cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,542 Documents
STRATEGI PENINGKATAN LITERASI HALAL DALAM MEMBANGUN HALAL AWARENESS TERHADAP KONSUMSI PRODUK FASHION Dikky Syadqomullah; Erdin Nadid; Arin Setiyowati; Fatkur Huda; Indah Dwita Putri Lestari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.41310

Abstract

Abstrak: Penelitian mengenai literasi halal pada konsumsi produk fashion umumnya berfokus pada hubungan antara literasi halal, halal awareness, dan keputusan pembelian, sementara penelitian yang mengembangkan strategi peningkatan literasi halal berbasis organisasi keagamaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat literasi halal, halal awareness, serta merumuskan strategi peningkatan literasi halal pada konsumsi produk fashion di kalangan aktivis Muhammadiyah Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang diperkuat wawancara mendalam terhadap sepuluh informan. Data kuantitatif diperoleh dari 30 responden menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi halal berada pada kategori tinggi (mean = 4,20) dan halal awareness pada kategori sangat tinggi (mean = 4,30), meskipun kemampuan mengidentifikasi aspek kehalalan produk fashion masih perlu ditingkatkan. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan kerangka strategi literasi halal yang mencakup edukasi kontekstual, transparansi informasi dan sertifikasi halal, optimalisasi media digital, serta integrasi nilai halal dalam halal lifestyle.Abstract: Previous research studies on halal literacy in fashion consumption have primarily examined the relationships among halal literacy, halal awareness, and purchasing decisions, while limited attention has been given to developing strategic models for enhancing halal literacy within religious organizations. This study aims to analyze the level of halal literacy and halal awareness and to formulate strategies for improving halal literacy among Muhammadiyah activists in Surabaya regarding fashion product consumption. A descriptive quantitative approach was complemented by in-depth interviews with ten informants. Quantitative data were collected from 30 respondents using a Likert-scale questionnaire and analyzed through descriptive statistics, while qualitative data were examined using content analysis. The findings reveal that halal literacy was at a high level (mean = 4.20) and halal awareness at a very high level (mean = 4.30), although respondents' ability to identify the halal aspects of fashion products remains limited. The main contribution of this study is the development of a halal literacy strategy framework encompassing contextual education, information transparency and halal certification, digital media optimization, and the integration of halal values into a halal lifestyle.
SINERGI SEKOLAH DAN ORANG TUA BERBASIS DIGITAL PARENTING UNTUK PENCEGAHAN KEJAHATAN SIBER TERHADAP ANAK M. Ivan Ariful Fathoni; Festian Cindarbumi; Astrid Chandra Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40863

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital memperluas akses belajar anak sekaligus meningkatkan risiko paparan konten negatif, perundungan siber, penipuan daring, dan kecanduan gawai. Pada kondisi awal, 85% dari 157 siswa sekolah dasar mitra telah mengakses gawai pribadi, sedangkan 90% orang tua belum pernah mengikuti pelatihan literasi digital. Program ini bertujuan meningkatkan level keberdayaan mitra pada aspek sosial kemasyarakatan berupa pengetahuan digital parenting dan aspek manajemen berupa kemampuan mengelola pengawasan digital melalui kemitraan sekolah-orang tua. Kegiatan melibatkan 15 guru dan 45 orang tua melalui sosialisasi, workshop berbasis kasus, praktik aplikasi parental control, pendampingan penyusunan kesepakatan penggunaan gawai, dan pembentukan forum literasi digital. Evaluasi menggunakan tes pengetahuan 20 butir sebelum dan sesudah kegiatan, lembar observasi, angket penerapan, dan wawancara; data dianalisis secara deskriptif melalui rerata, persentase, dan selisih capaian. Rerata keseluruhan meningkat dari 56,3% menjadi 87,5% atau 31,2 poin persentase. Pada aspek sosial kemasyarakatan, pengetahuan meningkat dari 54,7% menjadi 87,7% (33,0 poin), sedangkan kemampuan manajemen meningkat dari 58,0% menjadi 87,3% (29,3 poin). Sebanyak 78% orang tua mulai menerapkan panduan di rumah, 85% peserta aktif dalam kegiatan kolaboratif, dan forum literasi digital menyelenggarakan dua pertemuan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi edukasi, praktik, dan pendampingan memperkuat pengetahuan sekaligus tata kelola pengawasan digital secara berkelanjutan.Abstract: Digital technology expands children's learning access while increasing exposure to inappropriate content, cyberbullying, online fraud, and gadget addiction. At baseline, 85% of 157 pupils at the partner elementary school had access to personal devices, while 90% of parents had never attended digital-literacy training. This program aimed to improve partner empowerment in the social dimension through digital-parenting knowledge and in the management dimension through the ability to organize digital supervision within a school-parent partnership. Fifteen teachers and 45 parents participated in socialization, case-based workshops, parental-control practice, mentoring to formulate household device-use agreements, and a digital-literacy forum. Evaluation used a 20-item pretest-posttest, observation sheets, implementation questionnaires, and interviews; data were analyzed descriptively using means, percentages, and score differences. The overall mean increased from 56.3% to 87.5%, a gain of 31.2 percentage points. Social knowledge increased from 54.7% to 87.7% (33.0 points), while management ability increased from 58.0% to 87.3% (29.3 points). In addition, 78% of parents began implementing the guidance at home, 85% actively joined collaborative activities, and the forum held two meetings. The findings indicate that education, hands-on practice, and mentoring strengthened both knowledge and sustainable digital-supervision management.