izin, boleh, bagaimana ya, coba, gimana dan “minta pamit ya”, (3) tindak tutur direktif memberi nasihat menggunakan “banyak-banyak belajar nak ya” digunakan dalam konteks untuk menasehati mitra tutur, dan (4) direktif menyarankan menggunakan penanda lingual berupa “lebih baik” dan “saran saya”. Dalam penelitian ini tidak ditemukan wujud tindak tutur direktif memesan, tindak tutur direktif memohon dan tindak tutur direktif menuntut.
Keterampilan Berbicara Melalui Praktik Berpidato Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Bengkulu Agus Joko Purwadi; Didi yulistio
Jurnal Korpus Vol 7 No 1: April 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i1.28812

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keterampilan berbicara melalui praktik berpidato Siswa kelas XI-E MIPA SMA Negeri 2 Kota Bengkulu. Ruang lingkup penelitian praktik berpidato ini mencakup penguasaan aspek kebahasaan dan nonkebahasaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25-27 September 2022 semester ganjil 2022/2023. Populasi penelitian seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Kota Bengkulu yang terdiri dari 7 kelas atau sebanyak 245 orang. Sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling (berdasarkan tujuan khusus), siswa kelas XI-E MIPA sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik tes praktik berpidato. Instrumen penelitian berupa rubrik penilaian keterampilan berpidato siswa meliputi aspek (1) kebahasaan mencakup lima unsur dan (2) nonkebahasaan mencakup lima unsur. Teknik analisis data menggunakan rumus rerata dan hasil akhir secara kualitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa keterampilan berbicara melalui praktik berpidato Siswa Kelas XI-E MIPA SMAN 2 Kota Bengkulu berkategori baik dengan skor rerata 78,3. Hal ini didasarkan pada pencapaian (1) aspek kebahasaan berkategori baik dengan skor rerata 7,97 yang terdiri atas lima unsur (a) kesesuaian isi dengan tema berpidato, (b) ketepatan lafal, intonasi, dan jeda dalam berpidato, (c) kesesuaian struktur teks (pendahuluan, isi, dan penutup) berpidato, (d) diksi dan kalimat dalam berpidato, dan (e) penguasaan gaya berbicara formal dalam berpidato dan (2) aspek nonkebahasaan berkategori baik dengan skor rerata 7,68, juga terdiri atas lima unsur meliputi (a) kelancaran berpidato, (b) kepercayaan diri dan keberanian dalam berpidato, (c) konsentrasi dan pengembangan wawasan, (d) penampilan mimik, pandangan mata, gerakan badan, dan cara berdiri, dan (e) cara berpakaian formal dan kerapian. Hasil pencapaian maksimal diperoleh hanya pada unsur kesesuaian isi dengan tema. Saran untuk peningkatan keterampilan praktik berpidato siswa perlu mendatangkan juara nasional berpidato sebagai motivator dan inspirator.
BAHASA GAUL TUTOR DI APLIKASI BIMBINGAN BELAJAR ONLINE ZENIUS Hasanah, Titin
Jurnal Korpus Vol 7 No 2: Agustus 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i2.17156

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa gaul dan pembentukan bahasa gaul yang digunakan oleh tutor di aplikasi bimbingan belajar online Zenius. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan tutor di dalam video aplikasi bimbingan belajar online Zenius. Data dalam penelitian ini berupa tuturan yang mengandung bahasa gaul yang digunakan oleh tutor mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Sosiologi di aplikasi bimbingan belajar Online Zenius. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Teknik pengolahan data yang dilakukan ada lima tahap yaitu (1) pentranskripsian data, (2) pengidentifikasian data, (3) pengklasifikasian data, (4) penginterpretasian data, dan (5) penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bahasa gaul dengan menyisipkan bentuk kata verba, nomina, pronomina, ajektiva, adverbia, konjungsi, preposisi, demonstrativa, interjeksi, dan kategori fatis. Serta bentuk frase nomina, pronomina, verba, keterangan, dan frase depan, sementara pada klausa terdapat bentuk klausa verba. Tujuan dari penggunaan istilah tersebut adalah untuk menciptakan suasana yang akrab ketika proses pembelajaran dan lebih terasa semakin menarik dan juga asyik bagi para siswa. Pembentukan bahasa gaul yang digunakan oleh tutor di aplikasi bimbingan belajar online Zenius meliputi,a) penghilangan fonem, b) penggunaan Bahasa Inggris, c) penggantian fonem, d) penambahan fonem, e) pemendekan dua kata, f) metatesis, g) kontraksi, dan g) pola acak. Berdasarkan hal tersebut sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya penggunaan bahasa dengan menyisipkan istilah bahasa gaul berupa kata, frasa, maupun klausa. Serta terdapat pembentukan bahasa gaul yang ditemukan yakni penghilangan fonem, penggunaan Bahasa Inggris, penggantian fonem, penambahan fonem, pemendekan dua kata, metatesis, kontraksi dan pola acak yang tidak dapat dijelaskan secara morfologis pembentukannya.
Y The Meaning of the Kayik Nari Rite to the Pasemah Community in Kedurang District, South Bengkulu Regency: Makna Ritus Kayik Nari pada Masyarakat Pasemah di Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan Yossi, Yossi Afitasari
Jurnal Korpus Vol 7 No 2: Agustus 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i2.24197

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prosesi  ritus kayik nari pada masyarakat Pasemah di kecamatan Kedurang kabupaten Bengkulu Selatan serta mengetahui makna dan fungsi ritus kayik nari pada masyarakat Pasemah di kecamatan Kedurang kabupaten Bengkulu Selatan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam peneliitian ini adalah: (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Perekaman dan (4) Dokumentasi. Hasil penelitian ini membahas tentang sejarah asal usul ritus kayik nari, proses ritus kayik nari, serta     makna dan fungsi ritus kayik nari. Pemaknaan ritus kayik nari meliputi unsur-unsur yang terdapat dalam kayik nari, yakni, prosesi, tempat dan waktu pelaksanaan, pelaku, dan peralatan yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritus kayik nari memiliki makna ungkapan rasa syukur, makna pemberitahuan, dan makna pengharapan. Fungsi ritus kayik nari yaitu sebagai sarana pendidikan, sebagai ucapan rasa syukur, pengawas norma masyarakat, sebagai simbol atau lambang, sebagai pemertahanan budaya masyarakat Pasemah, berfungsi mempererat kekerabatan antar sesama amsyarakar Pasemah, dan berfungsi sebagai hiburan.
Analysis of the use of varitions in the language of radio announcer Kharisma 95.6 FM Ratu Samban Arga Makmur North Bengkulu (Sociolingustic Study): Analisis Pemakaian Variasi Bahasa Penyiar Radio Kharisma 95.6 Fm Ratu Samban Argamakmur, Bengkulu Utara (Kajian Sosiolinguistik) Fida, Mufidah
Jurnal Korpus Vol 7 No 2: Agustus 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i2.24203

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemakaian variasi bahasa penyiar radio Kharisma 95,6 FM di kaji dari segi penutur yaitu idiolek, kronolek dan sosiolek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data penelitian ini diperoleh melalui teknik simak. Langkah-langah analisis data adalah transkripsi data, identifikasi data, klasifikasi data, analisis data dan penyimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemakaian variasi bahasa penyiar radio Kharisma 95,6 FM terdapat 3 bentuk tuturan meliputi: (1) variasi bahasa idiolek ditemukannya pilihan kata yang berulang pada ujaran yang digunakan oleh penyiar radio yaitu “nanti kita puterin ya lagunya”(2) variasi bahasa kronolek ditemukannya pemakaian bahasa masa kini yaitu ujaran “oke, play kan, oke siaaapp, geng ciwi-ciwi, requesannya” (3) variasi bahasa sosiolek ditemukannya pemakaian katasalam salam yang digunakan oleh penyiar yaitu pada ujaran “selamat pagi, selamat siang, selamat pagi menjelang siang, dan terima kasih kembali”. Faktor- faktor yang mempengaruhi terjadinya pemakaian variasi bahasa penyiar Radio Kharisma 95,6 Fm di Arga Makmur adalah (1) variasi idiolek dipengaruhi oleh faktor sosial. (2) variasi kronolek dan sosiolek dipengaruhi oleh faktor situasional.
Hubungan Kemampuan Berpikir Kritis dengan Kemampuan Menulis Teks Eksposisi pada Siswa Kelas X SMAN 01 Bengkulu Tengah Afriyani, Monica
Jurnal Korpus Vol 7 No 2: Agustus 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i2.24512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan berpikir kritis siswa dengan kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X SMAN 01 Bengkulu Tengah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 34 siswa dari jumlah populasi. Teknik sampling yang diterapkan adalah sample random sampling. Pengumpulan data yang digunakan adalah skor kemampuan berpikir kritis yang dijaring melalui instrument tes objektif dalam bentuk pilihan ganda dan esai. Sedangkan skor kemampuan menulis teks eksposisi dijaring melalui instrument dalam bentuk tes penugasan. Data yang diambil dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut. Pertama peneliti memeriksa hasil tes berpikir kritis siswa berupa tes objektif, dan memberikan skor berdasarkan format penilaian kemampuan berpikir kritis. Kedua, peneliti memeriksa hasil tes menulis eksposisi siswa, kemudian memberikan skor berdasarkan format penilaian kemampuan menulis eksposisi. Ketiga, peneliti menghitung rata-rata pada masing-masing tes. Keempat, peneliti mengklasifikasikan nilai skor tersebut berdasarkan kategori nilai. Kelima, mengorelasikan data variabel penelitian yaitu menghubungkan antara kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan menuls teks eksposisi siswa. Untuk menghubungkan data variabel penelitian digunakan rumus korelasi product moment. Keenam, peneliti menyimpulkan hasil analisis dan pembahasan.  Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara berpikir kritis dengan kemampuan menulis teks eksposisi dengan hasil rhitung< rtabel dengan nilai 0,241 < 0,3440. Tingkat kemampuan berpikir kritis siswa dalam mengerjakan soal berkategori rendah dengan nilai rata-rata 48,16 dan tingkat kemampuan menulis teks eksposisi siswa berkategori cukup dengan nilai rata-rata 69,1.
T Tindak Tutur Direktif Dalam Transaksi Jual-Beli Di Pasar Rakyat Kedurang: Tinti Apritus Jana,Irma Diani,Ngudining Rahayu Tinti, Tinti Apritus Jana
Jurnal Korpus Vol 7 No 2: Agustus 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i2.24513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori dan penggunaan konteks tindak tutur direktif dalam transaksi jual beli di Pasar Rakyat Kedurang Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan yang disampaikan pedagang dan pembeli sayuran, ikan dan perabotan di Pasar Rakyat Kedurang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah percakapan yang dituturkan para pedagang dan pembeli di Pasar Rakyat Kedurang. Teknik pengumpulan data digunakan teknik observasi dan teknik rekam. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data meliputi transkripsi tuturan, pengkodean data, pengidentifikasian data, pengklasifikasian data, penginterpretasian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kategori dan penggunaan konteks tuturan tindak tutur direktif dalam transaksi jual beli yaitu (1) Tindak tutur direktif perintah memiliki penanda dengan akhiran kata ‘Lah (Lah) yang digunakan untuk menyuruh seseorang agar melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan. (2) Tindak tutur direktif meminta memiliki penanda dengan kata, ‘Pacak ape Dide (Bisa atau tidak), Ukan (Bukan)’ pada awal atau akhir kalimat.. (3) Tindak tutur direktif mengajak penutur menggunakan berbagai macam kata ajakan seperti ‘Taghuk we (Sayur bu),Sini(Sini), ’ pada awal atau akhir kalimat agar menarik minat pembeli untuk membeli apa yang mereka jual. (4) Tindak tutur direktif menyarankan memiliki penanda dengan kalimat ‘Kebile kinah (Lain kali), Alaplah ye luk ini saje (Lebih bagus yang seperti ini saja),. (5) Tindak tutur direktif melarang memiliki penanda’ Jangan (Jangan), Belum kalu (Tunggu dulu)’ pada awal dan akhir kalimat. (6) Tindak tutur direktif pemberian izin memiliki penanda dengan kata ambiklah (Ambillah), yang memiliki makna sudah memberikan izin Konteks yang lebih dominan dalam transaksi jual beli sayuran, ikan dan perabotan di Pasar Rakyat Kedurang adalah tawar menawar antara penjual dan pembeli secara lisan dengan menggunakan bahasa Pasemah. Di dalam konteks tuturan terdapat konteks tuturan tindak tutur direktif perintah, meminta, mengajak, menyarankan, melarang, pemberian izin
I The Problems Of Writing Poetry For Students Of Class X MIPA SMA Negeri 3 Bengkulu City: Problematika Menulis Puisi Siswa Kelas X MIPA SMA Negeri 3 Kota Bengkulu Ineke, Ineke Pratila
Jurnal Korpus Vol 7 No 2: Agustus 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i2.24545

Abstract

Masih terdapat permasalahan yang dihadapi siswa dalam menulis puisi, Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik analisis data dengan cara memfokuskan pada hal-hal yang penting, penyajian data dalam bentuk uraian serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika yang dialami siswa kelas X MIPA SMA Negeri 3 Kota Bengkulu secara eksternal terdiri dari problematika penyajian materi menulis puisi bersumber dari satu modul dan buku paket, problematika pemanfaatan media dalam pembelajaran tidak menggunakan teknologi digital, problematika pemahaman unsur fisik dan batin menulis puisi yang menciptakan siswa tidak bereksplorasi dalam menulis larik puisi. Problematika proses siswa dalam bimbingan menulis puisi dilakukan dengan teknik penugasan mandiri dalam menulis puisi hingga guru hanya memfasilitasi siswa satu karya puisi, problematika guru dalam mempresentasikan materi unsur-unsur puisi dengan didominasi teknik ceramah tanpa dirancang dengan strategi yang mengorientasikan pada penyajian hasil karya puisi. Problematika guru dalam mengapresiasi puisi siswa berupa wujud angka dengan tidak adanya proses generalisasi kreatif dalam tahap apresiasi yang lebih edukatif, problematika sumber belajar yang digunakan guru hanya berasal dari buku cetak dan modul. Berdasarkan faktor internal problematika dalam pembelajaran menulis puisi yaitu pemahaman siswa yang hanya bermodalkan hafalan teori sehingga siswa tidak terbiasa untuk berlatih mengekspresikan unsur-unsur puisi, problematika wawasan bacaan karya puisi siswa hanya pernah membaca satu karya sastrawan Indonesia yaitu karya Chairil Anwar, problematika teknik dan gaya dalam penulisan puisi siswa yang tidak melakukan riset dalam menulis puisi. Berdasarkan hasil tulisan puisi siswa seluruh unsur intrinstik dan ekstrinstik puisi dikategorikan sudah tergambarkan dengan baik dalam puisi siswa. 
Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Kota Bengkulu Dwi, Dwi Anggeraeni
Jurnal Korpus Vol 7 No 2: Agustus 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i2.24679

Abstract

Anggeraeni, Dwi. 2022. Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Kota Bengkulu. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Jurusan Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Bengkulu. Pembimbing Utama Dr. Didi Yulistio, M.Pd., Pembimbing Pendamping Rio Kurniawan, M.Pd. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan kuantitatif dan metode deskriptif. Populasi penelitian seluruh siswa kelas XI SMA N 2 berjumlah 400 siswa sedangkan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling  yang berjumlah sebanyak 50 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik tes menulis. Sedangkan instrumen penelitian ini berupa petunjuk dan rubrik tes kemampuan menulis teks eksplanasi. Teknik analisis data menggunakan rumus nilai rata-rata. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 2 Kota Bengkulu memiliki kategori cukup dengan nilai rata-rata 73.62 dilihat dari 5 aspek yaitu dari kemampuan khusus ketepatan isi dengan tema nilai rata-rata 23,84 kategori tinggi, aspek struktur nilai rata-rata 21,46 kategori sangat tinggi, pilihan kata nilai rata-rata 11.6 kategori cukup, kalimat efektif nilai rata-rata 10.01 kategori cukup dan ejaan nilai rata-rata 6,42 kategori cukup.
Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Kota Bengkulu Fitriana, Fitriana Sholeha
Jurnal Korpus Vol 7 No 2: Agustus 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i2.24683

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 4 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 4 Kota Bengkulu yang berjumlah 326 siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling yaitu sampel acak sebanyak 16% dari jumlah populasi sebesar 53 orang siswa. Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 4 Kota Bengkulu termasuk kategori tinggi dan nilai rata-rata 71,003. Hasil kemampuan menulis teks eksplanasi siswa secara khusus berdasarkan masing-masing aspek yaitu aspek kesesuaian isi dengan tema termasuk kategori sangat tinggi dan nilai rata-rata 17,016. Aspek struktur teks eksplanasi termasuk kategori tinggi dan nilai rata-rata 19,084. Aspek diksi termasuk kategori tinggi dan nilai rata-rata 15,637. Aspek kalimat efektif termasuk kategori tinggi dan nilai rata-rata 15,392. Aspek EBI termasuk kategori cukup dan nilai rata-rata 4,913.