JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Articles
86 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 3 (2022): Juni"
:
86 Documents
clear
PROGRAM PENGEMBANGAN DESA MITRA PADA KADER KIA DAN BKR DALAM UPAYA INTEGRASI SKRINING CATIN
Tarsikah Tarsikah;
Dessy Amelia;
Nur Eva Aristina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (544.153 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8614
Abstrak: Skrining prakonsepsi sebagai persiapan dan perencanaan sebelum kehamilan terjadi sehingga saat kehamilan terjadi kondisi pasangan telah siap secara fisik, mental, sosial, dan ekonomi. Namun, skrining prakonsepsi saat ini belum berjalan optimal dan masih bersifat anjuran sehingga kegiatan tersebut belum menjadi prioritas. Kader kesehatan di Desa Kalisongo belum mendapat materi skrining prakonsepsi. Skrining prakonsepsi merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehtanan reproduksi. Upaya awal skrining prakonsepsi pada calon pengantin dan remaja akhir dalam mempersiapkan kehamilan sehat dilakukan oleh kader KIA dan Kader BKR yang ada di setiap desa. Tujuan pengabdian ini memberikan pengetahuan tentang skrining prakonsepsi pada kader KIA dan kader BKR di Desa Kalisongo, Kabupaten Malang sebanyak 41 orang. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, demonstrasi, dan praktikum skrining prakonsepsi pada calon pengantin oleh Kader. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebanyak 13,3% kader KIA dan kader BKR terkait skrining prakonsepsi.Abstract: Preconception screening as preparation and planning before pregnancy occurs so that when pregnancy occurs the condition of the partner is physically, mentally, socially and economically ready. However, preconception screening is currently not running optimally and is still recommended so that this activity has not become a priority. Health kader in Kalisongo Village have do received preconception screening material. Preconception screening is an important component in reproductive health services. Early preconception screening efforts for prospective brides and late teens in preparing for a healthy pregnancy were carried out by village health worker (kader) in each village. The purpose of this service is to provide knowledge about preconception screening for kader KIA and kader BKR in Kalisongo Village, Malang Regency as many as 41 people. The method used in the form of counseling, demonstrations, and preconception screening for prospective brides by kader. The results of the service showed an increase in knowledge of 13,3% of kader KIA and kader BKR related to preconception screening.
PENYULUHAN KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG PERSONAL HYGIENE KESEHATAN REPRODUKSI PADA WANITA USIA SUBUR
Yuhanah Yuhanah;
Grace Tedy Tulak;
Iis Afrianty;
Yuniarti Ekasaputri Burhanuddin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (404.244 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8142
Abstrak: Masalah kesehatan reproduksi paling banyak terjadi di negara berkembang dan beriklim tropis. Oleh karena itu kesehatan reproduksi pada wanita perlu mendapatkan perhatian yang serius. Organ reproduksi seksual harus diberikan perawatan yang baik layaknya organ tubuh yang lain. Pengetahuan tentang kebersihan organ reproduksi harus disosialisakan kepada wanita usia subur. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang personal hygiene kesehatan reproduksi adalah pendidikan kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota Dharma Persatuan Wanita tentang personal hygiene kesehatan reproduksi. Metode pelaksanaan kegiatan dalam bentuk ceramah/penyyluhan dan tanya jawab. Mitra dalam pengabdian ini adalah Dharma Persatuan Wanita. Evaluasi hasil kegiatan dilakukan melalui pengisian kuesioner oleh peserta setelah pelaksanaan kegiatan. Hasil pengabdian memperlihatkan bahwa terdapat 18 orang memiliki pengetahuan yang baik sedangkan 2 orang memiliki pengetahuan kurang. Kegiatan penyuluhan kesehatan sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan kepada pengurus dan anggota dharma wanita persatuan dengan materi yang bervariasi untuk meningkatkan pengetahuan anggota dharma wanita persatuan terkait dengan kesehatan.Abstract: Most reproductive health problems occur in developing countries and tropical climates. Therefore, reproductive health in women needs serious attention. The sexual reproductive organs must be given good care like other organs of the body. Knowledge of reproductive organ hygiene should be disseminated to women of childbearing age. One way to increase the knowledge of women of childbearing age about personal hygiene in reproductive health is health education. This community service aims to increase the knowledge of Dharma Persatuan Wanita members about personal hygiene in reproductive health. The method of carrying out activities in the form of lectures/counseling and question and answer. The partner in this service is the Dharma Persatuan Wanita. Evaluation of the results of the activities was carried out through filling out questionnaires by participants after the activities were carried out. The results of the service show that there are 18 people who have good knowledge while 2 people have less knowledge. Health counseling activities should be carried out on an ongoing basis to the management and members of the dharma Wanita union with varied materials to increase the knowledge of the members of the Dharma Wanita Unity related to health.
PENGENALAN KOMPUTER PADA PERSIAPAN PELAKSANAAN ANBK DI SD SWASTA PANTI BUDAYA KISARAN
Jeperson Hutahaean;
Neni Mulyani;
Zulfi Azhar;
Aulia khairani Nasution;
Tia Zulaika Aulia Pane
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (647.129 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7671
Abstrak: Menurut hasil penelitian terdahulu bahwa ANBK harus diikuti dengan menggunakan komputer oleh siswa yang sudah terdaftar sebagai peserta ujian ANBK. Untuk pelaksanaan ANBK di sekolah ini, punya beberapa kendala dalam mengoperasikan perangkat keras seperti mengoperasikan komputer, laptop dan perangkat lunak, yang berdampak pada kenyamanan dalam melaksanakan ANBK di sekolah. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan sistem ANBK dengan baik. Metode pelatihan yang dilaksanakan dengan cara diskusi dan praktek untuk menyampaikan pengetahuan pengenalan komputer dan latihan penggunaan aplikasi ANBK kepada peserta pelatihan sebagai perlunya sosialisai Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Pelatihan ini mampu memberikan pemahaman dan pengetahuan yang dapat diimplementasikan siswa pada sistem ANBK di komputer. Semua peserta mengikuti kegiatan ini hingga selesai. Penilaian kegiatan ini menggunakan pretest dan posttest dimana para peserta sudah mampu menyelesaikan materi ini, berdasarkan hasil pretest nilai rata-ratanya 52 dan nilai posttest dengan nilai rata-ratanya 91,333.Abstract: According to the results of previous studies that ANBK must be followed by using a computer by students who are already registered as ANBK exam participants. For the implementation of ANBK in this school, there are several obstacles in operating hardware such as operating computers, laptops and software, which have an impact on comfort in implementing ANBK at school. The purpose of community service activities is to improve students' ability to use the ANBK system properly. The training method is carried out by means of discussion and practice to convey knowledge of computer introduction and training in using the ANBK application to training participants as the need for socialization of the Computer-Based National Assessment (ANBK). This training is able to provide understanding and knowledge that can be implemented by students in the ANBK system on a computer. All participants participated in this activity until it was finished. The assessment of this activity uses a pretest and posttest where the participants have been able to complete this material, based on the results of the pretest the average score is 52 and the posttest score is 91.333.
PEMBUATAN INSTALASI PENGOLAH CUKA KAYU DI KELURAHAN BEJI TIMUR, DEPOK, JAWA BARAT
Jonathan Saputra;
Imam Hariadi S;
Lilis Tiyani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (664.246 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8501
Abstrak: Lingkungan di sekitar RT 04-05 RW 05, Kelurahan Beji Timur yang masih asri membuat banyak sampah dari tumbuhan, seperti sampah kayu/ranting/daun kering. Masyarakat di Kelurahan Beji Timur ini pada dasarnya sudah mengelola, merawat serta dan memelihara lingkungan. Namun upaya tersebut belum mendapatkan hasil yang optimal dalam pengelolaan sampahnya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membuat instalasi pengolah cuka kayu agar sampah kayu/ranting/daun dapat terkelola dengan baik dan terciptanya lingkungan yang sehat. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode melakukan persiapan terlebih dahulu, melakukan kunjungan survei terkait peninjauan lokasi lalu membuat tempat instalasi pengolahan cuka kayu dari sampah kayu/ranting/daun. Cuka kayu yang dihasilkan kemudian dikemas ke dalam kemasan botol, sehingga produk kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat berkesinambungan dan membantu memberdayakan masyarakat. Kegiatan ini bekerjasama dengan mitra-mitra pengabdian yang terlibat, yaitu tim pengelola sampah dan penanggungjawab lingkungan di Kelurahan Beji Timur. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pembuatan instalasi pengolahan cuka kayu telah memberikan pengaruh dan dampak positif yang signifikan terhadap persepsi warga akan penanganan sampah kayu/daun/ranting di lingkungan tempat tinggal mereka. Hal ini terlihat dari hasil analisa hipotesis yang dilakukan oleh Tim Abdimas dengan regresi linear sederhana setelah terselesaikannya pembuatan tempat instalasi pengolahan cuka kayu. Abstract: The environment around RT 04-05 RW 05, East Beji Village, which is still beautiful, makes a lot of waste from plants, such as wood waste/branches / dry leaves. The community in East Beji Village has managed, maintained, and maintained the environment. However, these efforts have not yet received optimal results in waste management. The purpose of this community service is to make a wood vinegar processing installation so that wood waste/branches/leaves can be managed properly and create a healthy environment. Service activities are carried out by making preparations in advance, conducting survey visits related to site reviews, and then making a wood vinegar processing plant from wood waste/twigs/leaves. The wood vinegar produced is then packaged into bottles, so that the product of this Community Service activity can be sustainable and help empower the community. This activity is in collaboration with the service partners involved, namely the waste management team and environmentally responsible persons in East Beji Village. The results of the service show that the manufacture of wood vinegar processing plants has had a significant positive influence and impact on residents' perceptions of handling wood waste/leaves/twigs in the environment where they live. This can be seen from the results of hypothesis analysis carried out by the Abdimas Team with a simple linear regression after the completion of the manufacture of a wood vinegar processing plant.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KETUA RT TENTANG TUBERKULOSIS MELALUI SOSIALISASI PENGANGGARAN KEGIATAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN TUBERKULOSIS BERBASIS MASYARAKAT
Helmi Suryani Nasution;
Hubaybah Hubaybah;
Rd. Halim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (393.397 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7937
Abstrak: Meskipun berbagai sumber pendanaan domestik tersedia, pendanaan untuk program tuberkulosis (TB) di Indonesia masih didominasi oleh dana dari donor internasional. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan hard skills berupa pengetahuan kepada ketua RT mengenai kondisi epidemiologi TB, kegiatan-kegiatan pencegahan dan pengendalian TB di masyarakat, pentingnya penganggaran TB mulai di tingkat RT, dan informasi sumber pendanaan yang dapat digunakan untuk kegiatan pencegahan dan pengendalian TB. Luaran kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan ketua RT mengenai kondisi epidemiologi TB dan kegiatan pencegahan dan pengendalian TB sehingga mereka dapat berkomitmen untuk mengusulkan kegiatan TB berbasis masyarakat menggunakan dana yang tersedia di Desa/Kelurahan di tahun penganggaran selanjutnya. Metode kegiatan ini adalah sosialisasi dengan sasaran sebanyak tujuh orang ketua RT yang ada di Kelurahan Solok Sipin. Pengetahuan peserta diukur dengan membandingkan nilai pre-test dan post-test. Terjadi penurunan nilai rata-rata post-test sebesar 9% (nilai rata-rata sebesar 81,43 dan standar deviasi 14,64) dibandingkan dengan nilai rata-rata pre-test (nilai rata-rata 74,29 dan standar deviasi 11,34) . Meskipun demikian, berdasarkan uji Wilcoxon diketahui bahwa tidak ada perbedaan secara statistik nilai rata-rata pre-test dan post-test.Abstract: Even though various sources of domestic funds are available, funds of tuberculosis (TB) program in Indonesia are still dominated by fund from international donors. The purpose of this activity is to provide hard skills of the Head of Neighborhoods regarding the epidemiological condition of TB, TB prevention and control activities in the community, the importance of TB budgeting starting at the neighborhood level, and sources of funding used for TB prevention and control. The output of this activity is an increase in the knowledge of the Head of the Neighborhoods regarding the epidemiology of TB and TB prevention and control so that they commit to proposing community-based TB activities using available funds in the village in the next budget year. The method of this activity is socialization with the target of seven Head of Neighborhoods in Solok Sipin Village. Participants' knowledge was measured by comparing the pre-test and post-test scores. There was a decrease in the mean value of the post-test of 9% (mean value of 81.43 and standard deviation of 14.64) compared to mean value of the pre-test (mean value of 74.29 and standard deviation of 11.34). However, based on the Wilcoxon test, it was found that there was no statistical difference between the pre-test and post-test mean values.
PENINGKATAN PARTISIPASI PEMILIH DALAM PEMILU MELALUI UPAYA PENGUATAN KELEMBAGAAN RUMAH PINTAR PEMILU
Husnul Isa Harahap;
Muhammad Husni Thamrin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (380.786 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7541
Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat di rumah pintar pemilihan umum (RPP) adalah salah satu wujud dari implementasi tri dharma perguruan tinggi. Kegiatan ini dilakukan kepada mitra yang berkedudukan di Kabupaten Deli Serdang yaitu Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Deli Serdang. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang penguatan rumah pintar pemilu (RPP). Metode pelaksanaannya berupa diskusi dan transfer ilmu pengetahuan (IPTEK). Hasil yang dicapai adalah secara umum terjadi penambahan pengetahuan mitra tentang penguatan rumah pintar pemilu (RPP) yang dilihat dari tiga hal. Pertama, kemampuan dalam mengidentifikasi kelemahan RPP. Kedua, kemampuan dalam mengidentifikasi kelebihan RPP. Ketiga, kemampuan dalam merencanakan kegiatan untuk penguatan RPP.Abstract: Community service activities at the Rumah Pintar Pemilu/RPP (Election Smart House), are a manifestation of the tri dharma (university). This (RPP) is not an independent institution, but it is under the structure of the Komisi Pemilihan Umum (General Election Commission) Deli Serdang Regency. So partners in this activity are to this institution. This service activity aims to increase partner knowledge about strengthening election smart houses (RPP). This is achieved by using several methods namely, discussion and transfer of knowledge (IPTEK).. The success of this activity can be seen from the intercalation of partner knowledge about strengthening election smart houses (RPP) which is evaluated from three things. First, accomplishments identify the weaknesses of RPP. Second, accomplishments identify the advantages of RPP. Third, accomplishments in formulating the strengthening of RPP.
ANALISA SWOT SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA TELUK PANDEGLANG
Rida Aulia;
Retno Kusumastuti;
Nina Kurniawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (755.66 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7972
Abstrak: Pemberdayaan Masyarakat menjadi strategi bagi desa untuk menganalisa potensi lokal dan memetakan peran masyarakat agar dapat menyusun program agar meningkatkan kapasitas desa dan sumber daya manusia. Desa Teluk tercatat sebagai kawasan penghasil ikan tangkap tertinggi di daerah Pandeglang, akan tetapi kurangnya pemanfaatan teknologi membuat hasil laut menjadi belum berkembang. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui sosialisasi dengan tujuan agar masyarakat dapat mengolah produk menjadi lebih variatif. Mitra pengabdian adalah Nina Kurniawati, seorang pendamping desa yang memperkenalkan teknologi dan modifikasi hasil olahan ikan. Sosialisasi dilakukan dalam empat hari. Hari pertama dibuka untuk sesi sosialisasi mengenai olahan ikan asin, hari kedua untuk mensosialisasi olahan otak-otak dan hari ketiga diisi dengan sosialisasi mengenai olahan pindang ikan. Hari keempat sebagai sesi penilaian dari hasil sosialisasi dilakukan melakukan kuesioner. Dari hasil 25 peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi diperoleh skor 73% menilai strategi pemberdayaan melalui program ini efektif. Abstract: Community empowerment is a strategy for villages to analyze local potential and map the role of communities in order to develop programs to increase village capacity and human resources. Teluk Village is listed as the highest fish producing region in Pandeglang , but the lack of technological use makes they undeveloped. Devotional activities are carried out through socialization with the aim that the community can process products more variatively. The partner is Nina Kurniawati, a village companion who introduces technology and modification of processed fish products. Socialization is done in four days. The first day opened for a socialization session on processed salted fish, the second day to socialize otak-otak preparations and the third day filled with socialization of pindang. The fourth day as an assessment session of the results of the socialization was conducted a questionnaire. The results of the 25 participants who participated in the socialization activity score of 73% assessed the empowerment strategy through this program effectively.
PENCIPTAAN BRAND IMAGE PRODUK EKONOMI KREATIF KOTA LANGSA MELALUI SISTIM E-COMMERCE
Evi Zulida;
Baihaqi Baihaqi;
Agus Putra AS;
Muhammad Jamil
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (470.877 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8400
Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menciptakan citra diri produk ekonomi kreatif wilayah Kota Langsa melalui sistim e-commerce. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan transfer teknologi melalui serangkaian tahapan kegiatan seperti koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Seluruh tahapan kegiatan yang tergambarkan melalui lembar monitoring yang dilakukan sewaktu sosialisasi memperlihatkan sebanyak 28 peserta sangat memahami materi pencatatan produk berbasis digital, 43 pelaku ekonomi kreatif memahami dengan baik materi jenis-jenis marketplace pada sistim e-commerce dan 51 pelaku ekonomi kreatif cukup memahami materi pengenalan tentang google my business.Hasil pendampingan memperlihatkan 16 pelaku ekonomi sangat paham dengan materi pengenalan potensi eksport dan 33 pelaku ekonomi kreatif cukup memahami materi sosial media copywriting. Disimpulkan bahwa penciptaan brand image ekonomi kreatif melalui sistim e-commerce diharapkan mampu menjadikan Kota Langsa sebagai smart city dalam usaha ekonomi kreatif.Abstract: This community service (PKM) aims to create a self-image of creative economy products at Langsa City through the e-commerce system. The method used is an educational approach and technology transfer through a series of activity stages such as coordination, socialization, implementation of activities, mentoring and monitoring and evaluation. All stages of activities described through the monitoring sheet during socialization shown that as many as 28 participants really understand the material for recording digital-based products, 43 creative economy actors understand well the material on the types of marketplaces in the e-commerce system and 51 creative economy actors understand quite well the introduction material about google my business. The results of the mentoring show that 16 economic actors are very familiar with the introduction of export potential materials and 33 creative economic actors are quite familiar with copywriting social media materials. It is concluded that the creation of a creative economy brand image through an e-commerce system is expected to be able to make Langsa City a smart city in creative economy efforts.
PEMANFAATAN ENDAPAN LUMPUR SUNGAI UNTUK TANAMAN SAYURAN SECARA VERTIKULTUR
Asritanarni Munar;
Hazen Arrazie Kurniawan;
Dafni Mawar Tarigan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (653.779 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7869
Abstrak: Kelurahan Aur merupakan pemukiman warga di daerah bantaran Sungai Deli, yang kerap mengalami banjir ketika musim penghujan. Setelah banjir surut biasanya memberikan dampak lingkungan berupa endapan lumpur yang tertinggal dan jika endapan lumpur ini dibuang kembali ke sungai akan menjadi salah satu penyebab pendangkalan sungai. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk membantu warga mengatasi dampak lingkungan tersebut dengan memanfaatkannya sebagai media bertanam sayuran secara vertikultur, di samping itu juga untuk memenuhi kebutuhan sayur dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat mitra. Mitra PKM ini adalah ibu-ibu Ranting A’isyiyah Aur sejumlah 15 orang. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan endapan lumpur sebagai media tanam sayuran. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang pemanfaatan endapan lumpur sungai, budidaya tanaman sayuran dan budidaya tanaman sayuran secara vertikultur masing-masing 53,33%, 40% dan 60%. Cara pembuatan rak vertikultur meningkat 40%.Abstract: Kelurahan Aur is a residential area on the banks of the Deli River, which often experiences flooding during the rainy season. After the flood recedes, it usually has an impact in the form of soil sedimentary left behind and if it is dumped back into the river, it will be the cause of river silt. The purpose of this activity is to help residents overcome these environmental impacts by utilizing it as a medium for verticulture meeting vegetable needs and increasing the economy for partner communities. The partners of this activity are the women of Branch A'isyiyah, a total of 15 persons. The method used is socialization, counseling and training on soil sedimentary as the medium for verticulture. The results achieved from this activity are increased knowledge and understanding of the use of soil sedimentary, cultivation of vegetables and cultivation of vertikulture, each 53.33%, 40% and 60%. Vertical racks making increased by 40%.
UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH HASIL PANEN SAYURAN SEBAGAI PUPUK KOMPOS
Hilman Faruq;
Yuni Astuti;
Maryanti Setyaningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (433.126 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7748
Abstrak: Desa Gekbrong cocok untuk bertani tanaman pangan (sawi, kol, cabe, paprika, dan tomat). Sisa sayuran hasil sortir menjadi limbah organik yang dibiarkan di pinggir kebun hingga membusuk. Kurangnya pengetahuan untuk mengolah limbah sayur menimbulkan permasalahan bagi 15 petani yang terkumpul dalam kelompok tani “Gede Harepan” sehingga perlu adanya kegiatan yang bertujuan untuk melatih anggota kelompok tani tersebut dalam mengolah sisa panen menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman. Metode workshop meliputi dua tahap yaitu pemaparan materi dan praktik pembuatan kompos. Kegiatan diawali observasi limbah sayuran dan pengetahuan petani dalam mengolah sisa sayuran. Petani diajarkan memfermentasi sayuran menjadi pupuk kompos oleh narasumber dan fasilitator yang kompeten. Sebulan setelah pelatihan, tim UHAMKA melakukan pengecekan kualitas pupuk sebagai bentuk evaluasi kegiatan. Tim menyebarkan angket tanggapan efektivitas pelatihan kepada petani. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani sayuran dalam membuat pupuk kompos. Produk kompos dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman sayuran di ladang petani. Kegiatan pelatihan ini memperoleh tanggapan sebesar 78,49% (kategori baik) oleh kelompok tani “Gede Harepan”.Abstract: Gekbrong Village is suitable for farming food crops (mustard, cabbage, chilies, peppers, and tomatoes). The rest of the vegetables that are sorted into organic waste are left on the edge of the garden to rot. Lack of knowledge to process vegetable waste caused problems for the 15 farmers who were gathered in the “Gede Harepan” farmer group, so there was a need for activities aimed at training members of the farmer group in processing crop residues into compost that can be used for plant fertilizer. The workshop method includes two stages, namely the presentation of materials and the practice of making compost. The activity begins with the observation of vegetable waste and the knowledge of farmers in processing vegetable waste. Farmers are taught to ferment vegetables into compost by competent resource persons and facilitators. A month after the training, the UHAMKA team checked the quality of fertilizers as a form of activity evaluation. The team distributed a questionnaire on the effectiveness of the training to farmers. The results of the service show an increase in the knowledge and skills of vegetable farmers in making compost. Compost products are used as fertilizer for vegetable crops in farmers' fields. This training activity received a response of 78.49% (good) by the farmer group "Gede Harepan".