cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
telaah.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1, Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Telaah
ISSN : 24772429     EISSN : 26206226     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Telaah adalah wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram. Artikel/karya tulis yang dimuat dalam jurnal ini adalah karya tulis hasil penelitian dan hasil pemikiran (telaah kritis) mengenai pendidikan, bahasa, serta sastra indonesia. Kontributor yang dapat mempublikasikan tulisanya pada jurnal ini adalah para akademisi (dosen dan guru), praktisi, dan pemerhati dibidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1: Januari 2022" : 20 Documents clear
Penerapan Metode Pembelajaran Blended Learning dalam Meningkatkan Motivasi dan Pemahaman Konsep Belajar Siswa di Sekolah Dasar Ana Nurhasanah; Reksa Adya Pribadi; Fitri Ismawati
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i1.6694

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: blended learning; keuntungan dari blended learning di abad ke-21; penerapan pembelajaran campuran di dalam kelas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengungkap blended learning untuk motivasi dan pemahaman konsep belajar siswa di sekolah dasar. Masih kurangnya penelitian tentang blended learning terhadap motivasi belajar siswa; Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk dilakukan. Hasil penelitian dapat digambarkan sebagai berikut: Pertama, blended learning adalah model pembelajaran yang menggabungkan sisi positif dari mode tradisional seperti model tatap muka dengan peningkatan penggunaan teknologi untuk mempertahankan, meningkatkan, dan melibatkan siswa. motivasi dan keterlibatan sebagai bintang baru dalam proses belajar mengajar. Kedua, blended learning meningkatkan akses pembelajaran ke materi dan kegiatan pembelajaran, dan dapat mendukung dan meningkatkan peran guru, pengalaman siswa dan lingkungan sosial. Ketiga, ada empat langkah utama dalam mengimplementasikan blended learning, yaitu merencanakan, merancang dan mengembangkan unsur-unsur blended learning, melaksanakan, meninjau dan mengevaluasi desain.Abstrac:This study aims to reveal: blended learning; the advantages of blended learning in the 21st century; application of mixed learning in the classroom. This is a type of qualitative research that aims to reveal blended learning for motivation and understanding of student learning concepts in elementary schools. There is still a lack of research on blended learning on student motivation; Therefore, this research is important to do. The results of the study can be described as follows: First, blended learning is a learning model that combines the positive sides of traditional modes such as face-to-face models with the increased use of technology to maintain, enhance, and engage students' motivation and involvement as the new star of the teaching and learning process. Second, blended learning improves learning access to learning materials and activities, and can support and enhance the role of teachers, student experiences and the social environment. Third, there are four main steps in implementing blended learning, namely planning, designing and developing elements of blended learning, implementing, reviewing and evaluating the design.
Efektivitas Penggunaan Media Papan Musi (Multi Fungsi) pada Materi KPK dan FPB Kelas IV SD Ana Nurhasanah; Reksa Adya Pribadi; Suhayati Suhayati
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i1.6619

Abstract

Abstrak:Peserta didik kelas IV kesulitan memahami pelajaran matematika, salah satu kesulitan tersebut ada pada materi KPK dan FPB. Hal tersebut terjadi karena peserta didik kurang menguasai dasar dari matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, dan peserta didik juga masih bingung menentukan hasil dari KPK dan FPB. Oleh karen itu, perlu adanya perbaikan dalam pembelajaran. Sehingga guru dan peserta didik harus berperan aktif dalam proses pembelajaran. Untuk meningkatkan efektivitas peserta didik maka harus menggunakan media pembelajaran yang tepat salah satunya adalah Papan Musi (Multi Fungsi). Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif melalui metode observasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penggunaan media Papan Musi ini membuat peserta didik senang dan aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Abstract:Fourth grade students have difficulty understanding mathematics, one of the difficulties is in the KPK and FPB materials. This happens because students do not master the basics of mathematics such as addition, subtraction, multiplication and division, and students are still confused about determining the results of the KPK and FPB. Therefore, there is a need for improvement in learning. So that teachers and students must play an active role in the learning process. To increase the effectiveness of students, they must use the right learning media, one of which is the Musi Board (Multi-Function). The method used is descriptive research through the method of observation. Based on the results of research conducted using the Musi Board media makes students happy and active in teaching and learning activities.
Campur Kode Dalam Pertuturan Mahasiswa Asal Manggarai Di Universitas Muhammadiyah Mataram (kajian sosiolingusitik) Muhamad Sahril
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i1.6586

Abstract

Abstrak: Bahasa Indonesia dalam perkembangannya, mendapat pengaruh dari bahasa lain misalnya bahasa daerah. Bahasa Indonesia yang mendapat pengaruh dari bahasa daerah yang memang sengaja atau tidak kadang diselipkan dalam penggunaan bahasa tersebut. Biasanya suatu masyarakat yang menguasai dan menggunakan dua bahasa atau lebih dikenal dengan istilah masyarakat kedwibahasaan atau bilingual. Dalam bilingualisme tak pernah lepas dari campur kode dan alih kode. Campur kode merupakan percampuran dua bahasa atau lebih yang didalamnya terdapat kode dasar yang digunakan memiliki keotonomiannya, sedangkan kode-kode lain yang terlihat  dalam peristiwa tutur itu hanyalah serupa serpihan-serpihan (Chaer,2010:114). Perbedaan yang mendasar seseorang menggunakan satu kata atau frasa dari satu bahasa   karena telah melakukan campur kode. Penggunaan campur kode ini juga terjadi pada mahasiswa Manggarai yang berkuliah di Universitas Muhammadiyah Mataram yang sering menggunakan dua bahasa dalam berkomunikasi yaitu bahasa Indonesia dan bahasa daerah Manggarai dalam hal ini bahasa manggarai bagian barat. Hal ini disebabkan kebergantungan penutur dalam menggunakan bahasa  seperti  tidak  mampu  meninggalkan bahasa pertama  namun  tetap  menggunakan bahasa kedua sebagai alat komunikasi. Dilihat dari keberadaan bahasa Manggarai merupakan salah satu bahasa yang terus berkembang dan tumbuh di propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) karena meski adanya perubahan zaman, bahasa daerah Manggarai masih dianggap sebagai bahasa pemersatu masyarakat disekitarnya. Pemilihan terhadap subjek juga telah dipertimbangkan sebelumnya karena beberapa hal yang masuk dalam kriteria penelitian ini. Abstract: In its development, Indonesian language gets influence from other languages such as regional languages. Indonesian language that gets the influence of the local language that was intentionally or not inserted in the use of the language. Usually a society that controls and uses two languages or better known as the term or bilingual society. In bilingualism never get out of mixed code and code transfer. Mixed code is a mixture of two or more languages in which there is a basic code used to have its economy, while the other codes seen in the speech event are just similar pieces (Chaer, 2010: 114). The Sbasic difference of a person using a single word or phrase from one language because it has to mix code. The use of this code mix also occurs in Manggarai students who study at Muhammadiyyah Mataram University who often use two languages in communicating that is Indonesian and Manggarai regional languages. This is due to the dependence of speakers in using language such as not being able to leave the first language but still using the second language as a means of communication. Judging from the existence of Manggarai language is one of the languages that continue to  grow and  grow in the area of  Nusa Tenggara Timur (NTT)  because despite the  changing times, Manggarai regional language is still considered a unifying language of society. Selection of subjects has also been considered in advance because of some of the things included in the criteria of this study.
Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Ana Nurhasanah; Reksa Adya Pribadi; Siti Sukriah
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i1.6618

Abstract

Abstrak:Penelitian ini yang mengkaji tentang sumber belajar yang utamakan lingkungan sekolah sebagai  media pembelajaran bagi siswa yang ada di kalangan sekolah dasar, sehingga lingkungan yang merupakan objek dari belajar dapat dilihat langsung siswa dan dapat ditujukan secara langsung.dimana pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah ini sebagai sumber belajar yang dapat membantu dalam meningkatkan mutu pembelajaran siswa dalam prosesnya. Sumber belajar yang diketahui yaitu sarana tau prasarana fasilitas pendidikan dengan komponen penting yang guna terlaksananya dsri proses pembelajaran dan khusunya di lingkugan anak sekolah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data yang menunjukan bahwa media ajar yang melalui lingkungan sekolah yang memberikan rangsangan positif kepada siswa dengan mudah memahami materi ajar yang khusunya pada bertema lingkungan dan menunjukan nilai tinggi dianalisis sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan unuk mendapatakan kajian dan informasi terkait pentingnya kondisi lingkungan sekolah yang positif dan baik nagi sumber belajar yang mengajak siswa untuk aktif semangat dalam kegiatan belajar.Abstract: This study examines learning resources that prioritize the school environment as a medium of learning for students in elementary schools, so that the environment which is the object of learning can be seen directly by students and can be addressed directly. can help in improving the quality of student learning in the process. Learning resources that are known are educational facilities and infrastructure with important components for the implementation of the learning process and especially in the school children's environment. Based on the results of research conducted by collecting data showing that teaching media through the school environment that provide positive stimulation to students easily understand teaching materials, especially on environmental themes and show high grades, are analyzed by elementary schools. This study aims to obtain studies and information related to the importance of a positive and good school environment as a learning resource that invites students to be active in learning activities. 
Peran Gawai Terhadap Pemerolehan Bahasa Anak Usia 7-12 Tahun Di Desa Ombe Baru Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat Rodhiyatullahmi Rodhiyatullahmi; Sukran Makmun; Bukhori Muslim
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i1.6936

Abstract

Abstrak: Tujuan dalam  penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran gawai terhadap pemerolehan  bahasa anak usia 7-12 tahun di Desa Ombe Baru Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah observasi, metode cakap, simak dengan teknik dasar rekam/sadap, dan teknik catat. Hasil dari penelitian ini adalah ditandai dengan pemerolehan bahasa melalui game onlie seperti: bahasa gaul seperti (gue, bro, santuy, dan gaskeun), bahasa asing (rush, medkit, revive, bot, knock, AWM, dan GG), dan bahasa kurang santun (anjing, jancok, anjir, mampus, dan goblok). Harapan yang diinginkan dalam penelitian ini adalah orang tua senantiasa mengawasi dan membimbing anak dalam menggunakan gawai dan lebih mengarahkan penggunakannya sebagai media belajar, mengingat pada saat sekarang ini penggunaan gawai sebagai media belajar sangatlah jarang. Karena, anak-anak generasi muda lebih aktif bermain game. Oleh karena itu, diharapkan lebih bijak dalam bermain game online, jangan sampai terpengaruh pada game online yang mengarah ke hal negatif.
Analisis Nilai-Nilai Religius Novel 99 Cahaya di Langit Eropa Karya Hanum Salsabiela Rais Abdul Aziz
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i1.6934

Abstract

Sastra gambaran figuratif seseorang dan menghasilkan kehidupan yang diwarnai oleh sikap. Dengan demikian karya sastra dapat didekati dengan menggunakan nilai-nilai religious. Masalah penelitian ini tentang nilai-nilai reigius yang terdapat dalam novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabela Rais. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nilai-nilai religius novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabela Rais yang berjumlah 412 halaman. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2011. Data penelitian ini berupa gambaran nilai-nilai religius dalam novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis kualitatif dengan mendeskripsikan gambaran nilai-nilai religius dalam novel novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dengan nilai-nilai religius. Metode ini didasarkan pada pertimbangan kesesuaian antara bentuk penelitian dengan tujuan penelitian. Instrumen penelitian dilakukan dengan studi dokumentasi. Studi dokumentasi dilakukan pada novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dengan analisis nilai-nilai religius. Dari hasil penelitian ini dapat diperoleh informasi berdasarkan dengan, nilai religius tentang hubungan manusia dengan Tuhannya, nilai religius tentang hubungan sesama manusia, nilai religius tentang hubungan manusia dengan alam atau lingkungan, nilai religius yang berkaitan dengan pendidikan keagamaan Literature is a figurative picture of a person and produces a life that is seen by attitude. Thus, literary works can be approached using religious values. The problem of this research is about the religious values contained in the novel 99 Cahaya di Langit Europa by Hanum Salsabela Rais. This study aims to describe the religious values of the novel 99 Cahaya di Langit Europa by Hanum Salsabela Rais which found 412 pages. Publisher PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2011. The data of this research is a description of religious values in the novel 99 Cahaya di Langit Europa by Hanum Salsabiela Rais. The method used is descriptive method with qualitative analysis by describing the description of religious values in the novel 99 Cahaya di Langit Europa by Hanum Salsabiela Rais with religious values. This method is based on considerations between the form of research and research objectives. The research instrument was carried out with a documentation study. Documentation study was conducted on the novel 99 Cahaya di Langit Europa by Hanum Salsabiela Rais with an analysis of religious values. From the results of this study, information can be obtained based on religious values about human relations with God, religious values about human relations, religious values about human relations with nature or the environment, religious values related to religious education.
Implementasi Perencanaan Pembelajaran Menggunakan Model Group Investigation Dengan Media Interaktif Dalam Meningkatkan Keterampilan Menyimak Pada Kelas 2 SDIT Bait Adzkia Islamic School Ana Nurhasanah; Reksa Adya Pribadi; Rizky Anggraeni
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i1.6693

Abstract

Abstrak: Penggunaan model pembelajaran menjadi suatu pola bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Adanya model pembelajaran menjadi pedoman bagi guru dalam merencanakan aktivitas pembelajaran. Pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki peran sebagai wadah dalam mengembangkan keterampilan berbahasa, salah satunya keterampilan menyimak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi perencanaan pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa Kelas 2 SDIT Bait Adzkia Islamic School dengan menggunakan model pembelajaran group investigation. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini dapat meningkatkan keterampilan menyimak siswa sekaligus membuat siswa aktif selama pembelajaran berlangsung.Abstract:  The use of learning models becomes a pattern for teachers in carrying out classroom learning. The existence of a learning model becomes a guide for teachers in planning learning activities. Indonesian language learning has a role as a forum in developing language skills, one of which is listening skills. This study aims to describe the implementation of learning planning in improving the listening skills of Class 2 SDIT Bait Adzkia Islamic School students by applying the group investigation learning model. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques using interviews and observations. The results of this study can improve students listening skills while making students active during the learning process.
ANALISIS KALIMAT PERSUASIF DALAM STRATEGI KOMUNIKASI PENJUALAN ONLINE PADA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (IG) Eka Putri Paramita; Desak Made Yoniartini; I Made Permadi Utama
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i1.6939

Abstract

Abstrak:Kalimat persuasif adalah kalimat ajakan yang berfungsi untuk menggiring opini pembacanya agar mengikuti maksud dan tujuan dari pembuat kalimat tersebut.  Instagram saat ini menjadi media sosial yang cukup banyak digunakan di Indonesia, tidak hanya sebagai media bersosialisasi melalui dunia maya Instagra tetapi juga dimanfaatkan penggunanya untuk aktifitas jual beli.  Kalimat persuasif digunakan oleh penjual untuk menarik konsumen agar berbelanja di lapaknya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kalimat persuasif dan makna kalimat persuasif  yang digunakan oleh penjual di instagram. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penjual di instagram menggunakan kalimat persuasif agar mendapatkan perhatian dari pembeli, maka kalimat persuasif yang digunakan berupa kata-kata populer bahasa gaul dan menggunakan bahasa asing.Abstract:A persuasive sentence is an invitation sentence that serves to lead the opinion of the reader to follow the intent and purpose of the maker of the sentence. Instagram is currently a social media that is quite widely used in Indonesia, not only as a medium for socializing through cyberspace but also being used by users for buying and selling activities. Persuasive sentences are used by sellers to attract consumers to shop at their stalls. The purpose of this study was to determine the types of persuasive sentences and the meaning of persuasive sentences used by sellers on Instagram. The method used in this research was descriptive qualitative. The results of this study found that sellers on Instagram use persuasive sentences to get the attention of buyers, so the persuasive sentences used were in the form of popular words (slang) and use foreign languages.
Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran Suhu Dan Kalor Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Atph Tahun Pelajaran 2018/2019 Mislaini Mislaini
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i1.6617

Abstract

Abstrak: Penelitian tentang  Penggunaan Metode Eksperimen pada Pembelajaran Materi Sifat Bahan dan  Kegunaannya Terhadap Hasil dan Respon Belajar Siswa Kelas X ATPH SMKKPP N Mataram bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa terhadap penggunaan metode eksperimen pada pembelajaran materi Suhu dan Kalor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen.Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan tes.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian Tindakan Kelas(PTK) yang bersifat kolaboratif. Teknik yang digunakan yaitu observasi langsung dan pengukuran dengan alat pengumpul data berupa lembar observasi guru dan lembar soal.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus.Pada siklus I  skor kemampuan guru mengelola kegiatan pembelajaran sebesar 45 (rata-rata 3,0) dan pada siklus II sebesar 51(rata-rata3,4). Ada peningkatan sebesar 6,0.  Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa pada siklus Imencapai 65,20 dan 80,74 pada siklus II, ada peningkatan sebesar 15,54.Abstract: Research on the Use of Experimental Methods in Learning Materials Properties of Materials and Their Uses on Learning Outcomes and Responses of Students of Class X ATPH SMKKPP N Mataram aims to determine student learning outcomes against the use of experimental methods in learning temperature and heat materials. This study used experimental research methods. Data collection techniques were carried out by tests. The research method used is a descriptive method with a collaborative classroom action research (CAR). The technique used is direct observation and measurement with data collection tools in the form of teacher observation sheets and question sheets. This research was carried out in two cycles. In the first cycle the score the ability of teachers to manage learning activities is 45 (an average of 3.0) and in the second cycle it is 51 (an average of 3.4). There is an increase of 6.0. While the average student learning outcomes in the first cycle reached 65.20 and 80.74 in the second cycle, there was an increase of 15.54. 
Kajian Penggunaan Waktu Menonton Tayangan Layar Kaca Terhadap Disiplin Belajar Siswa di Rumah Aliahardi Winata; Muhamad Yunus; Zedi Muttaqin
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i1.7429

Abstract

Abstrak: Tayangan layar kaca tidak bisa dipungkiri memberikan efek yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat, baik itu secara positif maupun negative. Salah satu efek negative yang ditimbulkan oeh yayangan layar kaca ini adalah dapat menyita waktu keseharian masyarakat khususnya siswa yaitu disiplin belajar mereka. Televisi dan video gem sebagai media layar kaca yang paling disukai, sebagai factor penyebab siswa menjadi malas dalam belajar dan mengerjakan tugas-tugas sekolah. Berdasarkan isi pokok masalah dapat dirumuskan bagaimana penggunaan waktu menonton tayangan layar kaca terhadap disiplin belajar siswa dirumah yan kemudian di spesifikan lagi untuk mencari jumlah waktu yang digunakan, waktu penggunaaan ,tempat penggunaan baru kemudian dicari hubungannya dengan disiplin belajar siswa tersebut Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa jumlah waktu yang digunakan oleh siswa dalam menonton layar kaca rata-rata selama 4-5 jam dalam sehari anak laki-laki dan anak SMA lebih banyak menonton dari pada anak SMP dan anak perempuan. Sedangkan waktu yang digunakan untuk menonton lebih sering pada malam hari dari pada siang atau sore harinya. Tempat untuk menonton televisi juga lebih banyak dirumah daripada diluar rumah, tetapi untuk bermain video game lebih sering diluar rumah. Berasarkan jumlah, waktu dan tempat tersebut ditemukan bahwa sebanyak 80% siswa lebih banyak menggunakan waktunya untuk menonton tanyangan layar kaca daripada belajar dirumah. Abstract: It is undeniable that glass screen shows have a considerable effect on people's lives, both positively and negatively. One of the negative effects caused by the glass screen foundation is that it can take up people's daily time, especially students, namely their learning discipline. Television and video gems are the most preferred screen media, as factors that cause students to be lazy in studying and doing school assignments. Based on the main content of the problem, it can be formulated how the use of screen time watching television shows on students' learning discipline at home which is then specified again to find the amount of time used, the time of use, the place of use and then look for the relationship with the student's learning discipline. The approach in this study uses research qualitative with descriptive research type. The results of this study found that the average amount of time spent by students watching television for 4-5 hours a day, boys and high school students watched more than junior high school students and girls. While the time spent watching more often at night than in the afternoon or evening. There are also more places to watch television at home than outside, but to play video games more often outside the home. Based on the number, time and place, it was found that 80% of students spent more time watching television than studying at home. 

Page 1 of 2 | Total Record : 20