cover
Contact Name
Agus Kurniawan
Contact Email
kurniawanlearning@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
planoearth.ummat@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Planoearth
ISSN : 25025031     EISSN : 26154226     DOI : -
Jurnal Planoearth adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari penelitian di bidang Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1: Februari 2017" : 7 Documents clear
Revitalisasi Bangunan Tua Kota Tua Ampenan Sebagai Kawasan Heritage di Kelurahan Ampenan Tengah Kota Mataram Kusyadin Kusyadin; Ardi Yuniarman
Jurnal Planoearth Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.347 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v2i1.840

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan konsep revitalisasi bangunan tua ampenan sebagai kawasan heritage di Kelurahan Ampenan Tengah Kecamatan Ampenan. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan emperik rasional,artinya data dikumpulkan sesuai dengan tujuan dan secara rasional dan disusun kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari data-data yang terkumpul. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, maka dirumuskanlah konsep penataan tata bangunan dan lingkungan dengan memperhatikan Struktur Peruntukan Lahan yang tetap mempertahankan keregaman tata guna yang seimbang dan terintegrasi, mengendalikan jenis peruntukan lahan, mengatur kepadatan pengembangan kawasan dengan mempertimbangkan daya dukung dan karakter kawasan serta menata ruang yang manusiawi dan beriontasi pada penjalan kaki dan aktivitas yang diwadahi. Selain itu tetap mengatur Koefisien Dasar Bangunan(KDB),  Koefisien Lantai Bangunan (KLB), Koefisien Daerah Hijau (KDH), Sistem Sirkulasi, dan Tata kualitas lingkungan. Penataan yang dilakukan diharapkan mendapatkan nilai tambah yang optimal terhadap priduktivitas ekonomi, sosial dan budaya kawasan perkotaan
Penentuan Teknologi Anaerob Sebagai Upaya Penanganan Persampahan Berdasarkan Konsep Teknologi yang Ramah Lingkungan di Kelurahan Karang Pule Kecamatan Sekarbelah Kota Mataram Ima Rahmawati Sushanti; Agung Panji Utomo
Jurnal Planoearth Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.144 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v2i1.830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memntukan konsep teknologi yang sesuai untuk mengatasi persoalan – persoalan persampahan yang terjadi di wilayah tersebut. Metode yang digunakan dalm penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer, melalui observasi langsung dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa Berdasarkandari berbagai alternatif teknologi yang tersedia, teknologi yang terpilih yang akan diimplementasikan di Kelurahan Karang Pule Kecamatan Sekarbela untuk mengatasi volume sampah yang berlebihan adalah teknik 3P dan teknologi anaerobik yang menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan bahan bakar genset ataupun penggerak turbin pembangkit listrik tenaga uap. Selain itu gas yang dihasilkan dapat digunakan sebagai keperluan memasak dan pembuatan kompos dengan mutu yang tinggi
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Jagung di Kabupaten Dompu Berbasis SIG Sri Apriani Puji Lestari; Baiq Harly Widayanti
Jurnal Planoearth Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.25 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v2i1.837

Abstract

Evaluasi tingkat kesesuain lahan untuk tanaman jagung diperlukan untuk meningkatkan produksi pertanian dan mengoptimalkan penggunaan lahan secara bekesinambungan. Tujuan penelitian ini adalah menyajikan data dan informasi terkait wilayah mana yang cocok untuk pengembanagan tanaman jagung berbasis sistem informasi geografis sehingga bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengembangan wilayah di Kabupaten Dompu. Variabel pengukuran yang digunakan terdiri dari:temperature, ketersediaan air,(curah hujan), ketersediaan oksigen (kondisi drainase tanah), media perakaran(tekstur tanah), bahaya erosi (kelerengan), bahaya banjir (genangan), dan penggunaan lahan. Dari tujuh variabel tersebut menghasilkan tujuh peta yang kemudian di-overlay. Berdasarkan hasil analisa kesesuain lahan tanaman jagung di kabupaten dompu sebesar 30,40% lahan sangat sesuai, 34,51% cukup sesuai, 2,15% sesuai marginal dan 31,94% tidak sesuai untuk ditanami jagung. Pengembangan budidaya jagung di wilayah Dompu yang paling baik adalah pada wilayah dengan kelas sangat sesuai
Analisis Pengaruh Produks Komoditas Jagung Terhadap Pengembangan Wilayah di Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu Nur Hidayah; Baiq Harly Widayanti
Jurnal Planoearth Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.081 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v2i1.838

Abstract

Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah untuk mengidentifiksi pengaruh komoditas jagung di Kecamata Manggelewa Kabupaten Dompu terhadap pengembangan wilayah Kecamatan Manggelewa serta memberikan arahan untuk pengembangan wilayah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Deskriptif – Kuantitatif, dengan menggunakan analisis regresi dan analisis SWOT (Efas-Ifas) sebagai acuan dalam menetapkan strategi pengembangan wilayah berbasis komoditas jagung di Kecamatan Manggelewa. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa benefit yang diperoleh petani jagung berdampak positif terhadap pengembangan wilayah di Kecamatan Manggelewa serta Kabupaten Dompu. Upaya pengembangan yang dapat dilakukan yaitu memperbaiki  jaringan jalan, meningkatkan hasil produksi jagung dalam jangka 5 tahun berikutnya meningkat di atas 5,113%, meingkatkan sarana transportasi, meningkatkan sarana penunjang kegiatan perekonomian rakyat, meningkatkan hubungan kerja sama antara masyarakat, pemerintah dan swasta, meningkatkan kesiapan kemampuan tenaga kerja, meningkatkan pengelolaan lahan pertanian dengan baik
Analisis Penentuan Wilayah Manajemen Kebakaran Berdasarkan Waktu Tanggap (Response Time) di Kabupaten Lombok Barat Fariz Primadi Hirsan; Ima Rahmawati Sushanti
Jurnal Planoearth Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1353.275 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v2i1.825

Abstract

Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat menentukan sesuatu penentuan penanganan kebakaran berdasarkan wilayah manajmen kebakaran yang didasarkan dalam waktu tanggap (response time) Instansi Pemadam Kebakaran (IPK). Oleh karana itu perlu disususn sebuah pendekatan proteksi kebakaran yang memanfaatkan suatu pengelolaan dengan bassis wilayah, sehingga kejadian kebakaran dapat di tanggulangi dan meminimalisir kerugian yang di timbulkan. Metode penelitian yang dipergunakan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan analisis fisik spatial dan analisis regulasi terkait proyeksi kebakaran. Hasil dalam penelitian ini menentapkan 8 wilayah manajmen kebakaran di kabupaten lombok timur berdasarkan indikator kewilayahannya sehingga diharapkan penanganan kebakaran dikabupaten lombok timur dapat ditangani dengan optimal
Analisis Kemampuan Daya Dukung Lahan Menggunakan Carring Capacity Ratio (CCR) di Kabupaten Dompu Febrita Susanti; Agus Kurniawan
Jurnal Planoearth Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.74 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v2i1.839

Abstract

Penelitian daya dukung lahan ini diilakukan bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya dukung pertanian terhadap lingkungannya. Jenis penelitina ini adalah penelitian deskriptif kuntitatif dengan menggunakan analisis carrying capacity ratio. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sector pertanian mampu mendukung pertumbuhan daerah serta memenuhi kebutuhan pokok penduduk di Kabupaten Dompu. Empat kecamatan mempunyai nilai CCR mendekati anggka = 1, yaitu Kecamatan Woja, Kecamatan Kilo, Kecamaan Kempo dan Kecamatan Pekat yang artinnya bahwa lahan pertanian yang ada di setiap kecamatan tersebut memiliki daya dukung yang cukup tinggi terhadap aktifitas pembangunan seperti Kecamaan dengan nilai rasio daya dukung 1,7 yang berarti bahwa di setiap rumah tangga biasa memiliki lahan seluas 1,7 ha, artinya lebih besar 0,83 ha dari luas lahan rata-rata yang dimiliki oleh setiap rumah tangga petani. Kecamatan manggelewa memiliki rasio daya dukung sama dengan 1 (=1), yang berarti kecamatan tersebut masih memiliki keseimbangan antara kemampuan lahan dari  jumlah penduduknya
Kajian Terhadap Kebijakan Pembangunan Infrakstruktur Jl. Gajahmada Mataram Dengan Metode Analityc Hierarchy Proses Agus Partono; Titik Wahyuningsih
Jurnal Planoearth Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.939 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v2i1.829

Abstract

Pembangunan infakstruktur Jalan Gajahmada Mataram yang baru saja selesai dilaksanakan, telah dirasakan manfaantnya, namun juga menimbulkan pro dan kontra karena kebijakan yang menetapkan desain elevasi permukaan jalan dan jembatan menjadi lebih tinggi mulai 50 CM sampai 3 meter dari kondisi semula.Dengan metode analytic hierarchy proses penentuan kebijakan tersebut dianalisis dan dinialai dari 8 kriteria yang lazim dipergunakan yaitu kriteria teknis (3), non teknis (4) dan biaya biaya (1). Penilaian melalui kuisioner oleh responden yang berasal dari tokoh masyarakat sekitar, pimpinan dari dinas PU (Bina Marga), para dosen pengampu bidang jalan raya, pimpinan asosiasi HPJI dan tenaga ahli konsultan yang sering merencanakan jalan.Hasil analisis perbandingan seluruh kriteria yang ditinjau diperoleh bahwa desain elevasi permukaan jalan tinggi lebih unggul dibanding  dengan desain elevasi permukaan jalan rendah, hal ini ditunjukan dari hasil pembobotan untuk desain elevasi  tinggi mencapai bobot sebesar (0,574), sementara bobot untuk desain elevasi rendah sebesar (0,426).

Page 1 of 1 | Total Record : 7