cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,539 Documents
IMPLEMENTASI MODUL HR APPRAISAL BERBASIS ERP UNTUK PENGUATAN TATA KELOLA PENILAIAN KINERJA SDM RUMAH SAKIT Ilman Manarul Qori; Seno Adi Putra; Fadil Alviqih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40437

Abstract

Abstrak: Edelweiss Hospital Cianjur sebelumnya masih menggunakan sistem penilaian kinerja karyawan secara manual, sehingga proses penilaian memakan waktu lebih lama, membuka ruang subjektivitas, dan menyulitkan audit hasil penilaian. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan Modul HR Appraisal berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) agar alur penilaian, sistem pembobotan, dan dokumentasi hasil berjalan lebih terstandar. Metode pelaksanaan mencakup analisis kebutuhan, konfigurasi modul, sosialisasi dan pendampingan awal bagi 34 peserta (karyawan, manajer, staf HR) di Edelweiss Hospital Cianjur, serta evaluasi berbasis log basis data periode Januari 2025-Maret 2026. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai tata kelola operasional: seluruh 467 penilaian (100%) kini tercatat dan dapat ditelusuri dalam basis data terpusat, dibandingkan proses manual sebelumnya yang tersebar dan tidak terdokumentasi. Modul digunakan oleh 227 dari 262 karyawan target (adoption rate 86,6%), dengan penggunaan berulang pada 182 karyawan yang menunjukkan keberlanjutan pemakaian pada periode penilaian berikutnya. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi penilaian kinerja meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi tata kelola SDM di lingkungan mitra.Abstract: Edelweiss Hospital Cianjur previously relied on a manual employee performance appraisal process, making assessment slower, more vulnerable to subjectivity, and difficult to audit. This community service program aimed to implement an Enterprise Resource Planning (ERP)-based HR Appraisal Module to standardize the appraisal workflow, weighting mechanism, and documentation of results. The implementation method included needs analysis, module configuration, initial socialization and mentoring for 34 participants (employees, managers, HR staff) at Edelweiss Hospital Cianjur, and evaluation based on database logs from January 2025 to March 2026. Evaluation results show an increase in operational governance value: all 467 appraisal records (100%) are now logged and traceable in a centralized database, compared to the previously scattered and undocumented manual process. The module was used by 227 of 262 targeted employees (86.6% adoption rate), with repeat usage recorded among 182 employees, indicating sustained use in subsequent appraisal cycles. These findings indicate that digitizing performance appraisal improves accountability and the operational efficiency of HR governance at the partner institution.
PENGARUH GREEN PERCEPTION, GREEN MARKETING, DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PUPUK ORGANIK Lista Syahrun Lo'ong; Rosida Panuki Adam; Lindanur Sipatu; Abdul Azis R.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40197

Abstract

Abstrak: Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penerapan pertanian berkelanjutan di Indonesia mengalami peningkatan, salah satu bentuk penerapan pertanian ramah lingkungan adalah penggunaan pupuk organik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aspek lingkungan mulai menjadi pertimbangan penting dalam penggunaan produk pertanian yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi hijau, pemasaran hijau, dan media sosial terhadap keputusan pembelian pupuk organik di Kecamatan Ampana Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dengan instrumen penelitian menggunakan skala Likert lima poin berdasarkan indikator variabel penelitian. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling sebanyak 100 responden pengguna pupuk organik di Kecamatan Ampana Kota. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 27 dengan metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan green perception, green marketing, dan media sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara Parsial, Media Sosial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian, meskipun dengan arah hubungan negatif, yang mengindikasikan bahwa paparan informasi melalui media sosial belum tentu mendorong peningkatan keputusan pembelian.Abstract: Public awareness of the importance of sustainable agricultural practices in Indonesia has increased, with the use of organic fertilizer being one form of environmentally friendly agricultural implementation. This condition indicates that environmental considerations have become an important factor in the adoption of more sustainable agricultural products. This study aimed to determine the effects of green perception, green marketing, and social media on organic fertilizer purchasing decisions in Ampana Kota District. This study employed a quantitative approach with an associative research design. Data were collected through questionnaires, with the research instrument using a five-point Likert scale based on the indicators of each research variable. The sample was selected using purposive sampling, involving 100 respondents who had used organic fertilizer in Ampana Kota District. The data were analyzed using IBM SPSS Statistics 27 through multiple linear regression analysis. The results showed that green perception, green marketing, and social media simultaneously had no significant effect on purchasing decisions. Partially, social media had a significant effect on purchasing decisions, although the relationship was negative, indicating that exposure to information through social media does not necessarily encourage an increase in purchasing decisions.
PROGRAM LINGKAR NGOPI DEMOKRASI: PENGINDERAAN DISINFORMASI DAN TELAAH OLIGARKI-ELEKTORAL DI KOTA KUPANG TERHADAP PEMILIH PEMULA 2024 Emanuel Kosat; Veronika I. A. Boro; Frans Bapa Tokan; Maximianus Ardon Bidi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40507

Abstract

Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya mitigasi kerentanan pemilih pemula terhadap disinformasi dalam demokrasi berbasis pemilihan umum. Kegiatan berfokus pada penguatan kesadaran kritis siswa sebagai kelompok first-time voters agar mampu mengenali, menganalisis, dan merespons disinformasi serta berbagai bentuk mobilisasi identitas dalam ruang publik. Urgensi program semakin kuat karena pemilih muda pada Pemilu 2024 mencapai sekitar 52% dari total pemilih, sehingga literasi politik dan kemampuan penginderaan disinformasi menjadi kompetensi bagi kualitas demokrasi. Pendekatan yang digunakan adalah Komunikasi Antarpersonal (KAP) melalui dialog interaktif, fasilitasi, deliberasi, dan kalibrasi gagasan dalam Program Lingkar Ngopi Demokrasi. Peserta berjumlah 100 siswa/i atau taruna/i berusia 17 tahun ke atas yang teridentifikasi sebagai pemilih pemula di SMK Negeri 7 Kota Kupang. Kegiatan mengintegrasikan diskusi kepemiluan, pertukaran pengalaman, serta permainan simulasi pemilu secara berkelompok. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui wawancara, dialog antarpribadi, dan refleksi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan argumentatif peserta dalam mengidentifikasi dan menganalisis pemberitaan secara kritis, sehingga mampu menentukan sikap dan pilihan politik secara rasional, bijaksana, dan bertanggung jawab.Abstract: This community engagement program was implemented as an effort to mitigate the vulnerability of first-time voters to disinformation within electoral democracy. The program focused on strengthening students’ critical awareness as a group of first-time voters so that they could identify, analyze, and respond to disinformation and various forms of identity-based mobilization in the public sphere. The urgency of the program is reinforced by the fact that young voters accounted for approximately 52% of the total electorate in the 2024 Indonesian General Election, highlighting the importance of political literacy and disinformation detection skills for strengthening democratic quality. The program employed an Interpersonal Communication (KAP) approach through interactive dialogue, facilitation, deliberation, and the calibration of ideas within the Lingkar Ngopi Demokrasi program. The participants comprised 100 students or cadets aged 17 years and above who were identified as first-time voters at SMK Negeri 7 Kupang City. The activities incorporated electoral discussions, experience sharing, and group-based election simulation games. Program outcomes were evaluated qualitatively through interviews, interpersonal dialogue, and participant reflections. The results indicated improved argumentative abilities among participants in critically identifying and analyzing public information, enabling them to develop more rational, informed, responsible, and thoughtful political attitudes and choices.
HILIRISASI TEKNOLOGI BATA RINGAN CLC BERBASIS BOTTOM ASH SEBAGAI SOLUSI INOVATIF, EKONOMIS, DAN RAMAH LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT DESA LAPEO Dahlia Patah; Nur Okviyani; Akbar Indrawan Saudi; Amry Dasar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.41122

Abstract

Abstrak: Perkembangan sektor industri olahan komoditas batubara menumbuhkan persoalan daripada limbah yang dihasilkan. Prospek pengolahan hasil limbah menjadi olahan yang berdampak bagi masyarakat merupakan sektor yang banyak diteliti. Hilirisasi hasil penelitian olahan limbah bottom ash menjadi produk konstruksi, yaitu batu bata ringan (Cellular Lightweight Concrete), diimplementasikan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan peningkatan kapasitas keterampilan praktis produk teknologi tepat guna serta meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dikombinasikan dengan transfer teknologi dan pemberdayaan komunitas merupakan metode yang diimplementasikan kepada peserta kegiatan pelatihan sebanyak 40 orang. Pengukuran menggunakan kuesioner dilakukan kepada peserta sebelum dan setelah kegiatan dalam rangka mengukur ketercapaian hasil akhir kegiatan. Hasil yang diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan dan kapasitas peserta setelah kegiatan terjadi peningkatan rata-rata sebesar 48,20 % daripada sebelumnya. Hasil ini menunjukkan bahwa efektivitas pelaksanaan kegiatan pelatihan mampu terwujud sesuai dengan target yang diharapkan oleh tim pengabdian masyarakat.Abstract: The development of the coal commodity processing industry sector has given rise to problems related to the waste produced. The prospect of processing waste into products that have an impact on the community is a sector that has been widely researched. The downstreaming of research results on processing bottom ash waste into construction products, namely lightweight bricks (Cellular Lightweight Concrete), was implemented in the form of community service with the aim of increasing the capacity of practical skills in appropriate technology products and improving the socio-economic conditions of the people of Lapeo Village, Campalagian District. The Participatory Action Research (PAR) approach combined with technology transfer and community empowerment is a method implemented for 40 training participants. Measurements using questionnaires were carried out to participants before and after the activity in order to measure the achievement of the final results of the activity. The results obtained showed that there was an increase in participants' knowledge and capacity after the activity, with an average increase of 48.20% compared to before. These results indicate that the effectiveness of the implementation of training activities was able to be realized in accordance with the targets expected by the community service team.
HEALTHY WORKPLACE MOVEMENT: SKRINING DAN EDUKASI KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA KARYAWAN Andy Sirada; Kiki Rezki Faradillah; Susianna Jansen; Lina Berliana Togatorop; Dwi Suratmini; Rycco Darmareja
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39710

Abstract

Abstrak: Gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami pekerja akibat posisi kerja statis, aktivitas berulang, dan penerapan ergonomi yang kurang optimal. Kondisi ini dapat menurunkan kenyamanan, kapasitas kerja, dan produktivitas apabila tidak dilakukan upaya pencegahan sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan karyawan mengenai kesehatan muskuloskeletal dan ergonomi kerja serta mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal melalui skrining menggunakan Nordic Body Map (NBM). Kegiatan dilaksanakan pada 32 karyawan PT Cakra Manggilingan Jaya melalui edukasi kesehatan kerja, skrining keluhan muskuloskeletal, dan praktik workplace stretching. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri atas 10 pertanyaan terkait kesehatan muskuloskeletal dan ergonomi kerja. Indikator keberhasilan kegiatan ditetapkan berdasarkan peningkatan skor pengetahuan peserta setelah intervensi edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 58,4 pada pre-test menjadi 81,2 pada post-test dengan selisih peningkatan sebesar 22,8 poin. Hasil skrining NBM menunjukkan keluhan muskuloskeletal paling banyak ditemukan pada area pinggang/punggung bawah (75%), leher (62%), dan bahu (56%). Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai dan berpartisipasi dalam praktik workplace stretching yang diberikan. Kegiatan Healthy Workplace Movement efektif meningkatkan pengetahuan karyawan mengenai kesehatan muskuloskeletal dan ergonomi kerja serta dapat menjadi salah satu strategi promotif dan preventif untuk mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal di lingkungan kerja.Abstract: Musculoskeletal disorders are among the most common occupational health problems experienced by workers due to prolonged static postures, repetitive activities, and inadequate ergonomic practices. These conditions may reduce comfort, work capacity, and productivity if preventive measures are not implemented at an early stage. This community service program aimed to improve employees’ knowledge of musculoskeletal health and workplace ergonomics and to identify musculoskeletal complaints through screening using the Nordic Body Map (NBM). The program involved 32 employees of PT Cakra Manggilingan Jaya and consisted of occupational health education, musculoskeletal complaint screening, and workplace stretching practice. Knowledge evaluation was conducted using a pre-test and post-test comprising 10 questions related to musculoskeletal health and workplace ergonomics. The success indicator of the program was defined as an improvement in participants’ knowledge scores following the educational intervention. The results showed that the mean knowledge score increased from 58.4 in the pre-test to 81.2 in the post-test, representing an increase of 22.8 points. The NBM screening revealed that musculoskeletal complaints were most frequently reported in the lower back (75%), neck (62%), and shoulder (56%) regions. All participants completed the entire program and actively participated in the workplace stretching session. The Healthy Workplace Movement program was effective in improving employees’ knowledge of musculoskeletal health and workplace ergonomics and may serve as a promotive and preventive strategy to reduce the risk of musculoskeletal disorders in the workplace.
TRANSFORMASI PERILAKU PETANI MELALUI SEKOLAH KOPI BERBASIS ANDRAGOGI DALAM PENINGKATAN KUALITAS KOPI LIBERIKA WONOSALAM Wanda Azizah Ramadhan; Melati Julia Rahma; Jati Batoro; Santy Dinar Permata; Danniary Ismail Faronny; Satria Bagaskara; Asyifa Zahra Nur Anggraeni; Putri Salma Shafira; Wulan Pratiwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40483

Abstract

Abstrak: Kopi Liberika Wonosalam memiliki karakteristik rasa khas dan adaptabilitas tinggi, namun nilai pasarnya rendah akibat panen tidak selektif dan praktik pascapanen yang inkonsisten. Pencampuran buah matang dan mentah menghasilkan kualitas buruk serta harga tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan sekolah kopi berbasis andragogi sebagai upaya mendorong perubahan perilaku petani dari hilir ke hulu, sekaligus memperkuat keberlanjutan kopi Liberika sebagai komoditas regional. Pendekatan deskriptif kualitatif melalui Penelitian Tindakan Partisipatif (Participatory Action Research) diterapkan dengan melibatkan petani kopi Liberika berusia di atas 17 tahun sebagai mitra aktif dalam setiap tahap penelitian, mencakup penilaian kebutuhan, perancangan kurikulum, praktik lapangan, dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan cupping publik, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya transformasi kognitif berupa pemahaman petani mengenai panen selektif, perubahan afektif melalui meningkatnya kesadaran akan kualitas, serta peningkatan psikomotorik melalui praktik langsung di lapangan. Integrasi andragogi dengan pembelajaran berbasis pengalaman terbukti efektif menciptakan proses pembelajaran yang relevan dan berkelanjutan, sehingga meningkatkan daya saing kopi Liberika di pasar spesialitas sekaligus mensejahterakan petani.Abstract: Wonosalam Liberica coffee has distinctive flavor characteristics and high adaptability, but its market value is low due to non-selective harvesting and inconsistent post-harvest practices. The mixing of ripe and unripe cherries results in poor quality and unstable prices. This study aims to explore the implementation of an andragogy-based coffee school as an effort to encourage behavioral change among farmers from downstream to upstream, while strengthening the sustainability of Liberica coffee as a regional commodity. A qualitative descriptive approach using Participatory Action Research (PAR) was applied, involving Liberica coffee farmers aged 17 and older as active partners in every stage of the research, including needs assessment, curriculum design, field practice, and evaluation. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, documentation, and public cupping sessions, and were subsequently analyzed using an interactive model and triangulation. The research results indicate cognitive transformation in the form of farmers’ understanding of selective harvesting, affective change through increased awareness of quality, and psychomotor improvement through hands-on field practice. The integration of andragogy with experience-based learning proved effective in creating a relevant and sustainable learning process, thereby enhancing the competitiveness of Liberica coffee in the specialty market while improving farmers’ livelihoods.
PENINGKATAN LITERASI PEMASARAN DIGITAL SISWA SMK MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN Erlinda Yurisinthae; Josua Parulian Hutajulu; Irba Muhlas Sambodo; Nur Inda Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40307

Abstract

Abstrak: Keterbatasan pemahaman siswa dalam memanfaatkan media digital untuk memasarkan produk agribisnis menjadi kendala utama di SMK. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan pemasaran digital siswa melalui pelatihan terstruktur dan pendampingan praktis. Metode pelaksanaan melibatkan 36 siswa jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura melalui metode penyuluhan konsep dasar pemasaran digital berbasis aplikasi Canva, dilanjutkan praktikum laboratorium berupa perbanyakan pupuk hayati Bacillus Plus. Evaluasi program diukur menggunakan instrumen kuesioner sebelum (pre-test 10 pertanyaan) dan sesudah (post-test 10 pertanyaan) kegiatan indikator keberhasilan dari kegiatan ini siswa dapat memahami tentang pemasaran digital serta pengaplikasian pupuk hayati. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman literasi digital yang nyata pada siswa, dengan kenaikan nilai rata-rata dari 33,06 menjadi 36,31, atau mengalami progres peningkatan kompetensi sebesar 9,83% dari kondisi awal. Integrasi pelatihan pemasaran digital dan praktik inovasi produk agribisnis terbukti efektif memberikan pengalaman belajar yang utuh bagi siswa vokasi.Abstract: Students' limited understanding of utilizing digital media to market agribusiness products remains a major obstacle in vocational high schools. This Community Service (PKM) activity aims to improve students' digital marketing literacy and skills through structured training and practical mentoring. The implementation method involved 36 students from the Agribusiness of Food Crops and Horticulture department, utilizing counseling methods on the basic concepts of digital marketing based on the Canva application, followed by laboratory practice for multiplying Bacillus Plus biological fertilizer. Program evaluation was measured using questionnaire instruments before (pre-test 10 questions) and after (post-test 10 questions) success indicator activities from this activity students can understand about digital marketing and the application of biofertilizers. The implementation results showed a noticeable improvement in students' digital literacy understanding, with an increase in the mean score from 33.06 to 36.31, or experiencing a competence improvement progress of 9.83% from the initial condition. The integration of digital marketing training and agribusiness product innovation practice proved effective in providing a holistic learning experience for vocational students.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENGOLAHAN KUNYIT PASCA PANEN DALAM MEWUJUDKAN DESA WISATA HERBAL Sabtanti Harimurti; Dyani Primasari Sukamdi; Rahma Artemisia; Zelmi Dwi Novita; Satriaji Amurwa Wijaya; Wahid Fathoni; Joko Supriyanto; Tri Sunu Handayani; Ismanurrahaman Hadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40368

Abstract

Abstrak: Pengembangan produk pariwisata dapat dilakukan melalui kerangka 4A (Attractions, Accessibility, Amenities, and Ancillary) dengan pendekatan Community-Based Tourism (CBT). Desa Semoyo, Kabupaten Gunung Kidul, memiliki potensi alam yang besar dan telah mengembangkan desa wisata melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Untuk memperkuat kapasitas masyarakat, dilakukan program pengembangan Rimpang Kunyit dan Herbal EduPark yang bertujuan meningkatkan pengetahuan warga Kampung Kunyit Kanutan Semoyo tentang pengolahan kunyit pascapanen. Mitra dari kegiatan ini adalah ketua Kampung Kunyit Kanutan, Desa Semoyo. Kegitan diikuti oleh 37 peserta yang meliputi anggota Pokdarwis dan BUMDes Kampung Kanutan. Program meliputi edukasi dan evaluasi pemahaman menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 pertanyaan. Indikator keberhasilan dilihat dari peningkatan nilai pre-test dan post-test yaitu dari 8,731,86 menjadi 8,861,42. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta walaupun hanya meningkat 1,5% setelah edukasi. Walaupun hanya sedikit meningkat, nmaun peningkatan ini mencerminkan bertambahnya kapasitas masyarakat dalam mengelola dan mendiversifikasi produk berbahan dasar kunyit. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan CBT efektif dalam memperkuat sumber daya manusia serta mendukung pengembangan Desa Semoyo sebagai desa wisata herbal yang berkelanjutan.Abstract: Tourism product development can be implemented through the 4A framework (Attractions, Accessibility, Amenities, and Ancillary) using a Community-Based Tourism (CBT) approach. Semoyo Village, located in Gunung Kidul Regency, possesses significant natural potential and has initiated tourism village development through the establishment of a Tourism Awareness Group (Pokdarwis) and a Village-Owned Enterprise (BUMDes). To strengthen community capacity, the Turmeric Rhizome and Herbal EduPark development program was conducted to enhance the knowledge of residents of Kampung Kunyit Kanutan Semoyo regarding post-harvest turmeric processing. The partner for this activity is the head of Kampung Kunyit Kanutan in Semoyo Village. The activity was attended by 37 participants, comprising members of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) and the Village-Owned Enterprise (BUMDes) of Kampung Kanutan. The program consisted of educational activities and knowledge assessments using pre-test and post-test instruments, including 10 questions. The program's success indicator is determined by the increase in post-test scores, that was 8.731.86 increased to 8.861.42. The results demonstrated an improvement in participants’ understanding although only 1.5% of turmeric processing techniques after the educational intervention. Even though the increasing score was little, this improvement reflects increased community capacity to manage and diversify turmeric-based products. These findings indicate that the CBT approach is effective in strengthening human resources and supporting the sustainable development of Semoyo Village as a herbal tourism destination.
PENERAPAN MEDIA LISTENING SONG BERBASIS AUDIO-VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LISTENING SANTRI DI PONDOK PESANTREN Muhammad Nabil Izzah; Sonny Elfiyanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40530

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari program Kuliah Mahasiswa Magister (KMM) yang dilaksanakan selama delapan minggu, mulai minggu kedua bulan April, di sebuah SMP berbasis pondok pesantren. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan listening siswa melalui penerapan media listening song berbasis audio-visual dengan level CEFR A1-A2. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis hasil worksheet siswa. Subjek kegiatan adalah 17 siswa. Evaluasi keberhasilan program dilakukan melalui perbandingan skor rubrik penilaian (kelengkapan gap-fill, pemahaman kosakata, kelancaran presentasi, dan akurasi pronunciation) antara pertemuan awal dan pertemuan akhir, didukung hasil observasi dan wawancara. Indikator keberhasilan ditetapkan berupa peningkatan skor rata-rata rubrik serta peningkatan partisipasi aktif siswa selama enam pertemuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan listening siswa sebesar 49,5%, disertai peningkatan motivasi, partisipasi aktif, dan kepercayaan diri siswa dalam merespons menggunakan bahasa Inggris.Abstract: This community service activity was carried out as part of the Master's Student Community Service (KMM) program over eight weeks, beginning in the second week of April, at a junior secondary school within an Islamic boarding school (pesantren). The primary aim was to improve students' listening skills through the implementation of audio-visual-based listening song media at CEFR A1-A2 level. A qualitative descriptive method was employed, with data collected through observation, interviews, documentation, and worksheet analysis. Seventeen students participated as subjects. Program success was evaluated by comparing rubric scores (gap-fill completeness, vocabulary comprehension, presentation fluency, and pronunciation accuracy) between the first and final sessions, supported by observation and interview data. Success indicators were defined as an increase in mean rubric scores and increased active student participation across the six sessions. Results showed a 49,5]% improvement in students' listening skills, along with increased motivation, active participation, and confidence in responding using English.