cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah KORPUS
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 26146614     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah KORPUS merupakan jurnal Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNIB. Jurnal ini memuat dan menyebarluaskan hasil kajian ilmiah dan hasil-hasil penelitian mahasiswa dan dosen yang terpilih tentang bahasa, sastra, dan pengajarannya. KORPUS terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
PERSUASI DALAM DEBAT KELIMA CAPRES DAN CAWAPRES RI 2019 Dewi, Asrona
Jurnal Korpus Vol 7 No 3: Desember 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i3.17128

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan metode persuasi yang digunakan oleh peserta debat capres cawapres RI 2019, yaitu Joko Widodo dengan wakilnya Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto dengan wakilnya Sandiaga Uno. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data berupa ujaran yang menggunakan metode persuasi. Sumber data penelitian berupa ujaran dalam debat kelima. Teknik pengumpulan data ialah teknik dokumentasi dengan teknik simak dan catat. Langkah analisis data (1) transkripsi data (2) identifikasi data (3) klasifikasi data (4) interpretasi data (5) simpulan (6) validasi data. Hasil penelitian capres 01 Joko Widodo menggunakan 4 metode persuasi yaitu Asosiasi, Pay Off Idea, Icing Device, dan  Red-Herring Technique. Cawapres 01 Ma’ruf Amin menggunakan 3 metode persuasi yaitu Asosiasi, Pay Off Idea dan Icing Device. Capres 02 Prabowo Subianto menggunakan 5 metode persuasi yaitu Partisipasi, Asosiasi, Pay Off Idea, Icing Device, dan Red-Herring Technique. Cawapres 02 Sandiaga Uno menggunakan 4 metode persuasi yaitu Partisipasi, Asosiasi, Pay Off Idea, dan Icing Device. Penggunaan metode persuasi berdasarkan indikator (1) Partisipasi, adanya keikutsertaan orang lain dalam ujaran dan adanya diksi  kita atau kami (2) Asosiasi, menempelkan objek yang hangat dan menarik di masyarakat seperti game online, media sosial, teknologi dan isu/rumor, juga mengaitkan program kerja dengan teknologi komunikasi terkini  (3) Pay Off Idea, memberikan janji manis (rewarding) dan memberikan ganjaran/ancaman berupa hal negatif (punishment) (4) Icing Device, penyampaian pidato yang menimbulkan rasa yakin dan percaya kepada komunikan dan menjelaskan program kerjanya dengan memberikan pengertian yang mudah diterima oleh komunikan (5) Red-Herring Technique, komunikator mengelakkan posisi yang lemah untuk dialihkan ke posisi yang dikuasi atau posisi di mana komunikator dalam keadaan yang kuat, komunikator memberikan argumen serangan balik kepada pihak lawan. Kesimpulan penelitian adalah semua metode persuasi digunakan dalam debat, namun tidak semua peserta debat menggunakan kelima metode persuasi dan cara penggunaan metode dari setiap peserta berbeda-beda sesuai tujuan peserta tersebut.
F Toponimi Desa-Desa Di Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan Melin, Febrina Milenia
Jurnal Korpus Vol 8 No 1: April 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i1.24522

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan toponimi desa-desa di Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan berdasarkan kategori aspek penamaan (aspek perwujudan, aspek kemasyarakatan, dan aspek kebudayaan), 2) untuk mendeskripsikan sejarah dan budaya penamaan desa di Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan menurut kajian Etnolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data diperoleh dari wawancara, rekam, dan dokumentasi. Langkah-langkah analisis data menggunakan 1) transkripsi data, 2) identifikasi data, 3) klasifikasi data, 4) interpretasi data, 5) kesimpulan. Hasil penelitian penamaan desa yang meliputi aspek perwujudan yaitu Desa Nanjungan, Talang Padang, Air Kemang, Pagar Gading, Tanjung Aur II, Kemang Manis, Tanggo Raso, Telaga Dalam, Napal Melintang, Serang Bulan, Karang Cayo Padang Beriang. Penamaan desa yang meliputi aspek kemasyarakatan yaitu Desa Pasar Pino, Padang Serasan, Tungkal I, Tungkal II, Kembang Seri, Suka Bandung, Bandung Ayu, Cinto Mandi dan penamaan desa yang meliputi aspek kebudayaan yaitu Desa Selali. Sejarah berdirinya desa-desa di Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu sebelum Kemerdekaan Indonesia. Wujud warisan budaya tak benda (intangible heritage) terdapat 16 desa dan wujud warisan budaya berupa benda (tangible heritage) terdapat 5 desa. Nilai budaya dalam penamaan desa di Kecamatan Pino Raya terdapat nilai pikiran positif, nilai peduli lingkungan, nilai pelestarian dan kreativitas budaya, nilai kerja keras, dan nilai pengelolaan gender.
R Tindak Tutur Ilokusi Asertif Guru Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SMP Negeri 15 Kota Bengkulu: Assertive illocutionary speech acts of teachers in Indonesian subjects at SMPN 15 Bengkulu City oktarina, rananda
Jurnal Korpus Vol 7 No 3: Desember 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i3.24637

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tindak tutur ilokusi asertif guru pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 15 Kota Bengkulu.  Penelitian ini mengangkat dua permasalahan yaitu : (1) bagaimana tindak tutur ilokusi asertif guru pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 15 Kota Bengkulu, dan (2)   Bagaimana fungsi tindak tutur guru pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 15 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 15 Kota Bengkulu. Sumber data dalam penelitian ini berupa tuturan asertif guru yang terjadi pada proses pembelajaran bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik rekam. Langkah-langkah analisis data yang dilakukan ada lima tahap yaitu (1) mentranskripsikan data, (2) mengidentifikasi data, (3) mengklasifikasi data, (4) menginterpretasi data, (5) menyimpulkan data. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh tindak tutur asertif guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia meliputi tindak tutur ilokusi asertif menyatakan, tindak tutur ilokusi asertif memberitahukan, tindak tutur ilokusi asertif menyarankan, dan tindak tutur ilokusi asertif melaporkan. Serta fungsi tindak tutur yang ditemukan yaitu bekerja sama (Collaborative) yang terdiri dari tuturan menyatakan dan melaporkan.
S Jurnal Ilmiah: Korelasi Kemampuan Membaca Pemahaman Teks Berita dengan Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Kelas IX SMPN 17 Kota Bengkulu Susan, Susanti
Jurnal Korpus Vol 7 No 3: Desember 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i3.24665

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi kemampuan membaca pemahaman teks berita dengan kemampuan menulis teks berita siswa kelas IX SMPN 17 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini semua siswa kelas IX SMPN 17 Kota Bengkulu dengan jumlah 158 siswa. Sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling sebanyak 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dengan rumus uji korelasi product moment. Hasil Penelitian menunjukkan kemampuan membaca pemahaman teks berita siswa memiliki tingkat kemampuan membaca pemahaman teks berita tingkat tinggi. Kemampuan menulis teks berita siswa memiliki kemampuan menulis teks berita tingkat tinggi. Uji hipotesis diperoleh r hitung 0,839 bahwa nilai kemampuan membaca pemahaman teks berita dengan kemampuan menulis teks berita siswa kelas IX SMPN 17 Kota Bengkulu mempunyai tingkat korelasi sangat kuat. Hasil ini berarti kemampuan membaca pemahaman teks berita yang baik akan diikuti dengan kemampuan menulis teks berita yang baik juga.
Analisis Kesantunan dan Ketidaksantunan Berbahasa Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Kesantunan dan Ketidaksantunan Berbahasa Lestari, Fengky Intan
Jurnal Korpus Vol 7 No 3: Desember 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i3.26266

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yakni mendeskripsikan wujud kesantunan dan ketidaksantunan berbahasa siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI MIPA SMA Negeri 6 Kota Bengkulu. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu dilakukan dengan teknik rekam dan teknik catat. Langkah-langkah pengolahan data yaitu (1) Transkripsi data; (2) Pengkodean data; (3) Pengidentifikasian data; (4) Pengklasifikasian data; (5) Penginterpretasian data; dan (6) Penyimpulan data. Berdasarkan hasil penelitian ini bentuk tuturan kesantunan siswa yakni meliputi 52 pematuhan maksim kearifan, 4 pematuhan maksim kedermawanan, 1 pematuhan maksim pujian, 4 pematuhan maksim kerendahan hati, 56 pematuhan maksim kesepakatan dan 2 pematuhan maksim pujian. Berdasarkan hasil penelitian bentuk tuturan ketidaksantunan yakni meliputi 7 pelanggaran maksim kearifan, 1 pelanggaran maksim kedermawanan dan 3 pelanggaran maksim kesepakatan. Penggunaan konteks tuturan pematuhan maksim kesantunan berbahasa yang lebih dominan dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah pematuhan maksim kearifan dan pematuhan maksim kesepakatan. Pematuhan maksim kearifan dan pematuhan maksim kesepakatan lebih banyak ditemukan dikarenakan banyak bentuk tuturan yang sama. Sedangkan untuk pematuhan maksim yang sedikit ditemukan karena hanya untuk tuturan yang khusus dan terbatas. Penggunaan konteks tuturan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa muncul karena luapan secara emosianal sebagai bentuk ekspresi siswa. Ketidaksantunan muncul ketika siswa tidak mampu menendalikan apa yang mereka bicarakan sehingga bahasa yang digunakan menjadi tidak santun.
Citra Tokoh Bahar di Kalangan Masyarakat dalam Novel Janji Karya Tere Liye: Citra Tokoh Bahar di Kalangan Masyarakat dalam Novel Janji Karya Tere Liye Shafira Putri, Auliya
Jurnal Korpus Vol 7 No 3: Desember 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i3.26274

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna mengetahui dan menemukan perilaku sosial tokoh- tokoh dalam novel Janji karya Tere Liye, untuk dapat mendeskripsikan citra tokoh Bahar di kalangan masyarakat di novel Janji dan relevansi potret kenyataan sosial tokoh Bahar di masyarakat dengan mengunakan pendekatan sosiologi karya sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini menemukan perilaku sosial dalam masyarakat, melalui tokoh Bahar ditemukannya perilaku sosial seperti mabuk-mabukan, sesekali berjudi dan berkelahi namun disisi lain memiliki kebaikan terhadap orang lain. Dalam penelitian ini juga ditemukan citra tokoh seperti yang digambarkan melalui tokoh Bahar, bahwa seorang pemabuk, pejudi dan suka berkelahi memiliki citra yang baik dalam berbagai kalangan masyarakat. Seperti yang terdapat di masyarakat kota tua yang memandang sebagai orang yang peduli terhadap tetangganya, masyarakat penjara yang memandang sebagai seorang pembela yang lemah dan teraniaya, masyarakat pertigaan jalan yang memandang sebagai orang jujur dan tidak mencuri, masyarakat tambang rakyat yang memandang sebagai orang yang dermawan dan sabar ketika diuji, masyarakat jalanan kecil yang memandang sebagai orang yang menghormati tetangga, peduli, dermawan/senang bersedekah. Kemudian relevansi potret kenyataan sosial tokoh Bahar di masyarakat terdapat dalam potret nyata perbuatan sosial seseorang untuk masyarakat di masa Covid-19 sampai sekarang. Selain itu, perjalanan dari kehidupannya seolah menceritakan bagaimana proses seorang pendosa untuk bertobat yang diiringi pemenuhan tanggung jawab atas dasar lima pusaka dan sebagai bentuk cerminan kondisi kesenjangan sosial dan status sosial yang sering terjadi di masyarakat kecil pada masa sekarang.
A Kemampuan menulis cerpen Pada Siswa Kelas XI TBSM SMK Negeri 2 Kota Bengkulu anisa_rahmawati-18, annisa Rahmawati
Jurnal Korpus Vol 8 No 1: April 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i1.26294

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen siswa kelas XI TBSM SMK Negeri 2 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dalam penelitian ini hasil kerja cerpen siswa dan sumber data dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI TBSM berjumlah 42 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes menulis cerpen dengan instrumen berupa petunjuk menulis cerpen dengan tema “sepeda motor” dan pedoman penilaian kemampuan menulis cerpen berdasarkan lima komponen, meliputi aspek isi, aspek struktur, aspek diksi, aspek kalimat naratif, serta aspek EBI. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini statistik sederhana dengan menghitung rata-rata. Hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan menulis cerpen siswa pada kelas XI TBSM SMK Negeri 2 Kota Bengkulu berkategori rendah. Hal ini berdasarkan pada skor seluruh komponen dengan rata-rata nilai sebesar 46,07. Artinya, siswa belum memiliki kemampuan yang memadai dalam menulis teks cerpen, masih perlu ditingkatkan lagi agar mencapai hasil yang lebih baik. Secara khusus lima aspek kemampuan menulis cerpen siswa sudah dicapai dengan kategori rendah, yakni (1) aspek isi, dan (2) aspek struktur, serta (3) aspek diksi, (4) aspek kalimat naratif, dan (5) aspek EBI berkategori cukup. Adapun nilai rata-rata yang diperoleh siswa yakni, (1) aspek isi sebesar 9,95, (2) aspek struktur sebesar 8,02, (3) aspek diksi sebesar 8,90, (4) aspek kalimat efektif sebesar 8,76, dan (5) aspek EBI sebesar 8,45.
P PENGEMBANGAN (LKPD) TEKS FABEL BERBASIS NILAI LOKAL UNTUK SISWA KELAS VII SMP: PENGEMBANGAN (LKPD) TEKS FABEL BERBASIS NILAI LOKAL UNTUK SISWA KELAS VII SMP Ulandari, Perti
Jurnal Korpus Vol 7 No 3: Desember 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i3.26308

Abstract

Penelitian pengembangan memiliki tujuannya untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap Lembar Kerja Siswa (LKPD) berbasis nilai-nilai lokal bagi siswa kelas VII SMP Negeri 15 Kota Bengkulu. Model ADDIE, yang memiliki lima tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi, Tahap analisis kebutuhan dan kinerja serta wawancara oleh guru dapat diambil kesimpulan bahwa kebutuhan akan LKPD teks fabel menginginkan LKPD yang memiliki langkah kerja, contoh pengerjaan tugas yang diberikan, serta cerita fabel yang bermuatan lokal terdapat materi secara ringkasan dan bagian refleksi gar siswa dapat menjelasakan pemahaman mereka tentang materi teks fabel. Tahap perancangan melakukan penyusunan LKPD berbasis nilai-nilai lokal yang di rancang dalam tahap ini ialah sampul dari LKPD, LKPD kegiatan I sampai IV, refleksi, lembar soal, dan referensi semuanya dirancang selama tahap desain untuk mencerminkan nilai-nilai lokal. Pada tahap pengembangan, produk LKPD yang telah dirancang dan diujicobakan oleh dosen berpengetahuan akan mendapatkan skor penilaian dari validator, skor 3,7 untuk kriteria valid dan 3,6 untuk kriteria tidak valid, selanjutnya produk akan direvisi. Kemudian pada tahap implementasi daya tarik. Uji coba ini dilakukan terhadap 20 siswa SMP 15 Kota Bengkulu. ditentukan sebesar 93% menunjukkan bahwa memenuhi dalam 93,3 persen kasus. Penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Lembar Kerja Siswa (LKPD) berbasis nilai-nilai lokal sangat layak digunakan sebagai bahan ajar dari hasil validasi ahli dan uji coba produk.
M tari gandai klasik dalam pernikahan etnik pekal kecamatan ketahun kabupaten bengkulu utara: tari gandai klasik dalam pernikahan etnik pekal kecamatan ketahun kabupaten bengkulu utara Saherman, Martini Tria Lestari
Jurnal Korpus Vol 8 No 1: April 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i1.26475

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan tari Gandai klasik dan perangkat yang menyertai dalam pernikahan pada Etnik Pekal Kabupaten Bengkulu Utara. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) pakaian tari, (2) proses pelaksanaan tari, (3) gerakan tari, (4) alat musik tari, (5) penari. Dalam penelitian ini menunjukan proses pertunjukan tari gandai klasik, dan jenis gerakan dalam tari gandai klasik dalam pernikahan Etnik Pekal. Proses pelaksanaan pertunjukan tari gandai klasik pada pernikahan masyarakat pekal yang pertama adalah mempersiapkan sebuah cerano, mempersiapkan alat musik pengiring tari yaitu edap dan sunai, mempersiapkan perlengkapan busana para penari seperti baju kebaya yang berwarna terang, sanggul, selendang, dan kain panjang. Hasil penelitian menunjukan jenis tari yang ada dalam pelaksanaan pertunjukan tari gandai klasik yaitu lima jenis tarian. Tarian tersebut meliputi tari gandai nenet sebagai pembuka, tari gandai sementaro, tari gandai bapambak yang diiringi dengan kegiatan berbalas pantun oleh tukang edap, berikutnya adalah tari gandai leluen dan terakhir ditutup dengan tari gandai kalebang.
S Penerapan Media Pembelajaran Video Animasi Powtoon dalam Pembelajaran Menulis Cerpen pada Siswa Kelas IX.1 SMP Negeri 4 Kota Bengkulu Silvia, Silvia Agustina
Jurnal Korpus Vol 7 No 3: Desember 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v7i3.26480

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembelajaran video animasi Powtoon lingkungan dapat diterapkan pada pembelajaran menulis cerpen siswa kelas IX.1 SMP Negeri 4 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Kota . Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Penerapan media pembelajaran video animasi dalam pembelajaran menulis cerpen ini membantu siswa dalam kegiatan pembelajaran, Sebelum melakukan proses pembelajaran peneliti melakukan koordinasi terlebih dahulu kepada guru untuk materi yang akan dibuat agar sesuai dengan proses pembelajaran, setelah melakukan koordinasi dengan guru peneliti baru membuat media pembelajaran video animasi powtoon yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Pembuatan media pembelajaran ini melalui beberapa tahap yaitu tahap konsep awal, praproduksi, produksi, dan pasca produksi. 2) Pada saat proses pembelajaran dengan menerapkan media pembelajaran video siswa mampu menentukan struktur dan aspek kebahasaan dari cerpen “Abercio” yang telah ditayangkan melalui media pembelajaran video animasi powtoon, siswa mampu mamahami materi pembelajaran dengan baik, dapat dilihat ketika siswa mampu membuat sebuah teks cerpen yang mereka buat sendiri dan kemudian mempresentasikannya di depan kelas. Media pembelajaran video animasi powtoon ini layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran namun masih ada media pembelajaran yang lebih baik dan efektif dari powtoon itu sendiri. Karena mengingat masih ada beberapa siswa yang mengatakan bahwa powtoon tidak berpengaruh dalam keterampilan menulis mereka.