cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,539 Documents
INOVASI DIGITAL: MENINGKATKAN KINERJA BANK SAMPAH SAUYUNAN DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI Pepi Zulvia; Anggi Syahadat Harahap; Fikri Aditya Tri Andikaputra; Endah Mustika Ramdani; Rodlial Ramadhan Tackbir Abubakar; Rike Anggun Artisa; Arundina Dijah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39859

Abstract

Abstrak: Bank Sampah Sauyunan di Desa Cibungur, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, masih menghadapi kendala dalam pencatatan transaksi manual, keterbatasan transparansi, rendahnya partisipasi masyarakat, dan kurangnya sarana pengolahan sampah organik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola dan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan bank sampah. Metode kegiatan meliputi penjajakan mitra, Focus Group Discussion, pelatihan pengelolaan bank sampah berbasis teknologi informasi, serta pendistribusian peralatan pengolahan sampah organik rumah tangga kepada perwakilan 30 KK dari empat RT. Evaluasi dilakukan melalui survei kepuasan dan kebermanfaatan kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 90,76% peserta merasa puas terhadap kegiatan dan 90,38% peserta merasakan manfaat kegiatan. Kegiatan ini membantu pengelola memahami pencatatan transaksi, pelaporan, pengelolaan data nasabah, serta penggunaan teknologi informasi untuk mendukung operasional bank sampah. Program ini menunjukkan bahwa digitalisasi sederhana dapat mendukung efisiensi, transparansi, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Bank Sampah Sauyunan.Abstract: The Sauyunan Waste Bank in Cibungur Village, Rancakalong District, Sumedang Regency, still faces several challenges, including manual transaction recording, limited transparency, low community participation, and inadequate facilities for organic waste processing. This community service activity aims to strengthen the capacity of waste bank managers and community members through the use of information technology in waste bank management. The methods used in this activity included partner needs assessment, Focus Group Discussions, information technology-based waste bank management training, and the distribution of household organic waste processing equipment to representatives of 30 households from four neighborhood units (RT). The activity was evaluated through a satisfaction and perceived usefulness survey. The results showed that 90.76% of participants were satisfied with the activity, while 90.38% stated that the activity was beneficial. This activity helped waste bank managers improve their understanding of transaction recording, reporting, customer data management, and the use of information technology to support waste bank operations. The program indicates that simple digitalization can improve efficiency, transparency, and community participation in the management of the Sauyunan Waste Bank.
PENGEMBANGAN USAHA MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK BERBASIS SINGKONG DAN PEPAYA Timbul Rasoki; Ana Nurmalia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40583

Abstract

Abstrak: Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal melalui diversifikasi produk singkong dan pepaya, serta meningkatkan kemampuan pengemasan dan pemasaran produk. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya diversifikasi produk, rendahnya keterampilan pengolahan serta belum optimalnya strategi pemasaran dan pengemasan produk. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan survei awal, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan. Produk yang dikembangkan dalam kegiatan ini meliputi brownies singkong dan stik pepaya. Selain pelatihan pengolahan, peserta juga diberikan materi mengenai teknik pengemasan dan pemasaran digital melalui berbagai platform media sosial. Indikator yang digunakan meliputi tingkat partisipasi, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, kemampuan peserta dalam mempraktikkan pembuatan brownies singkong dan stik pepaya, serta teknik pengemasan dan pemasaran digital. Berdasarkan evaluasi, seluruh anggota KWT Sekar Wangi yang berjumlah 35 orang mengikuti rangkaian kegiatan sehingga tingkat kehadiran mencapai 100%. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dan keterampilan sebesar 21%. Sebagian besar peserta telah mampu mempraktikkan pengolahan brownies singkong dan stik pepaya secara mandiri, memahami teknik pengemasan yang lebih menarik, serta mulai memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi produk. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian tidak hanya meningkatkan aspek pengetahuan, tetapi juga keterampilan teknis dan kesiapan peserta dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokalAbstract: This program aimed to enhance the community's capacity to develop businesses based on local potential through the diversification of cassava and papaya products, while also improving product packaging and marketing skills. The main challenges faced by the partner community included limited product diversification, inadequate processing skills, and suboptimal product packaging and marketing strategies. The program was implemented through several stages, including a preliminary survey, educational sessions, demonstrations, hands-on practice, and continuous mentoring. The products developed during the program were cassava brownies and papaya sticks. In addition to food processing training, participants received instruction on attractive packaging techniques and digital marketing through various social media platforms. The evaluation indicators included participation rate, improvement in participants' knowledge and skills, their ability to independently produce cassava brownies and papaya sticks, and their competence in applying packaging techniques and digital marketing strategies. Based on the evaluation results, all 35 members of the Sekar Wangi Women's Farmer Group (Kelompok Wanita Tani/KWT) participated in the entire series of activities, resulting in a 100% attendance rate. The pre-test and post-test results indicated an average increase of 21% in participants' knowledge and skills. Most participants were able to independently produce cassava brownies and papaya sticks, understood more attractive packaging techniques, and had begun utilizing digital media as a platform for product promotion. These findings demonstrate that the community service program not only improved participants' knowledge but also enhanced their technical skills and readiness to develop businesses based on local resources.
STRATEGI KETAHANAN EKONOMI PETANI PADI MELALUI PENGELOLAAN RISIKO DAN PERENCANAAN KEUANGAN MUSIMAN Rr Sri Saraswati; Wahdan Arum Inawati; Ruri Octari Dinata
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40619

Abstract

Abstrak: Petani padi menghadapi ketidakpastian ekonomi akibat risiko gagal panen, fluktuasi harga gabah, kenaikan biaya produksi, ketergantungan pada tengkulak, dan belum optimalnya dana cadangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam mengelola risiko usaha tani serta menyusun perencanaan keuangan musiman. Mitra kegiatan adalah ketua kelompok petani padi dan anggotanya diKabupaten Bandung, dengan jumlah peserta 24 orang. Metode pelaksanaan meliputi pemetaan risiko, penyuluhan, diskusi interaktif, dan simulasi pembagian hasil panen untuk kebutuhan rumah tangga, modal tanam berikutnya, serta dana cadangan. Evaluasi dilakukan melalui observasi, tanya jawab, dan 5 pertanyaan dalam angket pemahaman sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berjalan efektif dengan dampak positif, ditandai oleh 96,67% peserta menyatakan setuju dan sangat setuju terhadap kesesuaian, kejelasan, dan relevansi materi serta kualitas pelayanan, yang mencerminkan peningkatan pemahaman dan kepuasan peserta secara signifikan dibandingkan kondisi awal.Abstract: Rice farmers face economic uncertainty due to the risk of crop failure, fluctuations in grain prices, rising production costs, dependence on middlemen, and suboptimal reserve funds. This community service activity aims to improve farmers' understanding and skills in managing farming risks and preparing seasonal financial plans. The activity partners are the head of the rice farmer group and its members in Kp. Cintanjung, RT/RW 01/01 Mekarjaya Village, Banjaran District, Bandung Regency, with a total of 24 participants. The implementation method includes risk mapping, counseling, interactive discussions, and simulations of harvest distribution for household needs, capital for the next planting, and reserve funds. Evaluation is carried out through observation, questions and answers, and questionnaires on understanding before (pre-test) and after (post-test) the activity. The results of the activity indicate that the community service activity was effective with a positive impact, indicated by 96.67% of participants agreeing and strongly agreeing with the suitability, clarity, and relevance of the material and the quality of service, which reflects a significant increase in participant understanding and satisfaction compared to the initial conditions. 
PEMBERDAYAAN UMKM PANGAN MELALUI EDUKASI KEAMANAN, DETEKSI BAHAN BERBAHAYA, DAN PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL DI SIDOARJO Etik Wahyuningsih; Isnaeni Isnaeni; Elok Siti Nurjannah; Siti Nurhalizah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39979

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang pangan di Sidoarjo, memiliki potensi besar dalam ketahanan pangan. Namun, pelaku usaha menghadapi kendala kurangnya pemahaman tentang standar keamanan pangan, bahan tambahan terlarang, serta sertifikasi halal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM serta anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam memproduksi pangan yang aman dan halal. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, demonstrasi uji sederhana untuk mendeteksi boraks, formalin, dan pewarna berbahaya, serta pendampingan pengajuan sertifikasi halal. Mitra sasaran dalam kegiatan ini berjumlah 30 orang peserta yang terdiri dari pelaku UMKM pangan olahan, produsen minuman kesehatan, perangkat desa, kader desa, serta anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Evaluasi program diukur melalui pre-test dan post test yang dianalisis secara statistik, serta survei kepuasan. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 6,97%, dengan rata-rata nilai pre-test 77,27% meningkat menjadi 84,24% pada post-test. Keterampilan peserta dalam memilih kemasan, mengidentifikasi bahan aman, dan memahami tata cara jaminan halal juga mengalami peningkatan. 90 % peserta menyatakan kepuasan tinggi terhadap program ini. Kesimpulannya, edukasi dan pendampingan ini efektif meningkatkan pemahaman dan kemandirian pelaku UMKM dalam menjamin mutu, keamanan, dan kehalalan produk pangan secara berkelanjutan.Abstract: Food-sector Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Sidoarjo, hold significant potential for enhancing local food security. However, these enterprises frequently encounter operational challenges stemming from a limited understanding of food safety standards, prohibited food additives, and halal certification processes. This community service initiative aimed to enhance the knowledge and capacity of MSME practitioners and Family Welfare Empowerment (PKK) members in producing safe, halal-compliant food products. The implementation methods comprised educational lectures, practical demonstrations of rapid diagnostic tests for hazardous substances, and direct mentoring for halal certification registration. ME practitioners, health drink producers, village officials, village cadres, and Family Welfare Empowerment (PKK) members. Program efficacy was evaluated using pre- and post-tests, supplemented by a participant satisfaction survey. The program was attended by 30 participants. Evaluation results indicated a significant 6.97 % increase in participants' cognitive comprehension, with average scores rising from 77.27 % in the pre-test to 84.24 % in the post-test. Furthermore, participants demonstrated improved practical skills in selecting appropriate food packaging, identifying safe ingredients, and navigating the halal assurance system. Notably, 90% of the attendees reported a high level of satisfaction with the training program. In conclusion, this integrated educational and mentoring approach effectively fostered the understanding and independence of MSME practitioners, ensuring the sustainable production of high-quality, safe, and halal food commodities.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP ELEKTROMAGNETIKA MELALUI KULIAH TAMU INTERNASIONAL BAGI MAHASISWA DIPLOMA TEKNIK Arie Pangesti Aji; Ervina Yuliyanti; Marysca Shintya Dewi; Hanif Witama Kurniawan; Zahran Fitra Firdaus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40326

Abstract

Abstrak: Pemahaman konsep elektromagnetika penting dalam pendidikan teknik karena mendasari berbagai teknologi modern, namun mahasiswa diploma teknik sering menghadapi keterbatasan dalam pendalaman aspek teoritis akibat dominasi pembelajaran praktis. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian menyelenggarakan program kuliah tamu internasional di Politeknik Ungku Omar, Malaysia, yang melibatkan 40 mahasiswa diploma teknik pada 8 Oktober 2025. Kegiatan meliputi persiapan, penyampaian materi, diskusi interaktif, kuis, serta evaluasi menggunakan 10 soal pre-test, 10 soal post-test, dan kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam memahami konsep elektromagnetika dan aplikasinya sebesar 43,7%, yang mencerminkan peningkatan kompetensi konseptual dan analitis. Temuan ini menunjukkan bahwa kuliah tamu internasional berkontribusi positif terhadap penguatan kapasitas akademik sekaligus memperluas kolaborasi antara Universitas Dian Nusantara dan Politeknik Ungku Omar.Abstract: Understanding electromagnetics concepts is essential in engineering education because they serve as the foundation for various modern technologies. However, diploma engineering students often face limitations in developing theoretical understanding due to the predominance of practice-oriented learning. To address this issue, a community service program in the form of an international guest lecture was conducted at Politeknik Ungku Omar, Malaysia, involving 40 diploma engineering students on October 8, 2025. The program consisted of preparation, material delivery, interactive discussions, quizzes, and evaluation using 10 pre-test questions, 10 post-test questions, and a participant satisfaction questionnaire. The results showed a 43.7% improvement in participants’ ability to understand electromagnetics concepts and their applications, indicating enhanced conceptual and analytical competencies. These findings suggest that the international guest lecture contributed positively to strengthening academic capacity while also fostering collaboration between Universitas Dian Nusantara and Politeknik Ungku Omar. 
PENDAMPINGAN SPIRITUAL BERBASIS KOMUNITAS UNTUK MEMBERDAYAKAN ANAK-ANAK MINORITAS MUSLIM Muslim Afandi; Zulkifli M Nuh; Muhlasin Muhlasin; Imam Hanafi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39750

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat resiliensi dan identitas keagamaan anak-anak Muslim yang hidup sebagai kelompok minoritas di Kampung Penyengat, Kabupaten Siak. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Asset-Based Community Development (ABCD). Pendekatan PAR diterapkan melalui identifikasi masalah, perencanaan partisipatif, pelaksanaan tindakan, dan refleksi bersama, sedangkan ABCD dilakukan melalui pemetaan dan optimalisasi aset lokal berupa surau, tokoh agama, orang tua, dan guru agama. Kegiatan melibatkan 5 anak Muslim sebagai peserta utama, dengan dukungan 1 tokoh agama, 2 orang tua, dan 1 guru agama Islam, serta dilaksanakan melalui 8 sesi pendampingan spiritual selama 4 minggu. Program mencakup storytelling berbasis sirah nabawiyah, role play, latihan dzikir sebagai teknik regulasi emosi, dan pembentukan kelompok dukungan sebaya “Sahabat Penyengat”. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan indikator keberhasilan meliputi peningkatan kepercayaan diri, keberanian berinteraksi sosial, kemampuan mengekspresikan identitas keagamaan, partisipasi dalam aktivitas spiritual, dan terbentuknya dukungan sosial komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta memperlihatkan peningkatan keberanian dalam berinteraksi sosial dan mengekspresikan identitas keagamaan secara lebih terbuka dibandingkan sebelum program. Selain itu, keterlibatan peserta dalam aktivitas spiritual meningkat, serta terbentuk kelompok “Sahabat Penyengat” yang berfungsi sebagai ruang aman dan dukungan sebaya berkelanjutan. Keterlibatan orang tua, guru agama, dan tokoh agama juga memperkuat modal sosial komunitas dalam mendukung perkembangan anak-anak Muslim minoritas. Temuan ini menegaskan bahwa pendampingan spiritual berbasis komunitas merupakan model pemberdayaan yang efektif untuk memperkuat resiliensi dan identitas keagamaan anak Muslim minoritas dalam masyarakat heterogen.Abstract: This community service activity aims to strengthen resilience and religious identity among Muslim children living as a minority in Kampung Penyengat, Siak Regency. The program was implemented using a Participatory Action Research (PAR) approach and Asset-Based Community Development (ABCD). PAR was applied through problem identification, participatory planning, action implementation, and joint reflection, while ABCD was carried out by mapping and optimizing local assets such as the surau (prayer hall), religious leaders, parents, and religious teachers. The activity involved five Muslim children as the main participants, supported by one religious leader, two parents, and one Islamic religious teacher, and was conducted over eight spiritual mentoring sessions across four weeks. The program included storytelling based on Sirah Nabawiyah (Prophetic biography), role-playing, zikr (remembrance) exercises as emotion-regulation techniques, and the formation of a peer support group called “Sahabat Penyengat” (Penyengat Friends). Evaluation was conducted through observation, interviews, and Focus Group Discussions (FGD), with success indicators including increased self-confidence, greater courage in social interactions, the ability to express religious identity, participation in spiritual activities, and the formation of social support within the community. The results showed that all participants demonstrated increased confidence in social interactions and expressed their religious identity more openly than before the program. Additionally, participants’ involvement in spiritual activities increased, and the “Sahabat Penyengat” group was established as a safe space and ongoing peer support network. The involvement of parents, religious teachers, and religious leaders also strengthened the community’s social capital in supporting the development of minority Muslim children. These findings affirm that community-based spiritual mentoring is an effective empowerment model to enhance resilience and religious identity among minority Muslim children in a diverse society.
PENINGKATAN KAPASITAS UMKM PPKM KABUPATEN BANDUNG MELALUI PELATIHAN ETIKA BISNIS ISLAM DAN PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL Mochamad Malik Akbar Rohandi; Nadia Meirani; Allya Roosallyn Assyofa; Eka Tresna Gumelar; Rezi Muhammad Taufik Permana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40541

Abstract

Abstrak: Pelaku UMKM anggota Perkumpulan Pengusaha Karsa Mandiri (PPKM) Kabupaten Bandung menghadapi kendala dalam etika bisnis Islam, legalitas usaha, dan kesiapan administratif sertifikasi halal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM dalam memahami etika bisnis Islam, menyusun dasar kerja sama usaha, serta menyiapkan pengajuan awal sertifikasi halal melalui SIHALAL. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan partisipatif pada 21-22 Mei 2026 bersama 10 tenant terpilih, didukung Tim Pusat Halal dan Inkubator Bisnis Halal Universitas Islam Bandung. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui pre-test dan post-test dengan 15 butir pertanyaan, observasi, dan pencatatan status pengajuan. Indikator keberhasilan kegiatan meliputi peningkatan skor pemahaman peserta, terdampinginya seluruh tenant hingga tahap pengajuan awal SIHALAL, serta teridentifikasinya kebutuhan pendampingan lanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 85,0 menjadi 95,4 (10,4 poin). Seluruh tenant didampingi sampai tahap pengajuan awal/proses SIHALAL, sedangkan lima tenant tanpa NIB memperoleh pendampingan legalitas dasar. Penerbitan sertifikat halal dan pembentukan kader halal internal masih memerlukan pendampingan lanjutan.Abstract: MSMEs affiliated with Perkumpulan Pengusaha Karsa Mandiri (PPKM) in Bandung Regency face challenges in Islamic business ethics, business legality, and administrative readiness for halal certification. This program aimed to strengthen MSME capacity to understand Islamic business ethics, prepare basic partnership documents, and complete initial halal certification submissions through SIHALAL. The method employed participatory training and mentoring on May 21-22, 2026, involving 10 selected tenants and supported by the Halal Center and Halal Business Incubator of Universitas Islam Bandung. Descriptive evaluation used a 15 item pre-test and post-test, observation, and submission monitoring. Success indicators included improved participant comprehension scores, assistance of all tenants up to the initial submission stage in SIHALAL, and identification of further mentoring needs. Results showed an average score increase from 85.0 to 95.4 (10.4 points). All tenants were assisted up to the initial submission/process stage in SIHALAL, while five tenants without a Business Identification Number received basic legality assistance. Halal certificate issuance and internal halal cadre formation require further mentoring. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR JALAN DAN DRAINASE BERKELANJUTAN UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN EKONOMI DESA Rasiwan Rasiwan; Hartanto Wahyu Sasongko; Muhammad Abduh; Asmadi Asmadi; Sarpawi Sarpawi; Randy Setiawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39941

Abstract

Abstrak: Infrastruktur jalan dan sistem drainase merupakan komponen penting dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pesisir yang memiliki potensi pengembangan ekonomi dan pariwisata. Pengabdian Pada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan peran masyarakat Desa Sungai Duri II dalam mengelola serta memelihara infrastruktur jalan dan drainase secara mandiri guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif yang dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu persiapan melalui observasi lapangan, pelaksanaan melalui sosialisasi edukatif, diskusi dan pendampingan, dan evaluasi menggunakan penyebaran angket pre-test serta post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta yang terdiri atas perangkat desa, ketua RT dan RW, pelaku UMKM, dan perwakilan masyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi yang menggunakan angket pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata skor dari 8,22 menjadi 14,19. Persentase penguasaan materi meningkat dari 54,79% menjadi 94,58%, atau mengalami peningkatan sebesar 39,79%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan dan drainase secara mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kualitas lingkungan dan infrastruktur desa sebagai upaya mendukung peningkatan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.Abstract: Road infrastructure and drainage systems are essential components in supporting community social and economic activities, particularly in coastal areas with significant potential for economic and tourism development. This community service program aimed to enhance the awareness, knowledge, and participation of the residents of Sungai Duri II Village in managing and maintaining road and drainage infrastructure independently to support sustainable local economic growth. The program employed a participatory approach consisting of three stages: preparation through field observations, implementation through educational socialization, discussions, and mentoring activities, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The activity involved 32 participants, including village officials, neighborhood and community unit leaders, micro, small, and medium enterprise actors, and community representatives. The evaluation results, based on the pre-test and post-test questionnaires, indicated a significant improvement in participants’ understanding, as reflected by an increase in the average score from 8.22 to 14.19. The percentage of material mastery increased from 54.79% to 94.58%, representing an improvement of 39.79%. These findings demonstrate that the socialization program was effective in increasing community knowledge and awareness regarding the importance of independently and sustainably maintaining road and drainage infrastructure. Furthermore, the program improved community understanding of the importance of preserving environmental quality and village infrastructure as a means of supporting sustainable economic development.
ECO-INNOVATION SABUN KERTAS ANTISEPTIK HALAL BERBASIS POLYHERBAL DAN PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG TELUR AYAM Annisa Kartika Sari; Etik Wahyuningsih; Nur Haliza Firdausi; Elok Siti Nurjannah; Laili Irfanah; Ria Hanistya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39630

Abstract

Abstrak: Permasalahan penumpukan sampah rumah tangga dan belum optimalnya pemanfaatan limbah cangkang telur ayam serta berbagai jenis tanaman herbal (polyherbal) terjadi di wilayah Rekesan, Provinsi Jawa Timur. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah tersebut menjadi sabun kertas antiseptik halal bernilai ekonomi. Metode dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pada 28 anggota Perkumpulan Al-Hidayah Rekesan Prigen. Evaluasi dilakukan dengan memberikan 10 pertanyaan pre-test/post-test, dan uji hedonik. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan, dengan persentase jawaban benar post-test mencapai 93–100% pada seluruh indikator, meningkat tajam dari 0–25% saat pre-test. Keterampilan peserta dalam melakukan formulasi sabun kertas terlihat dari produk akhir yang berhasil dibuat dan diterima dengan baik berdasarkan uji hedonik, dengan rata-rata skor pada kategori “suka” hingga “sangat suka”. Produk ini berpotensi membuka peluang usaha baru berbasis pemberdayaan masyarakat sekaligus mengurangi beban sampah lingkungan.Abstract: The issues of household waste accumulation and the suboptimal utilization of chicken eggshell waste and various types of herbal plants (polyherbal) are prevalent in the Rekesan area, East Java Province. The objective of this community service project is to enhance the community’s knowledge and skills in processing these wastes into halal antiseptic paper soap with economic value. The methods employed included outreach sessions, demonstrations, and hands-on practice with 28 members of the Al-Hidayah Rekesan Prigen Association. Evaluation was conducted using a 10-question pre-test/post-test and a hedonic test. The results showed a significant increase in knowledge, with the percentage of correct answers on the post-test reaching 93–100% across all indicators—a sharp increase from 0–25% on the pre-test. Participants’ skills in formulating paper soap were evident in the final products they successfully produced, which were well-received based on the hedonic test, with average scores ranging from “like” to “love.” This product has the potential to open up new community-empowerment-based business opportunities while reducing the environmental burden of waste.
PENDAMPINGAN EDUKASI KESEHATAN PADA SISWA TK DENGAN METODE STORY TELLING DAN MEWARNAI BUKU SERIAL SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT Mela Firdaust; Zaeni Budiono; Tri Marthy Mulyasari; Hari Rudijanto Indro Wardono; Asep Tata Gunawan; Muhammad Rifqi Maulana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40758

Abstract

Abstrak: Penguatan edukasi kesehatan dan personal higiene pada usia dini merupakan fase krusial dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat. Penggunaan metode storytelling mampu meningkatkan antusiasme siswa dalam menginternalisasi pola hidup bersih secara proaktif. Tujuan kegiatan ini untuk membangun pemahaman kolektif mengenai urgensi pembiasaan perilaku menjaga personal higiene dan lingkungan yang sehat sejak dini. Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah 24 siswa TK. Metode pemicuan dengan storytelling dan mewarnai buku serial STBM diterapkan dalam pengabdian kepada masyarakat. Buku serial STBM terdiri dari serial Stop BABS, Cuci Tangan Pakai Sabun, dan pengelolaan sampah. Indikator keberhasilan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah siswa mampu menyebutkan minimal 2 alat yang digunakan pada implementasi masing-masing pilar (Sampah, CTPS dan Stop BABS) dan siswa terampil dalam praktik pilar STBM. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa setelah pendampingan edukasi STBM, seluruh siswa TK Pertiwi mampu mempraktikkan BAB di jamban, mempraktikkan CTPS dengan metode tujuh langkah dari WHO. Serta mampu mempraktikkan pembuangan sampah dengan pemilahan yang baik di sarana tempat sampah yang sudah disediakan. Adapun kenaikan score kognitif 41,67 %, afektif terdapat kenaikan 37,5%, dan psikomotor terdapat kenaikan 16,67%.Abstract: Strengthening health education and personal hygiene at an early age is a crucial phase in shaping clean and healthy living behaviors. The use of the storytelling method is able to increase students' enthusiasm in proactively internalizing a clean lifestyle. The purpose of this activity is to build a collective understanding of the urgency of habituating behaviors to maintain personal hygiene and a healthy environment from an early age. The target of this community service activity is 24 kindergarten students. The method of triggering with storytelling and coloring of STBM serial books is applied in community service. The STBM series consists of the series Stop BABS, Wash Hands with Soap, and waste management. The indicator of success in this community service activity is that students are able to mention at least 2 tools used in the implementation of each pillar (Waste, CTPS, and Stop BABS), and students are skilled in the practice of the STBM pillar. The results of this community service activity show that after STBM educational assistance, all Pertiwi Kindergarten students were able to practice defecation in the latrines practicing CTPS with the seven-step method from WHO. As well as being able to practice waste disposal with good sorting in the garbage bin facilities that have been provided. The increase in cognitive score was 41.67%, affective there was an increase of 37.5%, and psychomotor there was an increase of 16.67%.