cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 87 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020): November" : 87 Documents clear
SOSIALISASI BUDIDAYA TOGA DI LAHAN TERBATAS DENGAN VERTICAL GARDEN UNTUK MENUNJANG PRIMARY HEALTH CARE DALAM UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI LINGKUNGAN BENDEGA I Gusti Agung Ayu Hari Triandini; Isviyanti Isviyanti; Ni Made Gita Gumangsari; Diana Hidayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.033 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3378

Abstract

ABSTRAKSalah satu peran keluarga dalam Primary Health Care (PHC) yaitu penyediaan tanaman obat keluarga (toga) dalam apotek hidup sebagai bahan baku utama dalam manajemen pencegahan dan penanganan penyakit termasuk COVID-19. Lingkungan Bendega merupakan salah satu lingkungan yang ada di Kelurahan Tanjung Karang Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lingkungan Bendega terbilang lingkungan yang padat penduduk. Luas pekarangan di masing-masing KK di Lingkungan Bendega, rata-rata kurang memadai untuk dijadikan lahan bercocok tanam. Kurangnya ruang terbuka hijau dan kawasan padat penduduk menyebabkan sanitasi di Lingkungan Bendega menjadi kurang diperhatikan. Terlebih di saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Pada umumnya remaja di lingkungan Bendega tersebut mempunyai banyak waktu karena aktivitas pembelajaran yang belum secara tatap muka dan Ibu-ibu rata-rata bekerja sebagai pedagang sehingga dari sore sampai malam hari dapat digunakan waktunya untuk mengikuti sosialisasi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menanam dan mengolah jenis toga yang secara ilmiah berfungsi mencegah COVID-19, serta menyebarluaskan informasi tentang cara menanam toga di lahan terbatas guna mewujudkan apotek hidup mandiri dengan teknik vertical garden. Metode pelaksanaan: survei lokasi, pengurusan izin, pendataan lahan dan inventarisasi, pengumpulan bahan baku, pembuatan poster & penyuluhan, sosialisasi teknik budidaya & pengolahan tanaman toga, evaluasi kegiatan, dokumentasi dan pelaporan. Dari hasil kegiatan, didapatkan sebanyak 90 % mitra mengalami peningkatan pengetahuan tentang tanaman toga. Mitra memperoleh keterampilan baru dalam bercocok tanam dengan teknik vertical garden. Kata kunci: Bendega; COVID-19; herbal; toga; vertical garden  ABSTRACTOne of the roles of families in Primary Health Care (PHC) is the provision of family medicinal plants (toga) in living pharmacies as the main raw material in the management of prevention and management of diseases including COVID-19. Bendega neighborhood is one of the neighborhoods in Tanjung Karang Village, Sekarbela District, Mataram City, West Nusa Tenggara Province. Bendega is a densely populated environment. The area of yards in each household in the Bendega neighborhood is inadequate to be used as land for cultivation. Lack of green open space and densely populated areas causes sanitation in the Bendega Neighborhood to be less attention. Especially during the COVID-19 pandemic like now. In general, adolescents in the Bendega neighborhood have a lot of time because the learning activities are doing not face-to-face and the average mothers work as traders so that from the afternoon until the evening they can use the time to attend the socialization. The aim of this community service activity is to increase the knowledge and skills of partners in planting and processing types of toga that scientifically function to prevent COVID-19, as well as disseminating information about how to grow toga in limited land in order to create independent living pharmacies with vertical garden techniques. Methods of implementation: survey, permition, land data collection and inventory, collection of raw materials, making posters & counseling, socialization of toga cultivation & processing techniques, evaluation of activities, documentation and reporting. From the results of the activity, an increase in knowledge about toga was obtained by 90% sample. The object groups acquire new skills in farming with vertical garden techniques. Keywords: Bendega; COVID-19; herbs; toga; vertical garden
MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 DI KARANGTARUNA KEDUNGGUPIT, SIDOHARJO, WONOGIRI, JAWA TENGAH Akhmad Mustofa; Nanik Suhartatik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.758 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3100

Abstract

ABSTRAKKondisi pandemi saat ini memaksa masyarakat untuk mengurangi sebagian aktifitas di luar rumah. Namun demikian bagi warga desa, dengan keterbatasan ekonomi yang ada, maka pengurangan kegiatan di luar akan sangat berpengaruh terhadap pendapatan mereka. Dengan adanya kondisi new normal, maka masyarakat sudah dapat beraktifitas kembali. Namun demikian terbatasnya informasi khususnya dalam menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, maka diperlukan sosialisasi pada masyarakat desa akan pentingnya imunitas tubuh di masa pandemi ini. Kedunggupit sebagai salah satu desa di Kecamatan Sidoharjo yang memiliki 9 dusun di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah juga terdampak oleh kondisi pandemi ini. Masyarakat desa khususnya pemuda yang sebagian besar bekerja di bidang pertanian, mau tidak mau harus tetap beraktifitas untuk dapat memperoleh penghasilan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan wawasan pada generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna Kedunggupit Sidoharjo tentang bagaimana meningkatkan dan mempertahankan imunitas tubuh di masa pandemi ini.. Peningkatan imunitas ini meliputi pola hidup dan pola makan yang harus dilakukan. Generasi muda Kedunggupit khususnya Karang Taruna yang berjumlah 50 orang menjadi sasaran kegiatan ini. Kegiatan dilakukan dalam bentuk diskusi secara online maupun offline melalui group whatsapp dan pertemuan terbatas dengan pengurus Karang Taruna. Dari kegiatan ini generasi muda telah memperoleh pemahaman yang baik tentang apa yang harus dilakukan di masa pandemi ini, tidak hanya sebatas mematuhi protokol kesehatan, tetapi juga dalam mengatur pola hidup dan pola makan.     Kata kunci: pandemi; pola hidup; pola makan; karang taruna. ABSTRACTThe current pandemic condition forces people to reduce some of their activities outside their house. However, for villagers, with existing economic limitations, the reduction in outside activities will greatly affect their income. With the new normal condition, people can return to their activities. Kedunggupit as one of the villages in Sidoharjo District which has 9 villages in Wonogiri Regency, Central Java was also affected by this pandemic condition. Village communities, especially youths, who mostly work in agriculture, inevitably have to continue activities to earn income. This service activity aims to provide insight to the younger generation who are members of the Kedunggupit Sidoharjo Youth Organization on how to increase and maintain body immunity during this pandemic. This increase in immunity includes a lifestyle and a diet that must be done. Nearly 50 Kedunggupit young people especially youth organization were the target of this activity. Activities are carried out in the form of online and offline discussions through the WhatsApp group and limited meetings with the Karang Taruna management. From this activity, the young generation has gained a good understanding of what to do in this pandemic, not only in adhering to health protocols, but also in regulating their lifestyle and diet. Keywords: pandemic; lifestyle; diet; youth organization.
PELATIHAN PENGOLAHAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) SEBAGAI MINUMAN SUPLEMEN PADA MASA PENDEMI COVID 19 DI DESA WUNGA Marselinus Hambakodu; Alfons Hina Tarapanjang; Elvis Pati Ranja; Merry Christine Nara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.822 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2756

Abstract

ABSTRAKKelapa merupakan tanaman perkebunan yang dapat tumbuh pada daerah tropis, dan selama ini masyarakat Desa Wunga masih mengolah buah kelapa menjadi minyak goreng. Penganekaragaman pengolahan buah kelapa perlu adanya inovasi baru dalam pengolahan buah kelapa tanpa menggunakan panas yang dilakukan secara alami. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan warga dalam mengolah kelapa menjadi pangan fungsional sebagai minuman suplemen dalam menghadi pandemi Covid 19. Metode yang digunakan mulai dari perencanaan, pengolahan dan pelatihan. Hasil pelaksanaan adalah (1). Adanya peningkatan ketrampilan yang diperoleh warga Desa Wunga terkait pengolahan kelapa menjadi minyak kelapa murni; tanggapan kesesuaian materi dengan tujuan pelatihan 55,6% baik, kesesuaian dengan kebutuhan 55,6% baik, kualitas materi 50% baik, penyampaian materi 50% baik, sistematika dan alur materi 55,6% baik,  partisipatif dan kedekatan dengan peserta 55,6% baik, dan tanggapan organoleptik 60-66% sangat suka. (2)Dari tujuh indikator tanggapan yang didapatkan, terlihat bahwa secara umum para peserta memberikan tanggapan positif dan menganggap bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mereka dalam menghadapi pandemi Covid 19 serta organoleptik VCO. Indikator organoleptik VCO terdiri dari warna, aroma dan rasa memberikan tanggapan sangat suka. Kata kunci: desa Wunga; pelatihan; pengolahan; virgin coconut oil. ABSTRACTCoconut is a plantation crop that can grow in tropical areas, and so far the people of Wunga Village are still processing coconuts into cooking oil. Diversification of coconut fruit processing requires new innovations in coconut fruit processing without using heat which is done naturally. This activity aims to improve the skills of residents in processing coconut into functional food as a supplement drink in fighting the Covid 19 pandemic. The methods used range from planning, processing and training. The results of the implementation are (1). An increase in the skills acquired villager related Wunga oil processing into pure coconut oil; responses of material suitability with training objectives 55.6% good, conformity to needs 55.6% good, 50% good quality of material, 50% good material delivery, 55.6% good systematic and flow of material, participatory and closeness to participants 55, 6% was good, and 60-66% organoleptic responses were very favorable. (2). Of the seven indicators obtained responses, it appears that in general the participants responded positively and considers that this activity is very beneficial for them in the face of a pandemic Covid 19 and organoleptic VCO. VCO organoleptic indicators consisting of color, aroma and taste gave very favorable responses. Keywords: wunga village; processing; virgin coconut oil.
ALAT SABLON UNTUK MENUNJANG TAMPILAN KEMASAN KRUPUK CUMI PADA KELOMPOK USAHA POKLAHSAR MANDIRI BANYUWANGI Mochamad Asrofi; Mochammad Edoward Ramadhan; Sujito Sujito
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.925 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3330

Abstract

ABSTRAKProgram pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mitra pengabdian yaitu kelompok usaha kecil rumahan “Poklahsar Mandiri” yang bergerak di bidang produksi kerupuk cumi. Kelompok usaha ini terletak di Desa Karangsari, Sempu, Banyuwangi. Metode pelaksaan pengabdian ini berupa studi wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan berupa diskusi kecil tentang permasalahan kelompok mitra. Permasalahan utama yang dialami oleh mitra ini adalah kemasan plastik yang belum ada labelnya (polos). Kelompok usaha ini menginginkan adanya transfer teknologi yang berupa pembuatan alat sablon kemasan plastik untuk krupuk cumi. Selanjutnya, tim pengabdian melakukan observasi lapang untuk melihat kondisi nyata kelompok usaha ini. Alat sablon kemasan plastik berlabel diharapkan dapat menghasilkan kemasan plastik yang mempunyai daya tarik pembeli. Selain itu, sebagai akibat penjualan meningkat, kesejahteraan kelompok usaha kecil ini dapat terwujud. Sebagai informasi bahwa jumlah produksi kerupuk cumi dari kelompok usaha ini rata-rata per tahunnya 850 kg per tahunnya (harga per kg 40.000). Dengan adanya alat sablon diharapkan ongkos produksi dapat diminimalkan serta penjualan kerupuk cumi meningkat dikarenakan kemasan yang menarik. Hal tersebut diindikasikan peningkatan penjualan kerupuk cumi yang semula 850 kg menjadi 1000 kg per tahunnya. Kata kunci: alat sablon; kemasan plastik; kerupuk cumi; poklahsar mandiri. ABSTRACTThe community service program aims to solve the problems faced by community service partners, namely the small home business group "Poklahsar Mandiri" which is engaged in the production of squid crackers. This business group was located in Karangsari Village, Sempu, Banyuwangi. The method of implementing this service is in the form of interview and observation studies. Interviews were conducted in the form of small discussions about the problems of the partner group. The main problem experienced by these partners is plastic packaging that has no label (plain). This business group wants a technology transfer in the form of making screen printing plastic packaging tools for squid crackers. Furthermore, the community service team conducted field observations to see the real condition of this business group. This labeled plastic packaging screen printing tool is expected to produce plastic packaging that has a buyer appeal. In addition, as a result of increased sales, the welfare of this small business group can be realized. For information, the amount of squid cracker production from this business group averages 850 kg per year (price per kg 40,000). With the screen printing equipment, it is hoped that production costs can be minimized and sales of squid crackers will increase due to the attractive packaging. This is indicated by an increase in sales of squid crackers from 850 kg to 1000 kg per year. Keywords: screen printing equipment; plastic packaging; squid crackers; poklahsar mandiri.
PENINGKATAN PENGETAHUAN HUKUM ANGGOTA FEDERASI SERIKAT PEKERJA KAHUTINDO KOTA TARAKAN MENGENAI PERLINDUNGAN HAK-HAK BURUH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN Mawardi Khairi; Inggit Akim; Sulaiman Sulaiman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.952 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3011

Abstract

ABSTRAKPermasalahan mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah minimnya pengetahuan anggota Federasi Serikat Pekerja (FSP) Kahutindo  Kota Tarakan mengenai perlindungan hak-hak tenaga kerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan lebih-lebih saat pandemik Covid 19 yang mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan hukum anggota mengenai perlindungan hak-hak buruh khususunya berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagai payung hukum dalam bidang ketenagakerjaan. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan menggunakan metode ceramah, dialog, dan diskusi dalam rangka memberikan penyuluhan hukum kepada mitra. Partisipasi mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan menyediakan waktu, menyediakan tempat beserta fasilitas pendukung lainnya, dan menghadirkan anggotanya sebagai peserta penyuluhan hukum. Target luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi serta bagian dari implementasi Tri Dharma perguruan tinggi. Kesimpulannya adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil dilaksanakan dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para peserta, yaitu meningkatkan pengetahuan hukum anggota mengenai perlindungan hak-hak buruh berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Hal ini dapat dilihat dari jawaban para peserta pada kuisioner yang diberikan setelah kegiatan dilaksanakan. Dari 25 orang peserta, 87,5% menjawab telah memahaminya. Sarannya adalah sebaiknya kegiatan dengan tema ini dilaksanakan tidak hanya kepada anggota Federasi Serikat Pekerja (FSP) Kahutindo Kota Tarakan, tetapi juga kepada buruh yang belum bergabung menjadi anggota Serikat Pekerja/Buruh. Kata kunci: buruh; perlindungan hak; serikat pekerja. ABSTRACTThe problem of partners in this community service activities is the lack of knowledge of members of the Kahutindo Tarakan City Trade Union Federation (TUF) regarding the protection of labor rights based on Law Number 13 of 2003 concerning Manpower, especially during the Covid 19 pandemic which resulted in Termination of Employment (Laid off). The solution offered in this community service activity is to increase the legal knowledge of members regarding the protection of labor rights in particular based on Law Number 13 of 2003 concerning Manpower as a legal protection in the field of employment. The method of implementation used in this community service activity is to use the method of lectures, dialogues, and discussions in order to provide legal education to partners. Participation of partners in community service activities is by providing time, providing space and other supporting facilities, and presenting members as participants in legal education. The output target of this community service activity is the publication of scientific articles in accredited national journals and part of the implementation of the Tri Dharma of higher education. The conclusion is that this community service activity has been successfully implemented and the benefits can be felt directly by the participants, namely increasing members' legal knowledge regarding the protection of labor rights based on Law Number 13 of 2003 concerning Manpower. This can be seen from the answers of the participants to the questionnaire given after the activity was carried out. Of the 25 participants, 87.5% answered that they understood it. The suggestion is that activities with this theme should be carried out not only for members of the Kahutindo Tarakan City Trade Union Federation (TUF), but also for workers who have not joined the Workers / Labor Union. Keywords : labour; protection of  right; trade union.
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN BERBAHAN SAMBAL DESA KEDUNGRAWAN KECAMATAN KREMBUNG KABUPATEN SIDOARJO Ririn Febriyanti; Oemi Noer Qomariyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.979 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2858

Abstract

ABSTRAKBisnis makanan terutama aneka bumbu dapur sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya yaitu banyak dari masyarakat baik di pedesaan atau di perkotaan yang bekerja sampai malam sehingga tidak sempat untuk memasak di rumah. Selain faktor tersebut, bumbu dapur juga memiliki banyak peminat dari segala macam usia dan berbagai macam kalangan. Dari faktor- faktor tersebut, harus ada inovasi yang diberikan agar ulahan aneka bumbu dapur dapat bersaing selain mempunyai rasa yang lebih enak, “Labelling” yang menarik, harga yang ekonomis, dan terdapat berbagai level tingkat pedasnya, serta aneka produk olahan yang sangat “yummy” .Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk membantu mengembangkan pemasaran baik dari segi manajemen dan sarana,prasarana mitra usaha “Arthur”. Adapun permasalahan yang dihadapi mitra pengabdian masyarakat ini diantaranya adalah (1) belum diberikan kemasan yang baik pada produk kue basah yang dipasarkan dan (2) belum diberikan labelling untuk mengenalkan produknya dan yang (3) belum maksimalnya produksi yang dihasilkan. Metode pelaksanaan pengabdian yang sudah dilakukan sampai saat ini adalah pada tahapan: membantu dengan memberikan bantuan berupa alat untuk untuk meningkatkan hasil produksi aneka bumbu dapur; mengganti kemasan dengan yang lebih bagus, serta membantu membuatkan label yang menarik pada kemasan dengan mengganti label yang lama.  Hasil pada tahap ini adalah semakin bertambahnya jumlah pembeli / customer dari mitra kami yakni Home Industri produk sambal Di Desa KedungRawan Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo dikarenakan labelling dan kemasan yang lebih bagus. Kata kunci: diversifikasi; produk olahan berbahan sambal. ABSTRACTThe food business, especially various ingredients, is very promising. This is due to several factors, including many of the community, both in rural and urban areas, who work late at night so they don't have time to cook at home. Apart from these factors, spices also have many enthusiasts of all ages and various groups. From these factors, there must be an innovation given so that various cooking ingredients can compete in addition to having a better taste, attractive labeling, economical prices, and various levels of spiciness, as well as various processed products that are very “yummy ". The problems faced by this community service partner include (1) not yet given proper packaging for the wet cake products being marketed and (2) not yet given labeling to introduce the product and (3) the resulting production has not been maximized. The stages of the implementation of the service that have been carried out to date are at the following stages: assisting by providing assistance in the form of tools to increase the production of various cooking spices; replace the packaging with a better one, and help make an attractive label on the package by replacing the old label. The expected results at this stage are the increasing number of buyers / customers from our partners, namely the Home Industry of chili products in KedungRawan Village, Krembung District, Sidoarjo Regency. Key words: diversification; sambal processed products.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS PROYEK DALAM KONDISI PEMBELAJARAN JARAK JAUH Ni Luh Ning Setyarini Putri Astawa; Ketut Queena Fredlina; Ni Luh Suminiasih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.497 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3118

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran yang menarik bagi siswa .Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi serta penyuluhan tentang pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek menggunakan teknologi di dalam kelas daring dalam kondisi pasca pandemi. Metode pengabdian yang digunakan adalah dengan metode ceramah,simulasi,dan praktik. Dalam pengabdian ini dilakukan pelatihan model pembelajaran khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Inggris. Pada akhir proses kegiatan, diketahui bahwa peserta pelatihan menanggapi positif kegiatan ini. Hal ini dapat terlihat dari hasil observasi yang menunjukkan antusiasme peserta selama proses pelatihan berlangsung. Keyword: project-based learning; pembelajaran jarak jauh; pasca pandemi. ABSTRACTThis community service activity aims to increase teacher knowledge in the process of implementing learning that is attractive to students. The purpose of this service activity is to provide socialization and counseling about the implementation of project learning using bold technology in the classroom in post-pandemic conditions. The service used is lecture,simulation, and practice methods. In this service ,learning model training is carried out, especially in English subjects. At the end of the activity, it was discovered that the training participants forgot about positive activities. This can be seen from the result of observations that show the enthusiasm of the participants during the process. Keywords: project-based learning; long distance learning; post-pandemic