cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,539 Documents
MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PELATIHAN KODING DAN KA BAGI GURU SMP KABUPATAN KARAWANG Ganjar Febriyani Pratiwi; Tri Nur Arifin; Uus Rusmawan; Riesa Syariful Akbar; Agus Setyadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40337

Abstract

Abstrak: Kurangnya pengetahuan tentang digital, kecemasan teknologi, dan keterbatasan infrastruktur sekolah menjadi hambatan utama guru di Kabupaten Karawang dalam mengintegrasikan teknologi modern. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan teknologi guru melalui pengenalan computational thinking dan Kecerdasan Artifisial (KA). Metode Training, Monitoring, dan Evaluation berbasis Project-Based Learning (PBL) diterapkan kepada 49 guru SMP di Kabupaten Karawang selama empat bulan. Evaluasi program diukur melalui pre-test, post-test, serta penilaian portofolio tugas. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan guru secara signifikan sebesar +12,04% (nilai rata-rata meningkat dari 69,26% menjadi 81,30%). Selain itu, capaian keterampilan praktis peserta pada penugasan sangat unggul dengan nilai rata-rata mencapai 83,45%. Kegiatan ini sukses mengubah pola pandang guru menjadi lebih kreatif dan inovatof serta mendorong terbentuknya komunitas guru-guru yang kreatif dan inovatf dalam menggunakan teknologi di Karawang.Abstract: Lack of digital knowledge, technological anxiety, and limited school infrastructure are the main obstacles for teachers in Karawang Regency in integrating modern technology. This community service aims to improve teachers' technological knowledge through the introduction of computational thinking and Artificial Intelligence (AI). The Training, Monitoring, and Evaluation method based on Project-Based Learning (PBL) was implemented for 49 junior high school teachers in Karawang Regency for four months. Program evaluation was measured through pre-tests, post-tests, and assignment portfolio assessments. The community service results showed a significant improvement for teachers by +12.04% (the average score increased from 69.26% to 81.30%). In addition, the participants' practical skill achievements in the assignments were excellent, with an average score of 83.45%. This activity successfully transformed teachers' mindsets to be more creative and innovative, as well as fostered the formation of a community of creative and innovative teachers in utilizing technology in Karawang.
MODEL ACIL PEDULI SELAMAT UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PEDAGANG PEREMPUAN DI PASAR TERAPUNG LOK BAINTAN KABUPATEN BANJAR Restiana Kartika Mantasti Hapsari; Ihya Hazairin Noor; Mufatihatul Aziza Nisa; Angelia Ivana Palindangan Tambing; Anisa Hikma Rahmandanie
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40484

Abstract

Abstrak: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif, termasuk pada sektor informal. Salah satu kelompok pekerja informal adalah pedagang perempuan di Pasar Terapung Lok Baintan yang menghadapi risiko gangguan muskuloskeletal dan kecelakaan kerja akibat aktivitas di atas perahu, postur kerja statis, aktivitas bongkar muat manual, serta paparan cuaca. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap pedagang perempuan terhadap praktik kerja aman melalui pengembangan model “Acil Peduli Selamat”. Intervensi dilakukan melalui edukasi K3, praktik kerja aman, pembentukan komunitas, serta penyediaan buku saku dan poster K3. Evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test pada 40 responden dengan analisis Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil menunjukkan bahwa 34 responden (85,0%) mengalami peningkatan skor pengetahuan, sedangkan 38 responden (95,0%) mengalami peningkatan skor sikap. Analisis Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan perbedaan yang bermakna antara pre-test dan post-test baik pada pengetahuan (Z = -5,632; p < 0,001) maupun sikap (Z = -5,398; p < 0,001), yang menunjukkan bahwa model "Acil Peduli Selamat" efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap pedagang perempuan terhadap penerapan K3.Abstract: Occupational Safety and Health (OSH) is a crucial aspect of creating a safe and productive working environment, including in the informal sector. One of the informal worker groups is female traders at the Lok Baintan Floating Market, who are exposed to various occupational hazards, including musculoskeletal disorders and work-related accidents due to working on boats, prolonged static postures, manual material handling, and weather exposure. Therefore, this community service program aimed to improve the knowledge and attitudes of female traders toward safe work practices through the development of the "Acil Peduli Selamat" model. The intervention consisted of OSH education, safe work practice training, community empowerment, and the provision of an OSH pocketbook and educational posters. The program was evaluated using a pre-test and post-test design involving 40 participants, with data analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results showed that 34 participants (85.0%) demonstrated improved knowledge scores, while 38 participants (95.0%) showed improved attitude scores. The Wilcoxon Signed-Rank Test indicated statistically significant differences between the pre-test and post-test for both knowledge (Z = −5.632; p < 0.001) and attitudes (Z = −5.398; p < 0.001), demonstrating that the "Acil Peduli Selamat" model was effective in improving female traders' knowledge and attitudes toward the implementation of occupational safety and health practices. 
EDUKASI MINDFULNESS MINDSET BERBASIS NILAI SPIRITUAL ISLAM SEBAGAI UPAYA PROMOTIF KESEHATAN MENTAL MAHASISWA INTERNASIONAL DI THAILAND Kusuma Estu Werdani; Yeni Indriyani; Choloborn Teesak; Windi Wulandari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39873

Abstract

Abstrak: Mahasiswa internasional rentan mengalami masalah kesehatan mental akibat tekanan akademik dan tuntutan adaptasi lintas budaya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa internasional mengenai mindfulness mindset yang diintegrasikan dengan nilai-nilai spiritual Islam sebagai strategi menjaga kesehatan mental di lingkungan akademik multikultural. Kegiatan ini dilaksanakan di Faculty of Public health, Thammasat University, dengan melibatkan sebanyak sembilan mahasiswa yang berasal dari beberapa negara (Indonesia, Myanmar, Uganda). Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan edukasi dan praktik terapi emosi yang dilaksanakan dengan tiga tahapan, yaitu pra-kegiatan (koordinasi dengan mitra, penyusunan media edukasi, dan sosialisasi), tahap pelaksanaan edukasi disertai terapi emosi sederhana, serta tahap evaluasi melalui refleksi peserta. Evaluasi diukur melalui wawancara lisan individual dan refleksi tertulis dengan indikator keberhasilan berupa kemampuan mendemonstrasikan keterampilan koping emosi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki pandangan positif terhadap konsep mindfulness, self-awareness, dan forgiveness sebagai keterampilan penting dalam menjaga kesehatan mental, mengelola emosi, dan meningkatkan kualitas hubungan sosial. Peserta juga menunjukkan kesadaran akan pentingnya praktik mindfulness secara konsisten meskipun menghadapi distraksi dan tekanan akademik. Selain itu, pendekatan mindfulness berbasis nilai spiritual Islam dapat diterima dengan baik oleh peserta dari latar belakang multikultural, sehingga memiliki potensi transferabilitas lintas budaya dalam lingkungan mahasiswa internasional. Secara spesifik, 100% peserta terkonfirmasi mampu menguasai konsep mindfulness dan mempraktikkan terapi emosi, serta 88,9% peserta berhasil menunjukkan peningkatan self-awareness setelah intervensi diberikan. Kegiatan ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan model intervensi kesehatan mental berbasis komunitas akademik yang culturally-sensitive dan religiously-responsive.Abstract: International students are vulnerable to mental health problems due to academic pressure and the demands of cross-cultural adaptation. This Community Service (PkM) activity aims to increase international students' understanding of the mindfulness mindset integrated with Islamic spiritual values as a strategy for maintaining mental health in a multicultural academic environment. This activity was carried out at the Faculty of Public Health, Thammasat University, involving nine students from several countries (Indonesia, Myanmar, Uganda). The method of this community service activity uses an educational approach and emotional therapy practices which are implemented with The implementation method is carried out through three stages, namely pre-activity (coordination with partners, preparation of educational media, and socialization), the stage of implementing education accompanied by simple emotional therapy, and the evaluation stage through participant reflection. Evaluation is measured through individual oral interviews and written reflections with success indicators in the form of the ability to demonstrate emotional coping skills. The results of the activity show that participants have a positive view of the concepts of mindfulness, self-awareness, and forgiveness as important skills in maintaining mental health, managing emotions, and improving the quality of social relationships. Participants also demonstrated awareness of the importance of consistent mindfulness practice despite facing distractions and academic pressure. Furthermore, the mindfulness approach based on Islamic spiritual values was well-received by participants from multicultural backgrounds, thus offering potential cross-cultural transferability within an international student environment. Specifically, 100% of participants were confirmed to have mastered mindfulness concepts and practiced emotional therapy, and 88.9% demonstrated increased self-awareness after the intervention. This activity provides a practical contribution to the development of a culturally sensitive and religiously responsive model for community-based academic mental health interventions.
AKSI KEMANUSIAAN DALAM PENYALURAN LOGISTIK KEBUTUHAN DASAR BAGI KORBAN BANJIR DI ACEH Nur Asyiah; Fatimah Fatimah; Hanri Aldino; Indah Gebrina Rizki
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.41111

Abstract

Abstrak: Banjir yang melanda Desa Pahlawan, Kabupaten Aceh Tamiang mengakibatkan terganggunya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara distribusi bantuan belum sepenuhnya menjangkau seluruh korban sesuai dengan tingkat kebutuhannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir melalui penyaluran bantuan logistik yang tepat sasaran serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana dan pengelolaan bantuan logistik. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan humanitarian action yang dipadukan dengan sosialisasi dan pendampingan kepada 50 kepala keluarga terdampak banjir. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, angket kepuasan, serta pre-test dan post-test menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan peserta mengenai kesiapsiagaan bencana, pemenuhan kebutuhan dasar, mekanisme distribusi bantuan logistik, dan koordinasi penanggulangan bencana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 50 paket bantuan logistik berhasil disalurkan kepada seluruh penerima manfaat. Evaluasi menunjukkan 92% peserta menyatakan bantuan sesuai dengan kebutuhan, 90% menilai proses distribusi berlangsung tertib dan transparan, serta 95% menyatakan puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata tingkat pemahaman masyarakat dari 61% sebelum kegiatan menjadi 89% setelah kegiatan, atau meningkat sebesar 28%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian berhasil mencapai tujuan dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman peserta mengenai kesiapsiagaan bencana berdasarkan indikator evaluasi yang digunakan.Abstract: Flooding in Pahlawan Village, Aceh Tamiang Regency, disrupted the fulfillment of basic community needs, while humanitarian assistance had not fully reached all affected households according to their priority needs. This community service program aimed to provide basic necessities through targeted logistics distribution and to improve community understanding of disaster preparedness and emergency logistics management. The program adopted a humanitarian action approach combined with community socialization and assistance involving 50 flood-affected households. Program evaluation employed observation, structured interviews, satisfaction questionnaires, and pre-test and post-test instruments that measured participants' knowledge of disaster preparedness, basic needs fulfillment, logistics distribution, and disaster management coordination. The program successfully distributed 50 logistics assistance packages to all beneficiary households. Evaluation results indicated that 92% of participants considered the assistance appropriate to their needs, 90% assessed the distribution process as orderly and transparent, and 95% expressed satisfaction with the implementation of the program. Furthermore, the pre-test and post-test results demonstrated an increase in the average level of community understanding from 61% before the program to 89% after the program, representing a 28% improvement. These findings indicate that the community service program achieved its objectives of supporting the fulfillment of basic needs while improving participants' understanding of disaster preparedness based on the evaluation indicators employed.
PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DAN PENINGKATAN MOTIVASI UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI DI MAMUJU TENGAH Ganies Riza Aristya; Habib Fadhil Assidiq; Bianca Geraldine Inez; Choerunnisa Fadila Bangun; Derryl Carmenita Evelynne Winarto; Laudza Fadlil Huda; Melani Putri Pratama; Muharahmah Afiffi; Fajar Sofyantoro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39709

Abstract

Abstrak: Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial di Desa Tobadak, Mamuju Tengah, karena berdampak pada keberlanjutan pendidikan, kesehatan remaja, dan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai risiko pernikahan dini serta memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sosialisasi edukatif dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tobadak dengan melibatkan 60 siswa kelas 10, 11, dan 12. Tahapan kegiatan meliputi observasi dan koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan materi, ceramah interaktif, diskusi, penggunaan media visual, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sebanyak 48 siswa mengisi instrumen evaluasi secara lengkap. Pemahaman siswa dinilai berdasarkan jumlah jawaban benar, dengan rentang skor 0–3, yaitu rendah (0–1), sedang (2), dan tinggi (3). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 1,94 menjadi 2,71, atau sekitar 40%. Peningkatan ini menunjukkan adanya pergeseran pemahaman siswa dari kategori sedang menuju tinggi setelah sosialisasi.Abstract: Early marriage remains a social problem in Tobadak Village, Central Mamuju, as it affects educational continuity, adolescent health, and human resource quality. This activity aimed to improve students’ understanding of the risks of early marriage and motivate students to pursue higher education. The educational socialization program was conducted at SMA Negeri 1 Tobadak, involving 60 students from grades 10, 11, and 12. The program included initial observation and coordination with the school, material preparation, interactive lectures, discussions, visual media, and evaluation using pre-test and post-test instruments. A total of 48 students completed both evaluation instruments. Students’ understanding was assessed based on the number of correct answers, with a score range of 0–3: low (0–1), moderate (2), and high (3). The score increased from 1.94 to 2.71, representing an improvement of approximately 40%. This increase indicates a shift in students’ understanding from the moderate category toward the high category after the socialization activity.
EDUKASI HAND ONLY CPR DAN DETEKSI DINI: UPAYA PERTOLONGAN PERTAMA PADA RISIKO SERANGAN JANTUNG Magda Fiske Rumambi; Renova Oktarini br Sibuea; Prisca Adipertiwi Tahapary; Elfrida Silalahi; Heman Pailak
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40235

Abstract

Abstrak: Serangan jantung atau henti jantung mendadak merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat untuk meningkatkan peluang keselamatan korban. Namun, pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan jemaat GPIB Yudea Bajem Siloam Binong dalam melakukan Hands Only CPR sekaligus melakukan deteksi dini kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 3 Mei 2026 melalui edukasi kesehatan, demonstrasi dan simulasi menggunakan manikin, evaluasi pre-test dan post-test yang terdiri atas 10 pertanyaan, serta pemeriksaan tekanan darah, Indeks Massa Tubuh (IMT), gula darah sewaktu, asam urat, dan kolesterol. Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan ini dengan mayoritas perempuan (60%) dan rata-rata usia 48,95±16,336 tahun. Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 5,02±2,079 pada pre-test menjadi 6,98±1,846 pada post-test, dengan 51 peserta (85%) mengalami peningkatan skor. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna antara pre-test dan post-test (Z=-6,220; p<0,001). Hasil pemeriksaan kesehatan juga menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular dan metabolik. Kegiatan PkM ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai Hands Only CPR serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular dan metabolik.Abstract: Cardiac arrest or sudden cardiac arrest is a medical emergency that requires immediate intervention to improve the victim’s chances of survival. However, public knowledge and skills in providing first aid remain limited. This community service program aimed to improve the ability of the GPIB Yudea Bajem Siloam Binong congregation to perform Hands-Only CPR while promoting early health screening. The program was conducted on May 3, 2026, through health education, demonstrations and simulations using manikin, pre-test and post-test evaluations consisting of 10 questions, and health assessments including blood pressure, Body Mass Index (BMI), random blood glucose, uric acid, and cholesterol measurements. A total of 60 participants attended the program, with the majority being female (60%) and a mean age of 48.95±16.336 years. The participants’ mean knowledge score increased from 5.02±2.079 in the pre-test to 6.98±1.846 in the post test, with 51 participants (85%) showing an improvement in their scores. The Wilcoxon signed rank demonstrated a statistically significant difference between pre-test and post-test scores (Z=-6.220; p<0.001). The health screening results also indicated that some participants had risk factors for cardiovascular and metabolic diseases. This community service program demonstrated an improvement in participants’ knowledge of Hands-Only CPR and increased awareness of the importance of early detection of cardiovascular and metabolic disease risk factors.
PEMBERDAYAAN PKK GRIYA SANTIKA MELALUI KEARIFAN LOKAL TANAMAN OBAT KELUARGA BERBASIS ETNOMEDISIN Heru Nurcahyo; Purgiyanti Purgiyanti; Aldi Budi Riyanta; Ida Afriliyana; Iin Widiyastuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.41096

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai terapi komplementer berbasis etnomedisin di lingkungan masyarakat masih belum optimal akibat keterbatasan pengetahuan kader, terutama dalam mengenali, mengolah, serta memanfaatkan tanaman obat secara tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Griya Santika melalui pemberdayaan berbasis kearifan lokal dalam pemanfaatan TOGA. Metode yang diterapkan meliputi focus group discussion (FGD), penyuluhan interaktif mengenai konsep etnomedisin, serta pendampingan praktik pemanfaatan tanaman obat keluarga. Kegiatan melibatkan 25 kader dari ibu rumah tangga/anggota PKK sebagai mitra. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest dan posttest melalui kuisiner dengan mengiplementasikan skala likert untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan yang signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan persentase kader dengan kategori pengetahuan baik dari 40% sebelum kegiatan menjadi 90% setelah kegiatan, atau meningkat sebesar 50 poin persentase. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis etnomedisin efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader PKK sehingga berpotensi mendukung penerapan terapi komplementer berbasis tanaman obat di tingkat keluarga dan masyarakat.Abstract: Utilization of household medicinal plants (TOGA) as complementary therapy based on ethnomedicine within the community still remains suboptimal due to the limited knowledge and skills of community health workers, particularly in recognizing, processing, and properly utilizing medicinal plants. This community service activity aims to enhance the capacity of Griya Santika Family Empowerment and Welfare (PKK) cadres through empowerment based on local indigenous knowledge in the utilization of TOGA. The methods utilized include focus group discussions (FGDs), interactive workshops on the concept of ethnomedicine, and practical guidance on the use of family medicinal plants. The activity involved 25 cadres, homemakers, and PKK members as partners. Evaluation was conducted using a pretest-posttest design through a questionnaire that implemented a Likert scale to measure participants’ knowledge gains. The evaluation results showed a significant improvement in participants’ knowledge, as evidenced by an increase in the percentage of community health workers classified as having “good” knowledge, from 40% before the activity to 90% after the activity, representing a 50 percentage point increase. These results show that an ethnic medicine-based empowerment approach is effective in enhancing the knowledge of Family Empowerment and Welfare community health workers, thereby potentially supporting the implementation of herbal-based complementary therapies at the family and community levels. 
INOVASI PUDING DAUN KELOR SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BALITA DAN PENCEGAH ANEMIA REMAJA: STRATEGI INKUBASI BISNIS PANGAN FUNGSIONAL DI WILAYAH KALIMULYA, DEPOK Lusyta Puri Ardhiyanti; Marina Ery Setiyawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40096

Abstract

Abstrak: Masalah stunting, kekurangan gizi pada balita, dan anemia pada remaja masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Kelurahan Kalimulya, Depok dalam membuat puding daun kelor sebagai Makanan Tambahan (PMT) bergizi untuk balita dan pencegah anemia remaja, sekaligus membangun inkubasi bisnis pangan fungsional berbasis komunitas. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan gizi, pelatihan pembuatan produk, pendampingan legalitas usaha, dan evaluasi berbasis indikator keberhasilan yang terukur. Mitra kegiatan adalah 25 kader Posyandu dan ibu rumah tangga. Instrumen evaluasi terdiri atas kuesioner pengetahuan 20 butir berskala 0–100, lembar observasi keterampilan produksi 10 aspek dengan rubrik skala 1–4 yang dikonversi ke skala 0–100, serta lembar capaian luaran usaha. Peningkatan dihitung dengan rumus persentase peningkatan [(skor post – skor pre) / skor pre] × 100% dan diperkuat dengan uji N-Gain. Hasil kegiatan menunjukkan skor pengetahuan meningkat dari 42,3 menjadi 75,5 (peningkatan 78,4%; N-Gain 0,58 kategori sedang) dan skor keterampilan produksi meningkat dari 43,1 menjadi 79,5 (peningkatan 84,5%; N-Gain 0,64 kategori sedang), dengan 82,6% peserta mampu berproduksi sesuai standar mutu secara mandiri. Sebanyak 15 produk puding daun kelor telah berhasil memperoleh sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan rekomendasi halal dari LIMO. Program inkubasi bisnis menghasilkan kelompok usaha kecil dengan omzet awal rata-rata Rp 1.200.000 per bulan per kelompok, dan 80% kelompok masih aktif berproduksi pada evaluasi 60 hari pascaprogram.Abstract: Stunting, nutritional deficiencies in toddlers, and anemia in adolescents remain significant public health challenges in Indonesia. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of residents in Kalimulya Village, Depok in producing moringa leaf pudding as a nutritious supplementary food (PMT) for toddlers and an anemia preventive for adolescents, while simultaneously establishing community-based functional food business incubation. The implementation methods included nutritional counseling, product-making training, business legality assistance, and evaluation based on measurable success indicators. Partners consisted of 25 Posyandu cadres and housewives. The evaluation instruments comprised a 20-item knowledge questionnaire (0–100 scale), a 10-aspect production skill observation rubric (1–4 scale converted to 0–100), and a business output attainment sheet. Improvement was computed using the percentage increase formula [(post – pre) / pre] × 100% and confirmed with the N-Gain test. Knowledge scores rose from 42.3 to 75.5 (78.4% increase; N-Gain 0.58, moderate) and production skill scores rose from 43.1 to 79.5 (84.5% increase; N-Gain 0.64, moderate), with 82.6% of participants able to produce the pudding independently according to the quality standard. Fifteen moringa pudding products successfully obtained Home Industry Food (PIRT) certification and halal recommendations from LIMO. The business incubation program produced small business groups with an initial average monthly revenue of IDR 1,200,000 per group, and 80% of the groups remained actively producing at the 60-day post-program evaluation. 
TRANSNATIONAL ACADEMIC-COMMUNITY PARTNERSHIPS: FACILITATING FINANCIAL CAPABILITY AND REMOTE HIGHER EDUCATION FOR INDONESIAN OVERSEAS WORKERS IN JAPAN Dhanar Intan Surya Saputra; Imam Tahyudin; Arif Mu&#039;amar Wahid; Achmad Gazali; Miqdad Al Muflih; Rujianto Eko Saputro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40479

Abstract

Abstrak: Banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang menghadapi masalah keterbatasan waktu belajar dan kerentanan terhadap investasi ilegal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapabilitas keuangan dan akses pendidikan jarak jauh bagi PMI di Jepang melalui kolaborasi antara Universitas Amikom Purwokerto dan mitra Lakpesdam PCINU Jepang. Program dilaksanakan melalui webinar interaktif yang diikuti oleh 46 peserta secara daring. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif menggunakan kuesioner pre-test dan post-test dengan 15 butir pertanyaan. Indikator keberhasilan diukur dari peningkatan pemahaman kognitif. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 17,1%. Kemitraan ini menunjukkan bahwa organisasi diaspora berfungsi efektif sebagai penghubung kepercayaan untuk sosialisasi akademik, meskipun peserta masih membutuhkan pendampingan berkelanjutan untuk membagi waktu antara bekerja dan belajar daring.Abstract: Many Indonesian Overseas Workers (IOWs) in Japan face learning barriers and exposure to predatory financial schemes. This community service project aimed to enhance financial capability and Remote Higher Education (RHE) accessibility for IOW in Japan through a collaborative partnership between Universitas Amikom Purwokerto and Lakpesdam PCINU Japan. Utilizing an interactive online webinar, the initiative engaged 46 participants. The educational impact was assessed quantitatively using pre-test and post-test questionnaires containing 15 items. Success indicators were measured by improvements in cognitive comprehension. Results showed a 17.1% increase in overall comprehension. The findings indicate that diaspora networks serve as effective trust brokers for academic socialization. However, sustained mentoring support remains crucial to assist working students in balancing their professional duties and online learning.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA AKTIVITAS FISIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA REMAJA Sukmawati Sukmawati; Nurarifah Nurarifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.25234

Abstract

Abstrak: Penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, diabetes melitus, hipertensi, dan obesitas telah menjadi penyebab utama kematian di dunia, menyumbang hampir tiga perempat dari total kematian. Di Indonesia, prevalensi PTM terus meningkat, termasuk pada kelompok usia remaja. PTM dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko, dan salah satu faktor risiko utama PTM adalah kurangnya aktivitas fisik. Pendidikan kesehatan bagi siswa SMA penting untuk meningkatkan partisipasi remaja dalam upaya meningkatkan kesadaran remaja untuk aktif berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya aktivitas fisik melalui pendidikan interaktif. Metode pengabdian masyarakat berupa pendidikan interaktif dengan konseling, diskusi media brosur. Kegiatan ini diikuti oleh 43 siswa SMA di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai. Penilaian peningkatan pengetahuan pendidikan kesehatan PTM dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan. Sebelum pendidikan, hanya 14% remaja yang memiliki pengetahuan tinggi tentang aktivitas fisik dan pencegahan PTM. Setelah pendidikan, persentase ini meningkat menjadi 37,2%. Disarankan agar pendidikan kesehatan interaktif diimplementasikan secara berkelanjutan, dan sekolah dapat mendorong siswa SMA yang telah terdidik untuk bertindak sebagai pendidik sebaya bagi siswa lain.Abstract: Non-communicable diseases (NCDs) such as heart disease, diabetes mellitus, hypertension, and obesity have become the leading cause of death worldwide, accounting for nearly three-quarters of all deaths. In Indonesia, the prevalence of NCDs continues to rise, including among adolescents. NCDs can be prevented by avoiding risk factors, and one of the main risk factors for NCDs is lack of physical activity. Health education for high school students is crucial to increasing adolescent participation and raising awareness to actively participate in improving their health. This community service activity aims to increase adolescent knowledge about the importance of physical activity through interactive education. The community service method consisted of interactive education with counseling and discussions on brochures. Forty-three high school students in Luwuk City, Banggai Regency, participated in this activity. Assessment of knowledge improvement regarding NCD health education was conducted using pre- and post-tests. Results: There was an increase in knowledge. Before the education, only 14% of adolescents had a high level of knowledge about physical activity and NCD prevention. After the education, this percentage increased to 37.2%. It is recommended that interactive health education be implemented sustainably, and schools can encourage educated high school students to act as peer educators for other students.